Season 1

Release info

The Water 4 Elements S01 THAI IQ WEB-DL DDP2 0 H 264-HDSWEB
A Commentary by tedi
Retail iQ (8 eps)

Tags

webdl
Published on: 2026-05-10
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diam dan lakukan perintahku.

Baik.

Kak Nuch.

Aduh.

Cepat, Nuch.

Apakah ini bisa dibersihkan?

Cepat lap. Aduh, di sana juga tidak bisa.

Maaf ya, Tamu.

Sekarang, staf kami sedang membersihkannya.

Sedang dalam proses pembersihan.

Bersihkan itu, tamu sudah melihatnya, Kakak Pembersih.

Aduh, maaf.

Apakah ini akan meninggalkan bekas?

Baik, di sini sudah kering?

Baik, cukup.

- Masih ada. - Tidak tahu juga ini noda apa, Nuch.

- Kena apa ini? - Ini kopi.

Jangan takut, sebentar lagi sampai di ruanganku.

Hei, lepaskan! Lepaskan aku!

Mau apa? Kalian mau apa?

Mengapa menangkapku?

Aku bantu Anda pasang, Bos.

Halo, semuanya.

Aku Apo Wathinwanits.

Wakil CEO Hotel Internasional Monarch Global di bawah naungan Grup Watin.

Pertama-tama, aku mau minta maaf karena telah mengganggu Anda sekalian.

Apa yang baru saja terjadi bukanlah kejadian nyata,

melainkan latihan yang dilakukan bersama staf.

Tujuannya untuk menguji sistem keamanan hotel,

serta kemampuan tanggap darurat.

Kami menganggap keamanan Anda semua sebagai prioritas utama.

Latihan seperti ini adalah standar untuk hotel internasional.

Untuk memastikan bahwa jika benar-benar terjadi sesuatu,

staf dan petugas keamanan kami

dapat melindungi setiap tamu dengan cara profesional terbaik.

Aku berterima kasih atas pengertian dan kerja sama Anda sekalian.

Kami berjanji

akan sepenuh hati membuat Anda semua menginap dengan aman, tenang dan nyaman.

Preem.

Ini masih belum cukup baik.

Saat Anda disandera,

staf di ruang monitor segera lapor polisi.

Selama menunggu polisi,

Wadee dan staf resepsionis bersikap seperti biasa agar penjahat tidak curiga

dan menunda waktu sampai polisi tiba.

Lalu, bagian mana yang salah, Bos?

Jika petugas keamanan ada di posisinya saat itu, hal ini tidak akan terjadi.

Dia pergi ke mana?

Nona Wadee.

Nona Wadee, aku tahu ke mana satpam itu pergi.

Pergi membujuk pacarnya, 'kan?

Kamu tahu dengan sangat jelas.

Eh, apakah satpam itu akan dipecat?

Aku juga tidak tahu.

Nona Preem bilang, Bos Kecil sedang mempertimbangkannya.

Walau Bos Kecil sangat tegas, dia tidak kejam.

Masalah kecil begini, sepertinya akan diberi kesempatan.

Tidak akan dipecat.

Itu belum tentu.

Bos Kecil akan memberi orang kesempatan, tapi tidak lebih dari dua kali.

Terutama hal yang memengaruhi reputasi hotel.

Bos Kecil mungkin tidak akan melepaskannya begitu saja.

Kak Cha.

Maaf.

Aku benar-benar minta maaf.

Periksa dulu dengan baik.

Baik.

Hei, hampir saja.

Tapi omong-omong, walau Bos Kecil begitu sungguh-sungguh dan berdedikasi,

tetap saja ada yang bergosip kalau dia naik jabatan karena dia anak tunggal,

terlebih lagi seorang wanita,

bisakah dia mengelola hotel ini?

Bisa atau tidak, hotel ini selalu dapat penghargaan setiap tahun.

Bisakah orang-orang yang meremehkan orang lain itu melakukannya?

Tapi sejujurnya, jika Bos Kecil tidak setegang itu,

tidak bekerja 24 jam penuh, pasti akan lebih baik.

Aku sudah lelah.

Bahkan bernapas pun baginya adalah bekerja.

Siapa yang bisa membuatnya memperhatikan hal lain?

Jadwal hari ini adalah rapat dengan Departemen Pemasaran pada pukul 13:00.

Rapat dengan Departemen HRD pada pukul 15:00.

Lalu, makan malam dengan Tuan Wichian.

- Anda masih perlu menambahkan... - Aduh!

Hei, bagaimana caramu berjalan?

Maaf, kamu tidak apa-apa?

Aku tidak apa-apa.

Tapi, ponselku belum tentu.

Sekali lagi aku minta maaf kepadamu.

Untuk kerusakan, aku akan minta sekretarisku mengurusnya.

Preem, tolong kamu urus bagian ini.

Aku harus bergegas pergi rapat.

Hei, kamu tunggu!

- Kamu belum membicarakan kompensasi... - Nona.

Benar-benar maaf.

Jika ingin memperbaikinya atau beli yang baru, Anda bisa langsung memberitahuku.

Ini adalah kode QR LINE-ku.

Inikah cara Apo Wathinwanits, bos hotel mewah bintang lima,

memperlakukan tamu?

Kamu kenal Bos Kecil?

Aku sudah menginap dan berjaga di sini selama tiga hari.

Susah payah bertemu, bahkan belum mengobrol selama tiga menit.

Net, apakah aku tidak cantik?

Apa hubungannya ini?

Kamu lihat, aku sudah berdandan seperti ini.

Bahkan sudah bertabrakan, tapi dia tidak menatapku dengan benar.

