The first 196 lines.
Nyanyian Phoenix
Episode 46
Malam (rakyat) dan siang (raja) sudah berganti posisi, aku sungguh lahir di waktu yang salah.- Mengarungi Sungai Jiang dari Sembilan Bagian oleh Qu Yuan
Anakku, apa kau mengijinkan Heng'er masuk militer?
Ya.
Anakku, Heng'er adalah cucu tertua keluarga kerjaan kita.
Dalam badannya mengalir darah keluarga Xiong.
Karena itulah aku membuatnya masuk militer.
Diantara semua raja negara Chu, siapa diantara mereka yang bukan pejuang yang mahir berperang?
Siapa diantara mereka yang belum berdarah di medan perang?
Heng'er apa kau mau menjadi seperti para leluhur negara Chu,
memimpin ribuan tentara dan pergi ke medan perang?
Ayah, aku tidak pernah bertarung di militer sebelumnya.
Keterlaluan!
Peperangan sudah di depan mata tapi kau bertindak seperti budak. Bagaimana kau bisa memenuhi syarat sebagai keturunan Chu ku?
Para rakyat sedang berjuang menjadi yang paling berani.
Sebagai seorang pangeran, kau bahkan tidak mencoba menjadi panutan bagi mereka. Kemana perginya harga dirimu?
Jangan hanya berpikir tentang darah yang mungkin akan kau tumpahkan, pikirkan tentang semua rakyat yang akan mati juga.
Ratuku, aku akan mengabaikan perihal Zi Heng tidak memahami prinsip ini.
Ibunda sudah melalui masa pemerintahan tiga raja. Kau pasti tahu prinsip ini kan?
Apa yang kau katakan sungguh masuk akal.
Ayahanda, aku sudah berbuat salah.
Aku akan mengumpulkan seluruh keberanianku dan berjuang menjadi yang terbaik.
Aku pasti tidak akan membawa malu bagi nama leluhur kita.
Istana Fu Rong
Kudengar Qu Yuan sudah meyakinkan Pangeran Zi Heng untuk mejadi tentara.
Bahkan Yang Mulia sendiri yang memasukkan namanya.
Qu Yuan ini sungguh memiliki kemampuan.
Sekarang, Qi dan Chu sedang membangun kerjasama. Melihat langkah besar dari Qu Yuan,
Aku takut negara Qin kali ini pasti tidak bisa lari dari bencana.
Kapan kelima raja akan mencapai Yingdu? - Mungkin dalam tiga hari.
Sekarang, Aliansi vertikal daro keenam negara akhirnya terbentuk. Semua berkat dirimu.
Setelah kita mengalahkan Qin, aku pasti akan memberikan hadiah besar untukmu.
Yang Mulia, maafkan aku bersikap lancang.
Sekarang, masih belum saatnya untuk membicarakan pencapaian dan hadiah.
Benar, tidak terlalu terlmabat untuk membicarakan itu setelah mengalahkan Qin.
Yang Mulia, maksudku adalah,
mungkin masih belum saatnya untuk membahas tentang siapa yang akan menang dan siapa yang kalah.
Sekarang enam negara sudah bersatu, Qin pasti tidak menjadi kompetisi lagi.
tapi yang ku khawatirkan adalah meskipun keenam negara sudah menjadi aliansi vertikal,
pada kenyataannya, masing-masing memiliki motifnya sendiri, pergerakkan kita tidak seteratur itu.
Dari pendapat Ling Jun, siapa yang harus memimpin aliansi ini?
Yang Mulia, aliansi vertikal ini hanyalah untuk menyerang Qin.
sedangkan mengenai siapa yang kompeten untuk memimpin aliansi,
tidaklah penting.
Sungguh sulit untuk menggabungkan opini banyak orang. Bagaimana jika ada pertentangan?
Keenam negara melakukan ini semua untuk satu tujuan jadi bagaimana bisa ada perpecahan?
sedangkan untuk posisi pemimpin aliansi, mungkin tidak sepenting yang Yang Mulia pikirkan.
Apa yang dikatakan Ling Jun benar.
Semuanya adalah tentang mengalahkan Qin. Akulah yang memerintahkan untuk menarik kembali perintah itu.
Yang Mulia berbicara dengan sangat serius.
Salam pada Yang Mulia.
Perdana Menteri, kau akhirnya tiba.
Mengapa Yang Mulia panik sekali?
Perdana Menteri, aku dengar Su Qin sudah diyakinkan.
Keempat negara, Yan, Han, Zhao, dan Wei.
