The first 200 lines.
Episode 15
Nama besar Adipati
sungguh mengagetkan.
Dikatakan bahwa ada penjahat yang menyelinap ke dalam rumah Anda,
maka aku segera membawa orang ke sini.
Jika terjadi sesuatu dengan Anda,
aku khawatir rakyat ibu kota,
tidak, tidak, tidak
adalah seluruh rakyat di dunia,
akan mencincang aku.
Tuan Wan terlalu mengada-ada,
aku hanya menyumbangkan sedikit tenaga
untuk rakyat.
Hanya saja seluruh orang di kediamanku
tidak ada yang melihat bayangan yang disebut sebagai penjahat itu,
sebaliknya para wanita di rumah
menjadi kaget luar biasa.
Jika Tuan Wan telah selesai memeriksa,
harap dapat pergi sendiri.
Tentu saja,
kali ini telah mengganggu Adipati dan istri Anda,
mohon maaf,
harap Adipati memaklumi.
Sui Zhou.
Ada.
Cepat tarik pasukan.
Baik.
Adipati,
entah di kediaman Anda
apakah ada seorang tukang kereta yang pincang?
Tidak ada.
Apakah Adipati yakin?
Kamu...
berbicara seperti apa kepada Adipati?
Jalan.
Maafkan, Adipati.
Kalian ini benar-benar
terlalu besar nyalinya,
beraninya menginjak hingga ke kepala Tuan Itu.
Aku, aku, Pengawal Kerajaan
takutnya sudah tidak dapat menerima kalian lagi.
Sial.
Ingin menangkap Dugu Buning
di kediaman Adipati untuk mendapatkan jasa,
sekarang menjadi sia-sia.
Lihat wajah kalian yang tidak bersemangat.
Kakak Sui,
apakah sudah menemukan kakak Tang?
Lalu bagaimana ini?
Jangan khawatir,
kamu pulang dan tunggu saja,
aku akan mencari seseorang.
Bagaimana aku menduga,
tak menduga bahwa
Dermawan Zhu yang berbudi
adalah pembunuh yang sebenarnya.
Aku telah menganalisa semua gadis yang hilang
serta kasus pembunuhan,
menemukan kemiripan dari semua kasus.
Warna mata terang,
warna rambut terang,
cara bicara para korban.
Aku sungguh heran,
apa yang telah kamu alami
sehingga turun tangan
terhadap orang-orang dengan ciri-ciri seperti itu?
Aku bahkan
mengikuti jejak pembunuh ini selama 20 tahun,
Wanping,
Yanjing,
Daxing,
serta kasus pembunuhan
terhadap gadis-gadis dengan ciri-ciri tersebut.
Aku telah menganalisa semua petunjuk,
membuat sebuah dugaan yang aku anggap paling tepat,
hampir yakin
adalah Tuo San yang pincang dan bongkok itu.
Tak disangka pembunuh yang sebenarnya adalah kamu.
Tuo San ini berada terus di sampingmu,
sehingga jejaknya selama 20 tahunan ini
dan jejak pembunuh sangatlah cocok.
Tetapi dia hanya kaki tangan saja,
karena pembunuh yang sebenarnya
adalah Dermawan Zhu yang ternama di ibu kota!
Tuo San yang kasihan itu,
dia hanya seekor anjing setiamu saja.
Ada satu hal yang aku tidak paham,
mengapa kamu melakukan
hal yang begitu keji?
Mengapa kamu membunuh orang?
Apakah kamu sungguh ingin mengetahui sebabnya?
Ya, aku ingin tahu,
dengan begitu aku bisa mati tanpa meninggalkan penyesalan.
Kita bertaruh,
aku bertaruh kamu datang bukan untuk mencari nona,
juga bukan untuk minum arak.
Tang Fan telah menemukan pembunuh dari kasus berantai mayat wanita.
Kami curiga pembunuh
adalah seorang tukang kereta yang pincang dari kediaman Adipati.
Tang Fan datang ke kediaman Adipati untuk memeriksa kasus,
lalu hilang tanpa kabar.
Mungkin telah mengalami bahaya di kediaman Adipati,
tidak jelas hidup matinya.
Apakah ada bukti?
