The first 200 lines.
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
Sekarang, silakan mengambil sumpah.
"Sumpah.
Sebagai calon pejabat pilihan rakyat,
saya menyatakan dan menegaskan bahwa perkataan saya benar,
seluruhnya benar, dan hanya kebenaran semata.
Tanggal 22 Maret 2019.
Calon Oh Yeong-seok."
Sidang untuk calon menteri
berjalan lancar.
Kabinet nonpartai adalah hasil
dari usaha gabungan antara partai penguasa dan oposisi.
Terlebih lagi, ini menunjukkan tekad kuat pemerintah
untuk memastikan pemilihan presiden yang mulus dan adil,
yang akan terjadi dalam 40 hari.
SIDANG BERLANGSUNG LANCAR
Saat perombakan kabinet selesai,
publik akan menyadari
Presiden Park ibarat pemain pengganti yang mengambil alih di saat krisis.
Pak Presiden
akan unggul jauh di atas para kandidat lain.
Pemain yang masuk sebelum pemanasan
berpeluang besar mengalami cedera.
Itu hanya akan mempersingkat kariernya.
Untuk mencalonkan diri,
dia harus mundur dari jabatannya
sekurangnya 30 hari sebelum pemilihan.
Dia tak bisa maju
sebagai calon kali ini.
Posisi presiden interim dapat diisi oleh menteri yang baru terpilih.
Apa Presiden Park setuju denganmu?
Sudahkah dia setuju
untuk mencalonkan diri
sebagai presiden?
Maukah Anda mencalonkan diri sebagai presiden?
Bukan sebagai presiden interim,
tapi Presiden Republik Korea berikutnya.
Menurutmu,
aku pantas untuk posisi itu?
Kurasa Anda bisa menang.
Setahuku, Andalah calon
yang paling mungkin menang pilpres.
Pak Presiden.
Si pengebom, Myung Hae-joon itu, di mana dia sekarang?
Aku tak dapat mengungkapkannya demi keamanan nasional.
Kau yakin dia masih hidup?
Apa?
Itu...
Apa rumor itu benar?
Ada yang bilang Myung Hae-joon, si pengebom itu, sudah mati.
- Apa? - Dia mati?
- Myung Hae-joon? - Masa?
Adakah yang terjadi?
Ada saksi yang melihat
jasadnya dipindahkan dari DSSC ke NFS.
- Apa? - Ke badan forensik?
Kami menerima bocoran bahwa satu dari empat jasad,
yang belum diambil oleh keluarga,
adalah Myung Hae-joon.
Benarkah itu?
Apa dia mati dalam interogasi?
Apa dia disiksa atau dianiaya?
- Tolong katakan. - Apa yang terjadi kepadanya?
- Katakan. - Apa dia mati?
- Katakan. - Minta komentarnya.
- Apa yang terjadi di interogasi? - Katakan.
Myung Hae-joon...
Dalam interogasinya,
Myung Hae-joon tak disiksa atau dianiaya sama sekali.
Jadi, dia masih hidup?
- Katakan. - Dia hidup?
- Di mana dia sekarang? - Dia hidup?
Memunculkan spekulasi tak berdasar tentang dia
bisa menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional.
Saya tak bisa komentar.
- Dia hidup? - Dia tak disiksa sama sekali?
- Katakan. - Jawab pertanyaannya.
GEDUNG BIRU
NCND.
Tidak dikonfirmasi atau disangkal.
Strategi mereka adalah respons Glomar.
Kuakui, bocoran itu cukup detail.
Fakta mereka tak dapat menyangkal spekulasi itu dengan tegas
berarti itu benar, bukan?
Myung Hae-joon dibunuh?
Oleh siapa?
Kita harus mencari tahu.
Hei, Sin-yeong.
Kau sudah bukan anggota korps pers Gedung Biru.
Aku tak sabar dipanggil dan dikabari makan malam sudah siap.
Aku lapar,
dan sudah bisa mencium aroma masakan.
Reporter menciumnya,
jadi, akan ada banyak spekulasi mengenai Myung Hae-joon.
Ya, mungkin.
Aku selalu berpendapat
kebebasan pers dijamin di Korsel,
tak seperti di Korut, negaraku.
