The first 200 lines.
~Selamat menyaksikan~ Mohon maaf kalau ada kesalahan terjemahan ^_^
Permisi...
- Selamat datang.. - Selamat datang...
Terima kasih banyak.
Anu, permisi...
Apa di Toko ini ada yang namanya Takano-san?
- Permisi... - Ya.
Apa Anda tau saya?
Aku tau.
Ada perlu apa ya?
Tidak, saya kemari hanya mau beli roti.
Begitu ya.
Aduh...
Tunggu, apa yang kau lakukan?
Aku yang harusnya tanya, apa yang sudah kau lakukan?
Sepertinya kau sudah gila, ya?
Yang gila itu kau!
- Tunggu, tunggu... - Lepaskan aku!
Takano-san, siapa wanita ini?
Dia adalah istri dari pria yang kucintai.
Apa kau bilang? Jangan bicara sembarangan!
Tidak, aku bicara yang sebenarnya.
Hah?
Dia sendiri yang bilang kalau dia sudah tak mencintaimu.
Hah?
Dia bilang dia merasa lebih nyaman denganku.
Dasar bodoh, lepaskan aku!
Dasar wanita murahan!
Apa sebenarnya maumu?
Pada saat itu, aku sangat iri pada dua wanita di depanku.
Kenapa ya mereka bisa begitu mencintai seseorang?
Bread, Bus and the Second First Love
Sub Indo by ch4nk-san
Perbannya banyak juga ya.
Tapi tak serius kok.
Roti Prancis itu ternyata keras juga ya.
Apaan itu?
Apa kamu juga berpikir...
kalau selingkuh itu salah?
Kurasa itu salah.
Soalnya, apa kamu tak memikirkan istrinya.
Aku memikirkannya.
Mau gimana lagi, aku sudah cinta mati.
Aku sama sekali gak ngerti.
Karena seseorang bisa terluka, jadi sepertinya itu salah.
Apa yang kamu anggap benar, belum tentu itu benar.
Aku tak minta dia untuk pisah sama istrinya.
Aku juga tak memaksanya untuk mencintaiku.
Tapi, apa kamu mau dia mencintaimu?
Tentu saja aku mau.
Memikirkan dia bersama istrinya...
membuatku agak kurang nyaman.
Tapi, dia sudah bilang padaku meski kita tak menikah...
kita masih bisa tetap berhubungan.
Begitulah yang terjadi.
Apa-apaan itu? Bukannya itu tidak adil?
Memang tidak adil ya.
Tapi, setidaknya dia sudah jujur.
Jujur? Apa itu cuma alasan dari dia.
Kenyataannya seperti kejadian hari ini.
Benar juga sih. Tapi, aku sama sekali tak pernah berpikir soal menikah.
Maukah kamu menikah denganku?
Apa ini?
Bukan apa-apa. Aku ingin menikah denganmu.
Bagaimana?
Apa maksudnya itu?
Jadi, maksudmu selama ini kamu tak tau apa kamu mencintaiku atau tidak?
Ya, aku tak tau.
Soalnya, hal semacam ini tak bisa diketahui.
Kenapa, kenapa kamu sangat yakin dengan ini?
Apa yang berbeda dariku dengan mereka yang sebelumnya?
Maksudku, Kashiwagi-san pernah berhubungan dengan wanita lain, kan?
Wanita yang kamu pacari sebelum kamu ketemu aku.
Apa yang beda dariku dibanding mereka?
Kenapa kamu berpisah dengan mereka,
dan sangat yakin takkan berpisah denganku?
Kalau semua berpikir sepertimu, tak ada yang akan menikah.
- Benar kan? - Bukan begitu.
Semua orang juga sama kan?
Kalau yang akan terjadi selanjutnya, aku juga tak tau.
Tapi, karena kita sekarang pacaran,
aku berniat untuk menikah denganmu. Apa itu tak bisa?
Kurasa tak bisa. Tapi aku senang.
- Maka dari itu... - Aku tak punya keyakinan.
Aku tak yakin, apa aku bisa selalu mencintaimu.
Dan aku juga tak yakin apa Kashiwagi-san bisa selalu mencintaiku.
Maaf.
Aku juga minta maaf, karena tiba-tiba melamarmu.
Tidak. Lamaran memang lebih baik kalau tiba-tiba kan?
Maaf, aku tak bermaksud.
Karena glaukoma,
mata kananku jadi tak bisa melihat dengan baik.
