Extraction 2

Extraction 2

Download Indonesian Subtitle

Release info

Extraction 2 2023 NF-RT-02:03:57
A Commentary by DD_Movie
NF RETAIL | t.me/ddmoviechannel

Tags

other
Published on: 2023-06-18
Downloads: 128
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tyler!

Dia bernapas.

DUBAI, UEA

Banyak luka tembak.

Jalan napas diamankan.

Kami sudah berusaha maksimal.

Sebaiknya pertimbangkan untuk merelakan.

Dik, tak adil dia begini.

Aku tak akan menyerah.

Apa?

Enyah.

Tahan selama lima detik.

Empat, tiga, dua...

Pelan-pelan saja.

Pulang sajalah.

Atau apa? Kau akan melindas kakiku?

Aku cuma bisa begitu.

Terima kasih, Nik. Sudah mempertahankanku.

Tak sabar dengan babak baru hidupku ini.

Percaya atau tidak,

sangat sulit membiarkan orang yang disayangi mati.

Kau berjuang untuk hidup kembali.

Temukan saja alasannya.

Zurab.

Aku baru dengar dari penjara.

Hukuman penjara adikmu diperpanjang sepuluh tahun.

PENJARA TKACHIRI

Gubernur.

Zurab. Selalu senang melihatmu.

Apa kabarmu, Kawan?

Pernah lebih baik.

Satu sapi jantan utama kami sakit.

Harus kami bunuh. Kubur sebelum dia menulari yang lain.

Kau mau aku kemari untuk bersimpati?

Ayo jalan bersamaku.

Katamu ada hal mendesak.

Aku baru dengar tadi pagi kau menandatangani

perpanjangan hukuman adikku selama sepuluh tahun.

Adikmu melempar seorang agen DEA dari atap.

Pihak Amerika mendesak kami.

Saat aku dan Davit masih kecil,

aku melindungi adikku dengan segala cara.

Ayahku tak akan membuatku lupa.

Kutentang ekstradisinya ke AS.

Biar di penjara Georgia saja.

Bahkan kuizinkan keluarganya di penjara bersamanya.

Jangan lupa siapa menempatkanmu di kantor ini, dan alasannya.

Maaf, aku tak bisa apa-apa.

Satu sapi jantan utama kami sakit.

Kau sudah bilang.

Temanku! Tampak segar. Lihat ini.

Kenapa kemejamu? Kalah taruhan?

- Kau tak suka? - Tidak.

Akan kuberikan. Ukuranmu berapa, 44 biasa?

Kau agak langsing, ya?

Diam.

Aku juga rindu kau.

Dia mau matikan mesinnya.

Itu tak benar. Kakakku bohong.

Kalau kau pasti sudah membantuku.

Lain kali. Aku janji.

Lucu, kakakmu berkata sama.

Apa ini?

Hadiah.

Terima kasih kembali.

Kau bawa ayamku?

Sudah kami makan.

- Kalau anjingku? - Kami makan juga.

Astaga, Yaz.

Bercanda. Dia di rumah.

- Kini aku harus apa? - Apa pun yang kau mau.

Kau bisa jalan-jalan, belajar merajut.

Mencoba meraih kesadaran penuh.

Kau akan suka di sini.

Baiklah, akan kukirim kemejanya.

Apa ini?

Kami kemasi rumahmu. Hanya menemukan ini.

Seluruh hidupmu muat di satu kotak kecil.

Mungkin saatnya mengubah itu.

Kapan kita akan bertemu lagi?

Saat ada yang perlu dirayakan.

Nikmati pensiunmu!

Ya, enyah.

Hei.

Mereka tak boleh memakanmu.

Benar sekali.

Jangan dibangunkan. Mereka sulit tertidur di sini.

Kemari.

Tidak.

Tidak?

Tidak malam ini.

Sudah beberapa minggu tak melihat matahari.

Mereka tak bisa begini. Keras bagi mereka.

Keras?

Dia perlu tumbuh keras.

Ada tempat sembunyi lain.

Tentu, di sini kakakmu melindungi kita.

Namun, aku tak mau putraku menjadi Nagazi.

Aku tak butuh kau banyak mulut.

Kau mau apa?

Menyeretku ke selmu?

Kau lupa kau istriku?

Bukan propertimu.

Mungkin kuasuh saja sendiri?

Kau tak akan dirindukan.

Ibu baik-baik saja?

