The first 173 lines.
"Zefeld".
Makhluk itu memutar ke sana!
Sial, makhluk itu ada di sini!
Sesuai perintah Kaisar,
jika ada pergerakan apa pun, kita harus segera mengerahkan pasukan.
Apakah ini bisa dianggap sebagai pergerakan?
Guru, bagaimana menurutmu?
Sudahlah, jangan panggil aku guru.
Namun, bukankah kau menyamar di akademi ini sebagai guru?
Kenapa kau tidak pergi ke sana?
Masih perlu ditanya?
Aku sama sekali tidak punya bakat menjadi guru.
Kau bisa melihatnya sendiri, 'kan?
Sekarang, aku cukup menjadi orang luar saja.
Belum waktunya untuk seorang pencuri beraksi.
(Episode 7: Dunia Permukaan dan Dunia Tersembunyi)
Klen ada di sana.
Kalau aku terbang ke Menara Hitam sekarang,
aku tidak akan bisa menggali informasi.
Jadi, kita harus mendarat.
Tunggu.
Lagi pula, aku bukan bawahan Clevatess.
Aku bisa mengerti apa yang orang ini katakan.
Biar aku yang membantu kalian menerjemahkannya.
Sepertinya aku hanya bisa memercayaimu.
Lalu, apa yang dikatakan pahlawan Alicia?
Dia bilang dia ingin berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan nyawanya.
Sama-sama.
Tempat pertemuannya ada di bawah tanah.
Sudah berapa lama kita tidak dikumpulkan?
Dua tahun.
Sebenarnya, aku tidak keberatan jika kita lebih sering dikumpulkan.
Di mata faksi utama Gereja Elds,
kita adalah aliran sesat.
Benar-benar merepotkan karena kita tidak bisa bertindak terang-terangan.
Langkah kerahasiaannya pasti aman tanpa cela, 'kan, Wakil Dekan?
Soal itu tidak ada masalah.
Ada penghalang kuat yang melindungi bangunan sekolah ini.
Hanya mereka yang diundang yang berhak masuk.
Selain itu, kami juga mengirim orang memastikan para siswa sudah tertidur lelap.
Tidak ada masalah.
Tidak ada yang aneh.
Ini kamar terakhir, 'kan?
Bagaimana mungkin?
Kalian bukan…
Itu "Topeng Kematian", bodoh.
Mencampur serbuk bijih sihir dengan tanah liat.
Ilmu sihir ramuan yang dicetak sesuai bentuk wajah untuk membuat topeng.
Selanjutnya, yang akan kita tiru
adalah wajah mereka.
Namun, kita benar-benar tidak punya waktu untuk membuat rambut palsu.
Asal kita memakai tudung, kita tidak akan ketahuan, 'kan?
Walaupun Menara Hitam sepertinya menarik,
tentu saja kita memilih tempat ini untuk mencari informasi.
Bagaimana keadaan para siswa?
Semuanya sudah tidur.
Di tempatku juga.
Bagus, ayo masuk.
Apakah kabut di depan itu adalah penghalang?
Ternyata bangunan sekolah ini punya ruang bawah tanah.
Lama tidak berjumpa.
Kau lihat menara di luar sana?
Banyak orang yang berkumpul, ya.
Bila dilihat lebih dekat, ada banyak wajah yang familier.
Eslinn dan Boelate…
Sepertinya para tokoh penting dari kedua negara sudah hadir semua.
Sebagai orang yang mencintai ilmu sihir,
aku sudah lama mengetahui keberadaan perkumpulan rahasia ini.
Namun, formasi sebesar ini benar-benar mengejut…
Sangat mengejutkan, bukan?
Siapa itu?
Maaf, ini aku.
Tygel, Leon.
-Itu kau. -Bagaimana kau bisa masuk?
Bagaimana kau bisa membongkar penyamaran kami?
Maaf, sebenarnya aku melihat semuanya dari awal sampai akhir.
Lalu, untuk apa pertemuan ini diadakan?
Kau ikut ke sini tanpa tahu apa-apa?
Lagi pula, kau sama sekali tidak menyamar.
Cepat tundukkan kepalamu, kalau tidak kau akan ketahuan.
Jika intuisi dan pengetahuan kami benar,
orang-orang ini adalah anggota asosiasi… Anggota "Union".
Union?
Jangan angkat kepalamu.
Perkumpulan Union ini
sudah ada sejak zaman ketika ilmu sihir hanya sekadar pertunjukan jalanan.
Tujuan mereka mengulang kembali ilmu sihir legenda "Warisan Pahlawan" sepenuhnya.
