The first 200 lines.
DIVORCE ATTORNEY SHIN
EPISODE 1
Jatuh cinta bukan sebuah kejahatan, 'kan?
Sialan!
Aku tak berniat bertindak sejauh ini,
tapi ternyata takdir…
- berkata lain. - "Takdir"?
Bagaimana dengan kita?
- Cinta juga ada masa kedaluwarsa. - Omong kosong.
Omong kosong.
SI LUAR BIASA, KELOPAK BUNGA BARU
Sebaiknya kita bercerai.
KLAIM PERCERAIAN DAN TUNJANGAN PERCERAIAN
- Dia benar-benar bajingan. - Dasar bajingan.
- Apa? - Su-jeong.
- Kenapa dia pergi? - Su-jeong!
Mau ke mana?
Dia seharusnya menggugat selingkuhan suaminya.
Apa-apaan ini?
Sudah selesai?
Menyebalkan.
Seperti yang kalian lihat di video yang kami kirimkan,
Pak Kim Jeong-nam memegang lengan dan menahan penggugat sekuat tenaga,
sedangkan Bu Lee Chun-ja kabur sambil memegang ponsel.
Sebenarnya ada apa di ponsel itu
sampai dia berlari sekuat tenaga?
Dugaan tidak bisa dijadikan bukti.
Kalau begitu,
kenapa mereka berdua harus duduk berdekatan di bar yang gelap?
Dia bahkan memegang tangan dan menyentuh wajah wanita itu.
Ini pernyataan pemilik bar.
"Apa yang kau lakukan?
Padahal kau sudah beristri."
Sepertinya kau sama sekali tidak peduli dengan suamimu.
Apa kau tahu bahwa suamimu sedang belajar meramal?
Jangan mengada-ada.
Meramal? Seperti membaca peruntungan
- dan semacamnya? - Ya.
Bukankah biasanya orang meramal sambil menghitung dan melihat buku?
Lantas kenapa dia memegang tangan dan menyentuh wajahnya?
- Tangannya juga… - Dia membaca garis tangan
dan bentuk wajah.
Karakteristik kulit sangat penting dalam baca garis tangan dan bentuk wajah.
- Apa katamu? - Tidak apa-apa.
Ternyata pengacara tergugat memiliki wawasan yang sangat luas.
Menurutku dugaan juga bisa dijadikan sebagai bukti.
Namun, jika mereka bersikeras menentangnya,
kami akan membawa kasus ini ke pengadilan.
Lalu menyerahkan ponsel ini sebagai barang bukti
untuk dianalisis lebih jauh.
Jika muncul bukti yang kuat, semua akan terungkap.
Kami akan meminta tunjangan mental,
menganggap ini semua sebagai perselingkuhan,
dan menuntut ganti rugi atas pencemaran nama baik.
Apa yang akan kalian lakukan?
MEDIATOR
Kami menerima tuntutan pihak penggugat.
Pak Shin!
Terima kasih, Pak Shin!
- Ya. - Aku benar-benar berterima kasih.
Tolong tenangkan diri.
Sudah cukup.
Terima kasih banyak.
RIWAYAT PANGGILAN
HYEON-U
Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Panggilan diteruskan ke pesan suara.
Pesan suara akan dikenakan biaya.
Tunggu sebentar!
Itu dia, 'kan?
Bukan. Hentikan.
Terkadang aku diinjak seperti debu
Semangat
Aku berhasil melewatinya
Inilah aku
Inilah aku
Meski aku mencoba
Berteriak di gang pada larut malam
Bayangan…
Ha…
- Halo? - Bagaimana?
Tentu saja berakhir dengan baik.
Pak, omong-omong,
apa kau memasang sesuatu di dalam mobilku?
Kenapa? Apa aku merusak suasana hatimu lagi?
Ya.
Kenapa kau melakukannya?
Ada apa denganmu?
Kita bicara nanti.
KANTOR HUKUM SHIN SUNG-HAN
Aku kembali.
Selamat atas kemenanganmu, Pak Shin.
Tidak perlu repot-repot, Sae-bom.
Terima kasih.
Kerja bagus.
RUANGAN PENGACARA
Sial.
Baru bisa dibuka kalau ditendang.
Kapan pintu itu akan diperbaiki?
Katanya pintu ini tidak bisa diperbaiki.
