The first 200 lines.
Paruh Pertama Hidupku
Episode 6
Nona Tang, bahkan sejak kau pergi, Zijun masih belum keluar dari kamarnya.
Aku mengetuk, dan mencoba memanggilnya, tapi dia tidak menjawab.
Aku semakin dan semakin khawatir, jadi aku memutuskan untuk meneleponmu.
Bisakah kau memeriksakan Zijun untukku? Aku sedang ada pertemuan, jadi aku tidak bisa pergi.
Penjaga rumahnya mengatakan bahwa dia mengurung diri di kamarnya selama sepanjang hari sekarang.
Aku takut sesuatu mungkin terjadi padanya.
Apa itu ada urusannya denganku?
Aku sedang liburan dan tidak di kantor. Tapi itu tidak berarti
bahwa aku sebosan itu sampai aku mempedulikan hal semacam itu.
Apa hubunganku dengannya?
Jika dia tidak senang, itu berarti bahwa aku harus pergi ke rumahnya dan menghiburnya?
Jika kau memintaku memeriksa orang lain, maka aku tidak apa-apa, tapi aku tidak akan berhadapan dengan wanita sulit ini.
Pastikan saja bahwa dia masih hidup, dan aku akan menemuinya setelah pertemuanku selesai.
Juga, pikirkan soal sepanjang waktu kau mengganggu liburanku.
Pikirkan sepanjang waktu kau meneleponku untuk ke kantor setelah aku membeli tiket pesawat.
Baiklah, baiklah. Tapi kau harus tahu bahwa
setiap hari ada tujuh sampai delapan pemburu kepala yang meneleponku.
Tujuh sampai delapan pemburu kepala yang ingin bekerja denganku, tapi aku tidak setuju untuk bekerja dengan mereka.
Aku hanya ingin hidup dengan nyaman selama tiga sampai empat hari.
Tapi sekarang, aku dijadikan teman seorang ibu rumah tangga olehmu.
Itu menunjukkan betapa aku mempedulikanmu.
Aku menyerahkan kehidupan sahabatku ke tanganmu.
Itu menunjukkan betapa aku mempercayaimu.
Baiklah.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Kau di sini?
Tuan He, silakan masuk.
Nona Tang sudah memberitahuku bahwa dia sedang dalam pertemuan dan akan datang setelah itu selesai.
Aku harus merepotkanmu untuk memeriksanya. Terima kasih.
Apa kau pacarnya Nona Tang? Kalian tampak sangat cocok.
Dimana dia?
Dia masih belum keluar sejak tadi malam.
Dia tidak minum atau makan apapun, dan dia tidak ingin bicara dengan siapapun.
Kudengar dia mondar-mandir di kamarnya sekarang.
Tapi ketika aku bicara padanya, dia mengabaikanku.
Jika dia masih bisa mondar-mandir, itu berarti dia baik-baik saja.
Dia hanya ingin di kamarnya.
Apa yang harus dikhawatirkan?
Bagaimana bisa kau tidak khawatir?
Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya? Akulah yang ada di sini. Nanti akan ada kesalahpahaman!
Ya, tidak ada yang terjadi.
Jika dia bisa tinggal di kamarnya tanpa menangis, mengeluh, atau menggenggam pisau untuk mengakhiri hidupnya,
maka semuanya baik-baik saja. Betapa lebih baik bisa kau bayangkan?
Sejujurnya, faktanya bahwa dia masih bisa begitu tenang
benar-benar melampaui harapanku.
Tapi-- - Baiklah, cukup.
Jika kau berkata lagi, tampak seolah aku terlalu malas untuk bicara denganmu.
Kau bisa melanjutkan urusanmu, dan ketika Tang Jing sampai, dia bisa menangani semuanya.
Kita semua akan lega dari tugas ini.
Felicia, ini aku.
Syarat yang kau berikan padaku bagus,
tapi tidak cukup bagus.
Jangan bicara padaku soal budaya perusahaan atau latar belakang pribadi.
Aku tidak ingin mendengarkannya lagi karena aku mengada-ngada seperti itu sebelumnya untuk orang lain.
Katakan saja padaku,
berapa banyak komisi yang akan kudapatkan? Aku tentu akan memukul semua tujuan yang didapatkan,
tapi berapa banyak uang yang akan kudapatkan adalah sesuatu yang harus kita selesaikan.
Dan satu hal lagi,
tidak ada siapapun di atasku dalam hal pengelolaan.