Alasan mengapa ilmu sihir modern bisa berkembang
tidak lepas dari peran orang-orang ini di baliknya.
Bagi Union,
konflik antarnegara juga merupakan ajang eksperimen ilmu sihir.
Kelompok ini memang seberbahaya itu.
Meskipun kami sudah lama menduga bahwa sekolah ini didukung oleh Union.
Namun, bagaimanapun juga…
Kami bahkan tidak pernah memimpikannya.
Dekan akademi ini sepertinya adalah pemimpin Union.
Rekan-rekan sekalian.
Saat ini, Tempat Suci Solsein sedang dalam keadaan darurat.
Telah muncul Menara Hitam
dan penghalang misterius yang terbentuk dari kabut tebal.
Berkat ilmu sihirku, kalian semua dapat memasuki penghalang tersebut.
Namun, jika kalian ingin keluar-masuk dengan berjalan kaki, rasanya mustahil.
Mengenai mengapa aku memanggil kalian di tengah kondisi darurat ini,
jawabannya sangat sederhana.
Sekaranglah saatnya.
Waktu untuk mewujudkan impian lama kita,
yaitu membuat ulang Warisan Pahlawan sepenuhnya, telah tiba.
Membuat ulang Warisan Pahlawan sepenuhnya?
Tidak kusangka skalanya akan sebesar ini.
Pikiranku ternyata benar.
Di sini jauh lebih menarik.
IBU KOTA BOELATE, BARESS
Yang Mulia.
Ada urusan penting apa hingga Anda datang ke mari malam ini?
Aku datang menemui putriku sendiri, kenapa membutuhkan alasan?
Ada beberapa hal tentang Solsein
yang harus kutanyakan jelas pada Milea selaku Ketua.
Namun, mengenai hal itu…
IBU KOTA ESLINN, ESLINNEBERG
Kardinal Elro Romain memang sangat mencurigakan.
Sewaktu dia masih di keuskupan Eslinn,
sebelum menjadi kardinal, dia terlihat hanya seperti pendeta biasa yang taat.
Tidak terlihat hubungannya dengan ilmu sihir maupun Union.
Perubahannya terjadi…
Apakah setelah dia ditugaskan di Solsein,
atau setelah mulai bergaul dengan Jenderal Drel?
Benar-benar seperti dua orang yang berbeda.
Lalu, di saat yang sama ada satu orang lagi…
Saat ini,
seluruh kekuatan telah terpusat di Tempat Suci Solsein.
Kekuatan yang dimaksud adalah kitab suci,
yang juga kita sebut sebagai "Buku Toah",
asal mula sejarah suku manusia.
Tidak berlebihan jika dikatakan suku manusia lahir bersamaan dengan buku ini.
Buku ini ibaratnya adalah wilayah suku manusia.
Buku ini mencatat
metode untuk memperluas wilayah suku manusia.
Itu adalah Warisan Pahlawan
dan juga wahyu ilahi yang harus kita patuhi.
Sudah kubilang, skalanya ini kelewat besar.
Buku Bab Kedua "Desa Awal"
ada di tanganku.
Aku yakin kalian semua tahu
bahwa selain satu buku,
empat bab sisanya telah terkumpul.
Buku terakhir yang dilindungi paling ketat
dan sulit didapat,
yaitu Buku Bab Ketiga "Tungku",
telah muncul bersamaan dengan Menara Hitam itu.
Saudara-saudara,
bukankah ini saatnya kita menggunakan kekuatan kita untuk mewujudkan impian itu
mewujudkan cita-cita kita?
Mari kita wujudkan impian Union kita.
Aku tidak perlu lagi menyembunyikan identitas asliku.
Tiba-tiba sebuah gambaran muncul di kepalaku.
Diriku berdiri di depan cermin?
Kata "cermin" ini terus mengganggu pikiranku.
Di kamar pria bernama Drel itu
juga terdapat cermin besar yang tidak serasi dengannya.
Cermin itu seharusnya ditempatkan di kamar Milea.
Kenapa ada cermin yang sama di kamar Drel?
Apakah Milea ada di kamarnya?
Kalau dia sedang tidur, bangunkan dia.
Tuan Putri Milea sempat keluar sebentar tadi.
Namun, beliau berpesan agar tidak membiarkan siapa pun masuk ke kamarnya.
Aku memerintahkanmu untuk minggir.
Itu…
Benar.
Itu "Topeng Kematian".
Lalu, Dekan sendiri…
Sekarang adalah waktunya untuk membuka "laboratorium rahasia".
14 TAHUN YANG LALU
Yang Mulia.
No comments yet. Be the first to leave one.