3 Bulan Setelahnya
Glaukoma bisa menyebabkan hilangnya penglihatan sebagian...
dan juga penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
Merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Jepang
Tak ada perubahan. Syukurlah.
- Kalau begitu, saya akan berikan obat tetes mata seperti sebelumnya. / - Baik.
Tapi itu bukan masalah besar.
Cara perawatannya adalah...
...dengan meneteskan obat tetes mata yang diresepkan oleh dokter.
Selama dilakukan setiap hari, tidak akan menyebabkan kebutaan.
Selama dilakukan setiap hari.
- Selamat pagi - Selamat pagi.
Totalnya 340 yen
- Selamat datang - Selamat datang
Aku duluan ya.
- Otsukare. - Otsukaresama.
Oi.
- Loh? - Kamu lama sekali.
Kamu mau datang hari ini, ya? Aku benar-benar lupa.
Jangan lupa begitu dong....
Harusnya kamu menghubungiku.
Aku menelponmu. Tapi, Hapemu berdering di dalam.
Oh iya, aku tak bawa Hape ku.
Hapemu jangan ditinggal dong...
Silahkan.
Biar aku bantu.
Gak apa-apa. Bagaimanapun, aku yang numpang disini.
Serahkan saja padaku.
Bagaimana? - Ini benar-benar enak.
Aku sudah mandi.
Jangan-jangan, kamu sudah mau tidur, ya? Ini kan masih jam 8.
Aku harus bangun awal besok. Jam 3.30.
Serius? Toko roti benar-benar gila.
Niko, kamu tak perlu tidur awal juga.
Tidur saja kapan kamu mau.
Kapan bimbel mu dimulai?
- Lusa. - Begitu ya.
Kak, kenapa kamu putus sama Kashiwagi-san?
Ada apa tiba-tiba?
Kenapa ya?
Kamu mau tau?
Padahal, kakak lebih bersikap normal kalau punya pacar.
Apaan itu? Tidak sopan.
Dia sudah tak menghubungimu?
Kayaknya dia sudah punya cewek baru.
Benarkah? / - Baru-baru ini, dia datang ke toko bareng cewek cantik.
Eh, apa dia sengaja?
Entah.
Melihat seperti itu, bagaimana perasaanmu?
Kamu kesal?
Gimana ya?
Kurasa bagus.
Aku malah lega.
Bagaimana Ibu, Apa dia bilang sesuatu?
Tidak.
Ayah sangat senang.
Katanya Ayah sayang sekali sama kakak.
Silahkan...
Selamat datang - Selamat datang...
Fumii...
Kamu Ichi Fumii kan?
Benar, Eh?
Tamotsu? Kenapa bisa ada disini?
Kebetulan aku mampir mau beli roti.
Benar-benar kebetulan, ya?
Apa kamu tinggal di sekitar sini?
Ya, cukup dekat dari sini.
Begitu ya.
Teman sekelasku dulu di SMP Shizuoka.
Eh, begitu ya... Hebat sekali.
Halo. - Halo.
Kapan kamu datang di Tokyo?
Setelah keluar dari Sekolah Tinggi Kejuruan, di umur 19 tahun.
Kalau kamu? - Saat umur 18 tahun.
- Soalnya aku mau kuliah. - Unversitas Seni, kan?
Benar, bagaimana kamu bisa tau?
Entah aku merasa seperti itu.
Kamu sedang bekerja, kan. Maaf ya.
Kapan-kapan, mau pergi makan sama-sama?
Ini, nomor kontakku.
Apanya yang lucu?
Tidak. Lucu aja melihatmu...
punya kartu nama.
Kirain apa. Aku kan sudah 25 tahun.
- Wajar kan? - Benar juga, maaf.
Sopir Bis Perusahaan Tachikawa Tamotsu Yuasa
- Aku pulang. - Selamat datang kembali.
Aku sudah makan di tempat bimbel tadi.
Aku mau tidur.
Jangan bilang kau habis minum ya.
Tidak, cuma makan terlalu banyak.
Apa? Ada apa?
Tak ada apa-apa.
- Selamat malam. - Tunggu. Apa sih...
Tunggu... Jangan!
Cepatlah tidur ya. - Aku tau.
- Lepas topimu dulu. - Baik.
- Selamat malam, - Selamat malam.
Selamat malam
Sakit tau...
- Selamat malam, - Selamat malam.
Selamat malam,
- Baik, cepat tidur. - Ya.
- Selamat malam, - Selamat malam.
Aku tau...
Selamat datang.
Aku mengenalimu dari ini.
Mau minum apa?
No comments yet. Be the first to leave one.