Apakah karena alis tidak simetris, perona mata terlalu tebal, bibir terlalu pucat?

Atau...

Bagian ini tidak cukup bervolume?

Hmm, mungkin dia memang tidak menyukai wanita.

Hei, tapi aku sudah menyelidikinya.

Aku yakin dia pasti menyukai wanita.

Layar ponsel rusak, kemarikan tablet.

Kamu lihat.

Hmm.

Ini kakak sepupunya, Gusma.

Baru saja menikah.

Ini istrinya.

Ini Wayo.

Pasti menyukai wanita.

Dulu pernah berpacaran dengan bunga kampus Jurusan Akuntansi kita.

Katanya bertemu saat mengadakan acara.

Orang ini Ajima.

Belum pernah dengar dia punya pacar pria atau menyukai pria.

Aura seperti ini, Keluarga Wathinwanits,

pasti menyukai wanita, seratus persen, satu juta persen.

Cih, kakakku suka makan daging babi panggang,

aku tidak suka memakannya seperti dia.

Kamu tidak bisa menyamaratakan hanya karena preferensi sepupunya, 'kan?

Kurasa rencanamu ini tidak akan berhasil.

Jika rencana ini tidak berhasil,

maka ganti yang lain.

Rencana yang mana?

Sengaja menginap di hotel untuk menjelekkannya, lalu hasilnya?

Apakah kamu mau komplain kamarnya terlalu mewah, terlalu nyaman,

harganya juga terjangkau, tidak semahal yang dibayangkan?

Net, aku memanggilmu ke sini untuk cari masalah, bukan untuk menyindirku.

Aduh, jika kamu melakukannya dengan benar, aku tidak akan menyindir.

Tapi, apa yang kamu lakukan sekarang benar-benar keterlaluan.

Apanya yang keterlaluan? Siapa bilang keterlaluan?

Sama sekali tidak keterlaluan.

Akuilah, Grup Watin memang sangat bagus.

Kamu tidak bisa menyentuh mereka.

Kamu berbicara persis seperti ayahku.

Ayah, maaf.

Maaf? Hmm.

Jika permintaan maafmu bisa ditukar dengan uang,

sekarang aku mungkin sudah jadi orang terkaya di negara ini.

Saat mengajukan proposal, bicara dengan manis.

Sekalinya bertindak, langsung mengacaukannya.

Tapi soal tender tanah, aku tidak melakukan kesalahan, Ayah.

Tidak ada kesalahan?

Jika tidak ada kesalahan, tanah yang harusnya jadi milikku itu

mengapa malah jadi milik Grup Watin?

Kakak bilang, mereka melakukan manipulasi diam-diam.

Ini bukan urusanmu.

Pat, lihatlah kakakmu, Wat.

Dia tidak pernah mengecewakanku dalam tugas yang aku berikan.

Lalu, lihatlah dirimu.

Tak masalah kalah dari orang lain, kamu malah kalah dari putrinya Adison.

Menurutku, kamu harusnya pergi ambil roknya untuk kamu pakai.

Ayah, bicaramu keterlaluan.

Hei, anak perempuan tidak tahu apa-apa, diam saja.

Anda belum pernah membiarkanku membantu Grup Wachala,

tahu dari mana aku tidak bisa melakukannya?

Jika aku membiarkanmu bekerja, perusahaanku sudah lama bangkrut.

Tugasmu menunggu untuk menikah dengan orang yang aku pilih dan anggap baik.

Kemudian, manfaatkan kecantikan dan kelebihanmu sebagai wanita

untuk membantu perusahaan agar berkembang pesat.

Untuk hal-hal yang membutuhkan pengetahuan dan otak,

biarkan laki-laki yang melakukannya.

Bagaimana, Nak?

Kapan Ayah bisa berhenti berprasangka buruk terhadapku?

Ibu pernah bilang, ini bukan salahmu, ini salahku.

Apakah karena kamu adalah istri mudanya?

Ini bukan salahmu.

Kamu hanya tidak punya pilihan.

Lada, jangan salahkan ayahmu lagi.

Dia merawat kita dengan sangat baik, tak pernah membiarkan kita menderita.

Merawat? Merawat secara sembunyi-sembunyi seperti ini?

Tak pernah memberi tahu orang lain bahwa kamu istrinya.

Tak pernah memberi tahu orang lain bahwa aku putrinya.

Tidak membiarkan kita menggunakan marga WachaLadacha,

malah menyuruhku menggunakan margamu, Kunanon.

Inikah yang disebut merawat?

Lada, Ibu mohon padamu.

Bagaimanapun juga, dia berjasa pada kita.

Itu artinya harus menunggu Ayah menjodohkanku,

baru bisa dianggap berbakti?

Kamu sangat ingin bekerja untuk Grup Wachala, ya?

Lada, aku mengerti perasaanmu yang ingin membantu Kak Pat.

Tapi hal sepenting ini, tidak mudah untuk dibantu.

Bagaimanapun juga, aku harus melakukannya.

Grup Watin menggunakan cara licik untuk merebut tanah milik kakakku.

Aku tidak akan menyerah.

Tapi demi mencuri data untuk Kak Pat, kamu sengaja mendekati Nona Apo.

Apa bedanya ini dengan mereka, Lada?

Jika aku berhasil membantu Kak Pat,

Ayah akan lihat bahwa anak perempuan sepertiku bukan hanya untuk dijodohkan.

Aku juga bisa berkontribusi untuk keluarga, tak kalah dengan anak laki-laki.

Apa pekerjaan selanjutnya?

The Water 4 Elements subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left