The first 185 lines.
=Rebahkan Kepalamu di Bahuku (Versi Thai)=
=Episode 1=
Tidak.
Hari Kasih Sayang dalam ingatanku…
selalu sangat gawat.
Selamat Hari Kasih Sayang!
Terima kasih.
Selamat Hari Kasih Sayang!
Ah, salah orang!
Jadi, di mana? Siapa?
Siapa?
DI sana. Yang itu baru benar.
Terima kasih.
Selamat Hari Kasih Sayang!
Bukankah hanya Hari Kasih Sayang? Apa yang hebat?
Juga, bukan hari perayaan negara kita.
Sungguh menjengkelkan.
Halo, Wawa.
Halo, Pai. Apa dompetku ada di samping tempat tidur?
Hmm.
Aku lupa membawanya.
Tolong, bawakan keluar untukku, ya?
Aduh. Namun, aku…
Baik, ya.
Nanti aku menunggumu di samping lapangan sekolah.
Terima kasih, Sayang.
Ah…
Tampan sekali.
Ah…
Semangat, ya.
Hei, menyingkir!
Jika langsung menghindar ke kanan,…
momentum menyebabkan badan akan goyah,…
lalu, terguling ke tanah, dan menyebabkan cedera.
Namun, jika menghindar ke kiri,…
tetap tidak ada jarak yang cukup untuk menghentikan kecepatan.
Pasti akan bertabrakan dengan sekelompok orang itu.
Hanya ada satu cara.
Terkejut sampai hampir kehilangan jiwa.
Baik-baik saja, ‘kan?
Wawa.
Dari jauh sudah melihatmu tersenyum.
Tadi aku baru selamat dari kejadian mengerikan.
Seperti di film.
Apa yang kau katakan?
Ini, dompetmu.
Berias dengan begitu cantik,…
mau ke mana? Berkencan?
Juga, tidak begitu.
Kalau begitu, aku pergi dahulu. Sampai jumpa.
Kakak Kelas Pupaa, tolong terimalah kadoku.
- Tolong, terimalah bungaku. - Punyaku juga.
Aku juga.
- Aku tak menerima kado dari siapa pun. - Aku sangat menyukai Kakak Kelas Pupaa.
Maaf, aku ada urusan, aku pergi dahulu.
Begitu dingin.
- Terimalah. - Terimalah.
Terimalah.
Maaf, aku tidak menerima kado.
Kau tidak mengerti bahasa manusia? Aku bilang, tidak menerimanya.
Hei, tunggu! Aku sama sekali tidak menyukaimu.
Orang ini, wajahnya tampan, sifatnya begitu buruk.
Ta.
Mari. Biar Kakak memelukmu. Cepatlah kemari.
Ta.
Untuk apa suaramu begitu keras? Aku sedang bermimpi indah.
Cepat, pergilah mandi.
Biarkan aku tidur 10 menit lagi, ya?
Jika diundur 10 menit lagi,…
berdasarkan datamu mandi,…
menggunakan waktu rata-rata 20 menit,…
ditambah 10 menit untuk memilih pakaian bepergian,…
ditambah waktu berpakaian dan berias,…
dijumlahkan, bisa selesai pukul 08.10.
Dengan begitu, kau akan terlambat.
Baik. Aku mengaku kalah.
Biasanya sama sekali tidak bersuara,…
namun, begitu membahas berhitung, sama seperti Rapper.
Cepat, pergilah mandi.
Oh, iya. Bagaimana dengan perlengkapan untuk syuting hari ini?
Jangan khawatir. Semuanya sudah disiapkan.
Sangat hebat.
Ada seorang teman yang begitu perhatian, memang bagus sekali.
Cium dahulu.
Ta, jangan bercanda.
Sana, cepatlah mandi. Waktumu bersisa tiga setengah menit.
Pergilah.
Baik.
Ta, pakailah baju ini saja. Aku sudah memilihkan untukmu.
Agar tidak membuang waktu.
Siap.
Pai.
Berikan aku satu pembalut.
Mesa.
Begitu tegang. Aku mengira terjadi masalah besar.
- Tunggu sebentar. - Baik.
