The first 200 lines.
"Drama ini fiksi, tokoh atau cerita tidak berkaitan dengan kenyataan."
Yang Mulia.
Kenapa kau begitu baik kepadaku?
Karena itu menyakitkan.
Apa?
Hatiku sakit setiap kali melihatmu.
Kita harus mencari tempat berteduh.
Tetaplah bersamaku sebentar.
Maafkan aku, Yang Mulia.
Aku bertemu dia lebih dahulu.
Yang Mulia, tunggu sebentar.
Jangan bergerak.
Kamu bertemu dengannya?
Cendekiawan Ha, kamu yang biarkan dia berjalan di tengah hujan?
- Bukan... - Jawab aku.
Apa itu kamu?
Aku tidak sadar dia berjalan di tengah hujan.
Kamu tidak tahu?
Kamu tidak sadar membiarkannya berjalan di tengah hujan?
Merepotkan sekali.
Sampai nanti. Ayo.
Yang Mulia.
Cendekiawan Ha tidak bisa melihat, jadi...
Tapi kamu tidak melihatku di sini?
Maafkan aku.
Pangeran Yangmyeong!
Kamu tiba-tiba menghilang, jadi, aku mencarimu ke mana-mana.
Ayo.
"Go Pil, pelayan keluarga Pangeran Yangmyeong"
Aku akan menunggumu di Maejukheon.
Ya.
Ayo, Cendekiawan Ha.
Ada apa?
Kenapa kamu kembali untukku di tengah hujan seperti ini?
Sembilan belas tahun lalu, pada hari janji kita.
Itulah hari
saat aku menjadi buta,
sebagai ganti hujan setelah kemarau panjang.
Aku tidak bisa
datang dan menemuimu dengan mata seperti ini.
Bahkan jika aku pergi menemuimu,
apa yang bisa kita lakukan?
Sejak hari itu, aku terus menempuh perjalanan ini.
Setelah aku kehilangan
ayah dan ibuku,
aku berpaling dari dunia ini.
Aku menjalani hidupku seperti itu,
lalu aku bertemu denganmu, yang mengingatkanku
pada diriku di masa lalu.
Aku merindukanmu.
Aku sangat merindukanmu.
Tapi sekarang, aku tidak bisa membiarkanmu
tetap di sisiku.
Jika aku tetap bersamamu,
aku ingin menjadi Ha Ram seperti di masa lalu.
Aku ingin hidup sebagai anak laki-laki yang berjanji
memetik persik bersamamu
di masa lalu.
Tapi sekarang,
aku tidak bisa lagi menjalani kehidupan itu.
Jadi, kumohon,
lanjutkan hidupmu
berpura-puralah kamu tidak pernah mengenalku.
Kumohon padamu.
Terkadang
aku juga
takut akan hidup ini.
Setiap kali aku merasa seperti itu, aku selalu memikirkan kata-kata
yang pernah kamu ucapkan.
"Jangan menyalahkan diri sendiri."
"Aku tidak tahu,
tapi semua yang menimpamu di luar kendalimu."
Kamu menjadi buta,
ayahmu meninggal, lalu keluargamu hancur,
tapi semuanya
di luar kendalimu, Ha Ram.
Katakan perasaanmu yang sebenarnya kepadaku
sesekali.
Hanya itu yang kuminta.
Sampai jumpa.
Tolong tunggu aku,
sampai
aku menemuimu lagi.
"Episode 8, Potret Raja yang Terbakar"
Pangeran Joohyang tahu
bahwa segel Iblis lepas pada hari ritual pemanggil hujan.
Dia telah mencari Iblis sejak hari itu.
Kamu harus menghentikan Pangeran Joohyang.
Jika kamu menerima surat rahasia ini,
itu artinya sesuatu yang buruk menimpaku.
"Kepada Yamyeong"
"Kepada Joohyang"
Rajaku, mendekatlah.
Kamu tidak akan pernah bisa lolos dariku.
Apa aku kehabisan waktu?
Aku harus menyelesaikan semua
sebelum menyerahkan takhta kepada Kang.
Ini untuk Pangeran Yangmyeong, dan ini untuk Pangeran Joohyang.
Baik, Yang Mulia.
Kita harus segera memperbaiki potret mendiang Raja.
