The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL
Ada apa denganmu ini?
Aku tak tahu kau mengonsumsi Atractylodes rebus.
Aku juga tak tahu itu akan fatal kalau dimakan dengan persik.
Kalau saja aku tahu,
aku tak akan memberikannya kepadamu.
Ibu, akulah orangnya.
Kuberi persik ke Kakak Ui-hyeon...
Apa yang kau katakan?
Apakah kau mau mati?
Ratu, Baginda datang.
Baginda, kau datang.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Kenapa kau mencoba membuatnya diam?
Bukan apa-apa, Ayah.
Myeong-ahn tak tidur nyenyak belakangan ini
karenanya dia pasti berhalusinasi.
Berhalusinasi? Apa yang kau lihat?
Dia terus melihat pohon prem terbakar.
Tubuhmu panas sekali.
Itu kenapa kau berhalusinasi.
Itu karena kau tak makan. Bukan kutukan keluarga Song
yang membakar pohon prem itu.
Seorang pria harus garang dan kuat.
Kudengar bicaranya meracau dan dia terus muntah.
Dia meracau apa?
EPISODE 16
Yang Mulia.
Boleh kutanya siapa yang akan tinggal di rumah ini?
Ini akan digunakan sebagai sekolah.
Taruhlah meja di lantai dua.
- Giyeok. - Giyeok!
- Kieuk. - Kieuk.
- Digeud. - Digeud!
Apakah wanita yang akan tinggal di sini adalah Kasim Go?
Bukankah dia punya tunangan?
Dia tidak akan ke Kepala Bagian Han?
Dia bilang akan hidup sendirian.
Dasar si kurang ajar itu...
Nona.
Pernikahan adalah janji antar-keluarga.
Mereka sudah bertukar surat menikah,
jadi kenapa dia tak mau kembali?
Aku menyukai orang lain.
Aku mencintai orang lain
jadi aku tak bisa ke Kepala Bagian Han.
Apakah kau pernah melihat Sun-dol bersama pria lain?
Apa?
Dia mungkin bertemu kasim dan dayang tiap hari.
Kurasa kasim bisa dihitung sebagai pria.
Maksudku,
pernahkah kau melihat dia berdua saja,
secara konsisten, diam-diam,
dan secara rahasia bertemu
pria lain?
- Pernah. - Siapakah orang itu?
Bukankah dia selalu bersamamu?
Tidak, bukan aku.
Seseorang yang bodoh.
Seseorang yang pintar, tetapi sangat lambat memahami!
Apa?
Sudahlah.
Apa pentingnya siapa orang itu?
Perbaiki saja pintunya.
Jagalah dia. Dia adikmu.
Ya, Ayah.
Aku akan memberi tahu tabib istana
dan meminta mereka merawatnya dengan baik,
jadi tidak usah terlalu khawatir.
Ya, Baginda.
Ibu!
Bawa dia ke kediamannya. Aku akan mengikutimu.
Tidak, aku sebaiknya tetap bersama Pangeran Myeong-ahn.
Aku sebaiknya tetap bersamanya.
Pangeran, ibu perlu tahu yang sebenarnya
untuk bisa melindungimu.
Apakah kau sungguh memberi persik kepada Pangeran Ui-hyeon?
Kakek...
memberiku persik.
Kakek!
Wow, persik!
Kakak Ui-hyeon, coba tebak yang ada di lengan bajuku.
Apa yang kau sembunyikan di dalam sana?
Ini punyamu
dan ini punyaku.
Kelihatannya enak.
Persiknya mengingatkanku kepadamu.
Kakek menyuruhku membaginya dengan Kakak Ui-hyeon
dan dia meninggal setelah memakannya.
Aku mendengar para kasim bilang
Kakak Ui-hyeon meninggal karena persiknya.
Aku yang memberikan Kakak Ui-hyeon persik, bukan Kakak Hwan.
Dia meninggal karena aku...
Tidak.
Itu bukan salahmu.
Berhentilah menangis.
Kau tak tahu apa-apa.
Kau hanya menjalankan tugas untuk kakekmu.
Sadarlah dan dengarkan ibu.
Jangan pernah membicarakannya lagi.
Itu tak pernah terjadi.
Itu adalah mimpi. Kau tadi bermimpi.
Kau tak pernah melakukan itu.
Lupakan itu pernah terjadi. Kau harus lupakan itu untuk tetap hidup.
Kau harus hidup agar ibu tetap hidup.
Jawab ibu.
