The first 200 lines.
Drama ini adalah fiktif belaka. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan
Aku menyukaimu.
Kubilang, aku menyukaimu.
Aku tahu ini sangat mendadak.
Kamu boleh pertimbangkan dulu baru menjawab, aku bisa tunggu...
Aku menyukai Anda.
Apa?
Aku bilang, aku juga menyukai Perwakilan.
Kak Ja-seong.
Oh, Editor Na?
Kenapa kamu ada di sini?
Oh, ini...
Aku datang mengambil ini.
Iya.
Saat mencari bahan ponselku tertinggal di mobil Perwakilan.
Tapi, kenapa kamu datang kemari?
Karena mengkhawatirkanmu.
Orang yang bilang mau istirahat di rumah, tidak mengangkat telepon.
Aku takut kamu tidak enak badan.
Aku sangat sehat.
Baguslah.
Editor Na.
Ayo ke rumah Kak Ja-seong minum bir.
Apa?
Tidak perlu, aku ada urusan lain.
Aku pergi dulu.
Monthly Magazine Episode 9 Membuat Hati yang Runtuh Menjadi Rumah yang Berbunga
Apa kemarin malam tidur dengan baik?
Iya, sekarang sedang sarapan.
Iya, sekarang sedang sarapan.
Kalau begitu, apa mulai hari ini kita pacaran?
Iya.
Bagus!
Sepertinya Anda sangat senang.
Anda bilang mau mencari tempat yang bisa diinvestasikan di Jeju.
Apa akhirnya sudah menemukan jalannya?
Tidak.
Aku berhasil melewati sesuatu yang lebih hebat.
Jalan ke hati Na Young-won.
Melihat Anda begitu senang,
seharusnya keberuntungan Anda meluap.
Iya, memang meluap.
Hatiku, Yoo Ja-seong.
Editor Nam.
Halo.
Duduk, duduklah.
Hidungmu tidak apa-apa 'kan? Aku lihat.
Aku tidak apa-apa.
Kenapa berlagak kuat?
Astaga, seharusnya sakit sekali.
Sudah kubilang tidak apa-apa.
Mana mungkin tidak apa-apa? Hidungmu dipukul sebuah tulang babi.
My Little Cute
Kenapa tidak angkat?
Aku mau siap-siap bekerja.
Telepon pribadi, diangkat nanti saja.
Ada apa ini?
Telepon "Little Cute"mu pun tidak diangkat. Astaga.
Selamat pagi semuanya.
Perwakilan.
Apa ada hal yang menggembirakan?
Ini pertama kali Anda begitu semangat mengatakan selamat pagi.
Iya, cukup menggembirakan.
Mau aku tambahkan kegembiraan Anda?
Apa?
Editor Nam kita,
berkata waktu bekerja sudah hampir tiba,
bahkan telepon "Little Cute"nya pun tidak diangkat.
Jika datang ke perusahaan,
menunjukkan gaya "aku sedang pacaran",
bukankah tidak menghormati peringatan Perwakilan untuk membedakan masalah pribadi dan umum?
Seperti itu sangat tidak tahu prioritas.
Benar 'kan?
Iya.
Bagaimana? Sikap Editor Nam begitu luar biasa.
Anda senang 'kan?
Iya, bagus sekali.
Sangat luar biasa. Begini dulu.
Iya, silakan masuk.
Benar.
Harus bertanggung jawab atas perkataanku.
Hindari sikap yang tidak tahu prioritas.
Harus membedakan masalah pribadi dan umum...
Selamat pagi semuanya.
Astaga.
Kenapa hari ini Editor Na terlihat sangat berbeda?
Gayamu berubah.
Sungguh cocok denganmu, Senior.
Terima kasih.
Tapi, bukankah Editor Eui-ju juga punya baju itu?
Wah, matamu sangat tajam.
Aku yang meminjamnya.
Jika tidak dibilang, aku tidak tahu.
Cocok sekali, Editor Na.
Terima kasih.
Oh ya, Editor Nam.
Kudengar kamu terpilih untuk permohonan kredit.
Selamat.
Akhirnya terpilih.
Terima kasih.
Sudah, sudah, semuanya mulailah bekerja.
Perwakilan sedang melihat kita.
MBTI memang seperti ini.
Tes psikologi yang membagi kepribadian seseorang menjadi 16 jenis,
bukankah sangat populer akhir-akhir ini?