Waktumu sebulan.
Pakar Han, cari pelukis ulung
dan selesaikan restorasi lukisan sebelum itu.
Waktunya tidak cukup.
Sehebat apa pun pelukisnya, itu mustahil.
Wujudkanlah.
Waktu kita tidak banyak.
Yang Mulia.
Kenapa kamu begitu baik kepadaku?
Aku mulai
menyukaimu.
Cendekiawan Ha tidak bisa melihat, jadi...
Astaga.
- Pangeran Yangmyeong. - Astaga.
Seseorang baru saja datang dari Istana.
Dia mengejutkanku.
Apa dia mengatakan hal lain?
Dia memintamu ke Gohwawon dan menemui Pakar Han Geon sekarang.
Aku mengerti. Aku akan melakukannya.
Dukung aku.
Hoo!
Kamu harus pergi!
Akan kuhentikan Iblis itu!
Matanya! Jangan lihat matanya!
Iblis.
Aku harus...
Aku harus menemukan Iblis itu.
Duduklah.
Mi Su.
Kamu ingat pelukis bernama Hong Eun O?
Hong Eun O?
Mantan pelukis Gohwawon yang melukis potret mendiang Raja.
Pria itu adalah pelukis yang melukis potret Raja
selama penyegelan Iblis.
Pemenang Kontes Melukis Maejukheon,
Hong Cheon Gi, adalah putri dari pria itu.
Apa?
Putri Hong Eun O.
Hentikan. Tolong hentikan.
Tuan Ha Sung Jin.
Ini putriku.
Namaku Hong Cheon Gi.
Bagaimana gadis buta itu membuka matanya?
Putra Ha Sung Jin kehilangan penglihatannya,
tapi putri Hong Eun O mendapatkan penglihatannya?
Jika pelukis itu memang putri Hong Eun O,
dia mungkin pelukis
yang mampu melukis potret untuk menyegel Iblis.
Apa ayahku mengundang pelukis itu
untuk melukis potret?
Pastikan ada Iblis yang bersemayam dalam tubuh Cendekiawan Ha.
Tentu saja. Kita harus memeriksa sebelum ayahku tahu.
Kita butuh darah Cendekiawan Ha.
Darah?
Kirim pesan ke Cendekiawan Ha, aku mau bertemu dia malam ini.
Biarkan aku yang pergi.
Aku sudah menyiapkan sesuatu.
"Man Soo, pelayan keluarga Ha Ram"
Siapa kamu?
Aku punya pesan dari Pangeran Joohyang.
Pangeran Joohyang ingin menemuimu pada sulsi malam ini.
"Sulsi, antara pukul 7 malam hingga 9 malam"
Aku mengerti. Kamu boleh pergi.
Dan...
Nona Hong meninggalkan ini.
Apa ini?
Ini lukisan.
Itu seperti sehwa harimau.
"Sehwa, lukisan yang dibuat untuk merayakan Tahun Baru"
Lukisan harimau.
Aku berharap membawa kedamaian bagi Ayah dalam pencarian pelukis...
Fokuslah memperbaiki potret Raja.
Upacara penyegelan.
Apa ada hubungannya dengan hari itu?
Yang Mulia, seorang utusan datang dari Istana.
Bintang-bintang di langit
ditafsirkan, dioperasikan, dan digambar oleh orang berbeda.
Kamu harus menikmati cahaya bintang.
Tetaplah dalam cahaya itu.
Itu satu-satunya cara kamu akan tetap aman.
Pesan diterima dengan baik.
Kamu boleh pergi sekarang.
Ya.
Ayah.
Aku akan mengingat pesanmu.
Jadi, jangan sampai aku menangkapmu saat kamu lengah.
Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut posisiku.
Aku merindukanmu.
Aku sangat merindukanmu.
Tapi sekarang,
aku tidak bisa membiarkanmu
tetap di sisiku.
Perasaan pria mustahil dimengerti.
Yang Mulia.
Kenapa kamu begitu baik kepadaku?
Karena itu menyakitkan.
Hatiku sakit setiap kali melihatmu.
Ini cukup untuk membalas budinya untuk Chungsimwon, bukan?
Ada orang di sini?
Aku pasti sudah gila. Aku berhalusinasi sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.