Elf-Man

Elf-Man

Download Indonesian Subtitle

Release info

elfman Ganool Ravlas sub indo DVDRip
A Commentary by s4lvotere
sub ori FridayToker sub ind by me

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
ganool
Published on: 2012-12-14
Downloads: 51
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tidak ada salju natal lagi.

Ya.

Ayo kita cari ayah.

Ayah! Ayah!

Ayah!

Ayah, ayo.

Waktunya menghias pohon.

Ambil kotak dari loteng. Ayah akan ke sana.

Cepatlah. Nenek sedang dalam perjalanan.

Ornamen natal.

Ayah, kami buatkan susu telur untuk ayah.

Ikuti kami ke bawah.

Lihat ini. Terima kasih.

Versi TX-180. Ayah rasa chip ini akan berhasil.

- Baiklah, utamakan selamat. - Ya

Silangkan jari kalian.

Yes!

Benda itu bekerja kali ini!

Yey, ayah.

Chip kecil ini cukup untuk menghasilkan tenaga listrik seluruh rumah.

Ayah, itu hebat.

Tapi kita harus menghias rumah sebelum nenek datang.

Oh, ya. Baiklah, kalian turun dan mulailah dulu.

Ayah akan menyusul. Kembalikan kacamatanya, tolong.

Aku mungkin menginvestasikan itu.

Oh, benarkah? Itu akan sangat fantastis.

- Ya, siapa tahu. - Kurasa itu ide bagus.

- Eric. - Stu.

- Jagoanku. - Kamu tidak akan percaya ini.

TX-180 berhasil bekerja.

Aku menguasai masa depan dari energi yang terbarukan di tanganku.

Aku tahu kamu akan memecahkannya. Apa aku pernah meragukanmu?

Investasimu membuatnya mungkin, Stu.

Dengar, kamu harus melihatnya. Aku akan temui kamu di kota.

Aku yakin itu pasti hebat,

tapi kita belum bisa mematenkan barang itu

sampai musim libur berakhir.

Simpan dulu di tempat yang aman dan kita akan ketemu nanti.

Stu, apa kamu dengar yang aku katakan?

Benda ini bisa mengubah semuanya.

Ini malam natal, Eric. Santa sedang dalam perjalanan.

Selamat natal.

Oke, ayo mulai pestanya.

Agak berantakan juga ya?

Aku rindu ibu.

Aku tahu, sayang.

Aku juga kangen padanya.

Tapi kita akan melakukan yang terbaik untuk menikmati natal tahun ini.

Ayah.

- Bantu aku pasang ini. - Baiklah.

Kemarikan.

Apa ini, ayah?

Sudah bertahu-tahun aku tidak pernah melihatnya.

Ini... ini boneka elf ayah saat ayah masih kecil.

Dia mainan favorit ayah.

Mainan favorit ayah boneka?

Ya.

Oh, hei, Yah. Amy dari toko daging tadi telepon.

Sesuatu tentang ham.

Ya, ham. Oh, ham.

Nenek datang!

- Selamat natal, nenek. - Oh, sayang.

Kemarilah cucu kesayangan nenek.

Aku akan bawakan ini.

Jangan diintip, jangan digoyang.

Hai, Bu. Selamat natal.

Mau kemana kamu terburu-buru begitu?

Aku harus pergi beberapa menit. Bisakah ibu menjaga mereka?

Aku bisa menjaga mereka. Aku pernah menjagamu, iya kan?

Tidak usah khawatir.

Hei, dengarkan. Sekarang nenek yang berkuasa, mengerti?

Aku akan segera kembali dan kita akan merapikan pohonnya.

- Terima kasih. - Sampai nanti.

Kalian bawa barang-barangnya masuk ke dalam

dan nenek akan masukkan mobil ke dalam garasi.

Baiklah...

Nek, biar aku bantu.

Oh, terima kasih, sayang. Nenek sangat menghargainya.

- Ini tongkatmu, nek. - Terima kasih, sayang.

Oh, astaga.

Oh, pohon yang sangat cantik.

Ayah sibuk, jadi kami belum sempat menyelesaikan menghiasinya.

Oh, mari kita lanjutkan.

Kalian bisa mulai dan ambil barang-barang ini keluar.

Yang ini untukku.

Uh-huh, tapi kamu tidak boleh membukanya sampai esok hari.

Bisakah kita buka satu malam ini?

Nenek ada satu, cuma satu,

yang bisa dibuka sekarang.

Gula-gula!

Cake buah terkenal buatan Gramma.

Wow, Nenek.

Hebat.

Kita harus menyimpannya untuk saat spesial.

Tapi ini natal.

Maksudku, benar-benar saat spesial seperti ulang tahunku.

