It Could Happen to You

It Could Happen to You

Download Indonesian Subtitle

Release info

It Could Happen To You 1994 BluRay 720p x264 DTS-WiKi
A Commentary by Galank87
www.IDFL.me

Tags

BluRay
x264
720p
720
TS
Published on: 2015-01-08
Downloads: 167
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Suatu ketika di New York, ada seorang Polisi bernama Charlie.

Dia adalah orang yang sangat baik, seperti rekannya, Bo.

Dia adalah pendengar yang baik.

Dia menyukai anak-anak.

Dia memiliki kesabaran dan akal sehat.

Dia sangat pintar.

Ayo, cepat, perhatikan langkahmu. Ayo, terus bergerak.

Baiklah, semuanya, ayo. Ayo. Cepat, biarkan aku lewat.

Biarkan aku lewat sekarang. Berikan jalan, ayo. Hati-hati melangkah sekarang, ayo.

Dia seorang Polisi yang baik.

Charlie hidup bahagia di Queens, dimana tempat dia dilahirkan dan dibesarkan.

Hei, Charlie! / Jesu. Bagaimana kabarmu?

Membunuh seseorang hari ini? / Bahkan tak ingin melukai siapapun.

Tak perlu dengan kekerasan.

Kau takkan menemui istrimu? / Tidak, dia tak suka diganggu saat bekerja.

Charlie menikah dengan Muriel. Dia membenci Queens.

Aku tidak tahu. Jika dia memang Detektif atau Polisi yang menyamar...

Setidaknya dia memiliki pakaian yang layak.

Kau tahu? Tapi tidak pada dirinya. Dia tetap saja mengenakan seragam.

Aku mengerti perasaanmu, sayang. Karena kau memiliki ambisi yang kuat.

Aku tahu. Aku tak pernah cukup untuk mendukungnya.

Jika dia akan bertugas, setidaknya akan kukatakan, "Oke. Dia memiliki inisiatif."

Adikku menikahi Polisi selama 10 tahun. Itu situasi yang tak menguntungkan.

Entah mereka yang jujur dan kau yang bangkrut, atau mereka yang penjahat dan tak pernah pulang.

Lalu adikmu, apa yang dia lakukan?

Dia meninggalkan Polisi dan menikahi ahli listrik. Itulah uangmu yang sebenarnya.

Kesabaranku sudah habis. Kukatakan saja, aku adalah orang yang memerlukan uang.

Lalu ada Yvonne, seorang pelayan, yang akan menerima berita buruk.

Nn. Biasi, menurut catatan Anda disini, Anda berutang $12.000 pada MasterCard Anda.

Yang Mulia, tuduhan yang telah dinyatakan oleh mantan suamiku...

Eddie Biasi, aktor itu, setelah aku mengusirnya.

Bank tak mengetahui tentang perceraian Anda.

Karena kami belum bercerai. Tapi kukatakan padanya, "Kau harus merobek kartu kreditnya."

Dan dia berjanji...

Jika Anda belum bercerai, Anda tetap harus bertanggung jawab atas semua hutang suami Anda.

Tapi dalam hatiku aku telah bercerai. Anda tahu? Maksudku, dan itulah yang terpenting.

Secara hukum, itu bukanlah yang terpenting.

Tapi apakah Anda tahu berapakah biayanya untuk bercerai? Apakah Anda pernah bercerai?

Mungkin belum. Mungkin belum. Mungkin Anda belum pernah.

Mungkin Anda selalu beruntung di sepanjang hidup Anda.

Yang luar biasa. Yang merupakan kebalikan dari kehidupanku.

Nn. Biasi, jika MasterCard atas nama Anda, itu tetaplah tanggung jawab Anda.

Dengarlah. Aku datang ke New York dari Pittsburgh 5 tahun lalu, untuk menjadi aktris.

Aku bermain drama "Our Town" saat di perguruan tinggi.

Biar kukatakan sesuatu pada Anda. Berperan Emily. Semuanya sangat terharu.

Kuyakin begitu. / Adakah hal yang lainnya?

Lalu aku datang ke New York, dan aku bertemu dengan Eddie.

Membicarakan tentang seluruh kesialan. Yang Mulia, dia merayuku habis-habisan.

Dia membelikanku bunga, dia mengajakku dengan taksi, dan restoran yang sebenarnya.

Dengan seprai dan anggur dan pencahayaan yang indah, Anda tahu?

Semuanya begitu sempurna, kecuali bahwa ternyata dia adalah pembohong besar.

Dan aku mempercayai semua ucapannya...

Karena aku harus menggunakan seluruh keyakinan ini sebagai manusia. Anda tahu?

Jadi... Jadi, sepertinya, singkatnya...

Apakah pilihanku dalam kasus ini?

Charlie, Muriel dan Yvonne semuanya tinggal di kota...

Dimana orang-orang mengharapkan keajaibannya setiap hari.

Seperti memenangkan lotre yang berhadiah $64 juta.

Namaku adalah Angel.

