Headhunter

Headhunter

Download Indonesian Subtitle

Release info

Headhunter 2023 720p WEBRip x264 AAC-[YTS MX]
A Commentary by Bandar1
No Resync

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
TS
YTS
Published on: 2023-07-09
Downloads: 61
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Nama, tokoh, fakta, peristiwa, jalan cerita,

Yang digunakan dan muncul di film ini sepenuhnya fiksi...

...dan tidak berkaitan dengan peristiwa atau orang sebenarnya.

Setiap duplikasi, menyalin, atau penggunaan tidak resmi...

...dari seluruh bagian film ini berujung pada pertanggung jawaban sipil...

...dan atau penuntutan sesuai hukum yang berlaku.

Kalimantan 1823

Aku menantangmu, satu lawan satu!

Tak ada pendekar pedang yang takut tantangan!

Yang menang mendapatkan kepala musuh!

Empiang…

Di mana anak-anak?

Mereka bermain di luar.

Anang!

Lebor!

Ikut aku.

Kita kita pergi? Ke arena?

Pergi kemasi makananmu. Kita akan di sana seharian.

Waktu berlalu Anak-anak kita sudah besar.

Semakin besar,

Dan semakin nakal.

Lebor suka mengganggu semua orang.

Kemarin,

Lebor menabrak keranjang manik-manik.

Semuanya jatuh berserakan.

Dia tidak membantu bereskan itu dan lari begitu saja.

Itu biasa. Mereka anak-anak.

Ya.

Jangan terlalu manjakan dia, atau dia akan bersikap kurang ajar.

Kami siap, Ayah.

Ayo. Kita pergi sekarang.

Majulah ketika musuh menyerang dari depan.

Jadilah unggul dari mereka.

- Kalian berdua teruslah berlatih. - Oke.

Aku harus pergi untuk urusan penting. Ayo.

Aku sangat lelah. Ayo istirahat.

Ayah meminta kita terus latihan.

Itu sudah cukup.

Untai, Siah, dan Lebor.

Aku mau tunjukkan kau sesuatu.

Apa itu?

Bagaimana jika Ayah marah?

Ini takkan lama. Ayah juga jauh sekarang.

Ayo.

Ayo, kalian berdua.

Baiklah.

Di sini, lihat!

Wow!

Tempat ini indah.

Tempat ini indah. Anang, kurasa Surga terlihat seperti ini.

Ya, ini adalah tempat kita.

Ini adalah surga kita.

Ayolah, seolah kau pernah melihat surga sebelumnya.

Kapan kau temukan ini?

Waktu aku pergi ke hutan bersama Ayah.

Aku beritahu kau sebelumnya.

Kau akan jatuh cinta dengan tempat ini.

Aku tak percaya ada tempat indah seperti ini dekat rumah kita.

Wow! Ini sangat tinggi. Untai, lihat disana!

- Ayo menyelam! - Menyelam?

Jangan takut, aku disini.

Kita anak-anak pahlawan Iban. Tak ada yang membuat kita takut.

Ayo menyelam bersama!

Lebor, mari kita berjanji.

Kita bersumpah bahwa kita takkan pernah berpisah,

Kita saling bantu,

Dan akan saling menyayangi hingga akhir hayat.

Satu, dua, tiga.

Kita bersumpah bahwa kita takkan pernah berpisah,

Kita saling bantu,

Dan akan saling menyayangi hingga akhir hayat.

Bibi, Anang dan Lebor tak ada di arena latihan.

Mereka tak di sana? Ke mana Anang pergi?

Lebor? Untai? Siah? Apa kau melihat mereka?

Tak ada orang di sana, Bibi.

Ini pasti idenya Lebor!

- Pergi cari mereka! - Baik, Bibi.

- Di mana Anang? - Lebor, pergi cari Anang.

Ke mana perginya dia? Kenapa dia sangat lama?

Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Anang?

Ayolah, jangan khawatir. Dia pasti baik saja.

Bukankah kita berjanji untuk saling bantu?

Itu sebabnya aku di sini. Aku tak mau tinggalkan kau di sini.

Dan juga, kalian berdua anak perempuan.

Aku tidak takut!

Lebor, itu Anang.

Kau pergi ke mana, Anang?

Ini untukmu.

Apa ini?

Hati burung penyanyi.

Itu untukmu. Ambillah.

Hati burung penyanyi,

Untuk tunjukkan cintaku kepadamu.

Ingatlah aku akan selalu mencintaimu.

Dan aku takkan pernah berhenti.

