The first 200 lines.
Ayo, lebih cepat lagi!
Tunggu, Shunya.
Jangan sampai terjatuh ya!
Sudah datang belum?
Dia datang, EH500
Aku melihat "Kintaro"!
Benarkah?
Ya. - Kamu liat?
Syukurlah tepat waktu.
Shunya... - Hm?
Dari Sapporo dia mau kemana?
Nagoya, kan?
Benar.
Kemana kereta api ini akan pergi?
Beritau dia.
Makurazaki kan, dari Ibusuki.
Dimana itu?
Ujung selatan Kagoshima
Dia akan pergi sejauh itu?
Dari Wakkanai, Hokkaido
ke Makurazaki, jalan terus tanpa berhenti.
Hebat sekali~
Ayah, berapa lama sampai ke Kagoshima jika berhenti di setiap stasiun...
...dengan kereta biasa?
Berhenti di setiap stasiun ya?
Aku mau liat. - Aku mau liat.
Tapi kan repot kalo harus di tiap stasiun.
Sepertinya menyenangkan.
Ya, bisa makan siang juga.
Ayah naik shinkansen saja.
Ayah curang...
Akira-chan, bangun, bangun...
Liat ada laut!
Wah benar~
Kazoku Iro Railways Watashitachi no Shuppatsu
~ Sub indo by ch4nk-san ~
Kereta akan memasuki stasiun, tolong tetap berdiri di belakang garis kuning...
...untuk menghindari bahaya.
Harap berhati-hati, pintu kiri akan terbuka.
Kamu mau simpan tiket nya? - Ya.
Boleh kami simpan sebagai sovenir?
Silahkan.
~
~
Hei, bener gak nih lewat sini?
Mungkin.
Sini biar kutarik.
Situasi normal.
Kerja bagus hari ini.
Terima kasih.
Jadwal masinis nomor 7.
Ah, kerja bagus hari ini.
Kerja bagus hari ini.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Kerja bagus hari ini.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Siapa kalian?
Salam kenal.
Saya Akira, istrinya Shuhei.
Dan ini Shunya, cucu Anda.
Ah, aku ingat.
Eh, apanya?
Yang di kereta tadi. - Ya.
Masuklah.
Silahkan.
Masuklah.
Silahkan duduk. - Baik.
Biar kubuatkan teh dulu.
Ah, tidak usah.
Akira-chan.
Benar juga.
Ini...
Terima kasih.
Apa ini?
Itu Shuhei-san.
Dia sudah mati?
Ternyata benar.
Anda belum periksa pesan di telpon Anda ya?
Anda memiliki 10 pesan.
Maaf, mengganggu tiba-tiba.
Saya Akira, istrinya Shuhei.
Ada sesuatu yang ingin saya kabarkan.
Bisa telpon balik lagi nanti?
Saya Yamagishi dari Healthy Food Bank...
Halo, ini saya Akira.
Shuhei-san baru saja meninggal.
Besok akan dilakukan tsuya, pemakamannya akan dilaksanakan lusa.
Tsuya nya baru saja selesai.
Anda terima pesan ini?
APA YANG ANDA LAKUKAN!?
KENAPA ANDA TAK JAWAB TELPONKU!?
ANDA ADALAH AYAHNYA, KAN!?
KATAKAN SESUA...
Kapan itu?
Sudah dua minggu yang lalu.
Karena Perdarahan subaraknoid.
Shunya, makan ini juga! - Ya.
Halo? Ada apa...
menelpon di jam segini?
Apa kamu bisa datang sekarang?
Emang ada apa?
Shuhei sudah meninggal.
Jangan bercanda ah!
Untuk apa aku menelponmu kalau hanya untuk bercanda?
Kamu serius?
Istrinya datang kemari sama anaknya.
Istrinya itu.. gadis muda yang baru dia nikahi lagi setahun yang lalu?
Benar.
