Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E81-E82-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi
Up ulang, ada yang rate bad ... Wkwkkwwkkwk, lucu ya tangan yang rate bad, 😂😂 Yang rate bad, dia mau up juga kali ya ... Up aja bos, ngak ada yang larang, tapi jngan asal rate bad sub orang 😂😂

Tags

other
Published on: 2021-02-08
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ayah, kenapa datang kemari?

Kenapa Ayah di sini pagi-pagi memakai pakaian itu?

Pak Yoo.

Tidak, jangan lagi.

Amnesia Ayah pasti sudah kembali. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ayo pulang, Pak Yoo.

Bagaimana Ayah bisa hilang ingatan lagi?

Ayah mengalami kecelakaan lagi? Coba kulihat.

Ayo pulang, Berandal.

Ayah?

Aku sangat terkejut.

Kukira Ayah hilang ingatan lagi.

Jadi, ayah berhasil menipumu.

Astaga, panas.

Ayah senang bisa menipumu.

Lalu kenapa Ayah memakai pakaian itu?

Kamu hanya menyukai ayah saat ayah berpakaian seperti ini.

Apa?

Saat ayah memakai ini sebagai James adalah

saat kamu bersikap baik kepada ayah.

Meskipun kebaikanmu memberikan beberapa keluhan.

Tapi kamu masih menatap ayah dengan penuh kasih sayang.

Penuh kasih sayang? Itu bisa diperdebatkan.

Bahkan setelah ingatan ayah kembali,

ayah akan mengingat masa saat ayah menjadi James.

Ayah merindukan momen itu.

Kamu mengatakan ini kepada ayah, ingat?

Kamu suka bahwa ayah James dan bukan ayahmu.

Sejujurnya, ayah terkejut.

Ayah pasti sangat keterlaluan

sampai kamu mengatakan itu tentang ayah.

Kata-kata itu membuat Ayah terkejut? Ayah tidak tampak terganggu bagiku.

Dasar berandal. Kamu sama sekali tidak mengenal ayah.

Ekspresi di wajah ayah tidak selalu mewakili perasaan ayah.

Lantas, Ayah harus lebih sering mengungkapkan perasaan Ayah.

Berhentilah menolak saat Ayah setuju

dan jangan terlalu keras kepala saat menentang sesuatu.

Ayah akan melakukannya mulai sekarang.

Ayah berjanji kepada diri sendiri

meskipun harus hancur dan terbakar.

Bagaimanapun, untuk menunjukkan bahwa ayah bertekad untuk berubah,

ayah kemari untuk membagikan salah satu rahasia ayah.

Rahasia?

Duduklah di sini.

Lebih baik aku tetap di sini.

Duduklah di sini.

Ayah menelepon siapa?

Halo?

Beom... Beom Jin?

Hai, Beom Jin, lama tidak bertemu. Aku ayahnya Jae Hee.

Halo, Pak Woo. Aku mendengar semuanya dari Jun A.

Benar.

Ayah meminta Jun A mencarikan Beom Jin untuk Ayah?

Benar.

Beom Jin, kuharap aku tidak menelepon sebelum kamu tidur.

- Sama sekali tidak. - Kalau begitu, sapalah Jae Hee.

Hei, Beom Jin. Sudah lama tidak bertemu.

Kamu di mana sekarang? Di luar negeri?

Jae Hee, kamu baik-baik saja?

Aku di LA.

Aku pindah kemari sekitar satu dekade lalu.

Astaga, apa yang terjadi kepadamu sejak saat itu?

Kamu baik-baik saja?

Tentu saja.

Aku sudah menikah dengan tiga anak sekarang.

Dari yang kudengar, kamu masih lajang.

Sial. Jadi, hidupmu baik.

Jun A bilang kamu arsitek sekarang.

Impianmu menjadi kenyataan.

Ya, kamu bisa mengatakannya lagi.

Apa yang kamu lakukan di sana?

Aku seorang akuntan.

Kim Beom Jin, kamu keren sekali.

Kamu tidak tahu betapa ayahmu membantu kami.

Dia menjamin pinjaman ayahku yang menjadi bumerang baginya

dan para kreditur mengejarnya karena itu.

Aku yakin kamu tidak tahu itu.

Kumohon, jangan. Aku akan membayarmu kembali.

Aku akan membayar kalian secepat mungkin.

Tolong jangan sakiti aku.

Bukan begitu. Hei, Pak.

Tolong jangan sakiti aku.

Kami terlalu malu dengan apa yang terjadi

sampai keluarga kami melarikan diri di tengah malam.

Ayah, kenapa Ayah tidak mengatakan yang sebenarnya kepadaku?

Tidak tahu apa yang terjadi,

aku membenci Ayah karena masalahnya dan memperlakukan Ayah dengan buruk.

Kenapa Ayah tidak memberitahuku yang sebenarnya?

Mengatakan itu tidak akan membuatmu lebih menyukai ayah sebagai ayahmu.

Hubungan kita sudah buruk.

Tetap saja. Ayah membuatku menjadi orang jahat.

Orang jahat

tidak akan patah hati karena kemalangan teman.

