The first 200 lines.
Liak, ApriLia ♥ EXO-L ♥
Ayah, makanan sudah siap.
Baiklah, mari makan.
Bagaimana rasanya?
Enak.
Baguslah.
Astaga.
Ayah, bisakah berhenti pura-pura makanannya enak?
Makanannya sungguh enak.
Tidak.
Aku bisa telat berangkat kerja.
Apa kamu akan tetap bekerja di sana?
Kamu memulainya dengan niat yang buruk.
Ji Hye yang membawaku ke sana.
Bisakah kamu membelikan ini?
Setelah penampilan ini, aku ada audisi yang sangat penting.
Jika aku memakai kalung ini saat audisi,
orang akan menyadari kemampuanku.
Aku akhirnya menemukan
orang dan tempat yang menyadari kemampuanku.
Ini semua berkat Ji Hye.
Itulah yang kupercaya.
Tapi Ji Hye
tidak memberikan kalung itu kepadamu.
Tetap saja, aku dapat kalung yang lebih indah.
Astaga, silau.
Apa itu baki atau cermin?
Kamu akan melubangi piring itu.
Ada apa?
Kamu di sini bukan untuk mencuci piring.
Kamu datang untuk bicara, bukan?
Itu...
Katakan saja.
Apa kamu tetap tidak mau bicara?
Jika seperti itu, kamu membuat orang merasa jauh.
Benarkah?
Apa kamu bercanda?
Kamu pikir aku hanya mau dimengerti?
Aku juga mau mengerti kamu.
Hentikan menebak pikiran orang lain.
Tunjukkan dirimu yang sebenarnya.
Aku tidak bisa melihat pikiran orang.
Benar. Awalnya kupikir hal itu mudah.
Aku bisa melihat dan membaca pikiran orang lain.
Tapi aku salah.
Berpikir bahwa kamu tahu dan mengerti
adalah hal yang berbahaya.
Apa maksudmu?
Maksudku Ji Hye.
Kupikir
hal ini terjadi karena aku.
Liak, ApriLia ♥ EXO-L ♥
Taluk Kuantan, 14 Maret 2017
Apa? Itu...
Bos.
Aku mencemaskanmu. Kamu dari mana saja?
Sudah kubilang. Jangan lagi mengunci pintu.
Tidak ada lagi rahasia.
Aku baru mengatakannya. Kenapa kamu masih tertutup?
Bos?
Ada apa?
Apa terjadi sesuatu?
Kenapa
ada banyak alasan yang menghalangi hubungan kita?
Apa?
"Episode 15, Satu Alasan yang Lebih Besar dari 99 Alasan Lain"
Pak Eun Hwan Gi.
Kamu orangnya, bukan?
Ya.
Siapa kamu.
Aku hanya tetangga Ro Woon.
Begitu rupanya.
Kamu pikir ini sudah berakhir?
Kamu terlihat lega.
Tapi apakah kamu tahu?
Kamu tidak punya hak untuk tersenyum bahagia
saat di samping Ro Woon.
Apa?
Ada sesuatu yang tidak kamu ketahui.
Ji Hye menyukai
kamu, bukan Kang Woo Il.
Apa? Apa maksudmu?
Tentu saja kamu tidak tahu.
Kamu mungkin tidak pernah meliriknya.
Kurasa kamu salah paham.
Aku tidak tahu kenapa Ji Hye dekat dengan Woo Il.
Aku juga terkejut.
Tapi semua ini bermula karena kamu.
Dia mau mengetahui tentangmu dari Woo Il.
Haruskah aku meminta bantuan Pak Kang
dan memberikan ini kepada Pak Eun?
Pada akhirnya, aku tidak memberikannya gambar itu.
Wanita yang sedang didekatinya
adalah kurator yang hanya berurusan dengan lukisan seniman profesional.
Tapi aku...
Gambarku...
Cukup. Kamu bahkan tidak bisa minum.
Tapi aku tidak membenci wanita itu.
Berkat dia,
aku bisa berpura-pura kencan dengan Pak Eun.
Saat itu aku sangat gugup.
