Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E31-E32-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-11-09
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kamu bisa menangis sekarang.

Menangislah sepuasmu.

Seseorang merampas

gadis kecilku.

Kalau begitu,

dia pasti menelantarkanku, bukan?

"Mendiang Park Seo Yeon"

"Episode 16"

Nikmati minuman manis ini dahulu.

Tokonya tidak punya minuman hangat.

Apa masih terlalu dingin? Tunggu.

Aku menggosok ketiakku setiap hari untuk memastikan itu bersih.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Minumlah minuman manis ini dahulu,

dan kita akan makan.

Aku mencarinya di internet.

Ada restoran yang membuat daging iga lezat di dekat sini.

Ayo ke sana dan makan.

Apa terlalu dingin?

Kamu pasti kedinginan.

Lantas, ayo ke area peristirahatan dan makan makanan hangat dahulu.

Sudah habis.

Kamu menghabiskannya.

Cepat sekali.

Kalau begitu, kita pertahankan momentum ini dan makan iga.

Kamu mau iga sapi?

Baiklah. Mau makan iga sapi?

Kamu pemilih.

Mari kita pergi ke tempat

yang tidak ada banyak orang.

Tempat yang sepi.

Tempat tidak ada orang?

Tempat yang sepi?

Untuk apa?

Kamu yakin akan baik-baik saja?

Yang ini?

Kamu tidak lelah?

Aku yakin itu membuat sendimu tegang.

Kamu tidak lelah?

Aku tidak melakukan banyak hal.

Aku hanya senang melihatmu tersenyum.

Kenapa kamu tidak bertanya?

Apa?

Tentang apa yang terjadi.

Tentang apa yang membuatku

menangis, tertawa, menari,

dan membuat keributan.

Kurasa itu sesuatu yang besar.

Kamu yang paling berani di Vila Samgwang.

Meskipun aku bertanya, kamu tidak akan memberitahuku.

Kamu selalu mengurus semuanya sendiri.

Aku senang kamu memintaku menghampirimu.

Itu sangat berarti bagiku.

Jadi, ini caramu memulai.

Sebanyak ini saja.

Bagikan sesendok saja rasa sakitmu denganku.

Kalau begitu, lain kali akan banyak.

Kelak, itu akan menjadi sekantong besar.

Tentu. Dia pacar Seo A.

Itu tidak akan terjadi.

Aku tidak punya pilihan hari ini.

Mau pergi sekarang?

Tunggu.

Itu akan terjadi.

Itu akan sering terjadi. Aku akan mewujudkannya.

Chae Woon.

Kamu tidak sendirian, Chae Woon.

Aku di sini untukmu.

Kamu bisa menghubungiku kapan saja.

"Koala." Panggil aku seperti ini.

Kalau begitu, aku akan berlari kapan saja.

Terima kasih.

Dia bergeming.

"Seo A"

Apa? Memangnya dia iblis?

Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Anda akan dialihkan ke kotak suara.

Dia tidak menjawab teleponku.

"Na Ro"

Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Anda akan dialihkan ke kotak suara.

Bit Chae Woon.

Tidak mungkin.

Apa dia kini bersama Woo Jae Hee?

"Penguin Licik"

"Tolak"

Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Anda akan dialihkan ke kotak suara.

Apa yang terjadi kepadanya?

"Kim Jung Won"

"CEO Kim Jung Won dari LX Fashion"

Aku yakin kami mirip.

Dia punya seorang putri dengan suami pertamanya,

tapi kurasa dia kehilangan anak itu.

Entah apa dia pernah menemukannya.

Aku yakin dia ibuku.

Dia datang untuk menemuiku.

Aku tidak tahu.

Astaga, aku bodoh sekali.

- Sampai jumpa. - Terima kasih. Selamat malam.

Astaga, kami sangat sibuk hari ini.

Bosku tidak datang hari ini.

Aku sibuk dengan banyak pelanggan, tapi dia pulang begitu saja.

Apa maumu?

Kamu kedatangan banyak pelanggan, jadi, kupikir dia akan datang.

Aku sangat kecewa.

Apa?

Kamu sungguh datang untuk melihat bosku?

Tentu saja.

Untuk apa lagi aku datang?

Aku harus pulang.

Bibi.

Hei, Hae Deun.

