The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Ibu.
Bagaimana...
Bagaimana mungkin?
Terlalu berbahaya untuk menyimpulkan berdasarkan foto.
Kita harus menyelidikinya dengan hati-hati,
dan mencari bukti yang pasti.
Tentu saja, Ayah.
Tidak mungkin ada bukti
yang lebih pasti daripada ini.
"Hasil Tes DNA"
"Park Ji Sook, rambut Yang Mi Ryung, rambut"
"Hasil tes"
"Park Ji Sook dan Yang Mi Ryung adalah orang tua dan anak"
Kamu adalah Yuh Rim?
Kamu benar-benar Yuh Rim?
Saat aku bicara dengannya,
aku menyadari ada terlalu banyak kesamaan dengan Yuh Rim.
Aku takut Ibu akan kecewa,
maka aku menjalankan tes tanpa memberi tahu Ibu dahulu.
Lalu bagaimana dengan tes DNA yang ibu jalankan sebelumnya?
Sebenarnya, teman-temanku
sering menginap denganku di apartemenku.
Kurasa Ibu mungkin telah mengambil salah satu rambut teman-temanku.
Itu yang terjadi?
Jadi, itu yang terjadi?
Benar. Temanmu. Pasti benar begitu.
- Yuh Rim. - Ibu.
- Ibu. - Yuh Rim.
Ibu.
Nyonya. Nona pembantu datang.
Aku memanggilnya.
Aku ingin menyelamati Ibu dan Mi Ryung...
Maksudku, Yuh Rim. Aku ingin memberikan bunga,
maka aku memanggilnya.
Halo. Aku membawa bunga.
Lihat. Aku menemukan putriku.
Mi Ryung adalah putriku.
Apa?
Tolong selamati aku. Dia adalah ibuku.
Aku akhirnya menemukan ibuku.
- Ibu. - Yuh Rim.
Sungguh? Aku turut berbahagia.
Aku benar-benar turut berbahagia.
Kamu pasti sangat bahagia.
Terima kasih.
Ini bunga terbaik yang kuterima di hari terbaikku.
Setelah kuamati, kalian memang mirip.
Sungguh?
Kamu adalah Yuh Rim?
Aku sangat syok dan tidak bisa berkata-kata.
Maafkan aku, Ayah.
Aku bukan putri yang bisa dibanggakan.
Kamu akan terus berdiri di situ?
Pergilah sekarang jika sudah selesai mengantar.
Ya, baik. Aku akan pergi sekarang.
- Ibu. - Yuh Rim.
- Ibu. - Yuh Rim.
- Ibu. - Yuh Rim.
Kenapa Ibu makan sambil berdiri?
Hai. Ibu belum selesai membersihkan,
maka ibu hanya makan cepat-cepat. Tidak apa.
Ada apa? Kamu merasa kasihan karena ibu makan sambil berdiri?
Tidak apa. Bagus jika makan sambil berdiri sekali-sekali.
Kamu bisa makan dengan cepat, dan membantu pencernaan.
Ibu. Terima kasih banyak
telah membesarkan aku seperti ini
dan begitu mencintaiku.
Astaga.
Kenapa kamu berterima kasih?
Wajar jika orang tua membesarkan dan mencintai anaknya.
Astaga, jika kami menafkahimu sedikit lebih baik,
putri kami yang cerdas akan terbang tinggi
dan hidup dengan baik sekarang.
Aku sangat bersyukur
bahwa Ibu adalah ibuku.
Aku sangat bersyukur.
Hei, ibu baru makan.
Kamu akan menguras energi ibu dengan menangis.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Tidak ada. Tidak ada yang terjadi.
Biarkan aku memeluk Ibu seperti ini
sebentar saja.
Astaga.
Apa yang merasuki putri ibu?
Baiklah. Akan ibu hitung sampai 100.
Kamu bisa tetap begini jika kamu mau.
Ayah tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi.
Mana mungkin orang sehina itu adalah anak ayah, Yuh Rim?
Awalnya, aku pun enggan menerimanya.
Tapi setelah melihat hasil tes DNA,
aku tidak punya pilihan lain.
Bagaimana nanti anggapan orang tentang ayah?
Mana mungkin selingkuhan Jae Wook adalah anak kandung ayah?
Bagaimana jika kabar ini tersebar?
Ini akan mencemari karier politik ayah.
Kamu tahu bagaimana dunia politik itu.
Mereka menggigit dan menyerang tanda kelemahan apa pun.
Aku tahu. Kurasa sementara ini lebih baik merahasiakannya.
Jelas kita harus merahasiakan.
Tapi Mi Ryung adalah masalahnya.
Dia pasti akan mengerti jika Ayah menjelaskan kepadanya.