Tentu saja kau bisa mendiskusikannya denganku kasus mana yang harus kuambil,
tapi bagaimana kita menangani kasusnya sepenuhnya terserah padaku.
Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Jika kau mengatakannya lebih awal-
Aku akan meneleponmu lagi nanti.
Aku tidak apa-apa. Kau bisa pergi sekarang.
Tang Jing memintaku untuk tinggal di sini sampai dia datang.
Dia seharusnya akan segera datang. Ayo menunggu sebentar lagi dengan sabar.
Aku tidak bisa sabar lagi.
Tolong jangan membuat rumahku menjadi kantor keduamu.
Kau punya karis yang sangat sukses. Ini sesuatu yang kita semua ketahui.
Jadi tolong berhenti membuat kami mengingatkan hal itu.
Bagaimana bisa kau mengatakan sesuatu semacam itu? Aku--
Tidak apa-apa.
Tidak ada alasanku untuk membicarakan logika dengan seseorang yang menyedihkan dan memiliki masa depan yang suram,
dan yang sangat tersembunyi dan tidak memiliki kemampuan untuk bertahan hidup sendiri.
Kau bisa mengatakan apapun semaumu.
Paman Lim!
Tentu saja aku harus menyebutmu seperti itu. Aku menyebutmu seperti itu sejak aku kecil.
Tapi Paman tetaplah Paman dan pekerjaan tetaplah pekerjaan.
Aku memberimu standar yang sama dengan Felicia.
Paman Lim, aku akan meneleponmu balik.
Tidak, tidak.
TV memutar drama Korea.
Penjaga rumahku menonton drama Korea. Aku akan meneleponmu nanti.
Aku sudah keluar untuk mengangkat teleponku. Kenapa kau harus menangis sekeras itu?
Apa aku seperti ini
berdampak pada bagaimana kau memikirkan hidupmu?
Kenapa kau bilang masa depanku suram?
Siapa yang tidak punya kemampuan bertahan hidup sendiri?
Kau menangisinya?
Siapa kau mengatakan aku tidak punya kemampuan bertahan hidup?
Aku menjadi istri seseorang dan membesarkan anak.
Itu tidak mudah, tapi kenapa kau bilang aku tidak punya kemampuan bertahan hidup?
Bagaimana jika kita bertukar dan kau melakukannya?
Aku seperti Tang Jing. Aku juga lulus kuliah.
Setelah lulus, aku bekerja selama setengah tahun di perusahaan internasional.
Tapi karena Chen Junsheng menikahiku dan menyuruhku tidak bekerja lagi jadi aku keluar.
Dia berjanji padaku bahwa dia akan memberiku kehidupan bahagia yang sempurna.
Dia bilang dia akan memperhatikanku.
Rumah ini akan jadi pekerjaanku satu-satunya.
Dia mengingkari janjinya.
Pertama, kau harus berhenti menangis.
Bisakah berhenti menangis, tolong?
Ini.
Kenapa kau harus hidup hanya demi suami dan anakmu?
Karena aku mencintai mereka.
Ini tidak disebut cinta. Ini disebut mencoba menyenangkan orang lain.
Kau tidak mengerti apapun!
Kau tidak pernah benar-benar mencintai siapapun.
Setiap hari di otakmu hanya ada kalkulator. Kau hanya memikirkan pemasukan, pengeluaran dan keseimbangan.
Kau satu-satunya yang tidak memiliki emosi.
Kau benar-benar tidak memahami ketika seseorang memberi dan tidak meminta balasan.
Kau mengerti. Kau tahu.
Jadi apa yang kau lakukan bukan meminta balasan? Jika kau sungguh melakukannya,
maka kau harus menceraikan Chen Junsheng dan pergi ke Ling Ling.
Kau harus diam-diam mengharapkan kebahagiaan mereka untuk dua pasangan yang bisa bersama-sama.
Jika tidak, kau memikirkan investasi dan hasilnya.
Kau berharap bahwa Chen Junsheng bisa menyokong kehidupanmu. Kau berharap dia bisa setia dan memperhatikanmu.
Kau berharap dia bisa memberimu kehidupan yang kaya dan menggunakan uang yang dia dapatkan untuk menyokongmu sampai kau tua.
Dengan kata lain, kau meminta imbalan besar.
Nyonya Tang, akhirnya kau datang.
Mereka berdua sedang bertengkar.
Masih ada yang harus kulakukan, jadi aku pergi sekarang.
Jangan menangis lagi...
Beraninya kau mengatakan bahwa aku tidak memiliki kemampuan bertahan hidup?