Sekarang, para raja Qi, Yan, Han, Zhao, dan Wei
semuanya memimpin tentara elit
menuju Chu untuk bertemu dengan mereka.
Sekarang, Qin mendadak menjadi musuh semuanya.
Katakan, apa yang harus kita lakukan?
Perdana Menteri, bagaimana bisa kau tidak cemas sama sekali?
Apa yang mereka miliki hanyalah repuatasi kosong, untuk apa takut?
Yang Mulia tidak sungguh-sungguh berfikir kalau aliansi vertikal keenam negara akan sukses kan?
Keenam negara sekarang sudah menyetujui sebuah aliansi. Bagaimana bisa kau bilang mereka tidak akan menang?
Di dunia sekarang ini, negara yang kuat ingin mendominasi.
Negara yang lemah akan memilih untuk melindungi diri sendiri.
Mereka yang ingin mendominasi pasti tidak akan setuju untuk tunduk pada siapapun.
Saat membangun aliansi untuk menyerang Qin, mereka pasti akan bertarung untuk posisi kepala aliansi.
Apa kau membicarakan tentang Negara Qi dan Chu?
Bagaiman dengan Negara yang lebih lemah?
Jika Han, Zhao, dan Wei ikut dalam peperangan terhadap Qin,
mereka hanya takut akan dihancurkan oleh kita.
Dengan kata lain, selama kita memberi ancaman, tekanan dan memancing mereka dengan beberapa keuntungan,
mereka pasti tidak akan sepenuhnya berkomitmen untuk mendengarkan perintah Chu dan Qi.
Dengan cara ini, negara-negara yang kuat akan berperang untuk kekuasaan dan posisi,
negara yang lemah terlihat manut tapi dalam hatinya mereka memberontak.
Jika begitu, apa yang perlu ditakuti dari Aliansi Vertikal keenam negara?
Dari sudut pandangmu, strategi bertahan seperti apa yang harus kita terapkan?
Untuk bisa berhasil, kita tidak boleh bertahan, tapi menyerang.
Menyerang?
Bagaimana kita menyerang dan siapa yang kita serang?
Ba shu.
Ba Shu?
Ba dan Shu adalah koloni Negara Chu.
Jika Kita menyerang Ba Shu, Chu pasti akan mengirim pasukannya.
Apa yang kau rencanakan?
Kita menyerang Ba Shu supaya Negara Chu mengirimkan tentaranya.
Jika kekuatan militer Chu terpecah, ini akan membuat kecurigaan di lima negara lainnya.
Begitu mereka curiga, moral pasukan pasti akan terpengaruh.
Yang Mulia,
saat moral pasukan sudah rusak,
bagaimana bisa mereka tetap berperang?
Bagaimana jika kerajaan Chu tidak mengirim pasukan?
akan jadi lebih baik.
Qin akan menaklukan Ba Shu, Chu akan dikepung oleh kita.
Bagaimana bisa Xiong Huai tega maju dengan aliansi dan menyerang kita?
Lalu aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk membuat negosiasi dengan Negara Yue.
Kau harus tahu kalau Yue dan Chu memiliki dendam kesumat satu sama lain,
hanya menunggu kita membesarkan apinya.
selain itu,
tidakkah kita masih punya Tian Ji?
benar!
Luar biasa, aku akan segera bergerak!
Aku akan menyerang Ba Shu!
Kak, apakah kau masih kedinginan?
Kak, kenapa tanganmu dingin sekali? Biar kuhangatkan untukmu.
Qing'er. Terima kasih.
Kak, tunggu sebentar.
Buka pintunya, cepat! - ada apa?
Yang Mulia Mo Chou tidak enak badan. Aku ingin membawanya ke dokter!
Kau sungguh berpikir dia masih selir kerajaan?
Biar kuberitahu kau. Siapapun yang dibuang ke istana dingin ini,
hidup dan matinya tergantung pada surga.
Mencari dokter? Ada banyak orang di istana ini.
Kau pikir bisa mencari dokter sesuka hati?
Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Yang Mulia, apa kau bisa bertanggung jawab?
Kau tidak bisa menyalahkan kami untuk itu. Ini peraturan sejak dahulu.
Ribut-ribut apa ini
Yang Mulia, Nyonya Ying.
Ada apa, buka pintunya.
Ya.
Selir Ying.
Kakak, kau tidak sehat jadi jangan berdiri.
Kau pasti masuk angin. Udaranya sangat dingin dan selimutmu sangat tipis.
Aku baik-baik saja.
