Release info

60일, 지정생존자 Designated Survivor 60 Days E08 190723-NEXT-NF
A Commentary by RuoXi
Ep. 8 [Netflix Ver.] "Hari Ke-42: Keraguan". Synced for NEXT. Runtime > 01:05:09/10. Enjoy.... ;). Check out My IG @ruo_xi_ss for subtitles updates ^^. Note : E08 720p NEXT 1.38GB Gdrive Sharer download link > http://idsly.bid/ds60d08

Tags

other
Published on: 2019-07-23
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.

Sekarang, silakan mengambil sumpah.

"Sumpah.

Sebagai calon pejabat pilihan rakyat,

saya menyatakan dan menegaskan bahwa perkataan saya benar,

seluruhnya benar, dan hanya kebenaran semata.

Tanggal 22 Maret 2019.

Calon Oh Yeong-seok."

Sidang untuk calon menteri

berjalan lancar.

Kabinet nonpartai adalah hasil

dari usaha gabungan antara partai penguasa dan oposisi.

Terlebih lagi, ini menunjukkan tekad kuat pemerintah

untuk memastikan pemilihan presiden yang mulus dan adil,

yang akan terjadi dalam 40 hari.

SIDANG BERLANGSUNG LANCAR

Saat perombakan kabinet selesai,

publik akan menyadari

Presiden Park ibarat pemain pengganti yang mengambil alih di saat krisis.

Pak Presiden

akan unggul jauh di atas para kandidat lain.

Pemain yang masuk sebelum pemanasan

berpeluang besar mengalami cedera.

Itu hanya akan mempersingkat kariernya.

Untuk mencalonkan diri,

dia harus mundur dari jabatannya

sekurangnya 30 hari sebelum pemilihan.

Dia tak bisa maju

sebagai calon kali ini.

Posisi presiden interim dapat diisi oleh menteri yang baru terpilih.

Apa Presiden Park setuju denganmu?

Sudahkah dia setuju

untuk mencalonkan diri

sebagai presiden?

Maukah Anda mencalonkan diri sebagai presiden?

Bukan sebagai presiden interim,

tapi Presiden Republik Korea berikutnya.

Menurutmu,

aku pantas untuk posisi itu?

Kurasa Anda bisa menang.

Setahuku, Andalah calon

yang paling mungkin menang pilpres.

Pak Presiden.

Si pengebom, Myung Hae-joon itu, di mana dia sekarang?

Aku tak dapat mengungkapkannya demi keamanan nasional.

Kau yakin dia masih hidup?

Apa?

Itu...

Apa rumor itu benar?

Ada yang bilang Myung Hae-joon, si pengebom itu, sudah mati.

- Apa? - Dia mati?

- Myung Hae-joon? - Masa?

Adakah yang terjadi?

Ada saksi yang melihat

jasadnya dipindahkan dari DSSC ke NFS.

- Apa? - Ke badan forensik?

Kami menerima bocoran bahwa satu dari empat jasad,

yang belum diambil oleh keluarga,

adalah Myung Hae-joon.

Benarkah itu?

Apa dia mati dalam interogasi?

Apa dia disiksa atau dianiaya?

- Tolong katakan. - Apa yang terjadi kepadanya?

- Katakan. - Apa dia mati?

- Katakan. - Minta komentarnya.

- Apa yang terjadi di interogasi? - Katakan.

Myung Hae-joon...

Dalam interogasinya,

Myung Hae-joon tak disiksa atau dianiaya sama sekali.

Jadi, dia masih hidup?

- Katakan. - Dia hidup?

- Di mana dia sekarang? - Dia hidup?

Memunculkan spekulasi tak berdasar tentang dia

bisa menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional.

Saya tak bisa komentar.

- Dia hidup? - Dia tak disiksa sama sekali?

- Katakan. - Jawab pertanyaannya.

GEDUNG BIRU

NCND.

Tidak dikonfirmasi atau disangkal.

Strategi mereka adalah respons Glomar.

Kuakui, bocoran itu cukup detail.

Fakta mereka tak dapat menyangkal spekulasi itu dengan tegas

berarti itu benar, bukan?

Myung Hae-joon dibunuh?

Oleh siapa?

Kita harus mencari tahu.

Hei, Sin-yeong.

Kau sudah bukan anggota korps pers Gedung Biru.

Aku tak sabar dipanggil dan dikabari makan malam sudah siap.

Aku lapar,

dan sudah bisa mencium aroma masakan.

