Release info

어느-날-우-리-Doom-At-Your-Service EPS07-NEXT-VIU 🖤
A Commentary by KUMO

Tags

other
Published on: 2021-06-01
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Doom at Your Service"

"Semua tokoh, lokasi, organisasi, agama"

"Dan insiden dalam drama ini adalah fiksi"

Aku punya permohonan.

Aku ingin

kamu mencintaiku.

Bisakah

aku menginginkan itu juga?

Tidak.

Ada apa?

Bu Tak.

Bu Tak?

Bu Tak. - Apa? Ya?

Pak Park mencarimu. - Baiklah.

Apa? Pak Park siapa? Siapa itu?

Pak Park, presdir kita.

Benar. Kamu tidak ada di kantor tadi.

Dia datang saat kamu pergi.

Apa karena dia sudah lama tidak datang?

Dia tampak seperti pria yang berbeda.

Ada ada dengannya?

Mungkin, seharusnya aku menjodohkannya dengan beberapa pria.

Hei.

"Hei"?

Hore!

Akhirnya Pak Park kembali!

Aku merasa sangat tenang.

Bukankah begitu?

Perusahaan tidak berjalan lancar tanpa aku, bukan?

Itulah beban dari jabatanku.

Jadi, kamu ingin menemuiku.

Pesan restoran untuk makan malam tim.

Makan malam tim? Tiba-tiba saja? Untuk apa?

Aku pulang. Ini pesta penyambutan kembali.

Para penulis pasti sangat gugup saat aku pergi.

Sama sepertimu,

agar mereka merasa tenang, aku harus menunjukkan aku sudah kembali.

Baiklah.

Telepon dan undang semua orang yang bisa menghadiri pertemuannya.

"Jijo King"

Hei.

Ya. Aku baru mau mengatur pertemuan. Ya.

Benar.

Benar. Aku hanya menghabiskan energiku.

Aku tidak mengerti kenapa wanita mau...

Aku sedang istirahat.

Aku harus kembali ke asrama malam ini.

Aku memutuskan menghabiskan waktu berhargaku untuk datang ke sini.

Benar.

Aku penasaran kenapa kamu memilih menghabiskan waktu berhargamu di sini.

Kamu bilang tidak akan menulis lagi.

Bu Tak, kamu kesal?

Bagaimana bisa aku kesal saat bekerja?

Jika tidak berjalan lancar, itulah yang terjadi.

Begitu berakhir, kita tidak lebih dari orang asing.

Aku penasaran kenapa orang asing ini datang ke kantorku.

Itu yang ingin aku ketahui.

Aku akan terus menulis.

Apa? - Aku akan terus menulis.

Lagi pula, hanya tersisa sedikit lagi.

Aku akan mempersingkat dan menyelesaikannya.

Tapi jangan beri tahu siapa pun.

Saat ini, orang-orang mengira aku anak polos

yang bahkan tidak tahu cara memakai internet.

Kenapa kamu berubah pikiran?

Aku terus bermimpi aneh.

Mimpi?

Seorang pria aneh terus muncul dalam mimpiku.

Dia terus mengancam bahwa aku tidak bisa debut jika tidak menyelesaikan.

Dia mendorongku ke jurang.

Dia mengurungku di lift dan membuatnya jatuh.

Dia membuat pesawat yang aku tumpangi jatuh.

Ibu bilang, mimpi adalah hal yang membuatku lebih tinggi,

jadi, aku tidak perlu khawatir.

Tapi mimpi-mimpi ini benar-benar berbeda.

Aku selalu bangun ketakutan.

Aku tidak bisa tidur karena takut akan bermimpi lagi.

Karena tidak bisa tidur, aku tidak ingat semua dialogku.

Aku sangat khawatir akan menghancurkan kesempatanku.

Izinkan aku terus menulis.

Menurutmu ini lucu? Aku serius.

Itu tidak lucu. Aku juga serius.

Ini tentang pria yang muncul dalam mimpimu.

Dia bilang siapa dirinya?

Dia bilang

dia adalah seorang bedebah.

Bedebah.

Apa? Aku?

Tidak. Pria dalam mimpimu itu.

Pria yang menghilang begitu saja.

Astaga, ke mana dia pergi?

Sungguh. Di mana dia?

Di mana aku?

"Penjualan pertama tahun 2014"

Pak, tunggu!

Pak!

Tunggu!

Dia tidak bisa melihatmu.

Ini tidak nyata.

Aku membawa satu bagian masa lalu untuk tujuan pendidikan.

