The first 200 lines.
Spencer!
Bernafaslah.
Ayo. Tarik napas.
Akan kupanggil dokter.
Tak perlu.
Ada yang punya rokok?
Aku juga perlu koreknya.
Adakah seorang dokter diantara kalian?
Aku.
Ambilkan tasmu.
Kau perlu membersihkan luka-luka itu.
Berhenti.
Katakan pada orang-orang ini untuk kembali ke tenda.
Silahkan kembali ke tempat kalian.
Semuanya aman.
Itu tadi macan tutul betina.
Belum pernah ada macan betina memburu manusia.
Bagaimana dengan sang pejantan?
Bagaimana menurutmu?
Aku tidak terbiasa menangani serangan macan tutul.
Mereka punya banyak kotoran di cakar mereka.
Jika tidak dibersihkan dengan baik, aku akan menderita Gangren.
Aku punya yodium dan brom.
Mestinya bisa membunuh bakteri apapun.
Aku harus menekannya jauh ke dalam luka.
Kau harus pergi ke rumah sakit di Nairobi.
Mereka perlu membersihkan dan membalut luka ini lagi.
Aku harus membawanya pulang.
Linda perlu membawa pulang Kagiso.
Aku akan menyiapkan kereta untuk mereka.
Aku hargai.
Mereka akan mengantarmu dengan kereta api.
Ada luka di punggungmu?
Tidak, aku menghadapinya dari depan.
Kuharap aku punya sesuatu untuk rasa sakit.
Itulah gunanya wiski.
Masuk akal.
Ya, Tuhan...
Jarak terdekatku dengan macan tutul adalah enam meter.
Itupun membuatku tidak bisa tidur selama seminggu setelahnya.
Bagaimana rasanya?
Melawannya dengan tangan kosong, seperti apa itu?
Kau tidak bilang kau menyesal.
Maaf?
Soal temanku.
Teman yang mana?
Orang yang mati untukmu.
Aku mengantarnya dengan kereta.
Tapi kau tidak bilang bahwa kau menyesal.
Macan tutul itu adalah hasil pembiakan, Holland.
Pasangan itu berburu bersama,
tapi kau memberi tahu kami hanya ada satu ekor.
Kau tahu itu.
Aku tidak tahu.
Kau tahu.
Kalau aku tahu hal itu, aku tidak akan membuat tim terpisah.
Aku akan selalu bersama mereka.
Sekarang, katakan kau menyesal.
Aku turut berduka cita.
Aku tidak kehilangan apapun.
Aku turut berduka atas kehilangannya.
Aku berduka untuk kehilangan keluarganya, aku turut berduka untuk istrinya.
Untuk anak-anaknya.
Ya, anak-anaknya. Maaf untuk anak-anaknya.
Maafkan aku.
Katakan lagi.
Maaf, aku menyesal.
Aku juga menyesal,
Satu-satunya alasanku tidak membunuhmu sekarang
karena aku butuh tumpangan ke Nairobi esok pagi.
Jake.
Ada sesuatu di sana.
Ternak ini tak mau mendekatinya.
Diam. coba dengarkan.
Itu tembakan.
- Sialan. - Itu tembakan.
Hyaa!
Hei, hei.
Zane! Lupakan ternaknya, naiklah ke atas!
Hei, aku tidak bersenjata. Aku tidak bersenjata.
Zane!
Wah, wah!
Kamu bajingan.
Kau masuk ke tanahku dengan belatung padang rumputmu!
Menembaki keluargaku!
Oh Tuhan!
Aku tidak menembak siapapun.
Aku tidak tahu siapa yang menembak.
Aku pikir anak itu menembak kami!
- Zane! - Yang mana yang menembakmu?
Mereka semua menembakiku!
Aku akan mempersiapkan pohon.
Kau akan menggantung kami?
Menggantungku?
Ini abad ke-20,
dan kau akan menggantung kami?
Karena menjaga domba milikku dari kelaparan.
Ternak tidak bisa merumput di sini.
Tidak ada yang bisa merumput di sini!
Silakan, gantung kami.
Gantung saja kami.
Dan lihat berapa lama lagi sampai negara bagian Montana yang akan menggantungmu!
Apa yang pernah aku katakan akan kulakukan
jika aku menemukan dombamu merumput di tanah orang lain?
Zane!
Bawa delapan koboi dan kumpulkan domba-domba ini.
Mulailah menggiring mereka ke arah Rez.
Ya pak. Mari kita lakukan.
Mereka akan kelaparan di rez.