Baiklah, aku akan langsung kesana.
Maaf ya.
Tidak.
Tidak, tunggu....
Mungkin besok saja.
Besok saja? - Ya.
Baiklah.
Kalo gitu, sudah ya.
Oi... Oi!
Adikku akan datang nanti.
Shunya?
Shunya?
Kamu dimana?
Ketemu ya.
Ini ayah yang gambar, kan?
Aku pulang.
Selamat datang kembali.
Mana mereka?
Di atas.
Mimpi indah!
Lampunya gak usah dimatikan!
Baiklah.
Jadi, bagaimana Shuhei-kun bisa meninggal?
Ketika sedang bekerja di rumah....
dia tiba-tiba merasa sesak di bagian dadanya.
Saya sendiri yang panggil ambulans nya.
Lalu?
Saat itu saya sedang bekerja part-time.
Saya langsung bergegas menyusul ke rumah sakit,
Tapi, Shu-chan dalam kondisi yang baik,
masih sempat tertawa juga,
Dia bilang padaku, "Maaf, tapi aku baik-baik saja."
Setelah melihat wajahnya, aku merasa lega.
Dan aku bilang, "Jangan menakutiku begitu lagi!"
Setelah itu, aku pulang.
Sebelum pulang, aku bilang "Besok aku akan datang lagi"
Tanpa diduga ada telpon yang masuk pagi-pagi sekali.
Katanya dia meninggal karena Perdarahan subaraknoid
baru saja.
Lap air matamu ya.
Karena sudah datang jauh-jauh kemari, terima kasih ya.
Jadi, apa rencana kalian mulai sekarang?
Apa boleh kami tinggal disini untuk sementara?
Hah?
Apartemen kami di Tokyo telah diambil oleh pemiliknya.
Kenapa?
Kami terlilit hutang dan tak mampu membayar sewanya.
Hutang?
Shu-chan kena tipu sama rekan kerjanya.
Bagaimana bisa?
Bukannya dia bekerja sebagai seorang ilustrator?
6 bulan lalu, dia bilang berencana memulai perusahaan sendiri bersama temannya.
Persiapannya telah matang.
Tapi temannya membawa lari uang persiapannya itu.
Itu... benar-benar kejam.
Lalu bagaimana dengan Shunya?
Maksudnya?
Soalnya, anak itu bukan anak kamu, kan?
Dia anak saya.
Saat putuskan menikah dengan Shu-chan,
saya sudah putuskan akan menjadi ibu dari Shunya.
Aku mengerti perasaan kamu.
Bagaimana kamu akan menghidupinya?
Saya akan cari kerja.
Memang harus seperti itu, ya kan?
Kamu tau, penghasilan kerja paruh waktu saja tidak cukup kan?
Okuzono-san, boleh bicara sebentar?
Ya.
Ini soal pembicaraan kita sebelumnya,
bisa Anda pertimbangkan lagi?
Masalah itu lagi, ya?
Saat ini, tak banyak orang yang pensiun di usia 60-an.
Masinis kan tidak cukup banyak, kenapa tidak buka perekrutan saja?
Sudah ada yang melamar sih, tapi...
Apa yang akan Anda lakukan kalau tidak bekerja?
Anda akan melakukan sesuatu?
Bukannya Anda tak punya hobi.
Aku akan pikirkan itu nanti.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Terima kasih atas kerja kerasnya. - Semangat ya!
Baik, saya jalan dulu!
Biar saya bawa masuk.
Ah, terima kasih banyak.
Shunya juga bantu.
Gimana?
Shunya, ini adalah hape nya Shu-chan.
Sekarang jadi milik Shunya ya.
Benarkah? Hore!
Yosh, ayo lanjut lagi! - Ya.
Bisa kamu lipat itu? - OK.
Ada murid pindahan di saat seperti ini?
Mulai sekarang, akan terasa sulit ya?
No comments yet. Be the first to leave one.