The first 200 lines.
Aku akan menemukan mereka.
Mereka yang menjebakku
dan para Kesatria Suci-ku.
Lalu...
aku akan menemukan mereka yang menjebak Senerva.
Aku bersumpah...
akan membunuh mereka.
Xylo!
Kau memimpikan sesuatu?
Pria yang tampak lemah bernama Venetim menyuruhku membangunkanmu.
Berterimakasihlah kepadaku dan puji aku.
Katakan kepadanya aku dalam perjalanan.
Aku tak bisa melakukan itu.
Jika aku pergi, kau akan kembali tidur, kan?
Ya.
Yang benar saja.
Mengakuinya tak akan membuatmu kembali tidur.
Kenapa?
Apa maksudmu?
Kenapa kau masih di sini?
Kau seharusnya sudah mengerti siapa kami sekarang.
Benar.
Konon, mereka yang dihukum menjadi hero adalah
orang-orang yang melakukan kejahatan keji.
Aku mendengar tentang masa lalumu.
Kalau begitu...
Kesatriaku!
Pasti ada alasannya, kan?
Apa pun alasannya, memang benar aku membunuh seorang dewi.
Itu tidak akan berubah.
Selain dewi yang binasa,
perjanjian bisa diakhiri dengan persetujuan bersama.
- Jadi, cepatlah... - Aku menolak.
Apa?
Sudah kubilang, kau kesatriaku.
Xylo, kau sudah sadar?
- Kami dalam masalah! - Sial.
Venetim, jangan tiba-tiba berteriak!
Kubunuh kau!
Sayangnya, aku mungkin mati sebelum kau bisa membunuhku.
Apa?
Sepertinya kita punya misi lagi.
Kau serius?
Lagi pula, kita hanya para hero tumbal.
Tapi jika memungkinkan, aku tak mau mati.
Mari kita bahas detailnya.
Berengsek.
Kesatriaku.
Ayo kita pergi.
Kau butuh kekuatanku, bukan?
Jangan berisik!
- Ada apa? - Dasar serangga kurang ajar!
- Itu Tatsuya dan Yang Mulia. - Beraninya mengganggu istirahatku?
Tatsuya? Yang Mulia?
Ya.
Mereka semua hero,
sama sepertiku.
Astaga!
Xylo!
Sungainya membeku!
Aku tidak mengira sungai sebesar ini bisa membeku.
Ayo, Xylo! Kau harus melihat ini!
Ayo. Lihat!
Lihat di sana!
Silakan lihat.
Pemindahan dewi ke-13 telah dibatalkan.
Penugasan ulang dikeluarkan. Mulai operasi di Terowongan Zewan Gan.
Apa Wabah Iblis juga mencemari tempat itu?
Perang Penaklukan Keempat...
Sejak kemunculan Wabah Iblis Nomor Satu, si Ular,
hutan-hutan telah dihancurkan, dan tanahnya telah dirusak.
Dalam 20 tahun terakhir, separuh habitat manusia telah hilang.
Kita harus menghentikan penyebaran kerusakan.
Unit hero sudah menuju Terowongan Zewan Gan.
Kau bisa segera bertemu mereka jika naik kuda.
Aku akan segera ke sana.
Aku mengandalkanmu.
Satu hal lagi.
Jika kau bertemu Pendeta Agung Marlen,
sampaikan salamku kepadanya.
Omong-omong, Dotta si pencuri itu tidak ada.
Dotta ada di bengkel.
Aku yakin Xylo yang memukulinya.
Astaga.
Sebagai bawahanku, kau harus lebih berhati-hati dengan perilakumu.
Ya. Yang Mulia benar sekali.
Hei, apa maksudmu dengan "Yang Mulia"?
Persis seperti kedengarannya.
Norgalle benar-benar percaya dia raja Kerajaan Federasi.
Apa?
Dia melakukan serangan teroris skala besar
terhadap kepemimpinan kerajaan yang "dirampas"
dan akhirnya dijatuhi hukuman sebagai hero.
Dia mantan teroris.
Ya.
Lalu, bagaimana dengan pria di sana?
Itu Tatsuya.
Entah apa kejahatannya,
tapi dia yang terlama di unit hero.
Dia tampak agak bodoh.