Apa kamu di sini karena ingin makan daging kaki?

Bibi tidak punya pilihan. Bibi harus membelikanmu. Ayo.

- Astaga, kita harus bagaimana? - Aku ingin makan ayam.

Kamu pasti lapar. Kamu bilang ingin makan daging kaki.

Benarkah?

Astaga, mereka datang lagi.

Kenapa wajahmu seperti itu?

Bukan begitu caramu menyambut sepiring daging kaki yang lezat.

Aku harus segera berpisah dengan Paman Hwak Se dan Bibi Man Jeong.

Aku sangat mau lihat Paman Hwak Se memulai debut sebagai penyanyi.

Bibi, bertahanlah.

Aku akan mengirimkan cukup uang untuk membuka klinik Bibi sendiri.

Hei.

Jujurlah. Kamu menghabiskan uangmu untuk apa kali ini?

- Apa? - Tas? Sepatu?

Cicilan 12 bulan?

Ayolah, Hae Deun.

Lee Hae Deun, entah kenapa kamu diam saja.

Kamu bekerja paruh waktu, jadi, menghabiskan lebih banyak uang?

Ra Hoon yang berkuliah di Universitas Seohan yang bergengsi.

Kamu sudah belajar seharian, wajahmu terlihat agak lesu.

Makanlah sesukamu.

Terima kasih.

Adikku tersayang, Ra Hoon, yang selalu kupukuli.

Aku selalu menganggapmu lemah.

Seharusnya aku bersikap baik kepadamu.

Apa? Kakak butuh uang lagi?

Berapa yang Kakak butuhkan? Astaga...

Ra Hoon, kamu mau belajar di luar negeri? Akan kakak bayar.

Kamu harus mulai bersiap jika akan pergi tahun depan.

Kamu harus mulai dari mana?

Ayolah. Dengar!

Gelar MBA yang bisa didapat di luar negeri.

Astaga.

Kenapa kalian tertawa?

Ada apa?

Kenapa kalian tertawa?

- Aku harus ke toilet. - Baiklah.

- Itu kejam sekali. - Aku menangis.

Apa kamu sudah gila?

Apa? Aku di sini sebagai Cha Ba Reun.

Cha Ba Reun. Enyahlah.

Sampai jumpa. Datanglah lagi.

- Ra Hoon. - Ya?

Sedang apa kamu di sini?

Aku hanya...

Halo.

Hai.

Siapa dia?

Halo.

Halo, Bibi.

- Hai. - Tunggu.

Aku pikir kamu tampak tidak asing.

Kamu datang untuk bertanya tentang kamar.

Dia ingin tinggal di vila kita,

tapi aku menolak karena dia wanita.

Jadi, itu yang terjadi.

Cha Ba Reun, kamu datang untuk mencoba pindah?

Untuk tinggal dengan Ra Hoon?

Tidak, bukan begitu.

Yang benar saja. Untung tidak ada kamar kosong.

Jadi, kamu sudah menemukan tempat tinggal?

Ya.

"Ya." Dia andal berpura-pura.

Biasanya dia tidak seperti itu.

- Nona. - Ya?

Bagaimana kamu tahu aku bibinya?

Aku hanya merasa...

Kamu manis saat bingung.

Tentu saja aku bibinya. Aku tidak akan menjadi putrinya.

Ayah.

Bersyukurlah dia memanggilmu "bibi".

Kamu tampak cukup tua untuk menjadi nenek.

Astaga.

Matilah.

Berdasarkan penampilan Anda, Anda tampak seperti seorang kakak,

tapi Ra Hoon bilang dia punya bibi yang seorang dokter.

Saat berjalan mendekat, aku bisa melihat sisi cerdas Anda,

dan berpikir, "Dia pasti bibi itu."

Astaga, licik sekali.

Aku memang tampak seperti orang pintar.

Kamu sangat andal menjilat.

Aku tidak terlalu suka itu.

Benar, bukan? Dia sudah lama menggoda Ra Hoon.

Aku tahu itu.

- Begitukah? - Begitukah?

Tidak, dia tidak melakukan itu. Sama sekali tidak.

Hei. Ra Hoon bukan seseorang yang bisa kamu kencani

dengan sering menggodanya.

Ada banyak gadis sebelum kamu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left