The first 200 lines.
Makishima bukan tidak ingin maju, tapi tidak bisa maju.
Sohoku hanya memiliki satu climber tahun ini.
Tiga menit.
Dalam tiga menit, kami akan mengejar ketinggalan.
Tiga menit?
Apa?
Apa menurut kalian situasi ini bisa berubah dalam tiga menit?
Mendakilah dan lewati 100 orang!
Lalu kejarlah mereka!
Baik!
Bawalah semangat kami, Onoda!
Baik!
Semua yang dicurahkan oleh hati ini
zenbu azuketa kono kokoro
Semua yang ditaruhkan pada perkataan itu
zenbu kakaeta sono kotoba
Kesempatan yang katanya ada di atas jalan
kanousei to iu na no michi no ue
Sesuatu yang kupercaya 'da di balik sana
shinjitai mono ga soko ni aru
"Batasan" dan juga "Kegagalan" adalah garis start kita berikutnya
genkai shippai sore ga tsugi no start line na no sa
Hanya dengan sepotong perkataan yang tetap kupegang
yuzurenai yakusoku no bun dake
itu bisa membuatku menjadi sangat kuat.
tsuyoku natte ikeru kara
Kita kumpulkan anginnya
kaze wo atsumete
Kita di saat yang sama, juga di bawah langit yang sama
onaji jikan onaji sora no shita
Kita ukir masa depan, dengan detik - menit yang kita lalui
ippun ichibyou kezutte mirai e
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Kita bisa melesat lurus, karena kita ini sudah tak lagi sendiri
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
tada massugu ni mou oretatchi wa hitori janai kara
Ku tak 'kan menyerah karena suatu saat nanti (Don't lose way)
akiramenai itsuka wa kitto (Don't lose way)
tekadku ini pasti 'kan sampai, ke tempat itu
omoi yo todoke ano basho e
Pasti! Pasti!
Akan kulewati 100 orang!
Onoda!
Apa kau dengar barusan? 100 orang?
Pasti tidak mungkin.
Bagaimanapun juga, 100 orang itu adalah peserta yang terpilih di Inter-High.
Kalau dia punya semacam untuk penambah kecepatan itu lain lagi.
Yang benar saja.
Onoda.
100 Penghalang
100 Penghalang
Sial. Ada yang datang mengejar.
Apa dia orang paling terakhir?
Eh, tunggu!
Kenapa kau bisa secepat itu?
Tinggal 99 orang!
Hime!
Hime!
Ada yang datang mengejar!
Dia orang berkacamata yang terus berbaring setelah kecelakaan!
Hime!
Tak akan kubiarkan semudah itu!
Hime!
Kamu tetaplah Hime!
Kamulah Hime!
Bernyanyi?
Dengan ini, Tinggal 94 orang lagi!
Cara melaju yang ngawur sekali.
Rasanya seperti dia memaksa melewati kita.
Gowesan yang benar-benar hebat.
Saat melewati kita, dia bernyanyi.
100 orang?
Pasti tidak mungkin, 'kan?
Walau Onoda hebat dalam mendaki, Hakone itu berbeda jauh.
Dan—
Menurutku itu mungkin-mungkin saja.
A-Aku juga belum menyerah begitu saja!
Tapi tanpa adanya penambah kecepatan, tidak mungkin—
Berarti dia pasti akan menemukan penambah kecepatannya.
K-Kalau dalam sesingkat itu...
Masa?
Yang kutahu, Onoda itu...
saat ditekan sampai batasnya dan tak tahu harus bagaimana...
dia akan berubah.
Hime, Hime.
Hime, aku cinta, cinta,
cinta kamu.
Kenapa,ya?
Semakin aku fokus, semakin sering aku bernyanyi...
Hime, Hime.
Berkilau-kilau.
Selama ada dirimu dan teman-teman,
lagu pembukaan Love Hime, "Cinta Hime Pencake".
Aku tak terkalahkan.
Hime, Hime.
Padahal aku harus fokus bersepeda,
Hime, aku cinta, cinta, cinta kamu.
tapi pemandangan terus terlewati bersama lagunya.
Hime, Hime. Berkilau-kilau.
Rasa ini
Walau dengan sihir yang membuatmu dewasa,
walau tubuhku sesak tapi terasa enak.
kamu tetaplah Hime.
Kamu tetap Hime!
Imaizumi pernah bilang padaku...
Mendaki adalah kekuatan, keringan dan irama.
Apa mungkin ini yang dimaksud irama?
Aku mendaki tanjakan gerbang belakang dengan lagu ini.
Ada orang yang datang dari belakang!
Dia benar-benar cepat!
Baiklah, biar aku yang menghadang dari dalam.
Semakin cepat mereka mendaki, semakin mudah dihentikan.
Hanya dengan menghadangnya, mereka pasti akan mengerem.
Sekali cadencemu sudah menurun, untuk menaikkannya tidaklah semudah itu.
Setelah tikungan ini dia pasti menyerang!
Berhati-hati—
Kamulah Hime!
Melewati saat tikungan?
Dancing dari luar untuk melewati kami?
Cara yang sangat ngawur.
Hime?
Hime dancing?
Apa itu?
Apa itu tidak terlalu cepat?
Tinggal 86 orang!
Aku pasti mengejar mereka!
Tunggu saja!
Bagaimana kau bisa mengubah keadaan ini dalam tiga menit?
Apa dia belum menyerah?
Jika tiga menit, aku masih bisa mengejarnya.
Mengejar?
Bagaimana dengan timmu?
Sambil membawa sprinter yang sudah kelelahan itu mustahil.
Saat ini hanya kau climber di timmu.
Kami sudah tahu.
Dia pasti datang.
Hah?
climber kedua Sohoku.
Kedua?
Oi, maksudmu orang terakhir yang kecelakaan itu?
Dia bilang akan menyelesaikan tugasnya.
Sakamichi Onoda adalah orang yang selalu memegang janjinya.
Hime, Hime.
Aku cinta, cinta, cinta kamu.
Tinggal 67 orang!
Makishima, apa kau berhalusinasi karena sudah terpojok?
No comments yet. Be the first to leave one.