Kelaparan...
Kami akan memperbaikinya.
Kau berutang pada keponakanku seekor kuda.
Apakah kita perlu membawa mereka ke kota?
Aku punya sesuatu untuk mereka.
Wanita Amerika harus bisa merawat rumah.
Rumah kotor akan melahirkan sikap tak peduli pada anak-anak
juga penyakit,
belum lagi amarah suami yang telah membangun rumah.
Dia membuatnya, kau membersihkannya.
Silahkan berbaris dan menghadap padaku.
Saat kusuruh, kalian harus menyapu kearahku sampai tepian.
Sekarang sapu.
Apakah aku menyuruh menyapu melebihi tepian?
Sekarang kau mengotori tanggamu.
Sapu ke tepi lalu ambil wadah debu
dan sapukan dari tepi ke dalam wadah.
Kemudian bawa ke lapangan dan buang.
Lagi.
Letakkan linen basah milikmu di atas papan dan regangkan.
Ambil sabun kemudian gosokkan sabun
diatas linen sampai berbusa.
Sekarang dorong linen di atas papan
dan satu-dua-tiga-empat,
celupkan ke dalam air, balikkan,
regangkan.
Ambil sabun dan oleskan di atas linen
satu, dua, tiga, empat.
Tuhan Yesus, jadilah tamu kami.
Tuhan Yesus, jadilah tamu kami.
Kami meminta engkau untuk memberkati makanan ini.
Kami meminta engkau untuk memberkati makanan ini.
Agar dapat memelihara kami dan menopang kami.
Agar dapat memelihara kami dan menopang kami.
Aku lebih suka dipukul...
daripada makan ini.
Aku memperingatkanmu, Banner.
Kini kamu menyerang keluargaku.
Ini akan jadi hal terakhir yang pernah kau lakukan.
Apa yang harus kita lakukan?
Kau harus tetap diam.
Cobalah untuk mulai membebaskan tanganmu.
Mungkin ruangan panas akan mengajarimu
kesalehan yang Suster Mary gagal berikan kepadamu.
Jika kau mengucapkan hal kotor itu di sekolahku lagi...
Aku akan menguburmu hidup-hidup.
Dan kau akan selesai dengan dunia ini.
Dengan segala apapun yang terjadi di sini
kita harus tetap menuju ke selatan.
Kita akan berada di hutan sebelum kau menyadarinya.
Dan tiap kali sapi berontak, suaranya akan mengundang serigala dan beruang.
Kita harus melewati itu sepanjang musim panas.
Kita tidak akan bisa menaikkan kereta ini lebih tinggi lagi.
Bagaimana caranya memberi makan mereka?
Angkut barang-barang dengan keledai.
Kumpulkan persediaan daging rusa.
Ini akan sangat sulit bagi mereka.
Begitulah cara kita dulu.
Kita tidak pernah meninggalkan kawanan.
Tidak ada rumah tingkat.
Butuh sepuluh tahun bagiku agar bisa tidur enam bulan dalam rumah.
"Mudah" tidak ada dalam kamus pekerjaan.
Menurutmu adakah di antara mereka tadi yang selamat?
Tergantung kesetiaan kudanya.
Kau memberi seorang pria cukup waktu,
dia akan mencari jalan keluar dari apa pun.
Kurasa beberapa akan berhasil.
Aku harap.
Mengapa?
Suatu hari nanti, kau akan mengurus tempat ini,
dan kemudian anakmu nanti menjalankannya juga,
kau harus tahu, musuh terbesar peternakan ini.
Bukan serigala, atau kekeringan atau badai salju atau Demam Texas.
Itu adalah orang lain.
Orang-orang akan cenderung merebut apa yang telah kau bangun
daripada membangunnya sendiri.
Setiap peradaban di dunia ini
dibangun diatas mereka yang telah ditaklukkannya.
Kau pergi ke Roma atau Yerusalem atau Paris, Perancis.
Kota-kota itu ditumpuk diatas kota-kota kecil
ditumpuk lagi diatas desa-desa
kemudian di atas rumah satu orang
dibangun di atas gua orang lain.
Berharap tidak begitu. Tetapi begitulah.
Kau harus membuat semua musuhmu sangat ketakutan,
Hingga ketakutan mereka lebih besar dari nafsu keserakahan mereka.
Aku memberi orang-orang tadi kesempatan
karena aku ingin mereka memberitahu dunia apa yang terjadi
jika mereka mencoba melawanku.
Mari kita tidur.
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok.
No comments yet. Be the first to leave one.