The first 200 lines.
SELURUH TOKOH, ORGANISASI, LOKASI, DAN INSIDEN
YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI
Ada 3.400 petugas intelijen polisi di kota kecil ini.
Semua informasi yang dikumpulkan akan dikirim kepada Choi Bit.
Pada bulan Februari tahun ini,
Kepolisian Gyeonggi Nambu berhasil menangkap pengedar narkoba.
Apakah anak Nam Jae-ik salah satu dari mereka?
Berarti kau tidak menyadari
bagaimana kasus nepotisme yang mengaitkan anggota parlemen
diurus dan diselesaikan pada saat itu.
Bukankah kau tak lihat isinya?
Kau tahu aku akan melihatnya.
Kenapa kau libatkan aku?
Katamu ini investasi.
Berarti kau harus dapat untung.
Coba pandang aku sebagai pebisnis.
SETUJU, TIDAK SETUJU
Seo Dong-jae?
Dia mencari mantan opsir Kepolisian Segok.
Dia yakin tersangkanya bukan kapten.
Darah pun hanya ditemukan di area ini, Pak.
Jaksa yang terlibat kasus waktu itu. Jaksa Seo Dong-jae.
SEO DONG-JAE KEJAKSAAN AGUNG
EPISODE 7
Kasusnya selesai, jangan dibongkar lagi.
Nam Jae-sik sudah dapat makian dan anaknya sudah berhenti.
Kenapa kau bongkar lagi?
- Kenapa kau butuh alasan? - Hei.
"Walau awal semua orang berbeda, kita bisa dapat hal yang sama
dengan usaha keras."
Itulah kata Pak Nam Jae-ik
saat menjanjikan pekerjaan kepada yang lain.
Namun, dia menaruh anaknya dengan mudah dalam bank tersebut
di posisi yang dicari oleh 2.800 orang saat itu.
Hanya 15 orang yang dipilih dari 2.800 orang.
Tanpa hal tersebut, mereka pasti ada
yang masuk dan tersingkirkan.
Ucapanmu akan sama bila ada yang gagal ujian pengacara
menjadi jaksa karena ayahnya anggota parlemen?
Itu tak berakhir, hanya menutupi saja.
Ini pun menyangkut Pak Woo, atasanmu.
Namun, hal ini tak terkait denganku sama sekali.
Berarti kau tak berharap apa pun dariku.
Bahkan politikus yang memakai kuasanya agar adiknya
menjadi direktur non-eksekutif tak pernah dituntut.
Dia malah menuntut jaksa pewenang atas perusakan nama baik
karena melanggar hukum perlindungan komunikasi
serta membocorkan informasi kasus.
Namun, kau tahu apa yang muncul dalam rapat besar kejaksaan?
Jaksa yang dituntut harus diberi hukuman setimpal.
Kau yakin tak akan dituntut?
Kau takkan tahan.
Jangan coba mencariku nanti.
Kubuang pemikiran itu saat dipanggil kemari.
Kau ini!
Bukankah kau cukup berumur
dan paham bagaimana kehidupan sebenarnya?
Apa kau puas telah merepotkan orang-orang sekitarmu?
Senang?
Aku ternyata membuatmu kerepotan.
- Kau pasti juga kesulitan waktu itu. - Waktu itu…
Kita sudah di posisi berbeda sejak dahulu.
Aku mungkin takkan bisa memahami
hal-hal yang harus kuketahui
di umur tertentu.
Aku juga tak suka begini.
Kalau begitu, jangan lakukan. Jangan menuju ke arah sana.
Sebaiknya kau pergi.
Kalau begitu, jangan lakukan. Jangan menuju ke arah sana.
Aku mungkin takkan bisa memahami hal-hal yang harus kuketahui
di umur tertentu.
Terima kasih.
Kau ingin aku memandangmu sebagai pebisnis.
Kau menyuruhku memilih yang lebih menguntungkan.
Aku melakukannya karena mau, bukan karenamu.
LAPORAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM KE-42
41.9%, TAK SETUJU: 43.8%, 14.3%
INFORMASI PRIBADI CHOI BIT
INFORMASI PRIBADI CHOI BIT
Selamat pagi, Pak.
Pagi. Ada apa dengannya?
Apa Seo Dong-jae seperti itu?
Dia mengusikku untuk bertemu,
tapi saat kuluangkan waktu, dia tak muncul.
Dia tak datang?
Tidak hanya itu. Dia tak bisa dihubungi sama sekali.
Bukan main.
Menelepon sepagi ini?
Halo.
Detektif Jang Geon?
Aku Woo Tae-ha.
Apa kau tak tahu ini nomorku?
Seo Dong-jae?
Ya. Kami bertelepon kemarin. Ada masalah apa?
Kenapa dia menghilang?
Kau…
benar-benar yakin?
- Halo. - Apa kau sibuk?
Tanggal rapat gabungan berikutnya sudah keluar.
