The first 200 lines.
"Episode 12"
Aku masih tidak percaya.
Bagaimana bisa kamu ternyata gadis kecil itu?
Aku juga sama takjubnya.
Siapa sangka kamu tentara yang kutemui hari itu?
Dia seseorang yang selalu ingin kutemui lagi,
jadi, bagaimana mungkin aku tidak mengenalinya?
Kamu langsung pulang hari itu?
Ya, Pak.
Maksudku...
Berkeliling blok beberapa kali naik sepeda
membuat suasana hatiku lebih baik.
Bagus. Meskipun menurunkanmu di rumahmu,
aku masih khawatir.
"Bagaimana jika dia tidak pulang dan malah mendapat masalah?"
Kamu pergi tanpa menatapku lagi
dan tidak menjawab saat kutanya namamu.
Benarkah?
Kenapa kamu kabur dari rumah hari itu?
Itu.
Begini,
aku bertengkar dengan adikku karena es krim.
Jadi, kamu kabur dari rumah karena es krim?
Astaga. Itu masalah serius bagiku saat itu.
Adikku mencuri es krimku,
tapi ibuku membelanya.
Aku sangat sedih dan frustrasi.
Aku mengerti. Kamu masih kecil.
Sepertinya baru kemarin,
tapi itu sudah lama berlalu,
dan gadis kecil pembuat onar itu telah tumbuh menjadi wanita cantik.
Serta aku menjadi pria paruh baya.
Namun, kamu tidak terlihat seperti pria paruh baya.
Kamu bukan sekadar pria paruh baya.
Kamu lebih terlihat seperti
pria dewasa tampan.
Kamu bersikap baik karena aku mentraktirmu makan malam.
Aku tidak mengatakan itu untuk bersikap baik. Aku serius.
Terima kasih atas pujianmu, Nona Park.
Aku sangat tersanjung.
Ke mana tujuan mereka sekarang?
Tidak mungkin... Hotel?
Apa? Beraninya kamu menyela.
Kamu mau mati?
Apa?
"Pusat Medis Darurat"
Sa Ra!
Ibu.
Sa Ra!
Sa Ra, apa yang terjadi?
Hei, lehermu kenapa?
Jangan khawatir, Ibu.
Leherku tidak patah. Ototku hanya tertarik.
Aku tidak apa-apa. Jadi, tolong bantu aku.
Astaga.
Hei, kamu yakin tidak apa-apa?
Coba ibu lihat.
Dokter sudah memeriksa semuanya. Aku akan sembuh usai minum obat.
Syukurlah.
Kamu minum-minum dan mengemudi?
Jangan konyol. Aku tidak minum.
Kenapa kamu menerobos lampu merah padahal kamu tidak mabuk?
Itu bisa menjadi kecelakaan serius.
Apa yang kamu pikirkan?
Ibu, bukan itu masalahnya sekarang.
Lihatlah foto ini.
Apa ini?
Apa yang mereka berdua lakukan?
Mereka saling menatap.
Apa yang dilakukan Pimpinan Lee dengan gadis nakal di jalanan?
Ternyata Ibu benar.
Jalang itu, Nona Park,
mendekati Pak Lee tanpa sepengetahuan kita.
Mereka makan malam bersama
dan menuju suatu tempat di mobil yang sama malam ini.
Kalau begitu, kamu mengalami kecelakaan saat mengikuti mereka?
Bagaimana jika mereka ke hotel?
Aku harus memeriksa apakah mereka di rumah atau di hotel.
Jangan bergerak.
Kita bisa menelepon dan mencari tahu.
Kamu mau ke mana dengan penampilan seperti ini?
Apa?
Kita punya Dae Ran.
Dia di pihak kita.
Astaga.
Apa? Kenapa dia menelepon selarut ini?
Halo, ini aku.
Hei, Dae Ran. Apa Pimpinan Lee ada di rumah?
Young Guk? Dia pulang beberapa saat lalu.
Benarkah?
Jadi, kapan dia pulang?
Pukul berapa?
Kurasa sudah lebih dari satu jam.
Kenapa kamu bertanya?
Ya... Bukan apa-apa. Akan kuceritakan nanti.
Selamat malam.
Hei!
Apa-apaan itu? Aneh sekali.
Sial. Astaga.
Astaga, aku sangat mengantuk.
Gadis kecil pemberani itu telah tumbuh menjadi orang dewasa
dan menjadi tutor yang mengurus anak-anakku.
Mengherankan sekali.
Aku tidak percaya kita bertemu lagi seperti ini.