Aku akan pastikan takkan mati selama kau masih hidup.

Kita seperti sepasang burung penyanyi.

Kita takkan bisa hidup jika salah satu dari kita pergi.

Anang, itu suara drum. Musuh datang.

Ayo pulang.

Paman, aku mencari ke mana-mana, tapi tetap tak temukan mereka.

Benarkah? Apa kau benar-benar mencari?

Ya Tuhan!

Ke mana perginya anak-anak?

Jago juga tidak di rumah.

Aku mencari mereka ke mana-mana.

Aku tak bisa temukan mereka.

Ibu, aku memburu burung penyanyi.

Aku berikan hatinya ke Untai sebagai tanda cintaku untuk dia.

Kau pergi ke hutan?

Ibu sangat khawatir!

Kau membuat ini khawatir!

Terima ini! Dan ini!

Ini pelajaran untuk mereka!

Apa kau mau membunuh mereka?

Jago, apa yang terjadi?

Aku jatuh ke jurang.

Sayang, kau tak apa?

Aduh, itu sakit.

- Nak. - Iya, Ayah.

Jangan merasa rendah diri atau jauh,

Karena kau diadopsi.

Kami tetap peduli dan menyayangimu,

Seperti kami menyayangi anak kami sendiri.

Tolong jaga Anang,

Dan juga Ibumu.

Saat Ayah pergi,

Ayah harap kau akan gantikan posisi ayah.

Tolong jangan berkata begitu.

Kau janji pada Ayah, Lebor?

Ya, aku janji untuk menjaga Ibu...

...dan Anang hingga napas terakhirku.

Jangan biarkan amarah menguasaimu.

Jangan asal memukul anak-anak.

Mereka pantas dipukul.

Mereka berkeliaran seharian. Semua orang mencari mereka.

Aku tidak tahu mereka akan pergi ke mana.

Kenapa kau tak tanya mereka terlebih dahulu?

Tanya ke mana mereka pergi.

Bagaimana jika ada masalah? Mungkin terjadi sesuatu ke mereka?

Aku sangat marah dan kebingungan.

Bagaimana jika terjadi hal buruk?

Sebagai orang tua, kita harus khawatir dengan mereka,

Jika tidak mereka akan membuat masalah.

Tapi kita juga harus menahan diri dari bertindak terlalu berlebihan.

Ini karena Lebor.

Dia tak tahu terima kasih.

Dia harusnya menjaga Anang,

Tapi dia justru ajarkan dia menjadi anak nakal.

Astaga.

Ini anak siapa?

Tolong jangan katakan itu.

Masa depan mereka masih panjang.

Jangan katakan itu karena ini.

Jangan katakan itu kepada Lebor.

Kenapa kau tega?

Aku sangat sayang Anang.

Dia anakku.

Aku tak mau hal buruk terjadi kepada dia.

Itu sakit.

Lebor, kau pasti demam karena banyak dipukuli kemarin.

Jangan berkata seperti itu.

Dia ingin menjadi tabib saat besar.

Anang, Lebor.

Ayo pergi ke arena dan latihan.

Ayah, Lebor tidak sehat.

Badannya sangat panas.

Empiang, bisa kau beri dia obat?

Istirahatlah di rumah.

Kau tak harus latihan.

Anang, ayo.

Siah, ayo pergi bersama Anang.

Tidak, kalian anak perempuan. Mereka akan di sana hingga senja.

Mereka akan pulang malam.

Sekali lagi.

Kau harus kuat untuk jadi kesatria.

Jangan lunak atau musuh akan mengalahkanmu.

Itu butuh keberanian untuk jadi kesatria Iban.

Mengerti, Ayah.

Ayo makan.

Kentang ini sangat enak.

Itu enak karena buatan Ibumu.

Lihat ini.

Apa kau tahu sejarah mandau ini?

Titik-titik itu adalah jumlah kepala yang dipenggal dengan mandau ini.

Ayo pulang.

Aku sudah sangat lama menunggu momen ini.

Aku datang untuk balasan dendam atas kematian saudaraku, Likas,

Yang kau bunuh.

Sekarang giliranmu, Jago.

Jago!

Ayah!

Jangan takut pada kematian, Nak!

Kesatria Iban tak takut mati.

Kesatria Iban sejati bukan hanya memenggal orang lain,

Tapi juga yang rela korbankan dirinya sendiri.

Terkutuk kau!

Ayah!

Ayah!

Cukup latihannya!

Headhunter subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Headhunter

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left