The first 200 lines.
-- intilwedhus ---
Perancis. Pakai bahasa Perancis.
Ane kagak enak body.
Kaleem..
Tirukan saja aku..
Pikirkan hal2 lain.
Nonton film gih..
Apaan nih?
Film tentang pesawat.
Bagus juga..
Bagus banget.
- Makanan anda, Pak. - Terima kasih.
- Selamat menikmati. - Makasih.
Bapak2 Ibu2, kita baru saja memasuki wilayah udara Perancis.
Sekarang saatnya!
Bapak2 dan Ibu2 sekalian, sangat disayangkan..
pemogokan Pemandu Lalu Lintas Udara,
menyebabkan ditutupnya bandara di Paris.
jadi kita terpaksa mendarat di Figari,
di Corsica.
Jahanam..!?
- Gimana nih? - Tetap jalan!
- Jalan! - Yakin luh?
Kenapa tadi ga mendarat di Tripoli aja?
Kita kembali lagi ke Perancis dengan alasan macam2 taik kebo!
Mana makanannya kagak enak juga!
Memalukan!
- Garpuku! - Apa?
Garpuku hilang.
Gw maju sendiri dah..!
Kenapa ga mendarat di Nice aja?
Nice sedang ditutup, dipakai acara konferensi. Mau gak mau harus ke Corsica.
Pesawat sudah mulai mengurangi ketinggian nih. Ada apa, Pak?
Anu, mau pakai toilet..
Terlambat pak. Terima kasih alat makannya.
Anda semua, duduk sekarang juga!
Kencangkan ikat pinggang dan jangan banyak protes!
Mana bisa kayak begini !
Ketika dunia diciptakan,
Tuhan menciptakan satu negeri terindah
dan menempatkan keajaiban2 dunia di sana..
dan menyebut negeri itu... Perancis.
Tetapi, supaya negara2 lain tidak merasa lebih buruk,
Tuhan memutuskan mengisi negeri itu dengan...
orang Perancis!
Sebelumnya, biar saya jelaskan dulu,
mengapa kami bisa sampai di sini.
Semua berawal dari Taboulistan,
sebuah negara mungil di Asia Tengah
yang nyempil di antara Afghanistan, Kirghizstan,
dan Tajikistan.
Tepatnya dimulai dari
satu desa kecil yang bernama
Kachtebrul.
Ini aku...Feruz.
Dan yang itu Muzafar.
Kami saudara tiri.
Muzafar itu anak ayahku yang menikah dengan sepupunya.
Wanita yang punya kumis itu..
Setiap pagi
bersama kaum wanita kami, kami melaksanakan
tarian tradisional yang terkenal di Taboulistan,
joged Tawa!
Tarian kegembiraan!
Negeri kami disebut Taboulistan
karena kami bangga
1000 tahun yang lalu, kami berhasil menemukan
resep asli
membuat Tabbouleh!
Campuran mantap antara gandum,
parsley
dan tomat.
Terserah yang orang pikirkan, orang Lebanon bukan penemu makanan itu.
Kampret2 itu mencuri resep kami!
Dan sejak saat itu, dunia melupakan keberadaan kami...
PBB tidak mengakui kami.
Inilah yang bikin galau Pemimpin Besar kami, Hadadad
Wassupbro...
ldiot!
...yang dipilih secara demokratis selama 36 tahun.
Pecundang!
Tapi tak ada satu menteri pun berhasil membuat negeri kami dikenal...
Sampai satu ketika...
ada Jafaraz Wassupbro,
putera Pemimpin kami,
memiliki ide yang revolusioner!
Terorisme...
sebagai media iklan!
Rencananya adalah menyerang
monumen paling terkenal di dunia...
Menara Eiffel..!
- Feruz, ente awasin bandot2nya! - Kenapa musti ane!?
Pada hari itulah,
waktu aku dan Muzafar lagi ngobrol...
- Tahu gini, dulu ane gencet ente waktu lahir! - Sabar, bandot tua..
Bandot tua?
...dimulailah awal petualangan
yang membawa kami ke Perancis.
Pa kabar..?
Pemimpin Kecil!
Pemimpin Kecil Wassupbro!
Tenang, woles aja...!
Pertama, kami dikirim ke pusat pelatihan.
Dan, untuk mempelajari tentang musuh kami...
Perancis!
...kami mulai dengan belajar,
bahasa Perancis!
Ini adalah 10 kata yang paling sering diucapkan.
Ulangi ucapan saya..
Halo.
Pa kabar?
Bangsat!
Sepong.
Pantat.
Entot.
Jembi gondrong.
Taik.
Bye..
Kami juga mempelajari semua perbedaan budaya.
Perancis adalah sebuah negara dimana kaum laki2nya tidak memiliki hak
memukul wanita.
Di Perancis,
dilarang menampar wanita.
Lalu gimana kalau wanitanya berani bicara?
Kalian harus mendengarkan.
Tidak mungkin !
Kita tidak bisa membiarkan seperti itu!
Untuk menyusup ke negara itu, kami merubah identitas kami.
Kami sediakan paspor Perancis,
Untuk kalian...
Jafaraz memberi kami nama baru.
Namaku jadi...
Michel!
Dan Muzafar jadi...
Yannick!
Sedangkan aku,
pada misi kali ini,
telah memilih nama yang khas Perancis,
Michel Ouellebec.
Jangan pakai Michel.
Michel kurang bagus?
Alin Ouellebec. Siapa namaku tadi?
Lebih jelas lagi!
Lebih cepat lagi!
Lebih keras!
Lebih cepat!
Dan begitulah, akhirnya kami menjadi
serdadu RTT...
Revolusioner Teroris dari Taboulistan!
...pesawat pembalasan siap menghajar
menara Eiffel, ...di Paris!
Setelah pelatihan selama 9 bulan,
kami berdua yang terpilih!
Dengan bangga saya berikan,
medali keberanian bangsa Tabouli.
Dan sekarang...
Kalian harus melakukan yang sesungguhnya.
Beneran nabrak gitu?
Kita latihan kan cuma pakai pesawat remote-control...
- Artinya, kami beneran mati gituh? - Oiik..
Aku tidak mau mati!
Ane kagak paham nih..
Anda bilang,
kami ini pahlawan bangsa. Bukan daging isi kebab.
Saudaraku, dengan misi ini,
kalian akan jadi martir!
Kalian akan masuk surga!
Keren lho di surga, hidup abadi dalam taman kebahagiaan...
Pakai hadiah penyambutan di sana...
Tapi, aku ga berminat mati...
Diem dulu!
Ane ogah mapus..
Apa hadiah penyambutannya?
Biasanya, dapat paket dasar berupa,
70 cewe perawan, santap sepuasnya, prasmanan..
Cukup menarik...
Beneran gitu?
Pastinya.
Kan ga bisa dipastikan masih perawan semua!?
Bener juga..
Payah di ranjang, mana ga pintar bikin tabbouleh..
Aku lebih suka 70 wanita dewasa.
- 70 wanita dewasa. - Mana bisa..
Kan kami yang mati!
Kita setuju asal semua sama2 senang.
Ok, ok, baiklah...
Wanita dewasa dan satu bonus..
Cukuran elektrik,
untuk di perjalanan.
Elektrik...
Dia bilang,
keren lho di surga..
Santap prasmanan...
Sama minumnya gak?
Tentu..
Ada coke, limun..
- Oaziz? - Oaziz...
Dan setelah sebulan perjalanan
menuju Dushanbe,
Ashgabat,
No comments yet. Be the first to leave one.