The first 200 lines.
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Episode terakhir"
Kamu sedang kurang sehat. Kamu tidak boleh minum alkohol.
Aku baik-baik saja. Aku mengeluarkan ini saat bersih-bersih.
Aku bisa tinggal di sini untuk sementara, bukan?
Tentu saja.
- Untuk sementara? - Ya.
Sampai kita meminum semua anggur itu di sana.
Kupikir kamu pasti sangat kesakitan.
Aku datang untuk melindungimu.
Aku ingin melindungimu entah bagaimana,
bahkan dari jauh.
Dari jauh?
Dari jauh?
Ayahku sudah melindungiku dari jauh.
Aku ingin ikut denganmu.
Kamu juga bekerja lembur.
Ini bukan inspeksi yang sulit,
jadi, aku akan datang dan membantu jika selesai lebih awal.
Baiklah.
"Jaehan Holdings"
Aku tahu itu hanya perusahaan cangkang, tapi...
"Jaehan Holdings"
Kamu baik-baik saja?
Pak?
Pak.
Halo?
Halo? Ada orang di sana?
Pak. Bangun. Pak.
Pak!
Ayo masuk.
"Ruang Operasi"
- Di mana walinya? - Aku.
Jadi, dia Pak Yoon Moo Il...
Apa yang terjadi kepada ayahku?
Kondisinya cukup buruk,
jadi, kami akan minta Anda menandatangani formulir persetujuan.
Sesuai perintah Anda, aku akan mengurusnya pada tanggal itu.
Baiklah. Selain itu...
Ada hal lain yang Anda ingin aku lakukan?
Akan kuberi tahu nanti.
- Kerja bagus. - Terima kasih, Pak.
Terima kasih.
"Bangsal pasien A, Ruang Operasi"
Saat ini, pasien
tidak sadarkan diri.
Kami akan terus memonitor perkembangannya.
Ini bukan kali pertama hal seperti ini terjadi.
Ayahku sudah cukup lama mengalami depresi.
Setelah pingsan saat orang tuamu meninggal,
ayahku menderita karena rasa bersalah.
Rasa bersalah?
"167 Gureum-ro, Narae-myeon, Paju, Gyeonggi, Taman Peringatan Haemil"
Ini alamat taman peringatan yang Ayah kunjungi sesekali.
Sudah kuduga kamu mencari ini.
Sampai sekarang,
aku tidak bisa lengah.
Kamu menyelamatkan ayahku.
Terima kasih.
"Makam Jang Dong Won dan Jeon Hyun Ji"
Astaga. Sayang!
"Makam Jang Dong Won dan Jeon Hyun Ji"
Aku berlari keluar dari kegelapan sendirian.
"Polisi tepercaya, negara aman"
Aku terus berlari menuju secercah cahaya.
Aku menemukan sebuah keluarga.
Berkat orang-orang ini,
aku menemukan jalanku ke suatu tempat.
"Perjanjian Transfer Saham"
"Perjanjian Transfer Saham"
Selamat
telah menjadi rekanan Taeil Accounting.
Semua rekanan lain sudah setuju,
jadi, kamu hanya perlu menandatanganinya.
Kamu sangat pandai
memikirkan kejutan seperti konsorsium serikat bank,
tapi kurasa ini kejutan bagimu.
Namun, aku belum...
Aku memberimu posisi ini karena kamu memenuhi syarat.
Aku mengambil langkah pertama sebelum firma lain merebutmu.
Mulai sekarang,
Bank Jisan akan mendengarkan apa pun yang kamu katakan.
Reputasimu dalam menyelamatkan bank yang terancam
akan mengukuhkan dirimu sebagai Akuntan Han Seung Jo
untuk waktu yang lama.
- Halo. - Halo.
Syukurlah operasi bank bisa cepat pulih.
Ini semua berkat kamu, Pak Han.
Tanpa konsorsium bank yang kamu buat,
itu mustahil.
Anda terlalu baik.
Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.
Benar juga. Aku mendengar kabar baik.
Kamu menjadi rekanan?
Selamat.
Terima kasih, Pak.
Benar juga. Putriku bilang
ada pria yang terkenal tampan di Taeil.
Aku bertemu dengannya beberapa hari lalu.
Dia memang tampan.
Ya.
Halo, Presdir Jin.