Cerita yang akan kalian lihat, oke, itu semua adalah nyata.

Tadi malam aku bermimpi.

Aku memainkan mesin slot, dan aku mendapat 3 ceri, tapi itu bukanlah ceri.

Itu adalah wajah Ayahku, wajah mendiang Ayahku. Ini pertanda.

Tapi kau membenci Ayahmu.

Tak ada bedanya aku membencinya. Pertanda adalah pertanda.

Aku tahu kau berpikir bahwa aku gila, tapi kukatakan saja, kita akan menang.

Aku tak bilang bahwa kau gila.

Aku hanya bilang bahwa kemungkinan kita menang lotere itu tak luar biasa.

Dan kau tahu? Itu tak masalah.

Satu kamar tidur di Queens bukanlah ide-ku untuk tinggal.

Satu kamar tidur di Queens itu tak masalah.

Jika kita memiliki anak.... Jika kita memiliki anak, itu ceritanya akan lain.

Kita tak punya uang untuk memiliki anak. / Tentu saja kita punya uang untuk memiliki anak.

Polisi memiliki anak. Pemadam kebakaran memiliki anak.

Kalau saja orang kaya memiliki anak, tak akan ada sekolahan untuk umum.

Charlie, belikan saja lotrenya pagi ini, tolong.

Dia harus berpikiran nyata. Kau harus mengatakan padanya:

"Akulah orangnya. Aku ada setiap hari, yang bertanggung jawab...

Membiayainya, menaunginya." Kau tahu maksudku? Dia harus mendengarkanmu.

Kau pasti bercanda. / Hanya dua menit.

Aku sudah lapar, kawan.

Hei, semua, ini urusan Polisi, minggirlah. / Bo, Bo.

Ini akan berlangsung dua menit. / Maaf. Maaf.

Ini akan lama sekali. Padalah Burger King hanya lima blok lagi.

Maka kita akan makan di seberang jalan. Kita tak pernah kesana./ Apa, tempat itu? Oh, tidak.

Dari mana saja kau? / Kemarin sudah kubilang, Sal.

Sebanyak lima kali. Ada masalah pribadi, aku tak bisa berbuat apa-apa. Hai, Carol.

Kau sudah terlambat dua jam. Akan dipotong dari gajimu.

Apa? Apa kau tahu seberapa sakitnya hari-hari yang telah ku alami?

Kau ingin harimu sakit, maka sakitlah. Jika kau ingin sehat, maka bekerjalah.

Berikan aku segelas kopi.

Di kepalamu, sayang. / Terima kasih.

Orang itu memiliki nada yang bagus, ya? / Ya, seperti seorang Sersan.

Ini kopimu.

Kalian ingin minum kopi? / Tentu saja.

Tentu saja.

Kalian tahu apa yang kalian inginkan? / Cheeseburger mewah, yang menengah.

Dan sementara aku menunggu, aku ingin muffin blueberry.

Baiklah.

Dan kau, Petugas?

Kau ingin merekomendasikan lobster thermidor?

Itu sangat lucu. Maksudku, kurasa aku ingin sekali tertawa terbahak-bahak.

Dari hari yang telah kulalui. Aku bahkan tak bisa memberitahumu perlakuan apa ini.

Kau telah mengalami hari yang buruk?

Panggillah aku saat kau telah siap. / Satu porsi sandwich bakso.

Sungguh. Itulah yang kuinginkan.

Bakso?/ Bakso.

Kau sangat berani, Petugas.

Dia menyukaimu. Ya, dia sungguh menyukaimu.

Aku hanya mencoba menghiburnya.

Kita mendapat alarm toko di jalan Spring dan pria telanjang di lalu lintas...

Oke, aku sudah kenyang. / Di Sullivan.

Sial, aku sudah lapar sekali.

Giliranmu yang membayar... / Baiklah.

Nona, kami harus pergi, jadi kami ingin membayar./ Setelah leluconmu itu?

Setelah radionya berhenti... / Dimana, dimana? Dimana aku...?

Terima kasih.

Baiklah, jadi dua kopi ditambah dengan pajak. Bahkan keduanya.

Oh, astaga. Uangku kurang.

Baiklah, Petugas. Tak usah membayar. / Tidak, aku harus membayar.

Aku hanya tak punya uang yang cukup untuk memberi tip.

Aku bisa hidup./ Aku tak bisa tanpa memberi uang tip.

Maka berikanlah uang tip.

Sebuah tiket lotere?

Untuk keberuntunganku? Seriuslah. Tidak. Pergi, tangkaplah kucingnya dari pohon atau apapun itu.

Tidak, itu adalah tugasnya Pemadam Kebakaran.

Ayolah, Charlie, mari kita pergi. / Tunggu sebentar.

Dengarlah, aku punya ide. Siapa namamu?

Yvonne? Yvonne, aku Charlie Lang, dan kita adalah rekan.

Jika tiket ini menang, besok aku akan kembali dan membagi hasilnya.

Jika tidak, aku tetap akan kembali dan memberimu uang tip. Bagaimana menurutmu?

