The first 200 lines.
Ini kanker pankreas stadium empat.
Itu menyebar ke hati dan ginjalmu.
Kau memiliki beberapa opsi, tapi itu hanya memperpanjang masa hidup.
Ini sudah cukup panjang.
Berapa lama perkiraannya?
Empat, mungkin lima bulan.
Aku merasa baik saja.
Rasa sakitnya akan datang.
Aku terbiasa dengan rasa sakit.
Hei, Max!
Max!
Bagaimana?
Aku pernah yang lebih buruk.
Kau akan melakukan operasi atau sesuatu?
Sesuatu.
Kau butuh sesuatu?
Aku tak apa.
Pemberitahuan Tunggakan
- Ibu. - Ya.
Ini bukan Frosted Flakes.
Sereal ini benar-benar membuat mulutku terbakar.
Oke, ibu paham, serealnya tak enak.
Ini.
- Setengah? - Maaf, sayang.
Kita harus sedikit menghematnya.
Kita butuh asuransi lebih baik.
Kenapa kau tak tuliskan keluhanmu ke bentuk makalah,
Lalu ibu akan bicara ke manajemen.
Tunggu, minta uang ke Ayah.
Oke, akan ibu urus itu.
Mesin pemanas air itu tidak membantu,
Tapi ibu ada ekstra sif minggu ini, jadi kita akan baik saja.
Jika aku kejang, itu salahmu.
Apa?
Hei, hei, hei.
Hentikan. Ibu tak suka itu. Itu tidak bagus.
Ayo cepat.
Kita akan terlambat.
Peringatan hawa panas berlebih hari ini,
Las Vegas diperkirakan menemui suhu 40 hingga 43 derajat Celsius.
Bukan hanya hari ini, tapi juga besok.
Pahrump Valley 39 hingga 41, dan Roseland 43 hingga 47.
Ini baru permulaan. Kita memiliki peluang...
Apa bekal makan siangku?
Ibu buatkan kau roti selai kacang andalan ibu dan sedikit jeli.
Tapi ibu membuatnya dengan cinta.
- Ibu, aku bukan bocah lagi. - Apa?
Kau bocah ibu.
Teman-temanmu bahkan tidak melihat.
- Para orang dungu itu bukan temanku. - Hei.
Pergilah. Keluar dari sini. Jadilah pintar.
- Aku sayang Ibu. - Ibu lebih menyayangimu.
Hei, pecundang!
Hei, tukang kejang!
Maaf, pak. Akan aku berikan kau yang tanpa ketumbar.
- Hei, pelayan, permisi. - Aku akan segera melayani kalian.
Apa kalian sudah cukup dengan minumanmu?
- Pesananmu baru saja... - Oke, terima kasih.
Oke, aku segera kembali.
Aku tidak melupakanmu. Aku akan bawakan salsa mu.
Maxine, taco vegan, meja delapan.
Dan ini ekstra kejumu.
Tak ada istilahnya kebanyakan keju, benar?
Sipir ingin bertemu kau.
- Sekarang? - Tidak. Natal 2025.
Ayo, bos.
Oke, aku akan tambah airmu.
Hei, Maxie. Hei, hei.
- Hei, kau ada waktu? - Kenapa kau ke sini?
Apa? Tak ada "apa kabar"?
"Senang melihatmu?" Kau terlihat menawan, sayang.
- Apa maumu? - Aku takkan lama, oke?
Aku takkan mengganggumu jika ini tidak penting.
Kau mau uang? Karena aku tak punya uang.
Demi Tuhan, tidak, aku tak butuh uang.
Aku ingin bertemu anakku.
Oke, manajerku baru kembali. Jadi pergilah. Pergi.
Kenapa kau selalu melakukan itu?
Kau selalu membuatku terlihat seperti bajingan didepan orang lain.
Aku hanya butuh waktu sebentar.
Semuanya baik, Maxine?
Ya, semua baik.
Aku hanya berusaha bicara dengan istriku.
Maaf, dia akan pergi.
Tidak, aku akan pergi, Tom, setelah istriku ini,
- Bicara kepadaku... - Aku bukan istrimu!
- Apa aku harus panggil polisi? - Tidak, tidak, tidak.
Panggil polisi? Untuk apa, berengsek?
- Oke, pak, aku mau kau pergi. - Kau mau aku pergi?
- Apa yang akan kau lakukan? Apa? - Berhenti! Berhenti!
- Siapa saja hubungi 911. - Hubungi 911?
Tidak... Tidak, Tom.
Hei, kenapa kau tidak pergi?
- Kau harus pergi. - Oke, tak masalah, Tom.
