The Legendary Tycoon (传奇大亨)

The Legendary Tycoon (传奇大亨)

Download Indonesian Subtitle

Release info

传奇大亨 The Legendary Tycoon E 23
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Viki Version] Perfectly Synced for all version. Selamat menonton:) Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-12-09
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sang Konglomerat Legendaris

Episode 23 -

Xiaoyu!

Dimana Xiaoyu?

Dia pergi.

Kau bilang apa padanya?

Jangan khawatir. Meskipun aku berani,

aku tidak akan berani mengusir tamu terhormatmu.

Dia dan putrinya hanya pergi ke pelabuhan bersama ayahmu.

Saat kau berusaha menyelamatkan suami Wang Jing,

dia akhirnya setuju untuk ikut dengan kita.

Kau...kau masih tidak mau pergi bersama ayahmu?

Aku tahu apa yang kau pikirkan.

Kau pasti berpikir kalau saat ini aku berbohong atau ingin menipumu agar mau naik kapal.

Jangan takut. Aku tidak peduli apakah kau berangkat atau tidak.

Kalau kau tidak percaya, pergi dan lihat saja sendiri ke pelabuhan.

Tapi....kenapa dia tiba-tiba berubah pikiran?

Tuan Muda kaya-raya, apa hal itu aneh?

Pergi itu wajar. Kalau tidak mau pergi baru aneh.

Mungkin karena melihat suaminya Wang Jing hampir mati,

demi putrinya, dia bersedia untuk pergi.

Suaminya Wang Jing sudah baik-baik saja?

Siapa yang menyelamatkannya?

Ayo berangkat.

Dimana A'Jing?

Dimana A'Jing?

Apakah kau yang menyelamatkanku?

Kalau aku punya senjata sekarang,

aku sudah akan menembakmu!

Dengarkan ya.

Di dunia ini, tidak ada orang yang lebih ingin agar kau mati adalah aku!

Putriku dulu tidak pernah menderita.

Kalau dia tidak bertemu denganmu, dia pasti sudah senang sekarang.

Tapi sejak dia menikah dengamu, hidupnya tidak pernah senang.

Apa ada sesuatu yang menimpa A'Jing?

Aku sudah katakan sebelumnya

jangan ikut-ikutan dengan dalforce.

Kenapa kau tidak mau mendengarkanku?!

Ada apa dengan A'Jing?

Ada apa?!

Kau masih berani bertanya? Ini semua karena kau

cucuku harus kehilangan nyawa!

Kenapa buka kau saja yang mati?

Kenapa harus cucuku?

Sampai sekarang aku masih tidak mengerti.

Kenapa aku harus menukar taman hiburanku dengan nyawamu yang tidak berharga?

Apa ini? Kenapa kapalnya sudah berangkat?

Masih belum waktunya. Jangan gelisah.

Apa ada sesuatu yang terjadi? Mereka sudah lama sekali.

Apakah ayahku tidak menyelamatkan Ruoxia?

Ayahmu Wang Ting-en.

Apa mungkin dia tidak mampu memenuhi janjinya?

Ruoxia...

A'Jing....

Ruoxia....

Maaf...

Anak kita sudah tidak ada.

Istriku,

aku yang bersalah padamu.

Aku sudah membuatmu menderita.

Mereka bilang, wajar bila seorang perempuan berubah. Aku akhirnya percaya.

Kadang,

orang hanya ingin mengikuti kata hatinya saja.

Tapi itu artinya egois sekali. Aku juga perlu memikirkan orang-orang disekitarku.

Pilihanmu tepat. Kau akan segera memiliki anak kedua.

Membawa anak-anakmu pergi dari sini adalah pilihan yang terbaik.

Begitu tiba disana nanti, aku akan segera mencari rumah untukmu

di samping rumah kami.

Dengan begitu kita bisa saling menjaga.

Tapi...kau saat ini sedang hamil.