Hero kehilangan bagian dari diri mereka
dan ingatan setiap kali mereka dibangkitkan.
Jika tidak berhati-hati, aku bisa berakhir seperti itu juga.
Astaga.
Hukuman ini bisa seburuk apa lagi?
Baik.
Sepertinya kita cukup diterima di sini.
Ayo.
Kota ini sangat menyedihkan.
Jika terus begini, kota ini akan dilahap oleh Wabah Iblis.
Tempat ini tak akan bertahan lama.
Benarkah tak ada yang bisa kau lakukan?
Sayangnya, ini keputusan militer.
Biasanya, kami akan mengevakuasi semua orang.
Apa mereka menunggu seseorang?
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Apa kau...
seorang hero?
Jangan terlalu gugup.
Kami di sini untuk menahan terowongan.
Jika kau punya alat gali, bisa pinjamkan kami...
Saat ini,
apa yang bisa kau lakukan?
Semuanya sudah terlambat.
Kenapa kau tidak bertindak lebih awal?
Sial.
Permisi.
Ada apa? Apa yang kau lihat?
Terowongannya di sebelah sana.
Terima kasih.
Ayah tidak kembali.
Dia bilang akan kembali
di hari ulang tahunku!
Sial.
Jangan menatapku seperti itu.
Karena Terowongan Zewan Gan menghasilkan bijih besi berkualitas tinggi
yang bisa digunakan sebagai katalis segel suci,
Perusahaan Pengembangan Verkle dan militer
tampaknya telah berinvestasi besar pada mereka.
Namun, sekarang, seluruh terowongan telah berubah menjadi peri.
Sungguh ironis.
Begitu rupanya.
Kesatriaku, apa itu "segel suci"?
Menurut orang-orang di Kuil,
itu kebijaksanaan yang diberikan kepada manusia oleh Dewa.
Namun,
aku hanya bisa menggunakan dua dengan tubuhku saat ini.
Ini keahlian Yang Mulia Norgalle, bukan?
Yang Mulia adalah seorang genius yang bisa melakukan penyetelan
yang biasanya membutuhkan beberapa orang.
Dewi.
Dengan memanfaatkan cahaya matahari sebagai energi bagi segel suci
lalu diaktifkan oleh kehendak dan daya hidup manusia,
itu bisa menghasilkan beberapa efek,
seperti petir, menghancurkan Bumi, dan melepaskan panas.
Astaga!
Itu luar biasa, Xylo!
Tapi mengandalkan segel suci saja tidak bisa mengalahkan musuh.
Katanya sebulan lalu,
para penambang yang berubah menjadi peri mulai menyerang orang tanpa pandang bulu.
Wabah Iblis, ya?
Ya.
Detailnya masih belum jelas,
tapi dinamakan Nomor 51, Lotus.
Misi kita adalah
menggali jalan bagi Kesatria Suci untuk melancarkan serangan.
Namun, sayangnya,
aku harus tetap di kota sebagai komandan.
Apa? Kau bercanda?
Baiklah.
Semuanya.
Cepat
masuk!
Astaga.
Kita mungkin menggali
kuburan kita sendiri di sini.
Aku sudah mengukir segel suci di atasnya, dan hanya ini yang bisa kau tunjukkan?
Cepat gali ke depan!
Kami sudah bergerak secepat mungkin.
Benar, kan?
Sepertinya kau kesulitan, Xylo.
Jadi, bagaimana jika aku mengambil alih?
Tidak.
Kita tak bisa sembarangan membuang energi dewi.
Tapi aku tidak punya kegiatan.
Apa?
Jika aku diam saja, tidak akan ada yang memujiku!
Diam saja.
Sepertinya kau menganggap serius misimu.
Xylo Forbartz.
Tentu saja aku harus serius atau aku akan mati.
Dewi.
Apa kau mau beristirahat di tenda kami?
Tidak, aku harus menyaksikan hasil kerja kesatriaku.
Karena aku seorang dewi.
Sial.
Tapi...
Sang Dewi ingin ikut dengan kami ke garis depan.
Karena itu, sebagai raja, aku menolak permintaanmu.
Xylo, apa pria ini seperti ini
No comments yet. Be the first to leave one.