Release info

Trumpet on the Cliff 2016 BluRay x264 AAC FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton
fmoviez.org

Tags

BluRay
x264
Published on: 2019-02-17
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ibu.

Tak apa. Semua akan baik saja. Ibu ada di luar, mengerti?

Ibu.

Semua akan baik saja.

Ini Nn. Aoi.

Aku tak dapat lupakan cahaya yang kulihat saat pembedahan itu.

Samudera.

Permukaan air.

Ombak-ombak bercampur aduk seperti rambut.

Tapi jauh di dalamnya...

...hanya ada air biru dan tenang itu.

Mungkin semuanya dimulai saat aku melihat cahaya itu.

Terompet di atas Tebing

Bagaimana keadaanmu?

Baik. Anginnya terasa nyaman dan hangat.

Aku baik-baik saja saat ini.

Aoi, pembedahanmu berjalan dengan baik, jadi jika...

...kau cukup istirahat di sini, kau akan kembali sehat.

Kemudian kau dalam memotret seperti keinginanmu.

Dan menemui Koichi lagi.

Mulai sekarang, kau dapat berkencan dengan pria yang kau sukai dan...

...melakukan semua yang kau mau layaknya gadis seusiamu.

Selayaknya gadis normal.

Selayaknya gadis normal.

Apa itu?

Di sebelah sana.

Wah, indahnya matahari terbenam itu!

Bukan itu. Ada seorang pria yang sedang bermain terompet.

Terompet?

Ya, kau benar. Suara terompet itu sangat sesuai dengan pemandangan ini.

Hai, Mari.

Hai!

Hai.

Tolong jaga Aoi mulai saat ini.

Baiklah. Jika aku tak sempat, akan kukirim surel kepadamu.

Apa? Apa maksudmu?

Jika kau menulis sebuah harapan pada sebuah surat berwarna kuning dan...

...memasukkannya ke dalam kotak surat berwarna biru, harapanmu jadi nyata.

Sebuah surat yang membuat harapanmu menjadi kenyataan.

Itulah kisah kesukaan Mari saat ini.

Aku mengerti. Sesuatu seperti Santa Claus?

Sesuatu seperti Santa Claus.

Ichiro, tolong jaga dia.

Jangan khawatir. Itu hal bagus bahwa mereka dapat berhubungan baik.

"Aku ingin burger untuk makan malam. Burger buatan Ayah itu terbaik. "

Lihat matahari itu, Mari. Sungguh indah.

Aoi. Lihat bunga itu.

Sangat cantik. Bolehkah aku mengambil gambarmu dengan bunga itu?

Tunggu sebentar. Bersiaplah. Senyum.

Aoi, potret lagi.

Baik. Sekali lagi.

Tersenyumlah. Senyum.

Kau sangat menggemaskan.

Bintang-bintang sangat indah di sini.

Bahkan di langit yang sama.

Mengejutkan, betapa berbedanya ini dibandingkan dari Tokyo.

Kau boleh kembali kapan pun.

Ini pulau kecil tapi kau bisa dapat cukup uang untuk tinggal bersama Aoi.

Pernahkan kau menyesal telah mengajak Mari?

Ya.

Awalnya aku menyesalinya, tapi tidak lagi!

Apakah Mari belum mengetahui tentang ibunya?

Belum.

Saat pertama bertemu dengannya, aku hanya tak bisa tinggalkan dia di sana.

Aku mengerti.

Ya.

Ichiro.

Ya?

Terima kasih kau berkenan membiarkan Aoi tinggal di sini.

Tentu saja!

Kita ini keluarga.

Benar.

Bagaimana pun juga kampung halaman itu yang terbaik, 'kan?

Ya. Sangat sedap!

Pada awal musim panas, kau akan...

...mendengar lagu sedih dari para lumba-lumba. Saat lagunya...

...berhenti, musim hujan berakhir dan di sepanjang laut yang biru...

...dan langit yang cerah, festival musim panas pun mulai.

Maaf aku tak dapat mengajakmu ke sana. Aku harus bekerja di pelabuhan.

Tak apa. Jaga dirimu.

Baik, kau berhati-hatilah saat kembali.

Aku tak menyukainya.

Kau tak menyukainya? Bagaimana dengan tempat ini?

Aku menyukainya.

Kau menyukainya? Apa yang sedang tren akhir-akhir ini?

Anginnya terasa menyejukkan.

Tampaknya mereka menjual benda-benda yang lucu. Kau ingin masuk ke dalam?

Itu tak dijual!

Kenapa tidak?

Aku hanya memajangnya selama festival musim panas.

Kau tak dapat menjual sesuatu yang ada pemiliknya.

Burger! Burger!

Terima kasih telah menunggu! Ini dia.

Ini tampak amat lezat.

Masih banyak tersisa jadi jangan cemas dan silahkan ambil sendiri.

Daging di sini tak dapat dibandingkan dengan daging di Tokyo.

Bukan karena kau yang memasaknya?

Mungkin?

Burger Ayah adalah yang terbaik!

Burger Ayah adalah yang terbaik? Bagus jika kau menyukainya.

Ya!

Oh, Ayah! Festival musim panas akan segera datang, 'kan?

Bolehkah aku datang ke festval bersama Aoi dengan mengenakan Yukata?

Ide yang bagus. Kita bisa pergi ke festival bersama Aoi tahun ini.

