The first 200 lines.
"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama Ini Sepenuhnya Fiksi"
GARIS POLISI, DILARANG MELINTAS
KOTA ONJU
Drama sangat menggambarkan kenyataan.
Malaikat Maut
tampan.
Namun, sangat tak adil
mati seperti ini tanpa pernah berpacaran dengan layak.
Tidak, tunggu.
Namun,
aku beruntung bertemu Malaikat Maut tampan…
seperti dia, 'kan?
Kau akan mengantarku ke akhirat, 'kan?
Atau kita akan ke kedai teh dahulu?
Aku ingin ke kedai teh bersamamu.
Tahan dia!
Lepaskan aku dahulu!
ENAM BULAN LALU
Aku mengecek dari pukul 21.00 kemarin hingga 08.00 hari ini.
Sesuai pengaduan itu, mereka sungguh bekerja hingga fajar.
Benar sekali. Mereka mengebor sampai pagi lagi semalam.
Bagaimana kami bisa tahan?
Kau bisa hentikan pembangunannya, 'kan?
Suaranya sangat bising.
Namun, tidak melanggar UU Pengendalian Kebisingan,
jadi tak bisa dihentikan.
Sudahlah!
Kita terpaksa menyelesaikannya sendiri.
Semuanya, ayo kita serbu!
- Ayo! - Enyahlah!
Astaga.
Ada apa dengan kalian?
Kau juga, Bu Lee.
Kenapa kau menanggapi setiap pengaduan jahat seperti ini?
Aku tahu tujuan kalian.
Kalian marah-marah
untuk mendapatkan kompensasi!
Dasar kurang ajar!
Jangan lakukan ini.
Sakit!
Lepaskan.
Jangan tarik aku.
Semuanya, tolong tenang.
Kemarilah.
Ada yang jatuh!
Manajer Proyek!
MASA KINI
Kematian dengan banyak kisah.
Memusingkan.
Jangan hari ini.
Ada sidang besok pagi.
Akan gawat jika kau menyentuhku.
Tangan Merah,
aku melarangmu
lakukan ini saat aku sibuk.
Kau ajak bicara siapa?
Orang yang menyukaiku.
Kau pacaran diam-diam?
Kami belum sejauh itu.
Aku tak tahu wajahnya.
Seseram inilah kurang tidur itu.
Sudah pukul 03.00. Tidurlah.
Kau pasti kalah.
Kalau tidak?
Haum punya banyak catatan kematian akibat kecelakaan.
Dan pemiliknya pun orang jahat.
Dan hakimnya sangat tegas.
Aku mau tanya.
- Apa ada wanita juga di ruanganmu? - Wanita apa?
Kau pikir siapa lawan bicaraku tadi?
Bagaimana menurutmu Pengacara Kim?
Wajahnya galak, tapi baik.
Ruangannya di sebelahku. Jangan kemari lagi dan…
Diam!
Yang Mulia,
berdasarkan penyelidikan kami,
total pekerja tewas di lokasi pembangunan Haum
adalah 31 orang.
Ini bukti kalau kematian itu terjadi
karena Konstruksi Haum tak sepenuhnya mematuhi
aturan keselamatan di lokasi pembangunan.
Ini layak dipenjara sepuluh tahun.
Sial.
Pengacara, silakan berikan pernyataan terakhir.
TERDAKWA, PENGACARA
Yang Mulia, sebelum pernyataan terakhir,
saya ingin meminta istri mendiang Park Dae-ho
menjadi saksi.
Sebelum datang ke pengadilan,
Anda menolak santunan dari Haum.
Apa Anda kurang puas?
Anda tak bisa bungkam orang dengan 100 juta
karena pekerjaannya rendah. Itu aneh.
Sayang sekali 100 juta won tidak memuaskan Anda.
- Apa? - Pengelolaan yang buruk di lokasi.
Kurangnya fasilitas keselamatan. Anda pikir dia jatuh karena ini?
Ya.
Dia kesulitan bekerja di lokasi karena kondisi kerja yang buruk.
Tentu saja.
Namun, pasti sulit secara mental, bukan fisik.
Karena istrinya menyuruh dia jatuh.