Belum ada,
tetapi tadi aku telah bertanya kepada Adipati
di kediamannya.
Menanyakan apakah mempunyai seorang tukang kereta yang pincang.
Dia menyangkal dengan tegas.
Tetapi sesungguhnya telah beberapa kali
aku diam-diam memperhatikan tukang kereta itu masuk ke kediamannya.
Bukan aku tidak bersedia membantumu,
semua ini hanya dugaanmu saja.
Berdasarkan itu
bagaimana aku bisa masuk ke kediaman Adipati untuk mencari orang?
Apakah kamu tidak mempunyai cara?
Tidak sanggup.
Tahukah kamu di dunia ini apa yang paling menakutkan?
Bukan siluman atau setan,
tetapi kesepian.
Hingga aku bertemu dengannya,
Chunhua.
Ayah menemukan adanya hubungan di antara kami,
dia menghalangi dengan segala cara,
bahkan ingin menjual Chunhua.
Aku memutuskan untuk lari bersamanya.
Tetapi pada hari yang telah dijanjikan,
waktu pertemuan,
dia tidak datang.
Yang datang adalah pembantu Kediaman Adipati yang dikirim ayah.
Saat itu aku mengetahui
yang mengkhianati aku ternyata adalah Chunhua.
Setelah bertahun-tahun lamanya aku bertemu kembali dengannya di jalan,
dia melihat kepadaku
tanpa ada penyesalan sama sekali.
Aku merasa hatiku sangat sakit.
Tetapi mengapa hanya hatiku yang sakit,
lalu dia?
Aku benci kepadanya.
Benar,
demi ini aku membenci dia.
Perasaan ini dari waktu ke waktu telah memudar.
Kamu juga menemukan hatimu sudah semakin hampa,
sehingga kamu membunuh orang kedua,
orang ketiga.
Membunuh orang membuat hatimu tergerak,
tetapi makin lama makin singkat.
Kamu hanya bisa mengandalkan lebih sering membunuh
untuk mempertahankan perasaan ini.
Tetapi tujuh tahun yang lalu Kantor Intelijen Timur telah salah memutuskan dalam kasus ini.
Kamu merasa telah menemukan kambing hitam,
sehingga bersembunyi.
Awalnya ingin tidak melakukannya lagi.
Tetapi akhirnya kamu tidak tahan.
Kamu sangat pintar,
tetapi kadang kala terlalu pintar
sehingga merasa diri sendiri sudah benar.
Kamu sungguh menganggap
aku takut ditemukan orang?
Tujuh tahun lalu
Adipati tua telah meninggal,
kamu berhenti karena hal ini?
Orang yang paling kamu benci telah mati,
mengapa tidak berhenti?
Aku belum pernah membunuh pria,
kamu adalah yang pertama.
Aku bisa membuat dirimu mati
dalam hitungan ketujuh,
juga bisa dalam hitungan ke-30
membuat kamu melihat jantungmu berdetak di dalam tanganku.
Atau....
Apa yang ingin kamu lakukan?
Jangan sentuh dia!
Lepaskan dia!
Lepaskan!
Harus menggunakan cairan lycoris radiata
supaya setelah jantungnya dikeluarkan,
masih tetap berdetak.
Dengan begitu baru berhasil mengambil rohnya.
Tenang,
selama proses dia akan tertidur dengan cantik.
Lepaskan dia!
Zhu Jianmou!
Ada orang yang ingin menemuimu di luar,
ikutlah denganku.
Di atas langit ada dewa,
ternyata Adipati memanfaatkan altar Buddha untuk menutupi,
apakah tidak takut penghukuman dari langit?
Apakah Tang Fan berada di dalam?
Tang Fan dan wanita Oirat itu ada di dalam.
Aku akan membawa mereka.
Wanita itu milikku,
siapa pun jangan berharap membawanya.
Apakah kamu merasa hanya membawa satu, kamu bisa melepaskan diri?
Kalau begitu dua-duanya tidak perlu pergi,
aku mempunyai cara untuk membereskan mereka.
Kamu berani memukul aku?
Siapa dirimu?
Tutup mulut.
Dalam mataku kamu tidak lebih bernilai daripada seekor ulat busuk.
No comments yet. Be the first to leave one.