Jadi, aku berencana menulis laporan menurut preferensi dekorasi berdasarkan pembagian MBTI.
Sebagai preferensi, diperlukan hasil tes semuanya.
Mohon bantuan semuanya hari ini.
Melakukan tes ini perlu berapa lama?
10 menit.
Juga bisa melihat cocok atau tidaknya kepribadian berdasarkan hasilnya.
- Sungguh? - Hari ini kamu sungguh cantik.
Sungguh penasaran siapa yang kepribadiannya cocok denganku.
Menurutku yang paling cocok dengan Editor Nam...
Iya?
...seharusnya adalah aku, Choi Go.
Ayo makan siang bersama.
Berhenti.
Editor Na, apa yang kamu lakukan?
- Apa? - Kenapa terus main ponsel saat rapat?
Maaf.
Aku punya pesan penting.
Pesan penting apa?
Berhubungan dengan pekerjaan? Kulihat.
Bukan, pesan pribadi.
Maaf.
Benar-benar.
Meski tidak tahu siapa,
katakan padanya untuk mengurangi mengirim pesan saat jam kerja.
Jelas-jelas tahu kamu sedang bekerja, kenapa terus mengirim pesan?
Tidak punya akal sehat sama sekali. Sungguh gila.
Saat jam kerja, fokus bekerja.
Jangan lupa dengan peringatan Perwakilan.
Mengerti?
Iya.
Perwakilan, aku melakukan dengan sangat baik 'kan?
Kerja yang bagus, kerja yang sangat bagus.
Jadi, kapan Perwakilan akan mengatakan hasilnya?
Apa?
Itu, MB... apa...
Ini adalah konsep pemotretan villa yang sudah dikoreksi.
Tadi sungguh minta maaf.
Tidak apa-apa.
Sudah tahu tidak boleh begitu,
tapi aku sungguh tidak bisa mengendalikan perasaanku.
Bagaimana kalau kita publikasikan
masalah kita pacaran?
Apa?
Jangan, itu sedikit tidak pantas.
Perwakilan yang bilang harus membedakan masalah pribadi dan umum.
Jika mempublikasikan pacaran di kantor,
aku khawatir dengan pemikiran mereka.
Mereka juga akan menjadi canggung untuk berinteraksi denganku.
Begitu ya?
Perkataanmu masuk akal juga.
Kelak aku akan berhati-hati.
Aku akan berusaha tidak menunjukkannya di depan semua orang.
Baik.
Atas alasan ini,
ayo kita diam-diam makan siang berdua.
Sepertinya itu sedikit sulit.
Kenapa?
Perwakilan, ayo.
Ke mana?
Kita menerima undangan jamuan pihak pengiklan.
Hari ini kita akan makan siang bersama.
Tadi saat rapat aku sudah memberitahu Anda.
Tahu, aku tahu.
Ayo kita pergi, ayo.
Di sini.
Apa Editor Nam tidak datang?
Iya, dia mewawancarai arsitek.
Katanya akan makan di sana.
Berhenti.
Editor Na Ling-won jangan duduk di sampingku, duduklah tempat lain.
Apa?
Inilah masalah Editor Na.
Tidak bisa membaca raut wajah.
Kenapa?
Saat keluar mencari bahan, selalu duduk di sebelahku.
Apa tidak cukup banyak kesempatan kita berbincang?
Waktu pribadi seperti ini, aku juga ingin mengobrol dengan orang lain.
Baik.
Maaf.
Orang yang ingin tulus berbicara denganku, silakan duduk.
Siapa dulu, dia yang menang.
Mereka semua ingin duduk, tapi saling mempertimbangkan perasaan satu sama lain.
Pertarungan yang sangat sengit.
Perwakilan kita pasti sangat senang 'kan?
Hal yang begitu membanggakan didapatkan olehku.
Mari, Perwakilan dulu.
Berikan padaku, aku yang bagikan.
Mana boleh begini? Aku saja.
Aku saja.
Hari ini aku ingin melayani kalian.
Mari, Pemimpin Redaksi Choi Go.
Seperti namamu, orang yang paling rajin bekerja.
Aku tahu jelas hal ini.
Laporan Editor Yeo yang dapat dipercaya,
selalu kunantikan.
No comments yet. Be the first to leave one.