- Omong kosong… - Tidak.
Akan saya koreksi.
Anda memaksanya jatuh secara tak sengaja.
Maksud Anda dia sengaja mati?
Putra Anda mengidap kanker darah, 'kan?
Jenis langka, jadi butuh biaya besar.
Bu Woo Yeong-hui mengusulkan cara mencari uang.
"Ayo menjadi korban kecelakaan dan gugat Haum."
"Mereka akan curiga jika kau tiba-tiba menarik asuransi,
jadi ayo jatuh dan terima santunan."
"Namun, aku tak boleh meninggalkan bukti di ponsel."
Namun, Park Dae-ho pasti orang yang sangat ingin tahu.
Dia sering meminjam ponsel koleganya, Kim Sang-min.
Riwayat pencarian dihapus,
tapi ini data forensik istilah penelusuran
dari saat dia meminjam ponsel Kim Sang-min.
Dia berencana jatuh, maka itu bekerja di lantai empat.
"Aku memakai baju tebal dan helm,
jadi pasti selamat walau jatuh."
Dengan pikiran itu, dia melepaskan pengaman.
Namun, kebetulan ada pemotong besi beton hidraulis
dan patahan besi beton
di dekat tempat Park Dae-ho jatuh.
Yang menembus helmnya
dan itu menyebabkan
kematian sangat nahas.
Sekian dari saya.
Saksi,
ada yang mau Anda akui dari pernyataan pihak terdakwa?
Bagus sekali.
Mari kita rahasiakan.
Tidak ada apa-apa kemarin.
Aku pergi ke IGD dan dapat diagnosis tiga bulan.
Tidak akan kubiarkan.
Kurasa kita harus bertindak kali ini.
Kekerasan verbal, seksual, fisik…
Maka itu kau harus mencegah kejadian itu.
Menghibur klien tugas kalian.
Jika ingin menjilat mereka, lupakan kalau kalian pengacara.
Kemarilah.
Kenapa?
Ini berlebihan?
Pak,
biar aku tuangkan.
Kau.
Beraninya kau…
Lepaskan.
Ada empat kamera CCTV di sini.
Kau akan dituntut atas penyerangan.
Camkan ini.
Firma hukum tak akan menggugat
klien terpenting dan pemegang saham utama.
Tambahkan satu persyaratan lagi.
Kita tak bisa menyembunyikan sesuatu yang bau.
Apa ini karena pencemaran air?
Segera hubungi Divisi Kebersihan.
Ayo kita ambil saja.
Jika dibiarkan, kita akan kebanjiran pengaduan.
Ini…
Ada banyak cara untuk menggila.
Mereka berniat memasak sup lele pedas di danau?
Kurasa mereka melakukan semacam ritual.
Lele melambangkan kemakmuran
dan lehernya dipotong sangat rapi.
Astaga, singkirkan.
Cepat masukkan ke sini. Aku mau muntah.
Kita harus cek kamera CCTV dan cari pelakunya, 'kan?
Hentikan.
Aku sudah muak mengalami kesulitan
karena kau.
Kau pikir kau akan dipromosikan lebih cepat
jika mengurus semua pengaduan ini?
Tidak sama sekali.
Kau hanya PNS golongan terendah
yang bodoh, keras kepala, dan lancang.
Senior membenci junior yang lancang.
Kami suka yang licik.
Sial.
KANTOR DONG-GU ONJU
Pak,
aku tak mau lagi bekerja dengan Hong-jo untuk menangani pengaduan. Tidak sudi.
DIVISI RUANG TERBUKA HIJAU
Impian benar-benar terwujud.
Jeong-min, impianmu terwujud.
Hong-jo dimutasi ke Balai Kota.
Kenapa dia dimutasi?
PENGANGKATAN
Apa kelebihannya?
DIVISI RTH
Apa pindah ke Balai Kota itu bagus?
Kau pasti akan bertemu denganku lagi sebelum berhenti menjadi PNS.
Astaga.
Habislah aku.
Bagaimana ini?
Kenapa harus Balai Kota?
Aku sangat takut
bertemu Pak Gong.
Jangan takut.
Mungkin bukan timnya.
No comments yet. Be the first to leave one.