The first 200 lines.
The Love Lasts Two Minds
Episode 19
Tuan Zhao.
Pagi.
Apakah kamu berencana mau pergi?
Aku siap-siap membawa 2 tahanan kembali ke ibu kota.
Tuan Zhao,
apakah kamu tidak menyelidiki lagi?
Tentu saja mau menyelidiki
Tetapi Pangeran Bo sudah meminta perintah dari Yang Mulia
agar putra Pangeran He mengawal jasad Pangeran He kembali ke ibu kota
untuk mengatur upacara pemakaman.
Yanxi juga sudah terbukti tidak bersalah.
Dia akan kembali bersama Beiyan.
Jadi, setelah aku berbahas dengan Putri,
memutuskan untuk membawa 2 orang tahanan
dan kasus terkait untuk kembali ke ibu kota.
Kemudian terus menyelidiki masalah ini bersama Mahkamah Agung.
Yuan,
bukan hanya Beiyan
dan Yanxi kembali ke ibu kota,
kamu harus kembali ke ibu kota juga.
Apakah kamu masih berpikir
mau jadi petugas keamanan di sini seumur hidup?
Aku…
Bukankah aku menjadi petugas keamanan di sini malah lebih bagus.
Bisa bebas melakukan apa saja.
Tidak terikat.
Tetapi apakah kamu tahu ibumu sedang mencarimu?
Sudah mengutus banyak orang untuk mencari kamu
di berbagai kota dan kabupaten.
Benar kah?
Aku…
Aku tidak tahu apa yang sedang dikatakan Tuan Zhao.
Aku tidak ingat masa lalu.
Mungkin akan lebih baik kalau tidak ingat masa lalu.
Orang selalu lebih senang kalau hidup sederhana.
Putri, coba kamu lihat.
Walaupun Yuan Qingli datang ke Qinhe, masih tetap saja buat masalah.
Dia selalu merayu Tuan Muda Zhao.
Tidak apa-apa.
Hanya ada Kepala Keamanan Jing
di dalam mata Yuan sekarang.
Walaupun Zhao Yan punya niat lain,
itu juga percuma.
Putri sangat percaya dengan Petugas Keamanan Yuan.
Sayangnya aku akan pergi.
Aku bisa bantu dia untuk mendapatkan Kepala Keamanan Jing
kalau aku bisa tinggal lebih lama.
Bukan hanya dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan,
aku juga bisa menyelesaikan akar masalah.
Putri.
Petugas Keamanan Yuan.
Putri.
Dengar-dengar, kamu mau kembali ke ibu kota hari ini.
Aku sengaja datang ke sini untuk melihat
apakah membutuhkan bantuan.
Ada banyak bawahan.
Tidak memerlukan bantuan kamu.
Ayo duduk.
Kamu ambil saja sendiri
makanan yang ingin kamu makan.
Putri,
Zhao Yan akan kembali ke ibu kota hari ini.
Aku tidak dapat membantu kamu lagi nanti.
Kamu sendiri harus lebih berusaha.
Aku baru saja mau kasih tahu kamu.
Kepala Keamanan Jing lebih canggung dari Zhao Yan.
Tetapi wajahnya tampan
dan berbakat.
Kamu jangan putus asa ya.
Kamu jangan sampai melewatkan dia.
Tenang.
Aku sudah mengakui dia dalam seumur hidupku.
Aku benar-benar tidak menyangka
kita berdua bisa duduk di sini untuk minum teh
dan makan kuaci.
Benar-benar tidak mudah.
Ternyata Putri sangat baik.
Kenapa aku tidak menyadari sebelumnya?
Tidak menjadi teman baik
dengan Putri.
Sangat aneh.
Dulu kamu
juga tidak jahat.
Tetapi terlalu berpura-pura.
Berpura-pura?
Sebelumnya kalau setiap kali aku pergi cari kamu mengenai masalah Zhao Yan,
kamu selalu menunjukkan sosok kamu yang bermartabat dan bersabar,
gadis dari keluarga terkenal
sebelum aku sempat marah.
Kamu merasa disalahkan
tetapi tetap lembut dan murah hati.
Membuat para pria di sampingmu
menjadi sangat marah
dan menuduh aku menindas orang dengan kekuasaan sebagai Putri.
