Specials

Release info

세상에서 제일 예쁜 내 딸ㆍMy Prettiest Daughter In The WorldㆍE53-E54-NEXT-VIU
세상에서 제일 예쁜 내 딸ㆍMother of MineㆍE53-E54-NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-06-23
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 53"

Apa?

Apa itu?

Pimpinan ingin menemui Anda.

- Aku akan mengantar Anda ke dalam. - Baik.

Pimpinan, dia sudah tiba.

Baik, bawa dia masuk.

Selamat datang.

Apa kamu ibunya Mi Ri?

Ya.

Senang berjumpa denganmu.

Aku ayahnya Han Tae Ju.

Begitu rupanya. Halo.

Aku akan langsung saja.

Aku mau bicara soal pernikahan anak kita denganmu.

Maaf langsung mengatakan ini

pada pertemuan pertama kita.

Putraku yang bodoh

mempertaruhkan nyawanya demi putrimu.

Begitu rupanya.

Aku sudah bilang dia harus sadar, tapi dia tidak pernah mendengarkan.

Aku paham dia cukup muda untuk dibutakan cinta

dan kehilangan kendali diri.

Tapi aku tidak tahu apa yang amat dia sukai dari putrimu.

Dia cemas ingin menikahi putrimu.

Aku bisa bilang apa?

Orang tua tidak bisa membujuk anak yang sudah bertekad.

Dia amat ingin menikahi putrimu. Aku tidak punya pilihan lain.

Itulah alasanku memintamu datang.

Aku paham.

Apa kamu mengelola restoran sup tulang sapi sejak lama?

Kamu sudah mengelolanya selama 30 tahun?

Ya.

Kurasa begitu.

Sudah sekitar 30 tahun.

Pasti berat bagimu kehilangan suami,

membesarkan tiga putri,

dan mengelola restoran pada saat yang bersamaan.

Omong-omong,

jika putrimu menikahi putraku,

kamu tidak perlu khawatir soal biaya hidup mulai nanti.

Intinya kamu bisa menutup restoran

dan menikmati sisa hidupmu.

Ada apa?

Kenapa Pimpinan ingin menemuimu?

Pimpinan menyuruhku menikahi Tae Ju.

- Apa? - Dia ingin aku menikahi Tae Ju.

Jadi, apa yang kamu lakukan?

Apa kamu menolaknya?

- Tidak. - Kenapa?

Kamu seharusnya langsung menolak dan pergi dari sana.

Aku tidak sempat.

Katanya itu perintah.

Kukira Anda percaya diri. Kini kita harus bagaimana?

Bagaimana sekarang?

Aku tidak tahan lagi dengan ini. Akan kubeberkan kebenarannya.

Tidak. Sudah kubilang.

Tamat riwayat kita jika kamu melakukan itu.

Lantas, haruskah aku menikahinya? Haruskah aku menikah dengannya?

Tolak saja.

Tolak sekarang dan tinggalkan Grup Hansung.

Itu akan menuntaskan masalah.

Itu lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, bukan?

Jika aku menolaknya,

bisakah Anda menghindari kecemasan Anda selamanya?

Orang-orang Pimpinan. Akan kubuat mereka...

Mereka di bawah kendali Anda?

Jadi, dia tidak akan pernah mengetahui kebenarannya?

Lantas, kenapa Anda tidak menduga dia akan merestui kami?

Berikan ibu waktu.

Ibu akan menemuinya, jadi, tunggu di sini sampai kembali.

Ibu harus mendengar ini sendiri.

Aku tidak bisa menunggu lagi.

Aku akan memberi tahu segalanya kepada Tae Ju.

Seung Yeon!

Kamu...

Ibu sudah tidak tahan dengan sifat kekanak-kanakanmu.

Berpikirlah bijak.

Pikirkan yang paling menguntungkan.

Diamlah. Ibu akan mengurus semuanya.

Aku

tidak mau hidup tanpa nurani.

Nurani?

Benar.

Jika punya nurani,

kamu sebaiknya menghindari pernikahan seperti itu.

Kenapa kamu tidak bilang apa-apa?

Kamu butuh waktu untuk berpikir?

Aku meragukan itu.

Permisi. Aku mau mengangkat telepon.

- Silakan. - Ada apa?

Kakak di mana? Kakak baik-baik saja?

Semua baik-baik saja?

Kakak tidak akan mati atau semacamnya.

Kamu tahu Kakak tidak akan bergeming apa pun yang orang lakukan.