Reporter menciumnya,

jadi, akan ada banyak spekulasi mengenai Myung Hae-joon.

Ya, mungkin.

Aku selalu berpendapat

kebebasan pers dijamin di Korsel,

tak seperti di Korut, negaraku.

Namun, yang bisa kulakukan sekarang

adalah mengatakan kita belum bisa mengonfirmasinya

dengan ekspresi tegas di depan korps pers

yang bersikeras publik berhak tahu.

Aku staf komunikasi tak kompeten.

Sekretaris pers pengecut.

Jika kita katakan

yang sebenarnya,

akankah itu membantu menangkap dalang pembunuhan Myung?

Menyiarkan detail investigasi kita saat sedang berjalan

hanya akan membantu pengebom dalam melarikan diri. Apa salah?

Saat ini, keamanan nasional

lebih penting daripada hak publik untuk tahu.

Itu demi kebaikan publik.

Kau cepat menilai situasi,

dan cakap menangani krisis.

Siapa yang lebih baik

darimu?

Hei...

Aku harus mengakui bahwa kau lebih banyak mengeluh

daripada dugaan awalku.

Apa pendapatmu tentang pria yang suka mengeluh?

Masuklah.

Masalahnya bukan hanya reporter.

Partai oposisi akan meributkannya jika ini sampai tersebar.

Anda lihat perbuatan Bu Yun.

Dia takkan ragu memakzulkan Anda.

Dia akan melancarkan serangan politik.

Ini masalah keamanan nasional,

yang dianggap prioritas utama oleh Bu Yun dan partai oposisi.

Ini juga kartu favorit mereka

karena bisa membantu mengumpulkan pendukung.

Anda mau ikut serta atau tidak,

mereka bersiap untuk pemilihan.

Seperti lubang hitam.

Mereka akan menjadikan semua situasi bernuansa politik.

Di mata Bu Yun, Gedung Biru terlihat

seperti biro kampanye calon presiden.

Saingannya, yang harus dia kalahkan

dengan segala cara.

Kalau begitu, prioritas kita mencari pembunuh Myung.

Demi keamanan nasional,

juga memenangkan perang politik.

Aku segera menghubungi NIS

untuk mencari tahu petunjuk mengenai pembunuhnya.

Na-gyeong!

Aku menemukannya.

Ruang 119.

Aku menemukan rekaman CCTV dari kamera di depan

perlindungan serangan udara.

Kau melihatnya?

Sorot wajahnya.

Tatap mataku.

Aku menemukannya di rekaman CCTV yang dipulihkan

oleh Pusat Forensik Digital.

Berkat itu, kedua mataku merah.

Kau tidak lihat?

Dedikasi bukan kebajikan.

Itu kewajiban kita.

Astaga.

Kau ikut kelas atau apa?

Siapa yang mengajarimu bicara seperti orang tua?

Di sini.

Pukul 15.14.

Tepat sebelum ledakan itu.

Itu dia, bukan?

Oh Yeong-seok.

Pak Ketua

dan seluruh anggota Komite.

Hari ini saya datang

untuk membuktikan kepada Anda semua

bahwa kemampuan dan standar moral saya sesuai untuk jabatan

Menteri Pertahanan Nasional.

Kami menemukannya.

Bukti kuat bahwa pengebom menentukan Anggota Majelis Oh

sebagai penyintas sebelum serangan.

Anggota Majelis Oh tertangkap kamera di depan Ruang 119

pukul 15.14, tepat sebelum ledakan.

Kita harus laporkan ke Gedung Biru

sebelum sidangnya berakhir.

DSSC, yang sebagian bertanggung jawab atas kematian Myung,

ada di bawah Pertahanan Nasional.

Jika Oh Yeong-seok ditunjuk sebagai menterinya,

dia akan mengubur kasus ini.

Kami menunggumu, Agen Jeong.

Bagaimana investigasinya? Ada perkembangan?

Kami menemukan...

pembunuhnya, Pak.

Kau menemukan pembunuhnya?

Siapa? Di mana pembunuh itu sekarang?

Agen Jeong?

Siapa pembunuh Myung Hae-joon?

Aku, Pak.

Aku yang membunuh Myung Hae-joon.

Barusan...

kau bilang apa?

Aku yang membunuh Myung Hae-joon,

Pak Presiden.

KERAGUAN EPISODE 8

Sebutkan tim, nama, dan posisimu.

Aku kepala Satgas Kontraterorisme NIS,

Jeong Han-mo.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left