Season 1

Release info

Kieta Hatsukoi 2021 S01 1080p Bluray-RIP FLAC 2 0 10bit x264-aurhand
A Commentary by aurhand

Tags

BluRay
x264
1080
TS
Published on: 2022-12-28
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 184 lines.

SMA HIGASHIGAOKA

Ini disebut

perubahan rumus dasar.

INI KISAH CINTA PERTAMA YANG AGAK KONYOL

ANTARA MURID SMA YANG TULUS DAN BERPERILAKU BAIK

Baik, saatnya menguji pemahaman kalian.

- Apa? - Apa?

Kosongkan meja kalian.

Aida!

Pinjam penghapus.

Jangan harap.

Kau kejam.

Aku hanya punya satu.

- Belah menjadi dua. - Tidak mungkin! Hentikan.

Kau tidak memedulikanku?

Jika ada yang salah dan tak bisa kuhapus, habislah aku.

Gosok saja pakai jarimu.

Tidak bisa! Itu hanya akan lebih merusaknya!

- Tidak! - Pinjamkan kepadaku!

Aoki!

Pakailah ini.

Aku punya dua.

Terima kasih.

Tidak masalah.

Seperti yang aku duga, Hashimoto memang malaikat.

HARI VALENTINE SEBELUMNYA

Sudah aku duga.

Aoki.

Jika kau mau, silakan ambil.

Klub Ilmu Domestik buat banyak.

Kue cokelat? Untukku? Kau yakin?

Namun, aku tidak yakin soal rasanya.

Aku mau makan!

Astaga! Ini sangat lezat!

Syukurlah.

Senyumannya benar-benar seperti malaikat!

Aku masih bisa merasakannya sampai hari ini.

Apa?

IDA

Apakah ini

yang dilakukan gadis saat ingin disukai pria?

Itu berarti

pria yang disukai Hashimoto adalah…

Ida?

Harusnya aku tahu.

Hashimoto selalu sangat rendah hati.

Itu juga yang aku suka darinya.

Kita akan mulai setengah jam lagi.

Fokus, Semuanya.

Maaf. Aku menjatuhkan ini.

Tunggu.

"Tunggu" apa?

Di situ tertulis "Ida" dan lambang hati. Apa maksudmu dengan itu?

Kau salah paham. Ini bukan penghapusku.

Lalu milik siapa?

Ini…

Tidak. Aku tidak mungkin mengkhianati kerendahan hati Hashimoto.

Ya, ini milikku.

Ini penghapusku.

Kau serius?

Semua sudah dapat lembar soal? Mulai!

Selamat tinggal, Hashimoto.

Selamat tinggal,

Cinta Pertamaku.

EPISODE 1

MINUMAN ENERGI

Sudah jelas tertulis "Ida" dengan lambang hati.

Lambang hati? Sungguh?

Sejak kapan? Kenapa aku? Kami bukan teman akrab.

Bahkan, kapan kami mengobrol?

Tempo hari?

Hei, Ida. Kancingmu lepas.

Terima kasih.

Sebelumnya juga.

Biar aku bantu. Aku bawakan setengahnya.

Terima kasih.

Sebelum itu juga!

Kau tidak punya payung? Aku akan mengantarmu setengah jalan.

Terima kasih.

Kemarilah.

Sebenarnya kami sangat akrab!

Ida.

Apa?

Jadi…

bagaimana hasil tesmu?

Aku sama sekali tidak bisa fokus.

Begitu rupanya.

Kau punya waktu sepulang sekolah?

Aku ingin membicarakan kejadian tadi.

Tidak bisa sekarang?

Tidak, jangan sekarang.

Nanti orang lain mendengar.

Di atap usai sekolah.

- Kau lapar? - Ya. Tentu saja.

- Aku hanya punya permen keras. - Aku mau.

Ini buruk!

Dia benar-benar salah paham.

Aku tak punya pilihan selain berkata jujur.

Aoki!

Bisa kembalikan penghapusku?

Maaf.

Ini.

- Kau sangat membantu. Terima kasih. - Tidak masalah.

Ada apa?

Aoki…

Apa kau kebetulan…

membacanya?

Apa?

Sudah aku duga! Kau baca.

Maafkan aku.

Tidak perlu minta maaf.

Harusnya aku berterima kasih.

Apa?

Aku agak khawatir tadi.

Aku kira kau akan menggodaku soal ini.

Aku tidak akan pernah melakukan itu.

Terima kasih sudah merahasiakannya.

Hashimoto, kau tak akan menyatakan?

Apa?

Menyatakan kepadanya.

Aku? Aku tidak bisa melakukan itu!

Aku yakin dia sudah menyukai orang lain.

Hashimoto, dia pasti akan jatuh cinta kepadamu. Aku serius.

Kau memang baik, Aoki.

Namun, untuk sekarang, melihatnya dari kejauhan saja sudah cukup.

Dia cinta pertamaku, jadi, sangat berharga.

Aku mengerti perasaanmu.

Kalau begitu, kau juga menyukai seseorang.

Apa? Ya.

Kau pria baik, Aoki. Pasti kau berhasil. Aku mendukungmu!

Terima kasih. Aku juga mendukungmu.

Baik, mari kita rahasiakan ini di antara kita saja.

Baik.

- Kita berjanji. - Benar.

Aku bersumpah!

Aku akan melakukan apa pun demi melindungi kebahagiaan Hashimoto!

Maaf. Kau sudah lama menunggu?

Tidak.

Kumohon!

- Maaf. - Mohon rahasiakan!

Apa?

Tolong jangan beri tahu orang-orang tentang penghapus itu.

Untuk apa aku memberi tahu orang-orang? Itu tidak menguntungkanku.

Kau bisa saja menggodaku atau membicarakannya dengan teman-temanmu.

Seperti kataku, itu sama sekali tidak menguntungkanku.

Kau tahu… Kau pria yang baik.

Apa?

Sekarang aku mengerti.

Itulah yang menarik darimu.

Tunggu! Bukan itu maksudku!

Aoki, aku tidak tahu bagaimana perasaanmu.

Jadi, jika sikapku membuatmu berharap, aku minta maaf.

Sudah kubilang! Kau salah paham!

Bukan itu maksud tulisan di penghapusnya!

Lalu, apa artinya?

Sial! Lupakan saja, ya?

Sampai nanti!

Itu yang kau inginkan?

Apa?

Maksudku…

Tidak ada alasan untuk bersikap seolah-olah kau tidak memendam rasa.

Namun, sayangnya, aku tidak bisa membalas.

Perasaanku…

Ida.

Aku…

Jangan menangis.

Bukannya aku ingin kau melihatku menangis.

Tetap saja, aku tak bisa jadi pacarmu.

Aku sungguh minta maaf.

Boleh aku memukulmu?

Kenapa?

Agar aku merasa lebih baik!

Hei… Tunggu! Hentikan, Kawan!

Sekarang aku mengerti. Kue itu untuknya.

Kau yakin ingin aku makan kue terakhir?

Ya. Jika tidak ada yang memakannya, aku harus membuangnya.

Benarkah? Sayang sekali! Ini juga sangat lezat!

Terima kasih.

Memberikannya ternyata sangat sulit.

Aku menjadi sangat gugup.

Aku benar-benar putus asa.

Sebenarnya dia ingin memberikan kue itu kepada Ida.

Namun, meski begitu,

sejak hari itu…

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left