- Ini salahmu. - Ada apa denganmu?
Aku mau bertemu dia.
- Benar-benar orang bajingan. - Aku tahu itu. Aku minta maaf.
Tom, aku sangat minta maaf.
Aku harus memecatmu.
Maaf.
Sial.
Kau masih punya keluarga, Max?
Tidak.
Aku tahu kau punya seorang putri.
Lalu kenapa kau bertanya?
Kau sudah berbuat banyak di sini...
...dengan membantu yang lain bebas alkohol.
Kau sudah berperilaku baik.
Aku sudah bicara dengan dewan bebas bersyarat.
Sekarang, jika putrimu bersedia,
Kau bisa menjalani sisa harimu,
Sebagai tahanan rumah.
Aku bisa membuat ini cepat terwujud untukmu,
Tapi putrimu harus setuju untuk itu.
Aku sudah lama tak bicara dengan anakku.
Kami sedarah, bukan keluarga.
Setidaknya sudah tidak lagi.
- Halo? - Hai, ini kantor kepala sekolah.
Kami ingin kau datang menjemput anakmu.
- Astaga. Oke, aku ke sana. - Kami menemui masalah.
Dia berkelahi dengan beberapa anak saat makan siang hari ini.
- Beberapa anak? - Ya.
Anak lainnya sudah diskors, tapi ini akan masuk ke laporan Ezra,
Dan dia akan jalani masa hukuman satu minggu kedepan.
Untuk apa, dipukuli?
Maaf, anakku diserang dan dia mendapat hukuman?
Maaf, ini peraturan.
Peraturanmu payah.
Kau tahu dia mengidap epilepsi. Bagaimana jika dia kejang?
Apa yang akan kau lakukan? Mengeluarkan dia?
Kami tak bisa membuat pengecualian hanya untuk satu murid.
Ini omong kosong.
Sekarang dia memiliki tanda di laporannya untuk yang tidak ada.
Kami memiliki kebijakan ketat menentang perkelahian.
Dia tidak berkelahi.
Anakku murid pengecualian,
Yang mengalami masa sulit...
...karena ibunya membuat semacam kesalahan bodoh.
Bukan dia, aku.
Peraturan menyatakan...
Kepalamu masuk begitu dalam ke bokong birokratmu,
Hingga tak bisa melihat kau melukai anak tidak bersalah?
Apa ini benar-benar contoh yang kau ingin tetapkan didepan Ezra?
Sebenarnya, ya. Ya, itu benar.
Ayo, kita pergi.
Itu tadi keren, Ibu.
Kau harusnya pergi menjauh.
Apa? Itu yang aku lakukan.
Kau harusnya pergi lebih cepat.
Ibu marah denganku? Aku tak melakukan apa-apa!
Tidak, tapi kau bisa melakukan sesuatu...
...agar keluar dari situasi itu.
Ini.
Oke, itu sangat perhatian.
- Terima kasih kembali. - Pergi ke kamarmu.
Itu rencanaku.
Tunggu sebentar... Bisa kau tolong angkat itu?
Astaga. Naik atau turun. Bulatkan pikiranmu.
Halo?
Halo. Apa...
Apa Maxine ada?
Tunggu, ini siapa?
Aku tidak tahu. Mereka memanggilmu Maxine.
Halo?
Halo?
Maxine?
Ya.
Ini...
Ini Ayah.
Bagaimana kabarmu?
Apa tadi anakmu?
Apa maumu?
Ayah hanya ingin tahu bagaimana kabarmu.
Omong kosong. Kau mau sesuatu. Apa?
Ayah akan segera bebas.
Dan itu urusanku, karena...?
Mungkin ini ide buruk.
Ya, itu sangat benar.
Tunggu sebentar...
Ayah sakit, Maxie.
Kau disana?
Ya. Kau sakit. Lalu kenapa?
Waktu ayah tak lama lagi.
Intinya, kepala sipir berikan ayah tawaran.
Dengar, aku tak punya waktu untuk basa-basi,
Jadi langsung katakan intinya.
Dari sisa masa hidup ayah,
Ayah ingin menghabiskannya bersamamu.
Sungguh?
Kepala sipir bilang jika kau menyetujuinya untukku,
Ayah bisa habiskan hari-hari terakhirku denganmu,
Di luar tempat ini.
Pembebasan karena rasa iba.
Kau masih disana?
Kau sangat berani menghubungiku setelah 12 tahun,
Untuk bilang padaku jika kau ingin tinggal denganku?
Ayah pikir mungkin...
Yang kau pikirkan salah. Jangan hubungi aku lagi.
Oke, oke.
Tolong jangan tutup. Ayah minta maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.