The first 200 lines.
Sebelumnya di The Chi...
Kau sudah lihat koran?
Tawaran kita kalah.
-Lalu kenapa? -Jika kau ingin melindungi
komunitasmu, itu seharusnya dari dia.
Ada hal penting lain yang harus kucemaskan selain PR-ku.
Misalnya?
Seperti di mana aku akan tinggal.
Terima kasih.
Kau punya pacar baru, 'kan?
Kau tak tahu hidupku.
-Siapa dia? -Kami bekerja bersama.
Sudah kuduga.
Setidaknya dia punya pekerjaan.
-Aku membuat kesalahan. -Apa?
-Aku selingkuh dari Dre. -Kau sudah bilang Dre?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Sial!
Jake. Ini tak seperti kelihatannya.
Tidak. Jake!
Ada apa?
Tak ada apa-apa.
Trig...
Biarkan keparat itu mati.
Makasih kau datang.
Aku selalu mendukungmu.
Dia bekerja untuk Wali Kota, bukan?
Dia juga kebetulan ayah si gadis yang Jake rebut dari Kev.
Situasinya jadi rumit.
Kau harus memaafkanku atau mencari yang lain.
Namun, aku tak suka digantung begini.
Aku tak tahan lagi.
Bagaimana bisa kau yang selingkuh,
tetapi kau yang mengeluh?
Aku cuma mau kita seperti dahulu.
Tak akan terjadi.
Kita tak akan seperti dahulu.
Kini sudah berbeda.
Akan kulakukan apa pun agar kita kembali.
Tak perlu.
Hei, kau.
Sial!
-Ada apa? -Aku harus pulang.
-Setidaknya kuantar keluar. -Aku tahu pintunya.
-Kau cari apa? -Sepatuku yang satunya!
Sial.
-Biar kuantar keluar? -Tidak!
Aku tak seperti gadismu yang lalu. Aku bisa sendiri.
Kemarin malam hebat.
Kita lakukan apa?
Aku suka saat kita nikmati momen tanpa melakukan apa pun.
-Aku harus pergi. -Sudah harus pergi?
Ayahku akan marah jika tahu aku tak di rumah.
Tak mungkin bisa kuantar sebelum dia bangun.
Lebih baik tetap di sini
dan kita bisa sarapan dahulu.
Baiklah.
-Kau baik-baik saja? -Ya.
Lynae?
-Hai. -Jangan cuma bilang "hai"!
Apa yang kau lakukan di sini?
Ini salahku.
Kau mau jelaskan ini, Kev?
Kami hanya...
-Kau tahu... -Apa?
Apa yang kalian lakukan, Kev?
Kau beruntung bertemu aku, bukan ibumu.
Kau ibuku juga.
-Kev, jangan coba membujukku. -Tidak!
Aku menyayangimu, tetapi saat ini,
aku ingin kau ke kamarmu sementara aku menangani ini.
-Namun... -Kutangani kau nanti.
Pergilah.
Kenapa kau di sini?
-Aku butuh tempat tinggal. -Ada masalah di rumah?
Kudengar soal penembakan itu.
-Hanya masalah waktu. -Jadi, di mana saudaramu?
-Aku tak tahu. -Apa dia akan pulang?
Tidak, kecuali mau dipenjara.
Kenapa dengan Cherry?
Kami bertengkar, dan dia bilang tak mau aku di sana lagi.
Aku diusir saat seusiamu juga.
Lalu kau bagaimana?
Aku mencari keluarga di tempat lain.
Apa itu yang harus kulakukan?
Mungkin.
Ayo.
-Hai, Imani. -Hai, Sayang.
Shared ingin bilang sesuatu.
Aku cuma mau bilang...
Aku mau bilang terima kasih sudah...
mengadakan pesta penyambutan untukku.
Itu sangat berarti.
Sama-sama.
Itu saja?
Aku harus bilang apa lagi?
Aku tak dengar kau minta maaf.
Sial! Apa harus begitu?
Ya, harus.
Maksudku, aku harus bagaimana lagi?
Kau harus bersikap sopan.
Lalu berhenti meremehkan orang.
Aku sudah pernah dipenjara, jadi aku tak bisa meremehkan siapa pun.
Jadi, kau tahu.
Kau merasa kau lebih baik dariku.
