The first 200 lines.
Episode 13- Find Yourself
Synchronizer Timing - By Yulia Chan [email protected]
Apa orang lain rela bekerja keras
memberikan dukungan finansial
untuk pacar mereka seperti aku?
TOTAL 4.200 YUAN YUAN SONG
Hei.
Berpacaran butuh uang banyak, bukan?
Tidak juga. Kenapa kau bertanya?
Aku hanya penasaran.
Apakah wanita merepotkan
dan apakah kau harus belanja banyak hadiah karena mereka mau segalanya.
Berpacaran memang merepotkan.
Jadi, kau harus menikmatinya.
Hadiah tidak bisa dihindari.
Tentang jumlah uang yang dibelanjakan,
pertahankan sesuai kemampuanmu.
Bukankah kau tinggal di apartemen studio di sebelah Taman Danau Barat?
Bukankah biaya sewa di sana mahal?
Sekitar 4.000 sampai 5.000 yuan?
Gajimu bahkan tidak bisa menutup biaya hidupmu.
Keluargamu membantumu, bukan?
Mereka membantu,
tapi aku juga kerja paruh waktu.
Pekerjaan paruh waktu?
Penghasilanmu pasti banyak.
Kurasa begitu.
Gajinya lebih besar daripada pekerjaan kita.
Kenapa kau bertanya?
Semua sepatumu mahal.
Benarkah?
Keluarga membelinya untukku.
Begitu rupanya.
Apa kau
menemukan kartunya?
Sial! Aku mati!
Istriku marah sekarang.
Apa maksudmu? Kartu apa?
Bukan apa-apa.
Istri apa yang kau maksud?
Kau punya pacar?
Istriku di dalam gim.
Aku membantunya meningkatkan level dan beli penampilan.
Ini juga mahal.
Hubungan daring?
Bukan.
Kami hanya pasangan dalam gim. Kami bermain bersama.
Jika ini hubungan daring, beli penampilan tidak cukup.
Percayalah padaku.
Kau harus menemukan pacar asli.
Itu jauh berbeda dari istri di dalam gim.
Seolah aku tidak tahu.
Orang tuamu memberimu
semua keuntungan yang dibutuhkan untuk menarik wanita.
Sedangkan aku,
penampilan rata-rata. Gajiku rata-rata,
dan aku naik kereta.
Aku hanya kutu buku. Kita berdua tahu pencapaianku tidak akan besar.
Wanita dimanja oleh orang tua mereka.
Menyedihkan jika mereka memacariku.
Aku harus hidup sepi sendirian saja.
Hidup sepi sendirian lebih baik daripada menyeret orang mengikutimu.
Pria sepertimu memang langka.
Apa kau pikir aku perlu dipuji oleh pemuda sepertimu?
Maafkan aku!
- Aku terlambat. - Tidak masalah!
- Kalian menunggu. - Tidak masalah.
Semua orang punya hari sibuk.
Pak Zhao, ayo kita berdiskusi cepat
lalu kau bisa istirahat selama akhir pekan.
Bagus. Begini, menurutku akan terlihat megah
setelah mengecat warna biru, tapi ternyata tidak sesuai dugaanku.
Ini bukan yang aku mau.
Aku bukan pembaca pikiran.
Bagaimana mungkin aku tahu apa yang kau mau.
Tentang itu, Pak Zhao.
Begini, di dalam kontrak kita,
tertulis bahwa kami hanya menyediakan satu pengecatan ulang gratis.
Tentu saja, karena kau akan tinggal di sini,
kau harus menyukai warnanya.
Tapi akan ada biaya tambahan.
- Selain cat, pegawai... - Jangan khawatir!
Biarkan saja warnanya.
Tapi aku mau tembok ini
dirobohkan!
Astaga.
Apa kau mau ke...
Halo?
Aku baru selesai kerja.
Di mana kau?
Tentu.
Baik. Aku harus melakukan sesuatu. Aku akan pergi.
Dah.
Itulah kehidupan.
Ketika takut sendirian, kau jadi sendirian.
Di mana alat ukurku?
Yuan Song! Apa kau membawa alat ukurku?
Tunggu!
KOPI ESPRESO
Alat...
Selamat datang!
Selamat datang!
