The first 200 lines.
Disebutkan bahwa Ibu adalah nama untuk Tuhan...
...di bibir dan hati seluruh anak-anaknya.
Dia bisa menjadi mulia atau mengerikan,
Baik hati atau dipenuhi dengan murka.
Dia akan mengusir monster dengan taring serigala...
...dan gigi naga.
Serta cinta yang begitu besar yang tak ada tandingannya.
Tugasnya adalah untuk melindungi.
Tak peduli apa harganya.
Dan jika ada yang ingin melukai keluarganya,
Tak ada yang tahu apa yang bisa dia lakukan.
Di luar terdengar sangat buruk.
Ya, ibu rasa kita menemui badai yang besar.
Bagaimana perkembanganmu dengan itu?
Tak bisa mendesak mahakarya.
Tidak.
- Dia pasti suka itu. - Hei!
Jangan pegang.
Yang terbaik yang pernah kau buat.
Itu sangat indah, sayang.
Ibu menyukainya.
Ayo, Picasso.
Apa dia sudah bangun?
Selamat ulang tahun, Ayah.
Selamat ulang tahun.
- Boleh aku buka? - Ya, bukalah.
Lihat apa yang ibu buatkan untukmu.
Itu indah.
Waktunya foto.
Senyum yang lebar!
Bagaimana jika ibu biarkan kau terjaga hingga lebih malam?
Kita buat diri kita nyaman dan mendengarkan badai.
Itu pasti seru.
Ya, Ibu. Terima kasih.
Ini dia.
Pertama obatnya, kemudian kue.
Ini dia.
Itu berjalan begitu cepat.
Halo! Siapa saja? Siapa saja, tolong! Tolong buka pintunya!
Tolong! Tolong, tolong aku! Kami butuh bantuan!
- Siapa disana? - Halo?
Kakakku, dia terluka parah.
Dia terluka, tolong!
Kenapa kau berada jauh di sini?
Kami tersesat dan keluar dari jalan,
Lalu terjadi kecelakaan.
Kakakku terluka sangat parah.
- Kita harus bantu mereka, Ibu. - Maisy, tolong mundur.
Aku tak bisa membantumu. Di sini tak ada telepon.
Tolong. Tolong, jangan biarkan dia mati.
Jangan biarkan dia mati! Jangan biarkan dia mati!
Tolong, tolong. Jangan biarkan dia... Bantu kami, tolong.
Dia terluka parah. Tolong. Tolong, jangan biarkan dia mati.
Tolong, jangan biarkan dia mati...
Jangan biarkan dia mati. Jangan... Tolong, jangan biarkan dia...
Di mana dia terluka?
Aku tidak tahu. Kurasa mungkin kepalanya.
Tapi ada darah di mana-mana. Aku hanya...
Berhenti. Hentikan.
Apa dia akan baik saja? Kau bisa lakukan sesuatu?
Ada luka dalam di kepalanya.
Rusuknya mungkin patah.
Kemungkinan ada luka dalam.
Jika aku cabut ini,
Itu akan sebabkan kerusakan lebih dari ketika itu menusuknya.
Dia harus dibawa ke rumah sakit.
- RS terdekat 2,5 km jauhnya. - Tidak, tidak, tidak...
- Dan kau tak bisa ke sana seperti ini. - Tidak, tidak, tidak, tidak...
Aku tak mau kembali! Aku tak mau kembali keluar sana.
Apa yang bisa kau lakukan?
Aku harus menjahit dia atau dia akan mati pendarahan.
Sekarang, semua akan baik saja.
Tapi aku mau kau berikan aku ruang.
- Jadi, mundurlah... - Baik.
Baiklah. Baiklah.
Hanya...
Kau pegang itu yang kuat.
- Kau tak apa, sayang? - Ya, tak apa.
Astaga, astaga...
Saat ibu tarik ini dalam hitungan ketiga,
Kau harus berikan tekanan lebih.
- Siap? - Ya.
Satu, dua, tiga.
- Kau tak apa, sayang? - Ya.
Baiklah.
Siapa namamu, sayang?
Matty. Namaku Matty.
Aku Rose. Dan ini putriku, Maisy.
- Halo. - Hai.
Maisy, kenapa kau tak ambilkan Matty handuk dan pakaian Ayah?
Ya, Ibu.
Dia akan baik saja.
Dia hanya perlu istirahat sekarang.
Hei.