Aku tidak tenang bisa meninggalkanmu dan Wenwen sendirian di rumah.

Bagaimana kalau kalian tinggal bersama kami dulu?

Kita buat rencana lagi begitu kau sudah melahirkan.

Tidak masalah untukku.

Kau juga harus memikirkan sekolah Wenwen.

Aku pasti akan mencarikan sekolah yang terbaik untuknya.

Kau ingin sekolah khusus anak perempuan atau campuran?

Bagaimana menurutmu?

Sekolah khusus anak perempuan saja. Anak laki-laki di Amerika lebih bandel.

Aku takut mereka akan membawa pengaruh buruk pada Wenwen.

Dia suka menggambar, kan? Aku bisa mencarikan guru untuknya.

Setelah melahirkan, kau juga perlu istirahat.

Serahkan saja soal pengasuhan Wenwen padaku. Jangan khawatir.

Apa aku terlalu jauh berpikir?

Kalau bukan karena kau selalu jauh berpikir, aku tidak tahu bagaimana jadinya hidupku dan Wenwen.

Aku tidak tahu bagaimana cara membalas semua kebaikanmu.

Tidak usah mengungkit soal itu di antara kita.

Benar, Linjie.

Aku tidak akan pernah melupakan semua hal yang sudah kau lakukan untukku.

Keberuntunganku dalam hidup ini adalah bisa bertemu denganmu.

Terima kasih banyak.

Kita bertemu lagi nanti.

Aku juga harus kembali ke kamarku untuk menjenguk Wenwen.

Kau harus menulis surat padaku!

Situasi sedang genting saat ini. Kenapa kau ingin bertemu denganku?

Ada satu hal yang memerlukan bantuanmu.

Aku dulu punya kekasih di Shanghai.

Dia ditangkap dan dibawa ke kamp konsentrasi Jepang.

Dia pembuat film.

Tentara Jepang menggunakan dia untuk membuat film promosi.

Membantu Jepang membuat film?

Ya. Karena jika tidak, mereka akan membunuhnya.

Alasanmu menemuiku saat ini pasti untuk memintaku untuk menyelamatkannya?

Aku bisa memahami perasaanmu.

Tapi membebaskannya pasti akan sangat sulit.

Kekuatan militer kita saat ini terbatas. Kita tidak akan bisa melawan pasukan Jepang.

Aku tahu. Jangan salah paham.

Kami sudah bertemu dan aku memberinya peta.

Dalam petanya, aku menandai lorong yang bisa mereka gunakan untuk melarikan diri dari kamp konsentrasi.

Jika dia bisa memahamiku, dia pasti sudah menggali lorongnya sekarang.

Aku mengerti.

Kau ingin kami menjemput mereka di luar.

Tapi begitu kita berhasil, kedokmu akan terbuka.

Orang-orang Kubo akan tahu kalau kau pelakunya. Nyawamu akan terancam.

Jika arahnya tepat,

kita harusnya sudah menggali sampai titik ini.

Kita hanya bisa menggali saat malam hari.

Menurutmu, masih berapa lama lagi?

Kelihatannya...

setengah bulan lagi.

Tapi naskahmu sudah begitu lama tertunda.

Apa kau bisa minta Qu Meng untuk menundanya lebih lama lagi?

Setelah terakhir kali aku bertemu dengannya, aku belum mendapat kamar lagi darinya.

Aku khawatir Jepang sudah tahu kalau dia membantu kita.

Jenderal Nishiyama.

Apakah naskahnya sudah selesai?

Orang yang dulu pernah berbohong padamu tidak pantas lagi untuk dipercaya.

Maksud Jenderal, Gu Yanmei?

Karena dia, Meiyan bisa melarikan diri.

Biar orang lain saja yang menyelesaikan naskahnya.

Lalu bagaimana dengan yang lainnya?

Kita tidak akan membiarkan dia hidup, jadi apa gunanya yang lain?

