The first 200 lines.
SEMUA LOKASI, TOKOH, ORGANISASI, DAN INSIDEN
DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKTIF
Aku tak mau begitu.
Apa?
Kecewa.
Lagi pula, ini bukan salahmu.
Aku tak ingin menghujat keluargamu.
Aku hanya…
Hanya…
Apa yang salah denganku?
Padahal aku hidup dengan baik.
Apa kekuranganku?
Diriku adalah…
yang paling berharga bagiku.
Jadi, aku ingin menyerah.
Katamu, aku boleh
melakukan kesalahan.
Kuharap…
orang lain tak ikut campur masalah kita berdua.
Kitalah yang harus menyelesaikannya.
Karena itu masalah kita.
Namun, aku harus mengalah untuk mengatasi masalah di luar hubungan kita,
dan aku enggan mengalah.
Selama ini, aku selalu memutus hubungan
jika hubungan itu bermasalah.
Aku terbiasa kabur dari masalah.
Karena aku enggan terluka.
Itu sebabnya aku tak mau menemuimu.
Aku tahu akan berkata begini karena perasaanku ini.
Kau mau kita putus?
Aku sungguh pengecut, ya?
Karena memaksamu mengatakannya.
Jadi, kau ingin kita putus.
Sopankah ini?
Meski kau pengecut,
tak seharusnya membuatku mengatakannya.
Kesalahanmu hari ini hanyalah membuatku
mengatakannya lebih dahulu.
Kau bisa mengabaikannya.
Kita bisa sementara menjaga jarak.
Setidaknya kau bisa lakukan itu.
Kurasa aku berhak diperlakukan begitu.
Benar, 'kan?
Ya, kau berhak.
Baik.
Baiklah.
Cukup untuk hari ini. Aku pamit.
EPISODE 13
Kurasa ayahku tahu kalian bergandengan tangan.
Saat melihatnya, aku takut dia punya dokumen terpisah mengenaiku.
Aku langsung mencarinya,
tapi tak menemukan apa pun.
Karena kau putrinya.
Seon-gyeom putranya.
Sebenarnya, ada pria yang kucintai.
Dia juga mendapat perlakuan buruk dari ayahku tanpa sepengetahuanku.
Bagaimana dia mengatasinya?
Dia selalu melarikan diri, dan aku selalu mengejarnya.
Aku berhenti menghitung setelah lewat dari lima kali.
Meski dia kabur, aku akan terus mengejarnya sampai ujung dunia.
Entah apa yang akan dilakukan Seon-gyeom jika kau melarikan diri.
Tak ada kemungkinan Seon-gyeom yang melarikan diri?
Dia tak pernah melarikan diri.
Kau pikir…
aku keterlaluan karena mau bersama dengan Seon-gyeom?
Kau sudah menganggapku sebagai ipar kejam?
Jangan anggap aku begitu.
Terkadang aku merasa tak pantas mendapatkan dia.
Saat bersama dia,
sering kali kelemahan dan sisi burukku terlihat lebih dulu,
dan aku tak berkonsentrasi kerja.
Bagiku, percintaan dan pekerjaan harus berjalan selaras.
Percintaan memang penting,
tapi aku tak bisa kehilangan pekerjaanku melebihi apa pun.
Itu sama seperti kehilangan jati diriku.
Kucoba membantu Seon-gyeom sebisaku,
tapi aku sendiri tak begitu baik.
Kupikir lebih baik
memberitahumu lebih dulu sebelum memberi tahu Seon-gyeom.
Kuharap Seon-gyeom tak mengetahui hal ini.
Saat ini, aku ingin menikmati hubungan kami.
Omong-omong, kenapa kau mengejar pria itu?
Aku tahu bahwa dia mencintaiku.
Itu sebabnya dia melarikan diri.
Matikan alarm.
Kuliahku dimulai usai tengah hari. Matikan alarm.
Selamat lari pagi.
Kau tak harus selalu mengatasi segalanya.
Kau bisa istirahat di akhir pekan.
SEO DAN-AH
Kakek, ayah, dan kakak laki-laki.
Semua namanya mengandung "Myeong".
Namun, Nona Seo tidak?
Apa karena terlalu cantik?
Seo Tae-woong tak ada.
Apa mereka sungguh bersaing?
Nona Seo terlalu memikat.
Ulang tahun Nona Seo sebentar lagi.
Ya, baiklah.
Aku harus daftar acara lari amal.
Selesai mendaftar.
Aku sengaja berbicara lantang, tapi kau tak merespons sama sekali.