Kukira kau tidur.

- Yakin Ibu baik-baik saja? - Ya.

Maafkan aku.

Tak apa, Sayang.

Tenang, semua akan baik-baik saja.

Mungkin Ayah benar.

Aku perlu tumbuh dengan keras.

Agar bisa menjadi Nagazi.

Ini indah, sungguh. Namun, tehnya?

Tak terlalu.

Susumu habis.

Kau tersesat?

Kau Rake?

Aku bertanya dulu.

Jawabanku tergantung jawabanmu.

Jika kau Rake, maka kau adalah mitos Mumbai.

Legenda yang membawa wartawan keluar dari Kongo,

yang menjatuhkan dua geng demi wali kota Rio.

Aku yang tersanjung.

Namun, harus kukatakan, kau tak sesuai harapan.

Apa kau jatuh dari jembatan?

Letakkan gelasku, naik ke mobil, dan enyah.

Tak ramah, ya?

Tidak saat teman kita menawarimu pekerjaan.

Aku tak punya teman.

Individu ini

tampaknya berpikir hanya kau yang mampu.

Aku? Kurang yakin. Apa bisa menarik pelatuk begitu?

Makanya kau tak punya teman.

Pergi dan beri tahu pengutusmu bahwa aku tak tertarik.

Ya?

Kalau pengutusku mantan istrimu? Mia.

Anjing itu pakai kemeja Valentino?

Ya, diberi teman.

Mia dalam masalah?

Tidak, tetapi adiknya.

Terlibat apa?

Saat ini di penjara di Georgia dengan dua anaknya.

Dikurung suaminya di sana. Bisa bayangkan?

- Namanya Davit... - Davit Radiani, aku ingat.

Mungkin saat terakhir kau lihat,

dia dan kakaknya Zurab penjual narkoba kecil-kecilan.

Delapan tahun kemudian, mereka bangun kerajaan.

Menyebut diri Nagazi.

Rupanya berarti "gembala".

Keduanya terlahir dalam perang.

Diasuh dan keras dalam perang.

Saat kecil, mereka lari dari perang saudara di Georgia,

hanya dengan membawa diri

dan kabur ke Armenia.

Ditampung paman mereka, Avtandil.

Hingga kini dia mengelola operasinya.

Namun, di Armenia, mereka menghadapi perang baru.

Untuk bertahan di jalanan Yerevan, mereka menjadi penjahat.

Mulai menjual narkoba saat remaja, lalu menjadi pembunuh bayaran.

Mereka yakin mereka prajurit pilihan Tuhan.

Saat kembali ke Georgia,

mereka pahlawan rakyat.

Mereka menawari rekrutannya hal yang kuat. Keluarga.

Maka keduanya mendapat kesetiaan serupa kultus.

Dengan itu, mereka membangun

operasi senjata dan heroin miliaran dolar.

Mereka menguasai semua politikus.

Mereka menguasai negeri.

Karena Amerika, Davit tak bebas.

Lokasi?

Mereka di Penjara Tkachiri.

Dengarkan baik-baik.

Menurut pendapat ahliku, masalahnya bukan Davit atau penjaga,

tetapi dua geng berperang yang dipenjara di situ.

Salah satu mau membunuhnya, tetapi keduanya mau membunuhmu.

Jika jadi kau, dan memang bukan,

aku mau masuk diam-diam, tak mencolok,

karena begitu Davit tahu keluarganya dibawa,

pasti kakaknya akan mau mengincarmu,

dan maksudku seluruh pasukan Nagazi.

Kedengarannya seru.

Mulai enam minggu lagi. Kita ambil bayaran,

dan untuk pertimbangan politik, kau sendirian.

Jika semua lancar dan kau selamat,

kita akan bertemu dan kau akan kucium.

Kalau gagal? Senang sudah bertemu.

PESISIR AMALFI

Kita bisa dapat kiriman senjata ke Seoul besok malam.

Kakakku Yaz akan ke sana mengantarnya langsung.

Ada tiket untuk pertandingan besok.

Maaf, nanti kutelepon lagi.

Tyler.

Hai, Nik. Dengar,

soal pensiun ini tak berhasil.

Ada pekerjaan.

Kau mati klinis sembilan bulan lalu.

Sekarang tidak. Uangnya akan segera masuk rekeningmu.

Apa maksudmu? Kenapa mereka menemuimu?

More Indonesian subtitles for Extraction 2

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left