The first 200 lines.
- Kami terpesona. - Kami sungguh terpesona.
- Aku menonton banyak film. - Benar.
Dia tampak sangat tidak asing saat masuk ke studio.
Dia sama sekali tidak terasa seperti orang asing.
Ini juga pengalaman yang menarik bagiku.
Aku penggemarmu.
Tahun lalu, kamu berjalan di karpet merah
di Festival Film Cannes dengan film "The Spy Gone North".
Istrimu pergi bersamamu ke Cannes.
- Istrimu pasti... - Dia pasti bangga.
Dia pasti bangga.
Perasaan istrimu pasti bercampur aduk.
Apa yang dia katakan kepadamu saat itu?
- Dia bahagia. - Dia bahagia.
Untuk menghadiri acara karpet merah,
- kamu harus berpakaian rapi. - Benar.
- Pria harus memakai dasi - Tuksedo.
dan memakai jas.
Wanita harus mengenakan gaun.
Istriku biasanya tidak pernah memakai rok.
Dia berbelanja sepekan untuk mencari gaun yang pantas.
Saat dia memakai gaun itu dan berjalan di atas karpet merah,
dia sangat bahagia.
Kamu tidak pernah berkesempatan mengenakan gaun.
Tapi saat film dimulai,
dia tertidur.
"Dia tertidur"
Dia masih mengalami penat terbang.
Mungkin itu karena
dia berada di sisi suaminya dan mendukungnya
di saat-saat sulit.
Selama wawancara, dia bilang dia masih merasa bersalah
setiap kali pulang ke rumah.
Kenapa kamu merasa begitu?
Entah kenapa aku merasa tidak berguna setiap kali pulang.
Dia merasa tidak berguna di hadapan istrinya.
Tapi dia aktor yang luar biasa.
Jelas... Apa itu tahun lalu?
Apa itu saat Anugerah Seni Baeksang?
Acara itu ditayangkan di TV.
Aku berpakaian bagus, menerima anugerah
- dan berpidato. - Tentu saja.
Aku menjadi pembawa acara.
Saat aku pulang,
istriku menyuruhku membuang sampah.
Itu sampah makanan.
Aku merasa sangat bingung.
Kubilang aku baru menerima Anugerah dari Anugerah Seni Baeksang.
Dan dia bilang, "Lalu kenapa?"
Dia menyuruhmu terus melakukan apa yang kamu lakukan.
- Ya. - Kamu tetap harus lakukan tugasmu.
Aku kembali keluar membawa makanan sisa.
Aku berpikir, "Kenapa aku harus melakukan ini?"
Saat memasuki rumah, kamu menjadi bapak rumah tangga.
- Ya. - Tentu saja.
- Tentu saja. - Tapi
itu bukan kali pertama dia menerima anugerah.
Dia menerima banyak anugerah.
Dia benar.
Ini bukan kali pertamaku memenangkan anugerah.
Setelah aku memenangkan beberapa anugerah, istriku terbiasa.
"Benar. Dia menjadi terlalu terbiasa"
Kamu masih membuang sampah?
Di pagi hari, dalam perjalanan ke lokasi syuting,
aku membawa sampah daur ulang.
Kamu mengingatkanku pada suamiku
- saat berbicara. - Benarkah?
Suamiku juga seperti itu.
Putraku tidak makan apa pun yang akan menghasilkan sampah.
"'Saat kamu tidak makan, tidak akan ada sampah,' kata Kim Jong Kook"
Jong Kook tidak makan.
- Dia luar biasa. - Jang Hoon
tidak pernah makan di rumah.
Ya.
"Dia dinosaurus yang ramah lingkungan dan rapi"
Ini kali pertamaku di pantai ini.
Ini pantai.
"Sebelumnya"
Apa aku pernah ke Ulsan?
- Mereka pergi ke Ulsan. - Ini bagus sekali.
Kalian seperti memakai mantel yang serasi.
- Kami... - Astaga.
"Romansa Sang Min dan Ae Sook tiba-tiba dimulai"
Dia kakak Young Chul.
Benar.
Mereka mirip.
- Mereka sangat mirip. - Ya.
Lihat dia. Dia tersipu.
Aku belum bergandengan tangan dengan siapa pun akhir-akhir ini.
Apa kamu berdandan untuk menemuinya?
Kenapa wajahmu memerah?
Astaga.
Astaga, Sang Min.
Dia lebih jenaka dari Young Chul.
Kamu sudah tidak tampil di Mom's Diary, Sang Min?
Aku rutin tampil di sana.
- Rutin. - Benarkah? Maafkan aku.
Kurasa aku tidak pernah tertarik.
Kamu membenciku, bukan?
Kamu memakannya.
Kamu memberiku satu lagi?