Kalau tidak, bagaimana ini bisa dipanggil "Istana Dingin".
Yu Niang.
Tolong ambilkan beberapa selimut. Juga, pergi ke departemen medik dan ambilkan sedikit obat.
Ya, Puteri.
Hanya kau yang datang dan melihatku di istana.
Kita adalah saudara.
Kudengar Ibu Suri berkata dia ingin kau menjadi Dukun Agung Chu.
Ya.
Mengapa tidak? Menjadi Dukun Agung Chu, kau akan diagumi jutaan orang.
Akan lebih baik dari keadaanmu yang sekarang.
Jangan berbicarakan itu.
Benar, kampanye persekutuan lurus melawan Qin sudah dekat.
Kakak, apakah kau menemukan masalah?
Aku sudah biasa.
Mungkinkah kau tidak khawatir tentang Negeri Qin?
Jadi kenapa iya? Apapun yang akan terjadi, akan terjadi.
Apa yang paling kukhawatirkan sekarang adalah kau.
Aku baik-baik saja. Hanya saja aku tidak dapat meninggalkan ruangan ini, itu saja.
Tidak ada lagi yang dikhawatirkan.
Apa yang paling kukhawatirkan adalah sikap ketidak pedulianmu.
Aku sangat takut kau akan berubah menjadi seperti aku.
Apa buruknya menjadi sepertimu?
Bagaimana orang luar dapat mengerti rasa sakit dan kesengsaraan yang dilalui seseorang?
Yang Mulia, Wakil Perdana Menteri Qu ingin bertemu denganmu.
Ajak dia masuk.
Ya.
Hormat Yang Mulia.
Ada yang kau perlukan datang menjengukku jam segini?
Tolong katakan apapun saja tanpa sungkan.
Yang Mulia, kau dan Wakil Perdana Menteri Qu akan mendiskusikan hal penting,
aku akan pergi.
Baiklah.
Beritahu aku.
Aku datang tentang kampanye melawan Qin.
Oh?
Yang Mulia mungkin sudah mendengar Rakyat Qin sedang menyerang Ba Shu?
Menyerang Ba Shu?
Benar. Dalam hal ini, aku memohon Yang Mulia untuk memerintahkan
dan mengirim pasukan untuk melindungi Ba Shu.
Sekarang, Raja-Raja Persekutuan 5 Negeri sedang mengiring pasukannya ke Yingdu.
Kampanye melawan Qin sudah dekat.
Kurasa tidak baik kalau kita mengirim pasukan sekarang.
Yang Mulia, Ba Shu adalah negeri tetangga kita,
kita harus selalu melindunginya.
Kalau kita mengirim pasukan untuk menyelamatkan Ba Shu, pasti akan mempengaruhi pasukan pertahanan negeri kita.
Tidak akan untung untuk kampanye melawan Qin.
Yang Mulia, setelah Negeri Qin menangkap Ba Shu,
itu seperti Qin sudah datang di pintu negeri kita.
Kalau itu terjadi, tembok selatan dan barat akan tertutup.
Negeri Chu kami akan terpenggal dan akhirnya dalam masalah yang tak terbatas.
Kalau para negeri di persekutuan lurus tahu aku mengirim pasukan untuk membantu Ba Shu,
mereka pasti akan mengkritik aku karena tidak mengerahkan seluruh upayaku untuk kampanye melawan Qin.
Dimana menurutmu aku dapat menaruh mukaku?
Yang Mulia, kehancuran rumah dan negeri kita atau muka seseorang, mana yang lebih penting?
Biarkan aku memikikan ini lebih lama.
Yang Mulia, pasukan Qin berjalan sangat cepat.
Makin lama kita mengerahkan pasukan kita, makin berkurang kesempatan kita untuk menang.
Kau bisa pergi terlebih dahulu. - Yang Mulia!
Aku akan menemuimu lagi besok.
Aku pergi dulu.
Yang Mulia.
Kau sudah dengar semuanya baru saja?
Apa yang dikatakan Qu Yuan sangat masuk akal.
Kalau Negeri Qin merebut Ba Shu,
Itu seperti menerkam pisau pada pinggangnya Negeri Chu.
Bagaimana aku tidak ingin mengelamatkan Ba Shu?
Tetapi aku pergi memikirkan masa depan dan pro kontranya.
Yang Mulia sudah bekerja dengan keras akhir-akhir ini. Sangat langka kau luang sekarang.
Mengapa kau tidak minum beberapa arak.
Aku akan menari untuk menghiburmu.
No comments yet. Be the first to leave one.