Tunggu. Aku sedang menelepon. Kita bahas nanti saja.
Maaf, aku mengganggu rupanya.
Tidak juga. Jaksa Seo menghilang. Sampai nanti.
Apa?
Mungkin bukan Jaksa Seo yang kukenal.
Aku akan berapat.
Jangan hubungi aku sebelum pukul 15.00.
- Baik, Bu! - Semoga berhasil.
TIM REFORMASI PROSEDUR INVESTIGASI
Apa yang dia lakukan?
Kau tahu semua yang kutahu, Pak.
Aku melaporkan semua kepadamu.
Namun, kenapa pria dewasa seperti itu bisa menghilang?
Ternyata kau sungguh menyebutkan namaku.
Ya. Kami bertelepon kemarin.
Katamu kalian seharusnya bertemu kemarin. Soal apa?
Sepertinya aku sudah minum semua kopi di Korea.
- Halo, Pak. - Pagi, Pak.
Ada masalah apa?
Apa kau tak merasa ada yang ganjil?
Tidak, Pak.
Pernahkah dia cerita sedang diancam,
atau merasa terancam?
- Tidak. - Apa karena kasus yang dia tangani?
Dari kasus yang dia tangani,
banyak sekali yang berurusan dengan mafia dan preman.
Kenapa kau mau menemui Jaksa Seo?
Kau tak dengar tadi? Dia yang mengajakku.
Tidak, kali ini, kau mengajak lebih dahulu.
- Soal apa? - Apa?
Kau mencurigaiku?
Jika demikian halnya, akan kupastikan dulu kebenaran
kau tak menemuinya semalam. Soal apa ini, Pak?
- Kau tahu sesuatu, 'kan? - Aku?
Rekan yang bekerja denganmu kemarin hilang
dan meninggalkan darah di TKP.
Kenapa kau tak cemas?
Kau bahkan tak terlihat kaget.
Kau pasti tahu sesuatu sehingga tak kaget.
Apa kalian merencanakannya?
Di mana dan kapan kalian harusnya bertemu?
Yang benar saja.
Pukul 22.00 di dekat Yeouido.
Laporan kalian berdua pasti berbeda.
Mana mungkin aku hanya mendengarmu?
Kau pasti menelepon berkali-kali bila dia memang tak datang.
Tak dijawab, atau ponselnya mati?
Ponselnya mati sejak kuhubungi.
Seperti yang kau katakan, kasus ini mungkin
berhubungan dengan kasus Uijeongbu.
Mungkin sama sekali tak berhubungan dengan kasus tim patroli Segok.
Pergilah ke Uijeongbu sekarang.
Aku tak berwenang untuk mencampuri kasus mereka, Pak.
Bukankah katamu kita tak bisa melakukan investigasi langsung?
Astaga. Kalau kubilang pergi, pergilah!
Baik, Pak.
Wakil jaksa agung?
Tolong beri tahu dia
ada masalah di kejaksaan distrik
sehingga kita turun tangan.
Seharusnya suruh yang lain. Kenapa Jaksa Hwang yang ke sana?
Apa?
Halo, Pak. Bisa kita bertemu sekarang?
JAKSA SEO DONG-JAE
Kapten Baek juga terima suap.
Aku sudah tanya para pebisnis.
Kim Su-hang itu keponakan mantan kepala polisi Dongducheon.
Kita harus mencari dia.
Kita lihat saja siapa yang lebih dahulu.
Halo, aku Jaksa Hwang Si-mok.
Aku kini…
Aku sudah dengar. Karena itulah, aku kini ke sana.
Aku butuh daftar seluruh kasus yang ditangani Jaksa Seo tahun ini,
juga dokumen kasus Kepolisian Segok.
Tolong buka juga akses komputernya.
DETEKTIF JANG GEON
Halo, Detektif Jang. Aku Hwang Si-mok.
Mohon kirim semua informasi yang terkait
dengan kasus hilangnya Jaksa Seo ke Hukum Divisi Kriminal.
Ya, aku akan mengurusnya.
Semua yang kau ketahui hingga terkini.
Baik.
Suami istri pemilik toko sekitar sini melihat mobil terparkir
saat pulang usai tengah malam.
Siapa yang memarkir mobil di depan rumah seperti ini?
Tak ada nomor teleponnya?
Di belakang juga tak ada.
Sayang.
Ada apa?
Kita harus memastikan apa benar itu darah suamimu
sehingga kami butuh sampel anakmu.
Aku membawa barang-barang milik suamiku.
Kau seharusnya memakai itu.
Anakku pasti ketakutan.
Mungkin dia tabah karena menjadi istri jaksa.
Suaminya menghilang begitu saja,
tapi dia lebih mencemaskan anaknya.
- Ada yang aneh? - Tidak.
Tidak ada yang aneh saat kami cari.
Namun, menurut para rekannya, Jaksa Seo tak suka berbagi informasi.
Geon, riwayat panggilan ponselnya.
No comments yet. Be the first to leave one.