The first 200 lines.
Saat mereka yang menyukai sastra
mengadakan malam sastra,
para selebritas berkumpul di ruangan merah ini
dan mengadakan malam komentar kebencian.
"Menerima komentar kebencian tidak dapat dihindari"
"Oleh para selebritas"
"Mereka akan membaca dengan lantang komentar kebencian tentang mereka"
Apa kamu pencari perhatian ekstrem?
"Acara bincang sensitif ini tidak seperti yang lain"
"Kejujuran sebuah keharusan"
"Mereka akan punya kesempatan untuk berbicara"
Apa kamu mengakui komentar kebencian ini?
"The Night of Hate Comments"
"Malam Pertama"
"Ini adalah malam pembacaan pertama"
- Halo. - Sungguh.
"Empat bintang hadir"
- Jong Min, ini seperti panggung. - Ya?
- Ini bagus. - Semua merah.
- Terlihat sangat bagus. - Apa kamu tahu?
Studio ini memberikan getaran berbeda
dibandingkan acara lain.
- Kamu benar. - Apa ini kolam renang?
- Bukankah ini sauna? - Apa?
Ini terbuat dari keramik.
"Studio terlihat seperti sauna"
"Ada kaktus di sekeliling studio"
"Air mengalir di sekeliling mereka"
"Empat pewara telah tiba di studio"
"Kim Sook, Sul Li, Shin Dong Yeob, Kim Jong Min"
Lama tidak bertemu denganmu, Sul Li.
- Kita bertemu saat kamu masih muda. - Benar.
- Ini kali pertama kami bertemu. - Begitu juga aku.
Aku selalu melihat dia melalui artikel berita.
Benarkah? Ini pertemuan pertamamu?
- Ya, senang jumpa denganmu. - Ya, tapi dia membaca artikelku.
- Senang jumpa denganmu. - Begitu juga aku.
Jangan berdiri.
- Kenapa? - Jangan mengintimidasinya.
Tidak masalah. Hal seperti ini tidak akan membuatku bingung.
- Halo. - Halo.
Saat kali pertama menerima tawaran acara ini,
apa yang terlintas di pikiranmu?
Aku bersyukur kamu di sini.
"Dia bersyukur bahwa dia di sini"
Ya.
Kita harus sampaikan padanya betapa bersyukurnya kita.
Apa?
- Terima kasih. - Sungguh?
- Senang mendengarnya. - Harusnya aku yang berterima kasih.
- Aku juga. - Jangan sungkan.
Sekarang mari kita mulai...
Sekarang mari kita mulai episode pertama
The Night of Hate Comments.
"Pembacaan dimulai"
Begitu kamu mendengar pewara berbicara,
kamu boleh membuka segel dan membaca dengan lantang.
"Masing-masing akan membaca komentar kebencian mereka sendiri"
- Dong Yeob, kamu terlebih dahulu. - Baik.
"Dong Yeob maju pertama"
"Dia melangkah ke mimbar"
"Dia akan mengkonfrontasi komentar kebenciannya"
"Pembacaan Komentar Kebencian, Shin Dong Yeob"
Kamu tampak pucat. Kamu yakin akan baik-baik saja?
"Dia terpaksa tersenyum"
Apa yang kamu baca?
Tidak, aku baik-baik saja. Baiklah.
"Dia tidak berkontribusi apa pun
di 'Animal Farm' dan 'Mom's Diary'."
"Dahulu, hewan yang bekerja"
"Dahulu, hewan yang bekerja."
"Kini, para ibu yang bekerja."
"Dia rubah tua yang tampil di acara mudah."
Apa itu tadi?
Ya, kurasa orang bisa berpikir demikian.
"Seekor rubah"?
Saat kubaca ini dan menyebutkan kata
"rubah tua".
Entah kata mana yang lebih membuatku kesal.
Itu membuatku berpikir.
"Tua, rubah"
Namun...
"Namun"
Aku tidak menerimanya.
Tidak menerima.
Jika boleh, akan kujelaskan nanti.
"Shin Dong Yeob"
"Singkat kata, dia cerdik membuat sindiran seksual"
"Tapi sejujurnya, dia tidak lebih dari orang cabul yang sukses."
"Singkat kata, dia cerdik membuat sindiran seksual"
"Tapi sejujurnya, dia tidak lebih dari orang cabul yang sukses"
"Astaga"
"Orang cabul yang sukses"?
"Orang cabul yang sukses"
Menerima.
"Menerima"
"Orang cabul yang beruntung. Menerima"
"99 persen komentar Shin Dong Yeob tidak lucu"
"Dan merusak suasana hatiku."
"Satu persen lainnya hanya dia yang membawakan acara."
"Tertawa"
"Dia tertawa keras"
Jangan tertawa.
- Astaga... - Jangan tertawa.
Ini sangat lucu.
