The first 113 lines.
Apa ini kali pertamamu melihat kematian temanmu?
Seperti itulah jalan shinobi.
Takkan kumaafkan.
Kubunuh kau!
"Masa Lalu, Ambisi yang Tersembunyi."
Nafsu membunuh yang mengerikan.
Dia berbeda dengan yang tadi.
Dia datang!
Apa?
Cakranya menangkis seranganku!
Kalau begitu...
Ini pasti berhasil!
Kenapa?
Mustahil!
Jangan-jangan segel Naruto telah rusak?
Tidak.
Perasaan ini...
Memang benar segel itu hampir lepas dan cakra Kyuubi keluar, tapi...
Untunglah, segelnya tak sepenuhnya rusak.
Aku masih punya waktu!
Kau dengar, Zabuza?
Kita berdua orang sibuk.
Aku tahu ini tak sesuai gayamu, tapi kurasa sudah waktunya kita berhenti bermain-main.
Bagaimana jika kita selesaikan dengan jurus berikutnya?
Menarik.
Apa yang bisa kau lakukan di situasi ini?
Majulah, Kakashi. Tunjukkan kepadaku.
Gawat.
Aku tak bisa menahan auranya!
Zabuza...
Aku tak bisa mengalahkan anak ini.
Zabuza...
Aku...
Kau... Yang waktu itu...
Kenapa?
Kenapa kau berhenti?
Meski aku membunuh temanmu yang berharga, kau tak bisa membunuhku?
Sial!
Apa yang terjadi dengan kekuatanmu yang sebelumnya?
Kau tak bisa mengalahkanku dengan kekuatan seperti itu.
Bukankah dia orang yang berharga bagimu?
Apa kau punya orang yang berharga dalam hidupmu?
Aku ingin melindungi orang yang berharga bagiku.
Aku ingin mewujudkan impian orang itu.
Itulah impianku.
Banyak orang yang salah paham.
Mereka tak menghabisi musuhnya karena kasihan.
Mereka membiarkannya hidup.
Bagiku, itu bukan belas kasihan ataupun semacamnya.
Apa kau tahu rasanya tak dibutuhkan oleh siapa pun,
hidup hari demi hari tanpa impian,
rasa sakit dari semua itu?
Apa yang kau bicarakan?
Zabuza tak butuh shinobi yang lemah.
Kau merebut alasan keberadaanku.
Kenapa?
Kenapa kau harus menuruti orang seperti itu?
Dia dibayar oleh penjahat untuk melakukan hal buruk!
Apa hanya orang itu yang berharga bagimu?
Dahulu, ada orang lain yang berharga bagiku.
Mereka adalah orang tuaku.
Aku lahir di Negara Air, di desa kecil yang diselimuti salju tebal.
Orang tuaku bekerja di ladang kecil.
Kami sangat miskin, tapi orang tuaku tampak puas akan hal itu.
Aku bahagia saat itu.
Mereka orang tua yang penyayang.
Namun...
Saat aku cukup besar untuk memahami keadaan,
sesuatu terjadi.
Sesuatu terjadi?
Apa yang terjadi?
Darahku...
Darah?
Lanjutkan!
Katakan apa yang terjadi!
Ayahku membunuh ibuku.
Kemudian dia mencoba membunuhku.
Apa?
Setelah mengalami perang saudara tanpa henti,
orang dengan Kekkei Genkai dibenci dan ditakuti di Negara Air.
"Kekkei Genkai"?
Kekuatan istimewa atau jurus yang diwariskan lewat klan tertentu,
dari orang tua ke anak, atau dari kakek ke cucu.
Karena kekuatan istimewa mereka, klan itu dimanfaatkan dalam berbagai pertempuran.
Maka, mereka yang punya Kekkei Genkai ditakuti sebagai pembawa bencana dan kematian.
Saat perang berakhir, mereka memutuskan untuk sembunyikan kekuatan istimewa mereka.
Jika ada yang tahu rahasianya, mereka akan mati.
Aku yakin anak itu mengalami penderitaan juga.
Makin besar kekuatanmu, kau makin ditakuti.
Ibuku memiliki Kekkei Genkai.
Dia merahasiakannya dari ayahku.
Dia berharap, untuk sementara...
Tidak, dia pasti berpikir bisa menjalani hidup sederhana selamanya.
Lihat, Ibu! Lihat!
Hebat, bukan?
Tidak!
Kenapa? Kenapa kau juga?
Sakit, Ibu!
Maaf...
Maaf, Haku...
Maaf!
Namun...
Ayah mengetahui rahasia kami.
Saat kusadari...
...aku telah membunuh ayahku sendiri.
Saat itu, yang kupikirkan adalah...
Tidak, itu hal yang terpaksa kupikirkan.
Aku menyadari itu hal yang paling menyakitkan.
Hal yang paling menyakitkan?
Bahwa aku...
Bahwa keberadaanku tak penting bagi orang lain di dunia ini.
Dia sama sepertiku.
Kau mengatakan kepadaku akan menjadi ninja terhebat di desamu...
No comments yet. Be the first to leave one.