Untuk sesaat, aku membayangkan kamu menjadi adik iparku.
Jika kamu tidak keberatan, aku akan mempertimbangkannya.
"Jantungnya berdebar"
Aku harus tahu berapa utangmu
agar aku bisa mengambil tindakan.
"Apa yang akan terjadi pada romansa ini?"
"Ayolah, Kita Keluarga"
Indahnya.
"Sebuah mobil merah melaju di jalan"
"Lampu merah"
"Young Chul bernyanyi dengan penuh semangat"
"Lampu merah"
Diamlah, Nak.
"Ae Sook, kakakku tersayang"
Kamu berisik sekali.
Bahkan di dalam mobil, kamu bicara sekeras itu.
Omong-omong, kita mau ke mana sekarang?
Karena kamu di Ulsan...
Kita kenyang, jadi, mari berjalan-jalan di tempat bagus.
Ulsan.
- Apa sungai yang terkenal di Seoul? - Sungai Han.
- Bagaimana dengan di Ulsan? - Sungai Taehwa.
- Di Ulsan... - Kamu tahu Sungai Taehwa?
Aku tahu karena setiap kali hujan deras di Ulsan,
- Sungai Taehwa meluap. - Itu meluap.
- Itu... - Karena itu aku tahu.
"Sang Min tahu banyak hal"
Astaga, dia...
Dia memamerkan sisi dirinya yang tahu banyak hal.
Orang-orang di Ulsan pasti ingin Sang Min menonton ini.
Ulsan Expo diadakan di dekat Sungai Taehwa dahulu sekali.
- Roo'Ra sering ke sana. - Astaga.
Roo'Ra lagi.
Astaga.
Dia selalu membicarakan masa lalu.
Tentu, kamu harus menikmati kenangan indahmu.
Dia mungkin ingin bicara dengannya tentang saat dia tampak keren.
Saat kamu pergi ke Sungai Taehwa, ada banyak yang bisa dilihat.
Sudah lama aku tidak mengunjungi tempat itu.
Omong-omong, aku harus
berkeliling memakai mantel bulu mewah itu seharian.
"Dia menyinggung Hee Chul"
"Dan tercebur dengan memakai mantel bulu"
Astaga.
"Cuplikan itu masih lucu bahkan saat dia menontonnya lagi"
Astaga.
- Astaga. - Yang benar saja.
"Astaga"
Dia tidak bisa langsung berdiri.
"Berteriak"
"Semua bulu lembut itu menjadi basah seperti itu?"
"Terkulai"
"Air menetes"
"Mantel bulunya meratap setelah menyerap air laut"
"Begitulah dia kehilangan gaya busananya di depan laut Ulsan"
"Mantel buluku"
Ae Sook, apa ada tempat yang menjual mantel bulu di dekat sini?
Kurasa aku harus membeli mantel untuk Sang Min.
Mantel bulu Sang Min memang tampak sangat bagus.
- Itu terbuat dari - Semacam...
bulu yang halus.
"Apa yang terjadi?"
Lihatlah matanya.
"Sebuah bel berbunyi"
- Ada apa? - Kenapa Ibu meneleponku sekarang?
Angkat teleponnya.
Ya, Ibu.
Halo?
Kurasa sambungannya terputus.
Ibu kami di rumah sakit.
- Benarkah? - Kenapa?
Pergelangan tangannya terkilir.
Dia menjalani operasi punggung, tapi penyakitnya kambuh,
jadi, dia dirawat untuk itu.
Kudengar dia sakit.
Begitu orang tua cedera...
Aku mengerti maksudmu.
Terutama saat ibumu sakit,
kamu merasa sangat khawatir.
Jadi, bagiku...
Adakalanya aku tidak bisa menjawab telepon cukup lama karena
harus syuting acara seperti "Men on a Mission". Jadi, jika nanti
aku melihat bahwa kakakku menelepon...
Jika aku melihat panggilan tidak terjawab,
aku menjadi gugup.
Kamu akan tercengang.
Tentu saja.
- Orang tuaku... - Jadi, aku menemukan sebuah cara.
Masalahnya selesai jika aku meneleponnya hampir setiap hari.
- Dia putra yang baik. - Karena...
- Kamu menelepon ibumu setiap hari? - Sekarang ya.
Pernahkah dia
sengaja tidak menjawab teleponmu karena kamu terlalu banyak bicara?
Kamu tahu apa yang lucu?
Ibuku lebih cerewet dariku.
"Baik ibu dan putranya sama-sama cerewet"
Aku tidak bisa banyak bicara saat bersama ibuku.
Ae Sook, siapa yang lebih cerewet, Ibu atau aku?
- Ibu. - Ibuku lebih cerewet.
No comments yet. Be the first to leave one.