Beberapa komentarku mungkin membosankan.
Aku tidak suka persentase,
tapi aku menerima yang satu ini.
Lalu...
- Astaga. - Aku tidak bisa melakukannya.
"Kenapa si bodoh Shin Dong Yeob terus memulai bisnis?"
"Dia tidak belajar dari semua kegagalannya."
Ini tidak begitu akurat, jadi, aku tidak menerimanya.
Aku tidak punya atau menjalankan bisnis apa pun saat ini.
Tapi kamu yang saat itu sedang kesal menulis ini,
alih-alih menulis "si bodoh Shin Dong Yeob",
lebih baik jika kamu menulis semacam "si bocah itu".
"Bocah itu"
"Pria Tua Bergigi Palsu, Shin Dong Yeob merusak 'Amazing Saturday'"
"Lebih seru jika tanpanya"
"Lebih seru jika tanpanya"
Haruskah kita cari siapa yang menulis ini?
- Kenapa? - Apa?
Kamu tidak tahu apa itu "pria tua bergigi palsu"?
Apa itu bahasa gaul yang buruk?
Artinya gigi palsumu berkeletak.
Orang tua memakai gigi palsu.
Ini istilah yang menghina.
Gigi palsu berkeletak.
Baik, terlepas dari gigi palsu,
aku tidak menerima hal ini.
Jika diberi kesempatan, akan kujelaskan ini.
Kupikir aku kuat secara mental, tapi ternyata tidak.
- Aku takut. - Aku tidak sekuat yang kukira.
Telingamu memerah. Kamu baik-baik saja?
"Kehancuran mental"
"Katanya Shin Dong Yeob akan memandu 'The Night of Hate Comments'"
"Ini yang kupikir akan terjadi."
"Dia pasti akan duduk saja."
- Dia berdiri. - "Dua."
"Mereka akan sedikit mengobrol, lalu tiba-tiba berakhir."
"Tiga. Dia pasti melontarkan sindiran seksual."
Aku harus tiba-tiba mengakhiri setelah mengobrol sedikit,
karena ada jadwal lain.
- Dia mengakuinya. - Benar.
- Tidak. - Lalu apa?
Kita tidak akan bicara banyak, dan tiba-tiba berakhir,
dan tidak akan ada sindiran seksual.
- Tidak? - Kita di sini
karena komentar kebencian sudah menjadi
sebuah isu sosial.
Kita ingin mendiskusikannya dengan ceria
dan membawa isu itu ke permukaan, jadi, orang-orang bisa menghadapi
dan memikirkannya.
- Ini bukan hanya tentang sindiran. - Benar.
Bukan.
Aku menerima beberapa dan menegur beberapa komentar kebencianku.
Giliranku sudah selesai.
"Pembacaan DongYeob berakhir"
- Bagus. - Kelihatannya tidak mudah.
- Benar. - Tidak.
- Bagaimana? - Hanya mendengar
dan benar-benar membaca apa yang tertulis
terasa sangat berbeda.
- Aku tidak akan membaca milikku. - Aku juga.
Jangan. Bacalah sesuai urutan ini.
- Ini sulit. - Sook, Jong Min, Sul Li.
- Dia terakhir? - Aku terakhir?
- Karena sejak lama, - Apa?
di acara musik,
bintang seperti Cho Yong Pil dan Na Hoon A tampil paling akhir.
- Sorotan utama. - Terbaik.
Pahlawan datang paling akhir.
Di masanya, Kim Gun Mo selalu menyanyi paling akhir.
Jujur, tidak ada gunanya berada setelah Sul Li.
Ada keributan besar sebelum syuting.
Ya.
Kamu tidak membacanya?
Bacalah komentar milikmu.
Kenapa kamu peduli milik orang lain?
- Kurasa aku saja yang berikutnya. - Baik.
"Melangkah ke podium"
"Pembacaan Komentar Kebencian, Kim Sook"
"Kim Sook di setiap acara di setiap saluran."
"Dasar stasiun TV berengsek."
"Kenapa kalian terus memakainya?"
"Dia muncul tiap kali aku mengganti saluran, dan aku bosan melihatnya."
"Kuharap dia hanya tampil sesekali seperti dahulu."
Itu menyakitkan.
Tidak menerima.
Sepertinya kamu senantiasa mengikuti acaraku.
Aku mengakuimu sebagai penggemar sejati.
"Mengakui"
"Aku benci sebab dia membosankan, bukan karena penampilannya."
"Aku benci sebab dia membosankan, bukan karena penampilannya"
"Aku tidak pernah tertawa pada semua leluconnya."
"Dia komedian profesional,
dan dia menolak melucu."
"Aku tidak pernah tertawa pada semua leluconnya"
"Dia komedian profesional, dan menolak melucu"
No comments yet. Be the first to leave one.