Ada apa denganmu? Kau bahkan tak lari pagi.
Astaga.
Ceritalah jika kau punya masalah.
Jangan melampiaskannya pada baju. Ini baju yang akan kita pakai.
Dia…
sungguh ingin putus?
Apa dia menderita selama berkencan denganku?
Padahal aku sudah berusaha maksimal.
Apa belum cukup?
Apa hal seperti itu terus dipendam,
dan karena ayahku kali ini, menjadi pemicu dia meledak?
Kini aku paham alasanmu tak melipat baju dengan rapi.
Apa ada yang bisa kubantu?
Setelah minum susu,
bersihkan dulu kotaknya baru dibuang.
Baik.
Kalau begitu, apa aku boleh minta bantuanmu?
Bukan masalah besar.
Baiklah.
Bukankah kau tak mau makan japchae sama sekali?
Aku sudah telanjur beli bahan-bahannya.
Bukan itu. Kau bisa mencari resepnya di internet.
Kenapa meminta bantuanku?
Percuma mencari resep jika tak enak.
Padahal kau pandai mengiris. Jika rasanya tak enak,
- berarti mulutmu bermasalah. - Mulutku selalu bermasalah.
Tak ada yang perlu diiris lagi?
Rupanya ini alasan kau memasak.
Selama memasak,
yang dipikirkan hanyalah ketumpulan pisau,
dan iris atau cincang saja bawangnya.
"Besok, aku harus melamar ke banyak tempat agar sibuk bekerja."
Mirip saat berlari, aku tak memikirkan semua itu.
Ini semacam meditasi.
Itu sebabnya aku memintamu membantuku memasak.
Kau paham niatku sekarang?
Karena itulah kau jadi CEO.
Kau perlu beristirahat supaya bisa terus bekerja.
Bekerja adalah beristirahat bagiku. Kau juga sibuk bekerja.
Aku baru tahu setelah menjadi CEO.
Aku sadar CEO juga menyukai gaji.
Padahal impianku menjadi pegawai yang digaji.
Kenapa aku malah menjadi CEO?
Proyekmu kali ini akan ditayangkan.
Tontonlah bersamanya.
Kalian harus menonton terjemahanmu di layar lebar.
Soal itu…
Sepertimu.
Itu kesanku mengenai film tadi.
Jangan menghilang.
Teruslah berada di sampingku.
Tidak akan.
Malah aku yang melarikan diri.
Apa aku wanita berengsek?
Aku harus jaga ucapanku.
Kau memikirkan apa?
Padahal akhir pekan, tapi aku sendiri tak istirahat.
Ini hari kerja.
Memberi saran untuk orang lain sangat mudah.
Hari ini hari kerja.
BURGER NASI TERNAMA
Valet di mana?
Kenapa tiba-tiba mau balet?
"Balet"?
Valet…
Di mana petugas yang memarkirkan mobil?
Apa ada hal seperti itu di duniamu?
Aku tak tahu ada hal seperti itu.
Kenapa parkir di sini?
- Kalau begitu, parkir di mana? - Tak boleh di sini.
Kenapa bicara tak sopan?
Maaf. Tunggu sebentar.
Tempat ini dekat kampus. Kita bisa memarkir di sana.
Kami pergi. Maaf.
Perjuangan kita pasti sebanding dengan rasa makanannya, bukan?
Kau penasaran apa yang ada di dalamku, bukan?
Biar kutunjukkan sebelum kumasukkan.
Kau pikir aku akan menciummu lagi?
Aku agak mengharapkannya.
Sebelumnya, kau tersinggung.
Ucapanmu itu tak sopan.
Rupanya kau suka menyimpan dendam.
Apa yang membuatmu tersinggung?
Lebih baik dibicarakan sebelum menggugatku.
Menggugatmu? Kenapa?
Kau pikir bisa mengalahkanku jika mengambil jalur hukum?
- Ini demi kebaikanmu. - Kenapa aku harus menggugatmu?
Lagi-lagi bahas menang dan kalah.
- Kau pasti tak punya teman. - Kenapa aku butuh teman?
Berteman bukan karena butuh.
Pertemanan terjadi begitu saja.
Kalau begitu, apa kau mau menjadi temanku?
Kau membuatku tersinggung lagi.
Lagi-lagi, tersinggung. Kenapa tersinggung? Apa penyebabnya?
Kau tak beri tahu ulang tahunmu sebentar lagi.
Apa rencanamu hari itu?
Tidak ada. Begitu juga seterusnya.
Kita akan mengadakan pesta dan kencan?
No comments yet. Be the first to leave one.