Jangan meremehkan kakak.

Jangan kira kakak mudah dihadapi, Berandal.

Diam. Sudah, ya.

Kakak sedang berbincang dengan seseorang. Benar juga.

Kamu sudah selesai membuat kaldu?

Awasi baik-baik.

Matikan apinya saat sudah waktunya.

Jangan lupa lagi, Berandal.

Dah.

Berandal ini tidak pernah mendengarkanku.

Ayo kembali ke topik.

Aku tidak begitu berniat menikahkan putriku dengan putramu.

Apa?

Dia tidak terlalu tertarik menikah.

Dia juga tidak tergila-gila dengan putramu.

Tapi putramu yang begitu.

Kurasa aku tidak sebaiknya memaksanya menikah.

Bukan itu masalahnya.

Lantas, apa masalahnya?

Opini merekalah yang paling penting jika terkait pernikahan.

Apa lagi yang penting?

Latar belakang keluarga? Biaya hidup?

Biar kukatakan ini selagi membahasnya.

Kami tidak bermasalah secara keuangan.

Kami tidak perlu makan 10 kali sehari. Hanya butuh tiga kali.

Walaupun begitu,

putramu yang ingin menikahi putriku.

Intinya, kamu yang butuh.

Kami tidak.

Kamu berani memanggilku kemari,

tapi bicara soal kesejahteraan keluarga kami.

Apa kami pernah memintamu mengurus kesejahteraan kami?

Kamu menyuruhku menikahkan putriku

atau menjualnya ke keluarga ini?

Putramu baik, tapi ayahnya agak...

Astaga.

Astaga, mengejutkan.

Putrimu mirip denganmu.

Tentu saja.

Dia putriku, sudah jelas menuruniku.

Maaf jika kamu tersinggung

oleh permintaanku yang mendadak untuk mengunjungiku.

Serta aku minta maaf jika ada yang mengganggumu

selama perbincangan kita.

Aku kasar karena pebisnis.

Tapi aku andal menilai orang.

Sejujurnya, aku amat menyukai putrimu.

Kenapa kamu tidak menikahkan dia dengan putraku?

Serta mari bergegas.

Aku mau mengadakan pernikahannya bulan ini.

Bagaimana menurutmu?

Apa?

Ayah.

Bu.

Hai, Tae Ju.

Itu...

Maaf. Aku tidak tahu Ibu datang.

Begitu rupanya.

Apa yang terjadi?

Kenapa kamu melihat ayahmu seperti itu?

Ayah bukannya tidak boleh menemuinya.

Para orang tua di sini sedang berbincang

dan pemuda bertemperamen panas mengganggu.

Omong-omong, itu yang ingin kukatakan.

- Mari akhiri perbincangan di sini. - Baik.

Tolong pikirkan baik-baik soal itu ketika kamu pulang.

Kuharap kita bertemu lagi sesegera mungkin.

Akan kubiarkan kamu bicara dengannya.

Aku harus pergi sekarang.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Bu Jeon.

Ibu baik-baik saja?

Apa? Ya. Aku baik-baik saja.

Aku sungguh minta maaf

sudah membuat Ibu tiba-tiba kemari.

Tidak apa-apa.

Ayo pergi. Akan kuantarkan.

Tidak, terima kasih. Aku bisa pulang sendiri.

Tidak, biarkan aku mengantar Ibu.

Lewat sana.

Baiklah kalau begitu.

Akan kuantarkan ke rumah.

Ada yang ingin kukatakan juga dalam perjalanan.

Dengar.

Apa kamu punya saudara?

Kamu belum bilang apa-apa soal itu.

Hanya ada aku.

Aku sebenarnya punya adik.

Astaga.

Kamu lupa soal adikmu?

Bukan begitu.

Dia sebenarnya adik tiri.

Ibuku meninggal saat aku masih kecil.

Benar, kamu pernah bilang.

Pasti berat bagimu harus melalui itu saat masih kecil.

Sejujurnya itu tidak berat.

Bibiku membesarkanku.

Begitu rupanya.

Aku amat bersyukur terhadapnya.

Dia melakukan tugas yang baik membesarkanmu menjadi begini.

Jadi, aku menganggapnya sebagai ibu.

Benar juga. Jika Ibu tidak keberatan,

aku mau memperkenalkannya nanti.

Hampir lupa. Ibu sudah makan siang?

Tidak apa-apa. Aku akan makan di restoranku.

Mother of Mine subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left