Kurasa aku takkan bertemu denganmu lagi. / Kau akan bertemu denganku besok.

Maka, aku akan ada disini. / Kita punya kesepakatan.

Baiklah, lima menit lagi.

Charlie./ Ya.

Aku telah memesan makanan Cina. Kemarilah.

Tunggu sebentar. / Apa, kau akan dicambuk?

Tidak, aku takkan dicambuk. Aku punya kewajiban sebagai orang dewasa. Pukulan berikutnya.

Hei, pukulan, pukulan, pukulan.

Sudah cukup. Aku pergi dari sini. Dimana bolanya?

Aku datang, Bu.

Apa kau akan dicambuk, Jesu? / Itu Ibuku, janganlah disamakan.

Sampai jumpa besok, nak. / Ya. Selamat malam, Charlie.

Apakah Anda, secara kebetulan, menjalani operasi tadi malam?

Maksud Anda ini? Bukan. Tidak, ini hanyalah bra palsu....

Charlie, ayolah. Jangan melakukan itu di sampingku. Itu menjijikkan.

Aku hanya sedang merendam kakiku. / Kumohon.

Aku hanya tak bisa percaya bahwa itu adalah Anda.

Oke, tentu tidak. Tapi itu akan terjadi pada Anda.

Sejak kapan hal ini mengganggumu? / Sejak saat ini, oke?

Oh, astaga! Charlie, sekarang kau menumpahkan air keseluruh lantai.

Mungkin aku harus menghubungi Palang Merah. Kukatakan pada mereka kita terkena bencana. Astaga!

Sebagai buktinya, aku memiliki pasangan yang ukurannya lebih besar dan aku telah berhasil.

Charlie./ Apa?

Kau pikir aku harus mengoperasi payudaraku?

Mengoperasi? / Ya, kau tahu, diperbesar.

Jadi aku bisa terlihat seperti itu.

Apa, kau sudah gila? Sepertinya itu sangat ekstrim.

Lupakan saja./ Aku hanya berpikir bahwa kau tak memerlukannya.

Lupakan saja.

Dengar, masalahnya adalah bahwa aku harus menyatakan bangkrut.

MasterCard-ku telah diambil. Yang kuingin tahu adalah kapan aku bisa mendapatkannya kembali.

Bagaimana peluangku?

Di bawah 15.000 per tahun? MasterCard. / Haruskah aku yang bicara? Dengan senang hati.

Benarkah? Oke....

Tunggu dulu. Aku mengerti.

Baiklah, terima kasih. Seperti yang kupikir.

Apa yang mereka katakan?/ Memperkecilnya menjadi tak ada. Itulah kesempatanku.

Baiklah, jackpot lotre telah tumbuh menjadi lebih dari $64 juta.

Kami akan mengundi nomor pemenangnya setelah kami kembali.

Kau membeli nomor yang salah. / Salah?

Ulang tahun kita tanggal 27, bukannya 26. / Kita selalu merayakannya di tanggal 26.

Kita mendapat lisensinya di tanggal 26. Kita menikah di tanggal 27.

Lalu mengapa kita melakukannya di tanggal 26? / Aku tak tahu, mungkin itu karena kebiasaan.

Dengarlah, kenyataannya adalah bahwa aku secara khusus memberitahumu ulang tahun kita.

Kepada siapapun yang berpikiran waras, yang berarti itu hari pernikahan mereka.

Maafkan aku, sayang. / 26, 64, 84.

Apakah dia mengatakan 26?

Angkanya, sekali lagi, adalah...

...6, 12, 16, 26, 64, 84.

Apa?/ Kita menang. Kita mendapat jackpot.

Itu sulit dipercaya. / Kita kaya. Kita kaya. Kita kaya.

Jackpot?/ Kita kaya, kaya, kaya.

Apa yang kita miliki, sayang? / BLT turun dengan daging kalkun.

Adakah keajaiban yang terjadi? / Tentu saja aku punya keajaiban.

Tak peduli seberapa bangkrutnya aku, hanya ada hal tertentu, standar tertentu.

Kau harus memiliki hal dalam hidupmu yang stabil, yang permanen, kekal.

Hak asasi. Pelacuran. / Tepat sekali.

Terima kasih. / Adakah hal yang lainnya?

Adakah hal yang lainnya?

Takkan pernah ada yang lainnya.

Astaga, aku benci ini. Aku merasa bangkrut.

Apa?

Astaga. Sebuah tim bowling dari Albany memiliki nomor yang sama.

Mereka mendapatkan 9 juta. / Mengapa aku tak terkejut?

Oke, Berapakah jumlahnya yang ada di tim? / Aku tak tahu. Rata-rata 12 orang di liganya.

Oke, baiklah, masing-masing mendapatkan bagian, atau apa kau akan menganggap mereka hanya satu?

Muriel, Muriel. Veins, mereka itu mempermainkanmu.

Kau terlihat seperti orang gila.

Apa? Baiklah. Ya.

More Indonesian subtitles for It Could Happen to You

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left