Berjanjilah kau tak akan membicarakannya.
Jawab ibu!
Ya, Ibu.
Aku akan kunjungi Kakak Hwan.
Yang Mulia tak ada di sini.
Dia di perpustakaan membaca buku
dan memerintahkanku tak membiarkan siapa pun masuk.
Benar.
Tidak, mungkin itu lebih baik.
Apa?
Jangan beri tahu Kakak Hwan kalau aku datang.
Kasim Go, ikut aku.
Apa?
Pangeran Myeong-ahn mengatakan itu?
Bagaimana menurutmu?
Kau memecahkan kasus Mata Angin
dan juga membantu membuktikan
Penasihat Negara Kiri tak bersalah.
Apakah menurutmu dia berkata jujur?
Bagaimana aku bisa tahu?
Hanya Pangeran Myeong-ahn yang akan tahu...
Namun, saat Pangeran Ui-hyeon meninggal,
Pangeran Myeong-ahn berusia tujuh tahun.
Sekalipun dia memberi persik, dia pasti tak melakukannya dengan sengaja.
Itu tidak penting.
Kalau orang mengetahuinya, seluruh istana akan kacau
dan Pangeran Myeong-ahn tak akan aman lagi.
Maafkan aku, Yang Mulia.
Kau sebaiknya memberi tahu Yang Mulia.
Namun, kenapa kau bilang lebih baik Yang Mulia tak ada di kediamannya?
Dia akan menikah.
Pangeran Myeong-ahn bicarakan omong kosong
tentang hantu dan ular.
Kini dia bilang berikan Kakak Ui-hyeon persik.
Bagaimana semua itu bisa benar?
Itu hanya akan membuat Kakak Hwan khawatir.
Dia melihat hantu dan ular?
Dia melihat ular keluar dari seorang syaman.
Dia anak yang berhati lemah, jadi dia pasti sangat ketakutan.
Tidak, lupakan saja.
Aku seharusnya tak mengatakan itu. Aku sendiri cukup terkejut.
Jangan memberi tahu Yang Mulia.
Lupakan aku pernah mengatakan apa pun.
Ya, Yang Mulia.
Guru...
Cendekiawan...
- Apakah Master Kim ada di dalam? - Ya.
Dia menuliskan semua yang terjadi
dan memandanginya siang dan malam.
- Kurasa dia akan segera mengetahuinya. - Kenapa kau ke sini?
Itu kain untuk pakaian wanita?
Berapa pakaian wanita bisa dibuat dengan ini?
Dengan ini, kurasa mungkin enam atau tujuh...
Pria biasanya tak tahu hal macam ini,
tetapi aku sering melihat ibuku menjahit
karenanya aku menebak saja berdasarkan itu.
Kalau begitu, buatlah pakaian wanita dengan kain ini.
Buatlah lima pakaian untuk Min Jae-yi dan dua untukmu.
Kalau butuh tambahan kain, akan kubawakan untukmu.
Bagaimana aku bisa mengenal Min Jae-yi si pembunuh itu
dan bagaimana aku bisa membuat pakaian pria
dengan kain untuk pakaian wanita ini?
- Aku tahu kau Jang Ga-ram... - Jangan berisik.
Maafkan aku, Cendekiawan Park.
- Apakah kau juga... - Tahu Go Sun-dol itu Min Jae-yi?
Ya.
Berhati-hatilah.
Jangan pergi sendirian.
Selalulah di dekat Master Kim.
Ada perintah perburuan.
Namun, kenapa kau butuh pakaian wanita untuk Nona Jae-yi?
Begitu semuanya berakhir,
dia akan harus kembali.
Dia tak bisa tetap di istana sebagai kasim selamanya.
Begitu juga kau.
Kau tak bisa berpakaian pria selamanya.
Kenapa kau menghalangi jalan?
Kalian bisa lewat sini saja.
Kami selalu berjalan di dekat dinding.
Astaga.
Dia bicara omong kosong tentang hantu dan ular.
Dan kini dia bilang memberikan Kakak Ui-hyeon persik.
Apakah semua itu sungguh omong kosong?
Yang Mulia, kau sudah tiba.
Duduklah.
Kenapa kau tak mengajakku?
Berbahaya meninggalkan istana dengan Tae-gang.
Kecurigaanku terhadapnya tetap tak terpecahkan.
Tak apa-apa.
Aku kembali dengan selamat.
Namun, kau pergi ke mana?
No comments yet. Be the first to leave one.