- Apa? - Terima kasih untuk bantuanmu.
Hei, tahukah kamu bahwa orang tidak suka lagi dengan pria jahat?
Dia bukan pria jahat.
Dia manis.
Jika pria 9 kali menjahatimu dan hanya sekali baik, kamu tersentuh.
Jika pria 9 kali membaikimu dan hanya sekali bersalah,
kamu bilang dia sudah berubah.
Apa wanita punya masalah dalam berhitung?
Satu pria 9 kali membaikimu dan satunya hanya baik sekali.
Jawabannya sudah jelas.
Apa kamu bodoh?
Benar. Aku bodoh.
Aku tahu hubungan kami tidak akan pernah berhasil,
tapi aku tidak bisa tidak melihatnya.
Aku tersiksa saat melihatnya,
tapi aku tidak bisa menahan diri.
Maka katakanlah jika kamu menyukainya.
Jika kukatakan, kami tidak bisa bertemu lagi.
Aku tidak bisa hidup tanpa melihatnya.
Itu hanya rasa tertarik.
Kenapa mempermasalahkannya?
"Pak Kang Woo Il"
Ya, Pak.
Sekarang?
Ya. Aku akan ke sana.
- Baiklah. - Hei.
Ini bukan jam kerja. Kenapa dia meneleponmu?
Dia menyalahgunakan kekuasaannya.
Bukan dia.
Kamu baru saja bilang, "Ya, Pak."
Kamu sangat bodoh.
Maaf. Aku akan membayarnya.
Hei. Ji Hye.
Jangan pergi.
Terima kasih sudah mendengarkanku.
Aku beruntung punya teman bicara.
Maafkan aku.
Kamu seharusnya memberikan dia kesempatan.
Kamu seharusnya
mendengarkannya sekali saja.
Dia sangat putus asa saat melihatmu.
Kenapa kamu bisa sangat kejam dan mengabaikannya seperti itu?
Kamu orang
yang paling menyakiti dia.
Kamu orang
yang paling bertanggung jawab.
Tapi
kenapa kamu bisa di samping adiknya?
Reporter Woo
berusaha keras
untuk mengungkapkan kenyataan tiga tahun yang lalu.
Tapi atasannya menghentikannya.
Dia dipecat dari perusahaan koran tempatnya bekerja.
Tapi dia tidak pernah memberitahuku tentang masalah Ji Hye.
Dia mungkin mau
menghargai perasaannya.
Mungkin dia mau mengubur semuanya.
Kalau begitu,
hal yang membuat Ji Hye stres
bukanlah
ditinggalkan oleh Pak Kang.
Tapi rasa khawatir
tidak bisa melihatmu lagi.
Bahwa dia tidak bisa kembali bekerja.
Itu mungkin
membuatnya putus asa.
Kumohon...
Kumohon...
Kumohon jawablah.
Nomor yang Anda tuju tidak bisa dihubungi.
Kumohon...
Silakan tinggalkan pesan...
Pak Eun.
Orang yang seharusnya memiliki gambar Ji Hye.
Itu bukan Pak Kang,
tapi kamu.
Kamu menggambar apa?
Pandangan yang selalu dilihat seseorang.
Kamu tahu bahwa Pak Kang selalu dikelilingi oleh banyak orang.
Kupikir itu sebabnya dia menggambar gedung yang penuh dengan orang.
Tapi aku salah.
Pak Eun.
Apa yang kamu lakukan?
Aku tidak melakukan apa-apa.
Aku mau memeriksa jika jendela ini berdebu,
tapi ternyata tidak. Jendelanya bersih.
Aku yang membersihkannya.
Kamu tidak perlu memikirkannya.
Aku minta maaf.
Pemandangan yang selalu kamu lihat dari jendela.
Toko bunga dan roti di lantai utama.
Kafe di lantai dua.
Salon rambut di lantai tiga.
Benar, bukan?
Kurasa dia mau mengisi
gedung tersebut dengan manusia.
Kamu selalu kesepian,
dia mungkin berharap kamu bisa selalu dikelilingi orang yang baik.
Ini.
No comments yet. Be the first to leave one.