Maafkan aku.
Hei, maafkan aku! Kau mau memaafkan aku?
Tidak.
Mungkin nanti.
Kita perlu mencetak label untuk varian baru.
Baik. Akan kukirim sekarang.
-Hai, T. -Baik, dah.
-Kau lapar? -Entah apa aku mau piza
-sepagi ini. -Terserah kau saja.
Akan kutaruh di sini. Lihat ini.
Baunya memang enak.
Kalau tak mau, kau lihat saja.
Terserah kau. Baiklah, ambil satu.
Tak ada tisu?
Kita tak butuh tisu. Kita di luar. Tunggu sebentar...
Nah.
Ini piza yang lezat.
Bagaimana kalau kutinggalkan Emmett?
-Kenapa begitu? -Untuk bersamamu.
-Kita sudah seperti pasangan. -Tidak juga.
Kita seperti teman mesra yang tak saling benci.
-Aku suka hubungan kita. -Hubungan apa itu?
Aku orangmu.
Apa?
Aku orang yang kau panggil saat suamimu bertingkah.
Aku orang yang kau panggil saat temanmu ditahan
karena suatu masalah dan kau butuh uang segera.
Aku orang yang kau panggil
saat tukang cukur anakmu tak jadi mencukurnya dan dia butuh dicukur.
Aku orangmu, Tiff.
Bukan suamimu.
Kau paham?
Ya.
-Hai, semuanya. -Hai.
-Kau tampak cantik. -Terima kasih.
Kenapa kalian bersikap seperti itu?
Seperti apa?
Seperti merasa bersalah.
Kalian tak macam-macam kemarin malam?
-Dia pria sempurna. -Bagus.
Sebaiknya begitu.
-Kalian lapar? -Selalu lapar.
Bagus, aku baru membuat telur dadar.
-Kalian dari mana? -Kami dari hotel di kota.
Apa ada pesta di sana?
Marcus St. John dalam kondisi kritis. Dia dirawat pagi ini
dengan banyak luka di kepala.
Ada dugaan bahwa hal ini mungkin terkait
dengan keputusan Wali Kota Perry untuk mengurangi dana kepolisian.
Namun, kini ada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
-Aku bisa mengantarmu ke rumah sakit. -Tidak. Aku bisa sendiri.
Para hadirin, Wali Kota Perry.
Selamat siang.
Semua orang bilang ini tak bisa dilakukan,
tetapi tetap kulakukan.
Saat itu, orang menganggapnya arogan. Kalian tahu aku menganggapnya apa?
-Kepemimpinan. -Ada komentar soal Marcus St. John?
Aku hanya bisa bilang...
-Semoga dia lekas sembuh. -Kau tahu siapa pelakunya?
Saat ini faktanya belum diketahui,
dan kami sedang menyelidikinya.
Kalian tahu ini hari bersejarah untuk Kota Chicago,
dan kurasa yang Marcus inginkan dari kita semua
adalah untuk merayakan pencapaian ini bersama-sama.
Lalu yang paling pantas untuk mewakili hal ini...
adalah Nn. Tracy Roxboro. Silakan.
Terima kasih, Wali Kota Perry.
Dengan senang hati kuumumkan bahwa dengan legislasi ini
kita akan bisa mendanai penuh usaha perlindungan masyarakat.
Seperti tulisan di tanda yang menghias halaman di seluruh kota,
"Kita adalah yang kita butuhkan".
Harapanku adalah suatu hari bisa menghilangkan kepolisian,
dan mengalokasikan sebagian sumber dayanya
adalah langkah awal yang bagus.
Rakyat Chicago tidak butuh kepolisian.
Mereka butuh perlindungan dari polisi.
Hari ini adalah hari baru.
Terima kasih.
Apa kau bersiap akan tuntutan legal dari CPD?
-Apa kabar? -Hai.
Tiff, aku muak dengan ini.
Kau mau bersama siapa?
Aku atau Dante?
Aku sedang tak mau membahasnya, Emmett.
Kau tak ada pilihan lain.
Aku tak tahu.
Baiklah.
Aku akan pindah.
Apa kau serius?
Ya.
Aku muak dengan ini.
Jika kau mau Dante, silakan saja.
Apa tak ada elevator?
Kami harus buatkan lift untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.