The first 181 lines.
Sebelumnya di Kapten Tsubasa...
Tsubasa dan klub sepakbola SD Nankatsu
telah memulai pelatihan khusus mereka di bawah pengarahan pelatih Roberto.
Untuk memenangkan turnamen, kalian harus bisa berteman dengan bola.
Baik saat ke sekolah maupun saat makan siang,
kalian harus selalu bersamanya kapanpun dan dimanapun.
Jadi agar mereka menang melawan Wakabayashi,
Tsubasa dan teman-temannya harus berlatih keras hari ini.
Sebelah sini!
Oper!
Misaki!
Kau takkan kubiarkan!
Bagus, Misaki
Yosh!
Tarou!
Aku sudah selesai melukis.
Saatnya kita pergi.
Apa kau akan benar-benar pergi jauh?
Padahal baru sebulan kau pindah kesini.
Apa kau tidak bisa tinggal sampai turnamen antar sekolah nanti?
Kita bisa menang jika kau ada disini.
Aku tidak bisa membantu. Soalnya ini tentang pekerjaan ayahku.
Tapi...
Tarou!
Baiklah, teman-teman! Jaga diri baik-baik!
Kau juga ya?!
Sampai jumpa!
Misaki Tarou.
Kasihan dia.
Aku tahu ayahnya seorang pelukis yang selalu berkeliling negeri,
tapi dia harus selalu pindah sekolah lebih dari 30 kali hanya untuk sekolah dasar saja.
Kalau seperti itu terus, dia takkan bisa punya teman.
Wakey, 3 Mei 2018 Captain Tsubasa Episode 5
Bau rumput saat aku tersandung jatuh,
koronde toki no shibafu no nioi
langit biru tak berujung diatas
aogimita sora no ao hateshinakatta
Jalan berliku dan maju mundur ini
mayotte modori susumu kidô ga
adalah peta untuk mimpi tiada akhir kami
hateshinai yume o miru boku-tachi no chizu
Meski harapanku gagal mencapai tujuan
goal o soreta kibô ga atte mo
jika aku mundur, impianku takkan pernah tercapai
mata tachiagaru nara yume wa owaranai
No. 1! Majulah, lebih cepat dari siapapun
No. 1! dare yori hayaku kakenuke
Buatlah garis awal menuju panggung dunia dengan permainan cantikmu!
tricky na play de sekai e muke Start! Dash!
Lari & Lari!
Run & Run!
Cita-cita berdengung-dengung-dengung membuat kita terus bergerak
akogare dake ga boku-ra o chiri-chiri-chiri ugokasu yo
Berkobar-berkobar-berkobarlah tendangan kita!
mera-mera-mera iku ze kick o
Melompatlah dalam TV yang besar
tobidasô dodekai TV
Pukul 5:17 pagi
Ah sial!
EPISODE 5
MENUJU TURNAMEN ANTAR SEKOLAH
Hei, ada apa?
Jika kau tidak bisa merebut bola dariku,
jangan harap kau bisa mengalahkan Shutetsu dalam turnamen nanti.
Ada apa?
- Ayo coba sekali lagi. - Baik!
Ibu, aku kembali!
- Selamat datang. Sarapannya sudah siap. - Ya!
Selamat pagi.
Selamat pagi, Roberto.
Maaf ya kau jadi harus bangun pagi untuk mengikuti dia.
Tidak apa-apa.
Memang sih, kalau sudah soal sepakbola,
dia tidak mempedulikan hal yang lain.
Tolak saja jika dia minta yg aneh-aneh.
Ya.
Sebenarnya aku yang mengusulkannya untuk latihan pagi.
Oh, jadi begitu?
Kurasa tidak apa-apa sih, tapi...
Jika itu karena keadaan mataku, jangan khawatir.
Apa?
Kau sudah membaca hasil pemeriksaan medisku kan?
Maafkan aku. Aku tidak dapat menahan diri.
LAPORAN PEMERIKSAAN KESEHATAN ROBERTO HONGO
Alasan aku datang ke Jepang adalah...
...memeriksakan diri ke dokter spesialis yang direkomendasikan oleh Kapten Ozora.
Kau sudah tahu bagaimana kelanjutannya kan?
Aku takkan pernah bisa bermain sepakbola lagi.
Aku sudah memberitahu Brasil akan pengunduran diriku.
Tapi tidak masalah kalau hanya melatih.
Dan juga, aku sangat senang melatih Tsubasa.
Ya, Tsubasa benar-benar luar biasa.