Agustus yang akan datang?

Tepat sekali.

Baiklah. Ini dia.

Kami menyiarkan secara langsung prosesi natal dari tengah kota.

Dimana kegembiraan dan suka cita sangat terasa di sini.

Tunggu, ada berita masuk.

Wow, apa kamu mendengarnya?

Pusat kendali Pesawat Air Force di Kenosha, Wisconsin,

melaporkan melihat objek aneh di langit.

Ya, ini menakjubkan.

Ternyata, objek itu datang dari Kutub Utara.

- Eric. - Hai.

- Hai. - Maaf, aku terlambat.

- Aku sangat sibuk sekali dengan pekerjaanku. - Oh, tidak masalah.

Sedang musimnya.

Pesananmu ada di sana.

Um, bagaimana kabarmu?

- Baik. - Bagaimana dengan pekerjaannya?

Bagus.

- Bagaimana kabar anak-anak? - Oh, mereka baik-baik saja.

Aku... kamu tahu, sepanjang tahun ini agak sedikit berat.

Tentu saja. Itu bisa dimaklumi.

Ya. Hiasannya terlihat menakjubkan.

Kalian melakukannya dengan hebat.

- Semuanya dia yang menghias. - Oh.

- Oh! - Ah, terima kasih.

Terima kasih. Wow.

- Selamat natal, Amy. - Selamat natal.

- Untukmu dan anak-anak. - Terima kasih.

- Amy. - Ada masalah dengan hamnya?

Dengar, aku tahu ini malam natal,

dan kamu mungkin ada rencana bersama keluargamu atau...

Aku tidak ada rencana.

Oh, jika kamu tidak keberatan,

kamu mungkin bisa mampir.

Kami hanya makan malam bersama keluarga.

anak-anak dan ibuku.

Dia bisa membantu, tapi mungkin kamu...

Itu akan menyenangkan.

Kita akan makan ham tahun ini, bukan daging kalkun.

Aku tahu.

Benar.

Kecuali...

kami buka sampai larut dan aku ambil semua shiftnya.

Oh, tidak masalah.

- Maksudku, kamu bisa... - Aku sungguh ingin.

Kamu bisa mampir kapan saja.

Maksudku, pintu akan selalu terbuka. Kamu tahu, kami selalu ada.

Kita akan menghias pohon dan membuat kue,

dan, kamu tahu, merayakan natal.

Itu manis sekali kamu mengajakku.

- Selamat natal. - Ya, selamat natal.

- Ahem. - Oh, Pak Glavenstein.

Pesanan daging kalkun Pickerini siap dalam semenit.

- Pergilah. - Tapi tidak ada orang lain di sini.

Selamat natal.

Sekarang pergilah dari sini sebelum aku berubah pikiran.

Selamat Hanukkah, Pak Glavenstein.

Ya, ya, ya, ya, ya. Hanukkah sudah usai. Pergilah.

Pergilah.

Permisi, Profesor Harper.

Nenek.

Nenek!

Di mana ayah?

Aku yakin dia sedang sibuk

menyiapkan hadiah untuk anak-anak.

Mungkin sedang di toko daging.

Ayah pikir dia manis.

Tuan Glavenstein?

Bukan, pelayannya.

Namanya Amy.

Oh, benarkah?

Dia bilang dia akan pulang untuk menyelesaikan menghias pohon.

Dan memanggang roti.

Tapi nenek sudah membuatkan kalian roti.

Oh, sudah jam 3:00. Waktunya tidur.

Apa nenek serius? Ayah selalu membiarkan kami...

Whoa. Jangan ada kata-kata lagi, anak muda.

Bawa piring kalian ke dapur.

Pergilah sikat gigi kalian.

Atau Santa Claus tidak akan datang.

Matikan lampunya dalam 5 menit.

- Berbaris. - Ini tidak asyik.

Kenapa wajahmu muruh, sayang?

Ini natal yang paling buruk.

Aku tidak tahu itu.

Kenapa ayah membenci natal?

Oh, sayang, dia tidak membenci natal.

Hanya saja tahun ini membawa banyak kenangan untuknya.

Untukku juga.

Tentu saja.

Apa kamu tahu dulu ini adalah milik

kakek buyutmu?

Dia berikan secara turun temurun

hingga sampai kepada ayah kamu.

Dan sekarang ini giliranmu.

Oh, Kasey, Aku tahu kamu merindukan ibumu.

Kami semua juga rindu.

Seperti aku rindu pada kakekmu.

Dia tidak pernah kembali lagi.

Aku tahu.

Pada suatu saat nanti,

semua orang, bahkan ayah kamu, harus tetap melanjutkan hidup.

Tapi kita tidak akan pernah melupakan ibumu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left