The first 200 lines.
HEARTBEAT
SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,
SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI
Dia tak mau mengisap darahmu sampai kering,
jadi, dia mati sendirian.
Tidak, Woo-hyeol.
Woo-hyeol.
Kenapa kau pergi seperti ini?
Bagaimana bisa hatiku begitu sakit
padahal tak bisa berdetak?
Woo-hyeol.
Maafkan aku.
HEARTBEAT EPISODE 15
Permisi.
Bisakah kau melacak ponsel untukku?
Ada seseorang yang harus kutemukan.
Begitu, ya.
Sayangnya, itu akan sulit kecuali kau pemilik perangkat itu.
Maafkan aku.
Di mana dia?
Hei, Sang-hae!
Kau sudah menemukan Kak Woo-hyeol?
Belum?
Bagaimana ini?
Aku meminta semua orang yang kukenal untuk memberitahuku
kalau atau saat mereka melihat Woo-hyeol.
Terima kasih, Rose.
Bukan apa-apa. Aku harus membantu.
Bagaimana kita menemukannya di saat dia pergi untuk mati?
Siapa bilang dia sekarat?
Kita pernah menemukannya bahkan saat dia sembunyi di gua untuk menjadi manusia.
Kita juga akan menemukannya kali ini.
Apa pun yang terjadi.
- Teruslah mencari. - Ayo, Sang-hae.
Nomor yang Anda tuju tidak aktif.
Anda akan terhubung ke kotak suara.
Selamat Hari Darah.
Kau akan minum darah penuh cinta dan menjadi manusia.
Kurasa itu bukan ide bagus.
Kenapa tidak? Bukankah kau ingin segera menjadi manusia?
Aku ingin melindungimu selama mungkin.
Itu sebabnya dia mengatakan itu.
Dia akan pergi.
Pembangunan kembali lingkungan ini
seharusnya sudah dilakukan sejak lama.
Sayang sekali.
Ini masih belum terlambat.
Tentu belum. Kami selalu siap untuk pembangunan kembali.
Sayangnya,
ada sesuatu yang membuatku khawatir.
Sesuatu yang membuatmu khawatir?
Shaded Oasis.
Wisma Tamu Shaded Oasis?
Ada apa dengan tempat itu?
Aku mendengar rumor aneh tentang rumah itu.
Rumor...
Aneh?
Kak Gi-suk.
Kak!
Astaga, kau mengejutkanku!
Apa yang kau pikirkan sampai tidak sadar aku masuk?
Aku bisa saja pelanggan.
Ini soal kemarin.
Aku terus memikirkan perkataan wanita itu.
Tentang vampir yang tinggal di wastu itu?
Ya.
Astaga, vampir? Itu tidak masuk akal.
Dia tampak normal, tetapi mungkin tidak.
Pak Darah Lembu yang tidak normal.
Kenapa kau berkata begitu?
Dia selalu datang membeli darah lembu,
cara bicaranya juga lucu.
Dia jelas tidak normal.
Ayolah, mungkin dia hanya suka sup darah lembu.
Jangan langsung menyimpulkan.
Kita lihat saja nanti.
Katakan kenapa kau butuh darah setengah vampir,
lalu akan kuberi tahu yang kutahu.
Menghindari takdir yang tidak terelakkan.
Takdir?
Aku butuh darah setengah vampir untuk menghindari takdir mati muda
yang diwariskan keluargaku.
Manusia tidak berubah, bukan?
Siapkan senjata yang terbuat dari kayu hawthorn dan perak.
Pisau paling sempurna
untuk membunuhnya selamanya.
Bekas luka yang hanya dimiliki setengah vampir.
Jika menusuk luka itu lebih dalam,
kau akan bisa mendapatkan keinginanmu.
Pak Shin.
Tentang rumah yang kau minta kuselidiki...
Ya.
Kau menemukan sesuatu?
Sepertinya Lee Man-hwi
mengurung manusia di sana
dan mengisap darah mereka.
- Apa? - Lalu...
Ayahnya Nona Joo In-hae yang hilang
dikurung di rumah itu dan baru-baru ini dibebaskan.
Kau menculik dan mengurung manusia hidup untuk mengisap darah mereka.
Apa kau sudah gila?
Aku harus bertahan hidup.
- Tetap saja, kenapa kau... - Sial!
Ada apa denganmu?
Kita sama-sama butuh darah orang lain untuk hidup.