Egois.
Menganggap aku adalah orang jahat.
Otomatis aku hanya bisa terus menjadi jahat.
Ternyata aku sangat keji sebelumnya.
Aku bahkan menindas Putri.
Tetapi itu juga terlalu hebat.
Andaikan aku punya kemampuan ini sekarang.
Apakah kamu ingin menindas aku lagi?
Bukan.
Maksud aku,
Kepala Keamanan Jing pasti sudah mengikuti kata-kataku
kalau aku punya kemampuan seperti itu.
Aku juga tidak perlu sakit kepala seperti ini.
Tidak apa-apa.
Begini juga bagus.
Kalau benar-benar tidak ada cara lagi,
kamu pulang cari ibumu
dan minta ibumu cari ide buatmu.
Sayangnya, aku tidak ingat apa-apa.
Aku melihat ibuku seperti
melihat orang yang tidak kenal sekarang.
Kamu dan ibumu juga seperti
orang yang tidak kenal sebelumnya.
Kenapa?
Bagaimana aku bisa tahu?
Suasana saat setiap kali kalian berdua ibu dan anak masuk istana
terasa aneh.
Bukankah
aku adalah putri kandung ibuku?
Aku tidak begitu tahu.
Sejak aku sudah bisa mengingat sesuatu,
aku mendengar kamu
tidak akur dengan Nyonya Yuan.
Putri,
Tuan Zhao bilang
kotak barang dan barang bawaan sudah siap.
Sudah siap untuk berangkat kapan pun.
Kalau begitu, kami pergi dulu.
Putri,
apakah kamu tidak mau membawa
alat-alat, perlengkapan tidur dan pakaian di kamar ini?
Tidak perlu.
Buat kamu saja.
Bagaimanapun, kamu juga seorang Nona Yuan besar.
Kamu jangan memperlakukan dirimu dengan tidak baik
saat berada di luar.
Terima kasih Putri.
Han,
kasus Pangeran He dan Tuan Putri tidak sesederhana itu.
Tim kereta Putri Changle akan kembali ke ibu kota.
Kamu juga ikut untuk kembali ke ibu kota.
Bantu aku awasi perkembangan kasus ini.
Bagaimana dengan Tuan Duke?
Bibi dan Heng bisa kungfu.
Kamu jangan khawatirkan aku.
Baik.
Lihatlah kasur dan selimut ini.
Lihatlah tirai tempat tidur ini.
Putri Changle masih punya sedikit hati nurani.
Tidak sia-sia tinggal di kamar Nona begitu lama.
Saudara Yuan.
Saudara Yuan.
Saudara Yuan.
Tuan Lee baru saja mengantar
Putri Changle dan Tuan Zhao.
Dia bilang kita sudah bekerja keras akhir-akhir ini.
Dia mau menggali arak yang tertanam di pinggir danau untuk menghibur kita.
Ayo kita pergi gali arak.
Baik.
Yang Mulia Pangeran Ye.
Di mana Changle?
Pasti di belakang, kan? Aku pergi cari dia.
Changle.
Kakak kedua.
Aku akan kembali ke ibu kota bersamamu.
Baik.
Ayo.
Coba kamu cicipi.
Sangat enak.
Aku tidak mau makan.
Enak sekali.
Kakak kedua,
kenapa kamu masih di sini?
Aku selalu bermain dengan Mu Beiyan di Qinhe.
Tidak menyangka, ayahnya terjadi hal seperti itu.
Orang-orang di rumah dia
menangis terus setiap hari.
Mereka membuat aku ketakutan dan bermimpi buruk.
Makanya aku
keluar beberapa hari untuk main-main.
Kebetulan aku mendengar kamu mau kembali ke ibu kota.
Aku rasa ibu kota lebih tenang.
Makanya aku menunggumu di sini
untuk kembali bersamamu.
Kakak kedua,
kenapa kamu tidak berguna sekali?
Kamu bahkan kalah dari wanita.
Kamu jangan makan lagi.
Ayo.
Kita pergi keluar untuk siapkan beberapa menu sayur.
Kita akan minum dengan puas.
Kalian pergi duluan.
Aku pergi tanya Kepala Keamanan Jing
apakah dia mau ikut atau tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.