- Harus diganti dengan yang baru. - Tidak bisa.
Pintu baru tidak cocok dengan nuansa ruangan ini.
Bagaimana gugatannya?
Berakhir dengan baik, 'kan?
Tentu saja.
Kedua pihak mencapai kesepakatan berkat pengacara yang kompeten.
Aku tidak tahu bahwa orang, yang mengikuti ujian pengacara
di usia yang sudah tidak muda, adalah pengacara yang kompeten.
Begitu? Silakan duduk dahulu.
Duduk sebentar.
Bukan begitu.
Aku sudah mengatakannya berulang kali,
tapi kau masih tidak memahaminya.
Aku akan menjelaskannya sekali lagi untuk terakhir kalinya.
Dengarkan.
Aku mulai mempelajari hukum
saat sel-sel otakku sudah tidak aktif.
Namun, aku berhasil lulus ujian pengacara terakhir
dengan membanggakan setelah berusaha sekuat tenaga selama dua tahun.
Menurut pendapatku,
ini adalah suatu hal
yang tidak mungkin terjadi dan sangat mengejutkan dunia.
Apa aku akan senang atau sedih
mendengar orang yang sangat mengenalku
mengatakan hal yang konyol seperti itu?
Memang rata-rata orang
menghabiskan empat tahun untuk lulus ujian pengacara.
Benar.
Lulus dalam waktu dua tahun?
Itu luar biasa.
Kau sudah susah payah mendapatkannya.
Kau seharusnya mengambil lebih banyak kasus.
Apa kau mengerti?
Ambil kasus yang lebih beragam.
Bukan hanya kasus perceraian, tapi kasus yang lain juga.
Apa?
Apa kau tidak tahu betapa pentingnya kebahagiaan keluarga?
Meski ada berbagai macam gugatan di dalam dunia ini,
aku beranggapan bahwa gugatan perceraian
adalah yang terpenting.
Menikahlah dahulu sebelum berkata seperti itu.
Kenapa kau menyebalkan sekali hari ini?
Aku sedang kalut. Jangan mengolok-olokku.
Sialan. Kau yang mengolok-olokku.
Kenapa kau melampiaskannya kepadaku?
Aku tidak salah apa-apa.
Ada apa?
Kenapa kau uring-uringan?
Aku sedih.
- Kenapa? - Lee Seo-jin.
- Penyiar kesukaanku berhenti. - Lee Seo-jin?
Penyiar radio yang biasa kudengar saat kau menonton drama pagi.
Ingat baik-baik.
Astaga.
Ada-ada saja.
Banyak sekali hal menyedihkan.
Cepat pergi dari sini dan lanjutkan pekerjaanmu.
Seo-jin tidak akan membuat keputusan yang membahayakan, 'kan?
Lebih baik dia berimigrasi.
Penyebar video yang harus dipenjara.
Kenapa korban yang sembunyi?
Kau benar-benar…
Ada yang datang untuk konsultasi.
Baik.
Aku mulai berhalusinasi.
Dia mirip sekali dengan Lee Seo-jin.
Halo.
Astaga. Dia Lee Seo-jin!
Nona Lee Seo-jin.
Kau sedang buka internet?
Mengecek prakiraan cuaca.
Aku Lee Seo-jin.
- Aku harus duduk di mana? - Di sini…
Silakan duduk di sana.
Sae-bom, apa aku pernah bilang bahwa aku penggemar berat Lee Seo-jin?
Ya.
Rupanya sudah.
Tidak sopan jika aku minta tanda tangannya sekarang, ya?
Ya.
Kau sudah bekerja keras. Biar aku yang mengantarnya.
Aku ingin konsultasi berdua dengan Pengacara Shin Sung-han.
Maaf.
Sepertinya…
lebih baik jika aku pindah ke sebelah sini.
Kudengar kau hanya menerima kasus perceraian.
Benar sekali.
Aku menerima surat gugatan cerai.
Makanya aku harus bercerai.
Aku mau melakukannya
sebaik mungkin.
Baik.
Kau pasti kaget karena aku tegas.
Ya.
Maksudku tidak.
Jika sudah seperti ini,
biasanya orang akan tertunduk dan memutuskan untuk mati.
Tapi aku malah terlihat sangat percaya diri.
Apa aku membuatmu tidak nyaman?
Apa kau ingin
mengakhiri hidupmu?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.