Namun, yang bisa kulakukan sekarang
adalah mengatakan kita belum bisa mengonfirmasinya
dengan ekspresi tegas di depan korps pers
yang bersikeras publik berhak tahu.
Aku staf komunikasi tak kompeten.
Sekretaris pers pengecut.
Jika kita katakan
yang sebenarnya,
akankah itu membantu menangkap dalang pembunuhan Myung?
Menyiarkan detail investigasi kita saat sedang berjalan
hanya akan membantu pengebom dalam melarikan diri. Apa salah?
Saat ini, keamanan nasional
lebih penting daripada hak publik untuk tahu.
Itu demi kebaikan publik.
Kau cepat menilai situasi,
dan cakap menangani krisis.
Siapa yang lebih baik
darimu?
Hei...
Aku harus mengakui bahwa kau lebih banyak mengeluh
daripada dugaan awalku.
Apa pendapatmu tentang pria yang suka mengeluh?
Masuklah.
Masalahnya bukan hanya reporter.
Partai oposisi akan meributkannya jika ini sampai tersebar.
Anda lihat perbuatan Bu Yun.
Dia takkan ragu memakzulkan Anda.
Dia akan melancarkan serangan politik.
Ini masalah keamanan nasional,
yang dianggap prioritas utama oleh Bu Yun dan partai oposisi.
Ini juga kartu favorit mereka
karena bisa membantu mengumpulkan pendukung.
Anda mau ikut serta atau tidak,
mereka bersiap untuk pemilihan.
Seperti lubang hitam.
Mereka akan menjadikan semua situasi bernuansa politik.
Di mata Bu Yun, Gedung Biru terlihat
seperti biro kampanye calon presiden.
Saingannya, yang harus dia kalahkan
dengan segala cara.
Kalau begitu, prioritas kita mencari pembunuh Myung.
Demi keamanan nasional,
juga memenangkan perang politik.
Aku segera menghubungi NIS
untuk mencari tahu petunjuk mengenai pembunuhnya.
Na-gyeong!
Aku menemukannya.
Ruang 119.
Aku menemukan rekaman CCTV dari kamera di depan
perlindungan serangan udara.
Kau melihatnya?
Sorot wajahnya.
Tatap mataku.
Aku menemukannya di rekaman CCTV yang dipulihkan
oleh Pusat Forensik Digital.
Berkat itu, kedua mataku merah.
Kau tidak lihat?
Dedikasi bukan kebajikan.
Itu kewajiban kita.
Astaga.
Kau ikut kelas atau apa?
Siapa yang mengajarimu bicara seperti orang tua?
Di sini.
Pukul 15.14.
Tepat sebelum ledakan itu.
Itu dia, bukan?
Oh Yeong-seok.
Pak Ketua
dan seluruh anggota Komite.
Hari ini saya datang
untuk membuktikan kepada Anda semua
bahwa kemampuan dan standar moral saya sesuai untuk jabatan
Menteri Pertahanan Nasional.
Kami menemukannya.
Bukti kuat bahwa pengebom menentukan Anggota Majelis Oh
sebagai penyintas sebelum serangan.
Anggota Majelis Oh tertangkap kamera di depan Ruang 119
pukul 15.14, tepat sebelum ledakan.
Kita harus laporkan ke Gedung Biru
sebelum sidangnya berakhir.
DSSC, yang sebagian bertanggung jawab atas kematian Myung,
ada di bawah Pertahanan Nasional.
Jika Oh Yeong-seok ditunjuk sebagai menterinya,
dia akan mengubur kasus ini.
Kami menunggumu, Agen Jeong.
Bagaimana investigasinya? Ada perkembangan?
Kami menemukan...
pembunuhnya, Pak.
Kau menemukan pembunuhnya?
Siapa? Di mana pembunuh itu sekarang?
Agen Jeong?
Siapa pembunuh Myung Hae-joon?
Aku, Pak.
Aku yang membunuh Myung Hae-joon.
Barusan...
kau bilang apa?
Aku yang membunuh Myung Hae-joon,
Pak Presiden.
KERAGUAN EPISODE 8
Sebutkan tim, nama, dan posisimu.
Aku kepala Satgas Kontraterorisme NIS,
Jeong Han-mo.
No comments yet. Be the first to leave one.