Aku hanya melakukan apa yang diminta Na Hae-won.
Bu Na?
Entah apa yang merasukinya, tetapi dia terus memikirkan wastu itu.
Dia menyuruhku membawanya kepadanya, apa pun caranya.
Kau tahu dia bisa seperti apa.
Karena pemilik rumahnya sangat bersikeras tidak menjualnya,
kurasa Bu Na ingin dia mati.
Itu sebabnya aku mengurungnya.
Kau menculik seseorang demi sebuah wastu?
Begitukah cara kalian?
Ada apa?
Kau kesal karena aku macam-macam dengan ayahnya Joo In-hae?
Apa kalian berpacaran?
Kau masih tidak mengerti?
Kau menghancurkan sebuah keluarga dengan menculik dan mengurungnya!
Benar sekali.
Dia seharusnya menjual rumah itu saat kusuruh baik-baik.
Dia yang membesar-besarkan masalah dengan bersikap keras kepala.
Inilah akhirnya.
Aku tidak mau berurusan denganmu lagi.
Kau pikir bisa menangkap Seon Woo-hyeol tanpa aku?
Kau yang bilang sudah menangkapnya, padahal belum.
Sial.
Seon Woo-hyeol.
Seharusnya aku membunuhnya saat itu.
Aku akan melakukannya sendiri.
Silakan.
Itu tidak akan mudah.
BADERICH PENGEMBANGAN REAL ESTAT
Aku memintamu jangan mengusik wastu ini.
Kepala Pelayan Joo menemukan ayahnya, dan akhirnya akan bahagia.
Terlalu kejam jika membuatnya melalui kesulitan lagi.
Tolong lepaskan keserakahanmu atas wastu itu.
Dia bilang dia mewarisi wastu itu.
Tidak mungkin.
Apa mendiang ayahnya hidup kembali?
Bu Na,
apa kau kenal pria bernama Lee Man-hwi?
Kenapa kau bertanya?
Bagaimana kau mengenalnya?
Kurasa bukan itu yang penting.
Apa yang dia katakan benar?
Apa kau menyuruhnya menculik dan mengurung ayahnya In-hae?
Apa katamu?
Itukah yang dia katakan padamu?
Ayahnya baru saja dibebaskan dari rumah Lee Man-hwi.
In-hae mewarisi wastu itu karena ayahnya resmi dinyatakan meninggal.
Kau memalsukan kehilangannya, padahal dia masih hidup.
Haruskah kau bertindak sejauh ini?
Hanya demi sebuah wastu?
Kau sungguh percaya omong kosong itu?
Penculikan dan penyekapan?
Kau pikir aku gila?
Kau sendiri yang bilang
bahwa kau selalu mendapatkan keinginanmu.
Kudengar perusahaanmu merencanakan pembangunan kembali Gongcheon-dong.
Jika tujuanmu Shaded Oasis,
sebaiknya kau berhenti sekarang.
Tidak.
Aku tak berniat melakukan itu.
Aku harus menyelesaikan apa yang kumulai.
Aku tidak menduga kau akan meneleponku.
Kau.
Rumor apa yang kau sebarkan tentangku?
Apa maksudmu?
Ada apa dengan penculikan dan penyekapan ini?
Kenapa kau menyalahkanku atas perbuatanmu?
Kau meneleponku setelah sekian lama untuk mengatakan itu?
Aku menyuruhmu membeli wastu, bukan menculik orang.
Kau menyuruhku membawanya padamu, apa pun caranya.
Aku melakukan apa yang diperintahkan.
Apa?
Apa kau gila?
Aku memang hampir gila, jadi, jangan ganggu aku.
Apa kau tahu keadaanku karena Seon Woo-hyeol?
Kututup teleponnya.
In-hae, sudah makan malam?
In-hae.
Apa ada masalah?
Ayah.
Woo-hyeol menghilang.
Apa maksudmu?
Dia meninggalkan wastu ini...
selamanya.
Seharusnya aku ada untuknya.
Dia selalu ada untukku saat keadaan sulit.
Apa yang harus kulakukan jika dia pergi tanpa sepatah kata pun?
Bagaimana aku bisa hidup?
In-hae.
Akulah alasannya...
dia tak bisa menjadi manusia.
Aku membuka peti matinya sehari lebih awal.
Ini semua salahku.
Aku yang harus disalahkan.
Dia bisa mati jika kita meninggalkannya sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.