Makin banyak yg kuajarkan akan makin baik.
Saat melatihnya, aku bisa melupakan keadaan mataku.
Roberto...
Aku sungguh tidak memaksakan diri kok.
Aku berangkat!
Maaf.
Jangan lari dong!
Berita penting! Berita penting!
Aku harus segera memberitahu teman-teman.
Baiklah!
Aduh!
Baiklah, mari kita mulai pelajarannya.
Dalam pelajaran sebelumnya,
bapak sudah meminta kalian untuk meminjam buku kesukaan di perpustakaan.
Namun beberapa dari kalian...
Sudah kuduga Manabu akan terlambat.
Soalnya dia masih payah dalam menggiring bola.
Ishizaki kun! Tsubasa kun! Aku punya berita penting!
Ya elah...!
Shutetsu ingin melakukan pertandingan persahabatan?
Ya, itu benar.
Saat pulang kemarin, aku sampai tiba di SD Mizukoshi.
Orang-orang dari klub sepakbola SD Mizukoshi sedang membicarakan...
...pertandingan persahabatan dengan Shutetsu sepulang sekolah hari ini.
Tunggu, kenapa kau bisa sampai di SD Mizukoshi? Itu kan di kota sebelah?
Habis bagaimana lagi?
Bolanya tidak mau mendengarkanku.
Tapi berkat itu, aku jadi tahu tentang pertandingan persahabatan itu.
Ayo kita pergi melihatnya Tsubasa.
Turnamen antar sekolah tinggal sebentar lagi, ini kesempatan yg bagus kan?
Ya!
- SEKOLAH DASAR SHUTETSU --
- STADION SEPAKBOLA SHUTETSU --
Wah, jadi ini lapangan sepak bola milik Shutetsu?
Ini benar-benar sekolah bergengsi. Mereka punya lapangan yg bagus.
- Ayo maju! - Berjuanglah!
Ayo, Kurata!
Oh, sudah dimulai.
Eh, kipernya bukan Wakabayashi.
Apa?
Kau benar!
Wakabayashi tidak bermain di pertandingan ini.
Urabe?
Begitu ya? SD Nishigaoka kemari untuk mengamati pertandingan.
Apa kalian tahu kenapa Wakabayashi tidak bermain?
Kudengar dia membolos sekolah demi berlatih keras setiap hari di rumahnya.
Berlatih keras?
Nampaknya kebobolan bola darimu yg membuatnya begitu.
Tapi meski tanpa Wakabayashi, mereka dengan mudah menang terhadap Mizukoshi.
Skornya 3-0 meski masih di babak pertama!
Mizukoshi kan bukan tim yg lemah?
Shutetsu saja yg kuat seperti biasanya.
Ayo maju SD Mizukoshi!
Berjuanglah!
Bagus, dia berhasil merebutnya!
Dia berdiri bebas! Teruslah seperti itu!
Aku harus berhasil.
Bek: Takasugi Shingo
Dia adalah bek tengah yang melindungi gawang Shutetsu bersama Wakabayashi.
Ambil umpan ini!
Operan yang bagus!
Dia adalah playmaker, gelandang tengah, Izawa Mamoru.
Aku akan merebutnya kembali!
Bersiaplah, Taki!
Penyerang: Taki Hajime
Orang yg berlari itu dari sayap itu adalah pemain depan Shutetsu, Taki Hajime.
Kizugi, aku serahkan padamu!
Baiklah, serahkan padaku!
Dan yang terakhir, penyerang tengah, Kizugi Teppei.
Shutetsu: 4 - Mizukoshi: 0
Mereka disebut "Kwartet Shutetsu"
- KWARTET SHUTETSU --
Shutetsu memenangkan gelar kejuaraan nasional bukan berkat Wakabayashi saja,
tapi karena ada mereka berempat di sana.
Sialan! Tahun ini Shutetsu masih terlalu kuat!
Mereka mencetak 4 gol dalam sekejab.
Sepertinya mustahil bisa menang dari mereka.
SD Shutetsu memang hebat. Mereka layak untuk dikalahkan!
Apa?!
Tsubasa!?
Selanjutnya!
Selanjutnya!
Selanjutnya!
Selanjutnya! Pokoknya terus tembak!
Kau terlalu lambat!
Ayo terus!
Tsubasa bilang mereka layak untuk dikalahkan.
Aku sangat senang jika berhasil mengalahkan mereka,
tapi jika cara mereka menyerang seperti itu...
No comments yet. Be the first to leave one.