Halo. Senang bertemu denganmu lagi.
Kurasa bukan aku.
Saat kamu mengunjungi Bank Jisan tempo hari,
kamu mengatakan sesuatu seperti...
Benar. Aku menyarankan membuat proposal untuk memperluas kelayakan
dan membatasi pinjaman obligasi Bank Korea
untuk mempersiapkan kejadian seperti bank run.
Begitu rupanya.
Boleh aku tahu alasannya?
Jika Anda menjual obligasi dengan harga yang sangat rendah,
Anda bisa langsung mendapatkan arus kas,
tapi pada akhirnya, itu hanya akan merugikan bank.
Alih-alih begitu, kupikir
jika pemerintah akan memberikan pinjaman untuk utang itu,
Anda bisa mempertahankan harga obligasi
dan mungkin meminimalkan kerugian bank.
Begitukah?
Karena kini aku sudah meninggalkan Taeil,
kamu harus memindahkan posisiku.
Baik, Pak.
Aku akan menyelesaikannya secepat mungkin.
Pindah ke bank
dan perlahan berusaha di sana bukan pilihan yang buruk.
Seluruh tim melawan orang yang bertanggung jawab.
Kenapa?
Pagi-pagi sekali dan pada akhir pekan,
"Halo. Bisakah kamu mengakses internet sekarang?"
Saat tidak bisa tidur, aku bekerja pada malam hari, bahkan saat libur.
Aku sangat membencinya.
Kamu baik-baik saja atau berpura-pura baik-baik saja?
Apa maksudmu?
Aku tahu kamu merasa tersesat karena kehilangan tujuan dalam semalam,
tapi kamu sudah berhari-hari melamun.
Kamu pikir aku tidak menyadarinya?
Kudengar kamu mengunjungi makam orang tuamu.
Ya.
Kamu baik-baik saja?
Aku tidak bisa bilang ya atau tidak.
Lagi pula, dia ayahku.
Kurasa keadaanku lebih baik daripada keadaanmu.
Aku sudah melakukan semua yang harus kulakukan.
Kalau begitu, bekerjalah sekarang.
Bekerjalah sesuai gajimu.
Kamu belum ditugaskan untuk proyek apa pun, bukan?
Sudah.
Yang benar saja.
Kamu pergi saat senior bicara?
Lakukan sesuai perintah.
Kamu mempekerjakanku untuk itu?
Mana mungkin? Kamu pikir kamu sehebat itu?
Tentu saja tidak.
Benar juga.
Kamu tahu Ho Woo kembali?
Dia kembali?
- Bukankah dia perjalanan bisnis? - Perjalanan bisnis?
Dia menghilang.
Apa? Astaga.
Sebuah pengelola dana ekuitas swasta jatuh,
dan departemen penasihat benar-benar kacau.
Kenapa Ho Woo menghilang?
Sudah jelas.
Dia kabur karena diremehkan karena tidak punya gelar sarjana.
Beraninya dia kembali.
Ke mana lagi dia bisa pergi?
Apa yang dilakukan lulusan SMA?
Melakukan tugas.
Selain keuangan...
Ada apa dengan lulusan SMA?
Dia bekerja lebih keras dan lebih baik daripada kalian.
Di mana kalian bersembunyi beberapa hari ini?
Lakukan sesuatu yang produktif, bukan menjelek-jelekkan orang lain.
- Sekarang pergilah. - Baik, Pak.
Ayo.
Para auditor itu memang keterlaluan.
- Apa yang terjadi? - Begini...
- Kamu memilikinya? - Ya.
Aku memasaknya dengan cinta.
Semoga kamu menikmatinya.
Baik, terima kasih.
- Astaga. - Enak sekali.
Jangan gugup. Santai saja.
Santai dan makanlah dengan nyaman hari ini.
Bagaimana kamu akan menjalani hidup mulai sekarang,
di mana kamu akan hidup sebagai keluarga,
dan berapa anak yang akan kamu miliki.
Jangan pikirkan itu saat makan.
Santailah dan makan saja.
Baiklah, maaf.
Kalian bisa tersedak.
Bagaimana rasanya setelah semuanya berakhir?
Kamu merasa lega?
Kukira aku akan lega.
Namun, aku belum tahu.
Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang.
Pikirkan itu denganku.
Tidak usah terburu-buru.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.