The first 200 lines.
"Drama ini fiksi, tokoh atau cerita tidak berkaitan dengan kenyataan."
Itu langkah terakhir.
Kamu datang.
Yang Mulia.
Apakah itu
Yang Mulia?
Ini aku.
Yang Mulia.
Yang Mulia tampak sehat. Aku merasa sangat lega.
Kamu tidak tampak baik.
Aku tahu apa yang telah kamu lalui.
Yang Mulia.
Kenapa Yang Mulia meninggalkan pesan
di kotak permintaan Wolseongdang?
Apa Yang Mulia sadar bahwa aku Ilwolseong?
Orang yang mengirim pesan ke Wolseongdang
adalah aku.
Pangeran Yangmyeong.
"Lee Yul, Pangeran Yangmyeong, putra ketiga Raja Seongjo"
Sejak lama aku tahu bahwa kamu menjalani kehidupan ganda
dengan alias Ilwolseong.
Pada Upacara Penyegelan sekitar 20 tahun yang lalu,
dan setelah ritual pemanggil hujan naga,
kamu menunggu saat yang tepat untuk membalas dendam.
Aku juga tahu itu seperti kata penyidik yang tewas itu.
Kenapa Yang Mulia membiarkanku padahal tahu semua itu?
Sekarang saatnya aku mengaku.
Setelah ayahku meninggal,
aku kesulitan akibat kekeringan panjang yang melanda negara.
Aku tidak tahu
ayahku memerintahkan untuk membunuh ayahmu.
Bagaimana mungkin aku bisa
memercayai semua ini?
Di hari ayahmu meninggal,
penyidik ada di sana dan dia memberitahuku
bahwa Ha Sung Jin sudah meninggal.
Dan itu
adalah perbuatan Iblis.
Maksudku, Iblis yang ada dalam tubuhmu.
Kupertaruhkan nyawaku untuk mengurung Iblis,
dan putraku kehilangan penglihatan demi hujan!
Apa ini balasan dari pengabdian kami?
Ayah!
Ayahmu berusaha mengusir Iblis dari tubuhmu.
Enyahlah sekarang juga.
Iblis bangkit...
Om mani padme...
Dan membunuhnya.
Tidak mungkin. Itu...
Ha Ram.
Putraku.
Enyahlah dari
tubuh putraku.
Tidak.
Setelah hari itu,
aku mencabut perintah ayahku dan membawamu ke Istana.
Untuk mencari cara melindungimu dan orang-orang di sekitarmu,
dan mencari cara mengurung Iblis.
Apa aku...
Apa aku melakukan sesuatu...
Sesuatu yang kejam seperti membunuh ayahku sendiri?
Itu bukan salahmu.
Energi jahat dalam dirimu yang membunuh ayahmu.
Tidak, Yang Mulia. Tidak mungkin.
Tidak mungkin.
Yang Mulia berbohong.
Tenanglah, Cendekiawan Ha.
Itu mustahil.
Darah pada pakaianku
adalah darah ayahku yang ditumpahkan penyidik!
Ya.
Seumur hidupmu,
itu yang kamu yakini.
Kamu masih kecil saat itu dan aku tidak tega
mengatakan yang sebenarnya kepadamu.
Meskipun itu fakta yang jelas.
Ha Ram.
Samsin.
Tolonglah,
bantu dia.
Ini terjadi karena karma buruk yang tidak bisa kita tarik kembali,
tapi aku akan menebusnya kepada keluargamu
seumur hidupku.
Selain itu,
seumur hidupku,
aku akan melawan Iblis agar
hal seperti itu tidak akan terjadi lagi.
Aku berjanji.
Aku juga meminta maaf.
Apa yang menimpa ayahmu
sama sekali bukan salahmu.
"Episode 15, Mengamati Planet-planet"
Kumohon, jangan. Seharusnya masih ada waktu.
Akulah yang diinginkan Pangeran Joohyang.
Astaga. Apa yang akan terjadi?
Mengerikan sekali.
Apa yang akan terjadi kepada mereka?