Bagaimana renovasinya?
Desainnya sudah selesai.
Mereka mulai di pertengahan bulan.
Saat itu terjadi, aku bisa bertemu pria idamanku setiap hari.
Tenanglah.
Aku sudah memikirkannya.
Aku juga setuju bahwa kalian berdua tidak cocok.
Apa maksud Paman dengan "juga"?
Bukankah asisten profesor itu
membahas perbedaan finansial kalian?
Dengar, harga hidangan ini lebih dari seribu yuan.
Belanjaanmu lebih dari 10.000 yuan.
Jika kau sangat menyukainya, jangan memberatkan dia.
Jangan merusak harga dirinya.
Ditambah lagi, saat ini dia punya pacar.
Ingat apa yang kuajarkan padamu?
Seberapa bagus pun sesuatu, jika itu bukan milikmu,
jangan menyentuhnya.
Paman sangat bertentangan!
Aku bukan berusaha merusak hubungan mereka.
Paman yang menyuruhku untuk selalu memperhatikan dan menunggu kesempatanku.
Jadi, aku menunggu! Tidak bolehkah aku menunggu?
Terkadang, emosi dan pikiran rasional saling bertentangan.
Secara emosi, aku mendukungmu dan kau harus berusaha keras.
Tapi secara rasional,
kau harus berhenti.
Usiamu sedang masa-masa puncak.
Menunggu hanya akan menyia-nyiakan masa mudamu.
Aku siap menyia-nyiakan seluruh hidupku, masa mudaku tidak sebanding.
Selamat datang!
Paman, jujurlah padaku.
Apa Paman khawatir aku akan menghabiskan uang Paman dan orang tuaku demi pria?
- Bukankah itu rencanamu? - Itu rencanaku.
Karena itu aku tidak khawatir tentang itu.
Aku hanya menyarankan, ini saatnya untuk mengganti sasaranmu.
Itu saja?
Itu saja.
Pamanku tidak akan bohong padaku.
Aku akan memikirkannya.
Makanlah.
Kau masih tumbuh.
Kau tidak makan sehat di kampus.
Paman yang harus makan lebih banyak.
Berat badan Paman menurun.
Jangan kerja terlalu keras demi uang.
Aku tidak bisa menghabiskannya.
Omong-omong, bagaimana keadaan dengan Bibi?
Dia masih bingung.
Aku menunggunya untuk berpikir lurus.
Kita berdua menunggu.
Satu saja sudah berlebihan.
Jika kita berdua menunggu,
keluarga Ye hanya akan punya cadangan.
Paman sudah tua.
Masa kejayaan Paman sudah lewat.
Jika tak bisa berhasil, jangan membuang hidup.
Gantilah sasaran Paman.
- Kau yang ganti. - Baik, jika Paman mengganti.
Untuk apa memintamu jika aku bisa?
Kenapa harus ada yang mengganti?
Demi kehormatan keluarga.
Tampaknya keluarga Ye hanya akan punya cadangan.
Halo, Song Xue?
Aku di rumahmu.
Apa kau makan malam di rumah?
Kenapa kau di sana?
Ceritanya panjang.
Aku sekarat.
Kapan kau pulang?
SONG XUE 18.32.
Aku akan pulang sekarang.
Dah.
Maaf. Rapatnya masih belum selesai.
- Apa kau lapar? - Tidak.
Temanku datang ke rumahku. Jadi, aku harus pulang sekarang.
Baiklah.
Apa kau bebas besok?
Besok tidak bisa.
Aku menghadiri pernikahan.
Pernikahan Li Haomiao?
Kau ingat?
Dengan jelas.
Kalau begitu kabari aku.
Ayo bicara nanti.
- Dah. - Dah.
Ini.
Apa udang masakan Kakek He enak?
Enak. Tahu buatan Nenek He
juga enak.
- Lihat dirimu. - Bicaranya manis.
Dia tahu cara memuji.
Aku pulang.
Kau sudah pulang.
Ibu Baptis Kecil sudah pulang?
Ada Kacang di sini?
Di mana ibunya?
Jangan dibahas.
Ibu mertua Xiaoyu jatuh. Dia sedang di rumah sakit.
No comments yet. Be the first to leave one.