Percaya aku.
Pergilah.
Tidak...
Aku tak takut api, karena aku adalah api.
Duduklah.
Maisy membuat rebusan, dan aku membuat kopi.
- Apa kau minum kopi? - Ya.
Terima kasih untuk bantuanmu.
- Aku pikir... - Tak apa.
Sungguh. Kau aman sekarang.
Bisa kau beritahu aku apa yang terjadi kepadamu?
Itu gelap. Hujannya deras. Aku tak bisa lihat apa-apa.
Kau keluar dari jalan. Di mana?
Jauh di belakang.
Aku terus berjalan. Tapi tak ada yang lain selain ladang.
Lumpur yang banyak.
Silakan. Makanlah.
Lapar?
Ya, aku kelaparan.
Tapi dari mana asalmu? Aksenmu tak biasa.
Maisy, kopinya.
Ke mana tujuanmu?
Tempat temanku dan Jack.
Kami akan naik kapal. Kapal cepat.
Kapal?
Di mana?
Aku tidak tahu.
Tidak tahu ke mana kau pergi?
Aku tidak ingat.
Tak apa.
Bagaimana dengan dari mana asalmu?
London.
Maisy, bereskan piring-piring.
Sekarang waktunya tidur.
- Tapi Ibu... - Ibu? Apa?
Ya, Ibu.
Kau mau ke mana dengan kapal?
- Kami pergi memancing. Benar? - Jack!
Bagaimana keadaanmu?
Seolah aku mengalami kecelakaan mobil.
Duduklah.
Minum?
Ya, terima kasih.
Kau punya sesuatu yang lebih kuat?
Aku harus berterima kasih padamu untuk ini?
Dia melepaskan besi darimu seperti kebab.
Aku mencoba membersihkanmu sebaik yang aku bisa.
Tapi kau butuh seseorang untuk memeriksanya lebih baik.
Yang terbaik yang bisa aku tawarkan adalah Tramadol.
Ini pekerjaan yang rapi.
Ini bukan kali pertamaku dengan jarum dan benang.
Ya, aku bisa lihat itu.
Terima kasih.
Kau harusnya berterima kasih padanya.
Hei.
Kau bekerja dengan baik, kawan.
- Kalian hanya bertiga? - Itu benar.
Ada orang yang menunggu kami.
Mereka perlu tahu kami baik saja dan datang menjemput kami.
Tidak... Kau takkan mendapat sinyal di sini.
Tidak hingga badai berlalu.
Mereka juga bilang tak punya telepon.
Tak ada telepon, TV, komputer.
Ini peternakan. Kami tak perlu gunakan itu.
Tidak, Ibu. Aku hanya bilang.
Kami hidup mandiri.
Kami menjual dan barter apa yang tak digunakan,
Untuk apa yang kami butuhkan di pasar.
Itu pilihan.
Tapi itu bekerja untuk kami, bukan begitu, Maisy?
Ya, Ibu.
Ada telepon umum tua di jalan menuju desa.
Itu mungkin masih beroperasi.
Aku bisa antar kau ke sana besok pagi.
Aku hargai itu, tapi kami harus menelepon malam ini.
Tak ada yang bisa aku lakukan.
Apa menurutmu Mac akan datang untuk kita?
Aku rasa kita akan lihat.
Kau bisa gunakan kamar Ayah untuk malam ini,
Lalu pergi besok pagi.
Itu sangat murah hati.
Jika kau ingin bersih-bersih,
- Kami bisa tunjukkan kamar mandinya. - Aku tahu tempatnya.
Ayo.
Lewat sini.
Apa kau beres-beres?
Ayo.
Bajingan.
Jack, kau tak apa?
Di mana tas satunya?
Apa?
Ini satu-satunya tas yang kita punya.
Beritahu aku.
- Kita harus mencuri tas itu. - Kau menyakitiku.
Hentikan. Jangan membuat kegaduhan.
Kau tak bisa melakukan ini kepadaku sekarang.
Tolong.
Aku tidak merasakan api.
Aku tidak merasakan api.
- Karena aku adalah api. - Itu benar.
Kau menyala, dan aku menyala.
Jika kita tak punya tas itu, kita gawat.
Yang lainnya tidak penting.
Aku pasti salah bawa tas.
- Lepaskan aku. Lepas...! - Tak apa. Tak apa.
Apa itu masih di mobil?
No comments yet. Be the first to leave one.