Sepertinya Pelukis Hong tidak akan datang.
Laksanakan eksekusinya.
Apa?
Master Choi.
Master Choi.
Master Choi. - Astaga.
Master Choi.
Jangan! Berhenti!
Berhenti!
Cheon Gi. - Tolong hentikan, Yang Mulia.
Cheon Gi! Pergi dari sini! Lari!
Kamu datang.
Aku tahu kamu akan datang karena putus asa.
Kenapa kamu melakukan ini?
Biarkan mereka pergi.
Kenapa kamu terus membuatku marah?
Kamu membunuh ayahku.
Berapa banyak lagi orang yang akan kamu bunuh?
Ayahmu mati karena kamu melarikan diri.
Jika mereka semua mati hari ini, itu juga akan
menjadi tanggung jawabmu.
Perhatikan baik-baik apa yang terjadi
saat kamu melanggar perintahku.
Dasar kejam! Kamu bahkan bukan manusia!
Kamu tidak takut pada Langit?
Akulah
Langit.
Jangan lakukan ini!
Raja memerintahkanmu untuk segera berhenti!
"An Young Hwe, penasihat Pangeran Joohyang"
Astaga. - Raja?
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Ayah.
Beraninya kamu melakukan ini.
Dasar bodoh!
Kamu harus menyadari kejahatanmu.
Lepaskan tawanan dan amankan mereka.
Baik, Yang Mulia.
Pangeran Joohyang. Segera datang ke Istana.
Kalian dengar perintah Raja! Segera laksanakan!
Baik, Tuan. - Baik, Tuan.
Lepaskan mereka.
Ya, Tuan. - Ya, Tuan.
Astaga. - Kita aman.
Master Choi. - Cheon Gi.
Cheon Gi. - Master Choi.
Pembuat Onar. - Kamu baik-baik saja?
Cheon Gi. Kamu tidak terluka?
Kamu sudah makan?
Aku tidak apa-apa. Kamu hampir mati
dan malah mengkhawatirkan apa aku sudah makan?
Aku ditakdirkan berumur panjang.
Apa lagi yang perlu kami katakan?
Kami semua masih hidup dan berkumpul kembali.
Kenapa kamu datang ke sini?
Dia tidak bisa membunuh kami meski kamu tidak datang.
Aku sangat berterima kasih kepadamu, Pembuat Onar.
Abaikan saja ucapannya. Aku sangat bersyukur kamu datang.
Maafkan aku. Terima kasih sudah bertahan.
Tidak apa-apa. - Cheon Gi.
Aku senang kalian semua selamat.
Terima kasih. - Terima kasih.
Astaga.
Terima kasih.
Kami berutang kepadamu. - Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih, Cendekiawan Ha.
Itu tidak perlu.
Kamu mempertaruhkan nyawamu. Kamu yang menyelamatkan mereka.
Jadi, Eun O...
Apa yang terjadi kepadanya?
Dia mencoba kabur dari kediaman Pangeran Joohyang.
Dia terluka
dan meninggal tidak lama setelahnya.
Astaga.
Astaga.
Astaga...
Cheon Gi.
Astaga.
Astaga...
"Mae Hyang, kepala gisaeng Simcheonggak"
Cendekiawan Ha bicara kepada Raja dan menyelamatkan Pelukis Hong.
Dia memihak musuhnya?
Apa kamu sudah berubah pikiran?
Astaga.
Ayah!
Ayahmu mati karena kamu melarikan diri.
Jika mereka semua mati hari ini, itu juga akan
menjadi tanggung jawabmu.
Cheon Gi-ku yang malang.
Kamu sudah sangat menderita
merawat ayahmu yang sakit ini.
Ayah, bangunlah.
Ayah, jangan. Jangan lakukan ini.
Tuan.
Nona Hong. Kamu tidak bisa tidur?
Ya.
Ayahku
meninggal karena aku.
Ayahku
meninggal saat usiaku sepuluh tahun.
Kupikir Raja
No comments yet. Be the first to leave one.