Apa Pimpinan Lee dan aku ditakdirkan berjodoh?
Park Dan Dan, sadarlah.
Beraninya kamu menyukai Pimpinan Lee.
Serta pikirkan perbedaan usia antara kamu dan dia.
Kamu tidak bisa melakukan ini. Ini tidak benar.
Semoga harimu menyenangkan. - Semoga harimu menyenangkan.
Jae Ni dan Se Chan.
Mau ayah antar ke sekolah?
Ya. - Bagus!
Ayah, aku juga mau naik mobil!
Baiklah. Ayah juga akan mengantarmu hari ini.
Aku akan mengantar Se Jong ke TK hari ini.
Nona Park, kamu bisa beristirahat.
Baik, Pak. Semoga harimu menyenangkan.
Kamu juga.
Semoga harimu menyenangkan, Pak.
Rubah kecil itu.
Sekarang dia terang-terangan menggoda Pimpinan Lee.
Apa yang harus kulakukan dengan wanita ini?
Aku tidak bisa mengusirnya dari sini.
Hei! Dasar rubah betina sialan.
Jangan berani menatap Pimpinan Lee lagi!
Dasar kurang ajar.
Bi Yeoju, makanannya enak sekali.
Benarkah?
Lobak bagus untuk kesehatanmu.
Makanlah yang banyak. Aku akan memasak lagi untukmu.
Baiklah.
Kamu juga harus makan. - Kamu makan dengan lahap.
Nona Park, ada apa dengan rambutmu?
Apa?
Kamu membuatku kehilangan selera makan.
Lihat rambut berantakanmu.
Rambutmu terus masuk ke sup dan nasi.
Apa ini kelab atau semacamnya? Kenapa kamu menggerai rambutmu?
Menjijikkan sekali sampai aku tidak bisa makan denganmu.
Wanita gila itu. Dia mulai lagi.
Bi Yeoju.
Apa rambutku menjijikkan?
Sama sekali tidak. Terlihat cantik bagiku.
Jangan pedulikan wanita gila itu.
Sikapnya seperti itu sesekali.
Si gila itu.
Kurasa temannya menikah dengan pria kaya atau semacamnya.
Sial.
Aku harus mengusir berandal itu dari sini apa pun yang terjadi.
Namun, Pimpinan Lee mendukungnya.
Bagaimana caraku mengusirnya?
Omong-omong, kapan Bu Wang pulang?
Ibu yakin
mereka akan membayar semua utang jika semua berjalan lancar?
Ya.
Jika menikahinya,
kamu pasti akan mendapatkan lima persen saham perusahaan.
Dengan saham itu, kamu bisa membeli sepuluh rumah sakit seperti kita.
Astaga, ini seperti mendapat hadiah utama.
Ibu tahu.
Demi ayahmu dan rumah sakit kita,
kamu harus mewujudkannya.
Masa depan keluarga kita bergantung kepadamu.
Aku masih harus menemuinya dahulu.
Dia tipemu. Cantik.
Omong-omong, kamu mengakhiri hubunganmu dengan gadis lain, bukan?
Berapa kali harus kukatakan?
Aku sudah putus dengannya.
Bagus, Nak. Ayo.
Bu Wang, apa yang kamu pakai?
Kamu tidak tahu apa ini?
Di usia kita,
kita harus berhati-hati dengan kerutan.
Astaga. Itu sebabnya kulitmu bagus.
Di mana kamu? Apa kamu akan segera tiba?
Bu Wang, istri direktur rumah sakit dan putranya datang.
Cepatlah.
Halo, Bu.
Astaga. Putramu menjadi jauh lebih tampan
sejak terakhir kulihat.
Ini Bu Jung dari Rumah Sakit Sarang.
Ini Bu Wang dari Grup FT.
Halo. Aku sudah banyak dengar tentangmu.
Senang bertemu denganmu. Aku juga banyak mendengar tentangmu.
Di mana putrimu?
Dia akan segera datang.
Dia ada di dekat sini. Lalu lintasnya pasti padat.
Itu dia.
Ini putriku.
Maaf aku sudah ada janji.
Tidak apa-apa. Silakan pergi.
Bagaimana jika kita bermain golf kapan-kapan?
Tentu, ayo.
Kalau begitu, permisi. - Tentu.
Hati-hati di jalan, Bu.
Sampai jumpa.
Bu Wang, firasatku bagus soal ini.
Kurasa mereka akan cocok.
Menurutmu begitu?
No comments yet. Be the first to leave one.