Pekerjaan sendiri tidak dikerjakan,…
masih membantu pekerjaan pria lain?
Sembarangan. Itu pekerjaanku.
Jangan berdalih, Bibi.
Begitu melihatnya, aku tahu itu pekerjaan Ta.
Kita sudah kuliah empat tahun,…
masih tidak bisa mengubahmu?
Asalkan Ta sedikit bermulut manis,…
kau akan bersedia membantunya.
Bahkan, kau juga membantunya membuat poster kelulusan.
Ini tidak benar, ‘kan?
Menurutku, seumur hidup ini…
kau jangan berharap untuk keluar dari cengkeraman tangan Ta.
Terima kasih.
Lihat, baru saja membicarakannya,…
ini sudah menelepon.
Ta, ada apa?
Halo, Gadis Cantik Prapai.
Sudah sampai mana? Aku sedang menunggumu.
Sudah kubilang, aku ada urusan hari ini. Tidak bisa pergi.
Jika kau tidak datang, aku bagaimana?
Kau mintalah bantuan orang lain saja.
Karya kelulusanku, kau tidak membantu?
Hanya kau seorang yang bisa membantuku.
Kau tidak perlu berpura-pura.
Berpura-pura apa? Sekarang sungguh hanya menunggumu seorang.
Jangan menungguku. Kalian mulai saja. Segera memulai syuting.
Ada urusan. Sungguh tidak bisa pergi.
Aku mengerti. Mungkin aku tidak begitu penting.
Tidak apa-apa. Nanti aku coba mencari orang untuk menggantikanmu.
Namun, kau tetap tidak tergantikan.
Jangan mengucapkan kata-kata yang membuatku merasa bersalah.
Bukan sengaja membuatmu merasa bersalah.
Aku mengatakan yang sebenarnya.
Kau urus saja urusan pentingmu, aku tidak merepotkanmu lagi.
Aku tidak akan pergi.
Tidak ada aku, dia juga bisa syuting.
Bukankah bilang cuma aku yang bisa melakukannya?
Bukankah ini begitu banyak orang?
Adik Kelas, apa melihat Ta?
Tidak ada? Tidak apa-apa.
Adik Kelas, apa melihat Ta?
Di sana.
Di sana?
- Iya. - Terima kasih.
Coba lihat.
Ingin mengetahui keberadaan Ta, harus bertanya pada wanita.
Ta.
Aku mencintaimu.
Maaf. Namun,…
aku selalu menganggapmu teman.
Tadi pagi menolak begitu banyak wanita,…
ternyata karena tidak suka wanita.
Baik. Perasaannya kira-kira begitu.
- Baik. - Mengerti.
Pergilah bersiap, kita lanjutkan syuting.
Baik.
Omong-omong, bagus juga aktingmu, Tuan Pupaa.
Apakah itu perasaan yang sesungguhnya?
Aku begitu membantumu, kau malah meledekku.
Bercanda.
Kalau sampai Pupaa juga berpacaran, menurutku,...
Thailand... akan turun salju.
Bodoh.
Berapa banyak ungkapan cinta yang harus aku dengar hari ini?
Kenapa ada Hari Kasih Sayang di dunia ini?
Sungguh menyebalkan.
Di belakang juga ada 6 buah, 5 buah, berapa?
Kenapa kau begitu banyak?
Aku sama sekali tidak ada.
- Putarlah satu putaran. - Biasa-biasa saja.
Selamat Hari Kasih Sayang.
Terima kasih karena kau telah berteman denganku.
Kenapa berkata begitu?
Memang begitu.
Aku sering berpindah sekolah, jadi, tidak punya banyak teman.
Aku sangat senang bisa memiliki sahabat sepertimu.
Bisa berteman denganmu, aku juga sangat senang.
Aku sayang padamu, Selamat Hari Kasih Sayang.
Ini untukmu.
Di mana lagi? Perlihatkan padaku.
Baik.
Yang berbentuk hati, ‘kan?
Benar.
Aku juga sayang denganmu, tempelkanlah beberapa untukku.
Siapa yang sayang padamu? Tidak akan kutempelkan untukmu.
Aku tempelkan untukmu saja.
Terima kasih.
Terkumpul satu buah lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.