Aku akan menjaga Yuh Rim agar dia tidak bisa keluar rumah
untuk sementara ini.
Itu yang terjadi?
Jadi, Hae Rim tidak menelantarkanmu?
Tidak. Aku tidak bisa mengingat dengan jelas, tapi itu benar.
Hae Rim tidak menelantarkanku.
Aku melepas tangannya dan tersesat.
Lalu aku tertabrak sepeda.
Lalu aku hilang ingatan
dan tersesat.
Maka kamu ingat pernah terbakar oleh mi instan panas?
Samar-samar.
Hae Rim memasak mi, dan mi itu menumpahiku.
Aku ingat Ibu menjadi sangat marah kepadanya.
Benar, Yuh Rim.
Yuh Rim.
Ibu tidak percaya bahwa ibu bertemu denganmu lagi.
Ini terasa bagai mimpi.
Ibu. Aku merasakan hal yang sama.
Aku tidak percaya kalau aku punya ibu
dan bertemu lagi seperti ini.
Jika ini mimpi, rasanya aku tidak ingin terbangun.
Ibu.
Ibu.
Yuh Rim.
Biar ibu lihat dirimu.
Apa yang terjadi dengan foto-foto Suh Ra yang kamu ambil?
Aku memeriksanya, tapi bukan dia.
Begitu? Sudah kuduga. Dengan keberuntungannya?
Menemukan orang tuanya? Mustahil.
Keberuntungannya pasti bukan menemukan orang tua, tapi pekerjaan.
Apa? Apa maksudmu?
Kamu tahu Suh Ra akan bekerja di perusahaan kami?
Apa? Itu tidak masuk akal.
Dia mengambil GED. Mana mungkin dia bekerja untuk perusahaan besar?
Ini tidak masuk akal.
Lalu kenapa tidak kamu saja yang melakukannya?
Apa? Aku?
Suh Ra akan bekerja dengan perusahaan kami
dengan resep ibuku.
Kurasa
kamu lebih pantas di sana, dibandingkan Suh Ra.
Suh Ra bahkan bukan anak kandungnya.
Aku?
Kenapa? Kamu merasa tidak bisa melakukannya?
Kenapa tidak? Aku lulus dari universitas
di Seoul
dan belajar bahasa Inggris di Canada.
Lihat? Dari sudut pandang perusahaan kami,
lebih baik merekrutmu, yang punya pengalaman tinggal di luar negeri.
Pelan-pelan.
Aku tidak ingin orang bilang kamu sakit setelah makan di sini.
Aku harus mengatakan sesuatu. Makanya aku terburu-buru.
Konon pria tidak bisa melakukan dua hal sekaligus. Kurasa itu benar.
Kamu bisa bicara sambil makan.
Maka biarkan mulutmu bicara untuk semenit.
Astaga. Kamu sangat pintar.
Aku memang datang ke tempat yang tepat.
Apa?
Kami sangat membutuhkan orang pintar.
Nona Ki Suh Ra, mulailah bekerja besok.
Apa? Bekerja?
- Aku? - Ya.
Kita sama-sama mengembangkan produk baru dengan resep ibumu
mulai besok.
Jangan coba menolak, dan katakan, "Ya."
Astaga. Bagus sekali.
Suh Ra lebih dari mampu.
Dia mengenal jjamppong kami sebaik...
Tidak, dia lebih mengenalnya daripada aku. Dia sempurna.
Kita seharusnya bekerja sama, tapi kami merasa bersalah
jika membuat Bibi datang ke kantor tiap hari,
dan kami butuh seseorang di sana tiap hari untuk mengelola produk.
Tentu saja. Pokoknya aku setuju denganmu.
Menurutmu, aku bisa melakukannya?
Kenapa tidak? Kamu koki yang andal, cerdas, dan pekerja keras...
Tutuplah layanan pembantu yang melelahkan itu
dan bekerjalah di perusahaan. Kamu bisa.
Aku lelah sekali.
Kerja bagus.
Kamu juga hampir membodohiku.
Hae Rim.
Kamu benar-benar monster.
Tapi lagi pula, aku sudah tahu itu sejak kamu
melibatkan aku dan tidak menunjukkan emosi.
Hati-hati dengan ucapanmu.
Sekarang kita berkomplot.
Jika salah satu dari kita ketahuan, tamatlah riwayat kita.
Aku? Kenapa?
Urusan kita berakhir begitu Jae Wook siuman.
Karena itu kamu tidak boleh ketahuan hingga dia siuman.
Jika aku atau kamu ketahuan,
kita akan diusir dari rumah ini.
Jangan membuatku tertawa.
Aku tidak akan merugi.
Tapi kamu mungkin akan banyak merugi.
Sedang apa kamu?
No comments yet. Be the first to leave one.