Lagi pula, ayah cukup marah kepada diri ayah

saat itu.

Apa tidak ada cara lain untuk membantu ayah Beom Jin?

Mungkin ayah melewatkan sesuatu.

Ayah menyalahkan diri sendiri.

Kenapa baru bilang sekarang?

Kenapa mencari Beom Jin yang tinggal di luar negeri

hanya untuk memberitahuku soal ini sekarang?

Untuk meraih hatimu.

Dengan begitu, ayah bisa membuatmu mendengarkan ayah.

Tentang apa?

Tentang pulang ke rumah.

Jangan tinggalkan Chae Woon tercintamu sendirian seperti ini

selagi mengalami masa sulit di tempat yang jauh

dan pulanglah ke rumah. Ayah menyingkap rahasia ini

untuk membujukmu.

Yang terpenting, ayah tidak bisa melihat Chae Woon menderita

karena tidak bersamamu lagi.

Kamu tidak berniat mengakhiri hubungan dengan Chae Woon, bukan?

Dia calon istrimu.

Kamu tidak akan melakukan apa pun

sementara dia menderita seperti ini?

Tidak ada uang atau kejayaan yang sepadan

saat kita harus mengorbankan waktu berharga

yang seharusnya dihabiskan bersama wanita yang kita cintai.

Hidup itu singkat.

Ayah pergi.

Tapi Ayah...

Ayah?

Koala...

Bukankah menurutmu CEO terlalu berlebihan?

Bagaimana mungkin memproduksi pakaian pintar?

Dia bahkan ingin membangun pusat penelitian.

Kudengar semua eksekutif menentang gagasan itu.

Mereka takut kita akan bangkrut setelah menghabiskan banyak uang.

Menurutku juga tidak realistis.

Boleh aku melihat ini?

- Tentu. Silakan. - Terima kasih.

"Proyek Pengembangan Bahan Pintar"

Ini tidak terlihat buruk.

Ba Reun, kamu tampak keren sekarang. Tapi bisakah coba pose yang berbeda?

Pose berbeda?

- Kamu terlihat cantik. - Itu menawan.

Tapi alih-alih topi pelindung sinar matahari,

bisa ambilkan sesuatu yang bisa menutupi rambutnya?

Baiklah.

Kamu melihat ke mana?

Direktur Lee, jangan yang itu.

Berikan ini kepadanya.

Apa itu tadi?

Seharusnya kamu melihat ke depan sejak awal.

Kamu melihat ke mana? Kenapa kamu bersikap seperti zombi?

Ada seseorang yang tidak ingin kulihat.

Siapa orang yang tidak ingin kamu lihat?

Pasti aku.

Berhenti bicara denganku.

- Kamu ingin aku memakai ini? - Ya. Kamu tampak manis.

Itu sama sekali tidak manis.

- Kamu tampak cantik. - Tidak, Ba Reun...

- Tidak, bukan berarti... - Aku bilang itu manis.

Baiklah. Silakan. Kamu tampak manis.

- Aku suka itu. - Bagus.

Bagus. Kamu sungguh menyukainya?

Kita tidak bisa melakukan ini dengan selendang.

Kamu ingin aku melakukan apa?

Ba Reun.

- Ra Hoon, kamu di sini. - Ra Hoon, kenapa kamu kemari?

Ba Reun hampir selesai, jadi, aku ingin bekerja dengannya.

Kurasa akan butuh waktu sampai kami selesai. Apa yang akan kamu lakukan?

Kamu bilang ini akan berakhir pukul 16.00.

Benar. Itu rencananya,

tapi semuanya berjalan lebih lambat. Apa yang harus kita lakukan?

Kamu bisa menunggu di sini.

Aku tidak bisa. Kami harus pergi sekarang. Kami kehabisan waktu.

Apa yang harus kita lakukan?

Kita tidak punya pilihan.

Aku akan pergi sendiri saja hari ini.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

- Maafkan aku, Ra Hoon. - Tidak apa-apa.

Sampai jumpa. Maaf.

Mari kita ambil beberapa foto dengan pose berbeda

Permisi.

Ra Hoon.

Maafkan aku. Kamu datang jauh-jauh kemari untuk menjemputku.

Apa boleh buat. Kembalilah bekerja.

Pergilah. Aku baik-baik saja.

Ba Reun, cepat kemari.

Baiklah, Kak Hae Deun.

Maafkan aku. Sampai jumpa di rumah.

- Baik. Semangat. Pergilah, Ba Reun. - Doakan aku.

Matamu manis sekali.

Kamu memang memahamiku.

Kita sudah sampai.

Kurasa kamu harus bekerja sekarang.

Terima kasih.

Kamu mengambil cuti pagi karena aku.

Apa? Ini yang harus kulakukan.

Kamu kembali ke Vila Samgwang.

Aku harus ada untukmu.

Omong-omong...

Mengenai semalam...

Begini...

Sashiminya sangat enak.

Sashimi-nya lezat. Benar.

- Dan aku suka matahari terbit. - Matahari terbit di pantai.

- Pantai itu benar-benar... - Pulau Ganghwa.

- Pulau Ganghwa. - Itu menyenangkan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left