Aku mengerti.

Lagipula, siapa yang menyuruhmu untuk mempercayainya?

Kau harus hati-hati pada orang ini.

Bagus kalau kau mengerti.

Aku ingin mengambil pakaian untuk Tn. Kubo. Beri jalan.

Maaf. Tanpa perintah Tn. Kubo, kami tidak bisa membiarkanmu masuk.

Ada apa?

Apakah mereka sudah tahu tentang Rumah Biru?

Bangun. Ikuti kami.

Cepat jalan. Jalan.

Kau mau apa?

Yanmei! Yanmei!

- Berlutut! - Kau mau apa?!

Kenapa kau bersikap seperti ini? Terus menolak kami?

Ada apa ini?

Jenderal Nishiyama sudah memberi perintah

untuk menjatuhkan hukuman mati padamu hari ini.

Bukan kau saja, tapi juga rekan-rekanmu.

Kurasa kau tahu sendiri apa alasannya.

Tapi naskahku sebentar lagi selesai.

Aku hanya butuh satu minggu.

Satu minggu lagi?

Kalau aku terlambat sedetik saja hari ini,

kau pasti sudah jadi mayat.

Kali ini, tidak main-main.

Tolong bantu aku menjelaskannya lagi pada Jenderal Nishiyama, oke?

Alasan-alasanmu ini, jangankan Jenderal Nishiyama, aku saja sudah muak mendengarnya.

Jenderal Nishiyama sudah menyuruh Yao Zuguang untuk menulis naskahnya.

Dia tidak membutuhkanmu lagi.

Kau hanya menyusahkan dirimu sendiri,

kau bahkan membuat Sakko susah juga.

Urusan ini tidak ada hubungannya dengan Nona Sakko.

Hubungannya denganmu tidak biasa.

Mengenai hubungan cinta pertamamu dengan Qu Meng,

dia sudah menceritakannya.

Karena dia masih menganggap hubungan kalian dulu

dia memintaku untuk membantu menyelamatkanmu.

Tapi Jenderal Nishiyama sudah merasa bahwa Qu Meng tidak bisa dipercaya.

Dia mulai mencurigainya.

Apa ada cara lain?

Kau kira demi menyelamatkan Qu Meng aku tidak mencari jalan lain?

Waktu kau diam-diam memberi jalan untuk Meiyan melarikan diri,

Jenderal Nishiyama murka dan ingin segara menjatuhkan hukuman mati padamu.

Akulah yang mempertahankan sampai kau masih hidup hingga saat ini.

Kau masih menginginkanku menyelamatkan dirimu?

Tapi aku sudah kehabisan alasan.

Sebetulnya aku ada ide.

Mungkin Jenderal Nishiyama mau mengubah pikirannya.

Kau ingin memutar "Kecantikan Liar" disini?

Jeneral Nishiyama tahu kalau itu film kakak iparmu

dan tidak pernah ditayangkan sebelumnya.

Dia merasa sangat tertarik dan berkeras untuk menontonnya.

Tapi kami belum menyelesaikan filmnya.

Aku tidak mengatakan hal itu padanya.

Aku katakan padanya ada masalah dengan kopi filmnya.

Kita harus menyunting ulang.

Aku bisa mendapatkan waktu 5 hari untuk kita.

Jika tidak, mereka....pasti sudah membunuhku.

Tapi...saat menonton filmnya nanti dia akan tahu.

Saat itu, kita sudah pergi.

Kau ingin melarikan diri saat mereka menonton film?

Itu adalah saat dimana par Jepang itu tidak waspada.

Ini kesempatan terbaik kita.

Ini juga satu-satunya kesempatan kita.

Aku tidak tahu bagaimana nanti reaksi Nishiyama

saat dia tahu kalau filmnya belum selesai.

Jadi itu berarti

kita harus kabur sebelum filmnya selesai diputar.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left