Aku menjadi istri seseorang, membesarkan anak kami,
itu tidak mudah bagiku dan kau bilang aku tidak punya kemampuan bertahan hidup?
Kenapa kita tidak bertukar dan kau coba melakukannya?
Kenapa kau harus demi suamimu, anakmu dan keluarga ini?
Aku mencintai mereka!
Ini bukan cinta. Ini disebut mencoba menyenangkan mereka.
Apa yang kau tahu?
Kau tidak pernah benar-benar mencintai siapapun. Kaulah yang tidak memiliki emosi.
Kau tidak benar-benar tahu apa itu memberi dan tidak meminta balasan.
Kau tidak berencana tinggal di rumah?
Belakangan aku terlalu sibuk di kantor.
Kukira kau sudah kembali ke rumah.
Tidak.
Junsheng, katakan, apa yang kau suka dari perempuan itu.
Aku ke mari bukan untuk bertengkar, cuma ingin bertanya soal itu.
Katakan apa yang kau suka darinya.
Misal, apa dia cantik dan berpenampilan menarik?
Kurasa bukan, atau karena mandiri dan bijak?
Mirip Tangjing. Setahuku dia bukan tipe perempuan yang kau suka.
Katakan, apa yang sebenarnya kau suka darinya.
Aku tak tahu.
Kau suka berada dekat dengannya. Jadi, apa yang kalian lakukan kalau sedang bersama
Tidak ada yang istimewa.
Di kantor, kami bekerja. Setekah selesai, kami mengobrol.
Tapi... - Tapi apa?
Bahagia rasanya, aku merasa berarti.
Kau pikir keluarga kita yang berkecukupan
dan melihat anak kita tumbuh tidak berarti dan kurang membahagiakan bagimu.
Zijun, aku tanya padamu.
Apa arti hidup buatmu?
Aku tidak bicara bicara soal rumah yang bersih atau nilai pelajaran anak kita di sekolah,
penampilanmu yang gemerlap dan cantik, atau seberapa sukses karierku
Apa yang ingin kau lakukan dalam hidupmu?
Bukankah kau yang memberikan arti itu?
Bukankah keluarga bahagia, dikagumi semua orang, dan menua bersamamu adalah tujuan hidupku?
Bukankah itu yang kau mau dariku?
Kau yang minta aku untuk tidak bekerja, Kau bilang kau bisa menafkahiku.
Kulakukan apa pun maumu.
tapi kau gunakan itu untuk menentangku.
Maaf.
Semuanya salahku. Aku benar-benar minta maaf.
Tapi, seperti yang sudah kukatakan, Zijun.Kau bisa mengajukan syarat apa pun yang kau mau.
Setelah kita berpisah, standar dan
kualitas hidupmu tidak akan berubah.
Kalau kau mau, aku akan tetap menafkahimu dan anak kita
Kau hanya bicara soal materi.
Rumah, mobil, dan berapa banyak uang yang kau berikan padaku.
Chen Junsheng, kau pikir aku tidak mau bercerai
karena ini?
Apa kau pikir aku menemuimu lagi karena khawatir setelah bercerai
tidak ada yang menafkahiku lagi?
Memang aku tidak bekerja, aku menjauh dari dunia itu sudah cukup lama.
kelihatannya aku juga tak tahu apa-apa,
tapi aku punya banyak teman, umurku juga masih tiga puluhan.
Aku masih bisa hidup dengan baik.
Bukan itu maksudku.
Aku cuma berharap, sebisa mungkin kau tetap sama.
Tetap sama?
Bagaimana bisa?
AKu tidak akan lagi punya keluarga. Bagaimana bisa kau sebut tetap sama?
Katakan padaku, Chen Junsheng.
Kau pikir ini alasanku menolak bercerai?
Aku ke mari, memohon dan bicara padamu hari ini
Aku tidak akan kuat meninggalkanmu.
Aku tidak bisa membayangkan keluarga ini berpisah.
Aku tidak bisa membayangkan Ping'er akan jadi anak yang kedua orang tuanya berpisah.
Junsheng, kau...
A... aku berharap
kau bisa meninggalkan perempuan itu...
Aku bisa berikan waktu. Tiga bulan, empat bulan, setengah tahun, satu tahun...
Selama kau memutuskan hubungan dengannya, akan kulakukan apa pun yangkau mau
Aku mencintainya.
Aku sungguh-sungguh mencintainya.
Dulu...
No comments yet. Be the first to leave one.