Apakah itu tak apa-apa?

Aku senang sekali.

Aoi. Di hari terakhir festival, warga menyalakan kembang api di atas tebing.

Kembang api di atas tebing?

Ya! Itu sangat indah.

Aku ingin menontonnya bersamamu tahun ini.

Baik, mari pergi bersama. Makanlah.

Bukankah kau yang tinggal di rumah Ichiro?

Ya. Namaku Aoi. Ichiro adalah pamanku.

Jadi tuan putri di Tokyo, Mari selalu membicarakanmu.

Aku? Seorang putri?

Omong-omong, boleh aku tahu siapa namamu?

Namaku Gio. Panggil saja aku Gio.

Gio?

Benar.

Tampaknya kau pergi ke pasar loak.

Ya.

Kurasa aku melihat terompet yang sama kemarin.

Itu dia, tapi bagaimana caramu kembali ke tempatmu?

Apa?

Bolehkah aku mengantarmu?

Jika kau tak keberatan, aku ingin mampir di suatu tempat.

Apakah itu tak masalah?

Ya.

Ini tempat tinggalku.

Aku dapat merasakan betapa berharganya ini bagimu.

Tempat ini. Tampaknya kau meletakkan usahamu ke dalam tiap bagiannya.

Bagiku, tempat ini adalah keluarga.

Keluarga?

Bagiku sebuah keluarga adalah sesuatu yang dapat kau andalkan tiap kali...

...kau merasa kesepian atau sedih. Tempatmu bertanya dan...

...berbicara apa pun yang kau inginkan. Bahkan berkumpul kembali...

...setelah pertengkaran besar. Terasa seperti keluarga sesungguhnya bagiku.

Lalu...

...terompet ini.

Saat kecil dulu aku biasa melihat para lumba-lumba di laut.

Siapa yang memberimu terompet ini?

Ayahku.

Ayah memberiku ini sebelum Ayah pergi pergi ke laut untuk terakhir kalinya.

10 tahun lalu aku tinggal di Korea dan berkunjung kemari bertemu kakekku.

Itulah kenapa kau dinamakan Gio.

Benar.

Ibuku berasal dari Korea dan ayahku berasal dari pulau ini.

Tapi kemudian, angin topan besar menyerang pulau ini.

Ayah membawaku ke laut dan...

...sejak itu aku tinggal di sini.

Maaf karena aku bertanya padamu tentang semua hal ini.

Sejak itu aku mainkan terompet ini tiap kali ingin lihat lumba-lumba itu.

Dengan suara terompet ini, secara misterius mereka muncul mendekatiku.

Para lumba-lumba itu mendekatimu?

Mungkin itu hadiah dari orang tuaku agar tak meninggalkanku sendiri.

Terkadang aku berenang bersama lumba-lumba itu juga.

Maksudmu, kau sungguh berenang bersama para lumba-lumba itu?

Benar.

Kau ingin lihat lumba-lumba itu?

Jika kau tak keberatan, mari pergi melihatnya esok hari.

Sungguh? Aku sangat ingin melihat mereka!

Aoi, ada hal baik terjadi?

Tak ada. Apakah itu lezat? Mari makan.

Baik.

Bahwa dia akan membiarkanku melihat para lumba-lumba adalah rahasiaku.

Jadi bahkan aku tak memberitahu Mari.

Mungkin aku ingin membuat rahasia seperti anak kecil.

Lalu aku ingat surat harapan Mari.

Maaf, Mari. Biarkan aku meminjamnya hanya untuk sehari.

Jika kau menulis surat di atas kertas berwarna kuning dan memasukkannya...

...ke dalam kotak surat berwarna biru, maka harapanmu akan terkabul.

Ini informasi tentang pendonor yang kau minta.

Dia datang dengan mati batang otak setahun yang lalu.

Bukan pendonornya, sang wali telah menandatangani untuk pendonorannya.

Aku mengerti.

Apakah memungkinkan untuk menghubungi walinya?

Maafkan aku.

Aku mengerti apa tujuanmu tapi itu hanya akan mengingatkan sang wali...

...akan kematian cucu satu-satunya.

Pada malam terakhir festival musim panas, saat kembang api menyala dan...

...keheningan datang, orang pulau ini berdiri di tebing dan mendengar laut.

Lalu di kejauhan laut, kau bisa mendengar...

...lagu sedih terakhir dari para lumba-lumba tahun itu.

Kau tak apa?

Aku baik-baik saja.

Kau sungguh tak apa-apa?

Sungguh.

Bisakah kita pergi sekarang?

Saat aku kecil, Ayah biasa membacakan dongeng untukku.

Dan aku menyadari hal yang lucu.

Apa itu?

Bahwa tiap dongeng diakhiri dengan kalimat sama. Aku menangkapnya cepat.

Kalimat seperti apa?

Sebagian besar diakhiri dengan "mereka hidup bahagia selamanya".

Benar. Itu benar.

Pada akhirnya, kurasa dongeng adalah sebuah harapan seseorang...

...yang ingin hidup bahagia selamanya bersama keluarga mereka.

Pada awal musim panas, kau akan mendengar lagu sedih para lumba-lumba.

Saat lagunya berhenti, musim hujan berakhir dan di hamparan laut biru...

...dan langit yang cerah, festival musim panas pun dimulai.

More Indonesian subtitles for Trumpet of the Cliff

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left