Ini untuk mengajarimu sesuatu.

Ini tidak nyata, tapi di saat yang sama, nyata.

Bagaimana menurutmu? Terasa cukup nyata, bukan?

Astaga. - Apa yang terjadi?

Astaga. - Astaga.

Maaf, Semuanya. Bannya kempis.

Kalian harus turun. - Tidak bisa kupercaya.

Cepat keluar. - Astaga, yang benar saja.

Maaf, Semuanya.

Kalian bisa naik bus berikutnya. - Astaga.

Ini tidak bagus.

Permisi.

Aku kandidat nomor 127. Aku terlambat?

Kandidat nomor 127...

Bu Tak Dong Kyung? - Ya.

Giliranmu sudah lewat lama sekali.

Nomor 207, 208, dan 209. Silakan masuk.

Permisi. Masalahnya,

ban dari bus yang aku tumpangi mendadak kempis.

Dan sangat sulit untuk mendapatkan taksi.

Aku terlambat karena suatu alasan.

Kita harus mengikuti peraturan. Maafkan aku.

Tunggu.

Bisakah kamu memberiku kesempatan?

Maafkan aku.

"Toshino, Merekrut Karyawan Baru dan Berpengalaman"

Gadis malang. Itu semua karena kamu.

Menurutmu apa yang kamu lakukan hari ini?

Ya, aku tahu.

Lagi pula, bannya pasti akan kempis

selama kamu ada.

Sayangnya, itu harus terjadi pada saat itu.

Ujian ketiga dari Ujian CSAT 2012 akan dimulai

setelah makan siang.

Semua peserta tes harus duduk di kursi masing-masing

sepuluh menit sebelum ujian dimulai.

Sekali lagi,

ujian ketiga dari Ujian CSAT 2012 akan dimulai setelah makan siang.

Semua peserta tes harus duduk di kursi masing-masing

sepuluh menit sebelum ujian dimulai.

Apa yang kamu lakukan hari ini?

Tapi kurasa itu tidak terlalu penting.

Semuanya terjadi karena keberadaanmu.

Apa yang kamu lakukan tidak penting.

Bukan hanya kotak makan siangnya.

Banyak hal lain terjadi karena kamu.

Tiap menit dan detik dalam sehari.

Tapi aku yakin kamu sudah tahu

bahwa semuanya terjadi karena suatu alasan.

Ini bukan salahmu.

Keberadaanmu di dunia ini sangat penting.

Aku selalu duduk di sini seperti ini

tiap kali ingin menangis,

sejak aku kecil.

Halo?

Apa ada orang dewasa di rumah?

Ibu dan ayah akan segera pulang.

Siapa ini?

Ini rumah Tak Jong Won dan Kang Soo Ha, bukan?

Ini rumah sakit. Terjadi kecelakaan.

Ada orang dewasa yang bisa kuhubungi?

Kamu bertanggung jawab atas semua hal yang menghilang.

Tapi aku yakin kamu sudah mengetahuinya.

Berhenti!

Sepertinya kamu tersesat.

Sudah selesai marahnya?

Kamu... - Apa akhirnya kamu mengerti

apa yang telah kamu lakukan kepadanya?

Kamu akan membiarkannya mencintaimu agar kamu bisa menghilang?

Jadi, maksudmu,

kamu akan dicintai olehnya? Kamu?

Impian yang hebat.

Aku... Aku...

Aku yakin kamu juga sibuk melakukan sesuatu

saat gumpalan mulai tumbuh di otaknya.

Jika sudah selesai, kamu boleh pergi.

Tidak ada lagi yang ingin aku katakan.

Orang yang baik selalu menghilang.

Selalu seperti itu bagiku.

Tidak pernah ada pengecualian.

Seolah-olah mereka bersikap baik kepadaku karena tahu

bahwa mereka akan menghilang.

Kenapa... Di mana...

Bagaimana... Apa...

Pada akhirnya, tidak ada apa pun

yang bisa aku lakukan.

Aku akhirnya mengerti kenapa kamu selalu tampak sangat sedih

saat melihat sesuatu menghilang.

Ekspresi yang ada di wajahmu

adalah ekspresi dari ketidakberdayaan.

Dari mana saja kamu?

Kamu melarikan diri?

Aku diusir.

Kamu diusir?

Oleh siapa? Ke mana?

Dari kehidupanmu ke kehidupanmu.

Bisa jelaskan dengan lebih sederhana?

Tidak bisa.

Lagi pula, kamu tidak akan bisa memahaminya.

Hei.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left