Release info

비켜라운명아 It'sMyLife EP106 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-04-03
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

Bu Choi akan membaik seiring waktu.

Dia sedang menjalani perawatan. Tidak bisakah kamu menunggu

sampai dia pulih?

Jika menjadi dirimu,

akan kubiarkan diriku pergi.

Karena aku tidak tahan melihat

orang yang kucintai disakiti,

akan kubiarkan diriku pergi.

Tidak.

Aku tidak pernah bisa putus darimu.

Ini yang terbaik untuk kita berdua.

Jadi, biarkan...

Biarkan saja aku pergi.

Aku akan menunggu.

Aku akan menunggu

sampai kamu kembali.

Akan kuanggap kamu mengambil cuti.

Luangkan waktumu untuk menenangkan dirimu.

Aku akan menyelesaikan semuanya.

Aku tidak akan kembali.

Jadi, jangan sia-siakan energimu.

Jika aku tahu lebih awal

kamu putranya Bu Choi.

Aku bahkan tidak akan memulai hubungan ini.

Bagaimana ini, Bu Heo?

Sepertinya keputusan Seung Joo sudah bulat.

Dia benar-benar akan putus?

Ya.

Choi Geum Soon masalahnya.

Mereka benar-benar saling mencintai.

Haruskah Bu Choi memisahkan mereka?

Selain tidak bisa mengingat beberapa hal, dia tampak sehat.

Aku tidak mengerti kenapa dia hanya kejam kepada Seung Joo.

Kamu tahu

aku ingin sekali menjambaknya.

Tapi dia sedang tidak waras.

Aku merasa seolah-olah darahku mendidih.

Kami pulang.

- Astaga. - Halo.

- Ibunya Jin Ah juga di sini. - Ya.

Hei, ada apa kamu kemari?

Menantuku memintaku kemari dan beristirahat di sini.

Aku membawakan bubur kacang merah.

Bayinya pasti menginginkannya karena

Jin Ah bilang ingin memakannya, jadi, aku membawanya.

Haruskah kubersihkan kamar tamunya, Si Woo?

Ya, tolonglah, Bu Heo.

- Duduklah. - Baiklah.

Kudengar Nam Jin juga akan segera menikah.

Aku turut bahagia untuknya.

Kudengar tunangan Nam Jin adalah putri pemilik perusahaan besar.

Bu Yang, hidupmu berubah pada usia tua.

Siapa yang mengatakan itu kepadamu?

Jin Ah memberitahumu?

Ayahnya Nam Jin memberitahuku.

Kapan dia keluar dari penjara?

Nam Jin membantunya mendapatkan pekerjaan di Hyunkang?

Maafkan aku, Jin Ah,

tapi tolong hentikan ibumu.

Jika dia bicara lagi,

mungkin rambut dia yang akan kujambak, bukan orang lain.

Astaga. Kamu akan menjambakku?

Ibu, ayo kita ke kamar tamu.

Ayo kita keluarkan isi tas Ibu dan bicara.

- Ya ampun. Baiklah. - Ayo.

Maafkan aku, Bu Yang.

Kamu tidak perlu meminta maaf.

- Sayang, berikan yang selanjutnya. - Belum matang.

- Belum matang? - Belum.

Ya ampun. Hai, Anak-anak.

- Ayah, Ibu. - Selamat datang.

- Makan malam siap sebentar lagi. - Baiklah.

- Biar aku saja, Ibu. - Tidak perlu.

Kamu pasti lelah setelah bekerja seharian.

Ayah memakai pakaian yang kubelikan.

Ini belum seberapa.

Dia menyombongkannya kepada semua orang di desa,

mengatakan bahwa kamu, menantunya, membelikannya untuknya.

- Semua orang di Oepo sudah tahu. - Apa salahnya?

Warnanya bagus, dan aku menyukainya.

Ini bahkan membuat ayah tampak lebih muda.

Ayah memang tampak lebih muda dari aslinya.

Orang akan mengira Ayah adalah kakakku.

Anak nakal. Kamu jujur sekali.

- Panggil "Kakak". - Kakak.

- Ayo duduk. - Astaga. Apa-apaan itu?

Astaga.

Omong-omong, kenapa kalian mengundang kami?

Kami mengemas barang untuk dua hari seperti permintaan kalian.

Kita akan berlibur?

Kita tidak akan berlibur.

Tapi Yeon Ji menyiapkan hadiah untuk kalian berdua

untuk merayakan hari jadi pernikahan kalian.

Benarkah?

Kamu sudah membelikan baju ini. Kamu tidak perlu membelikan apa pun.

- Ini. - Apa?

Apa ini?

Itu sertifikat kesehatan.

Kalian berdua harus tetap sehat

agar kita berempat bahagia untuk waktu yang lama.

Sayang, kamu mendengarnya?

Yeon Ji baru saja mengatakan "kita berempat".

"Kita berempat".

Aku juga mendengarnya.

Astaga. Kamu peduli pada kesehatan kami.

Tidak ada menantu sepertimu di dunia ini.

Sudahlah. Ini bukan hal yang istimewa.

Dibandingkan dengan kebaikan kalian kepadaku,

ini tidak ada apa-apanya.

Berhentilah menangis.

Ibu dan ayahku mudah menangis.

"Kita berempat".

Jangan menangis, Ayah.

Apakah soal aku anak siapa begitu penting bagimu?

Aku hanyalah aku.

Aku masih anak kampung yang sama yang mencintaimu.

- Kenapa? Kamu tertusuk? - Ya.

Biar kulihat.

Astaga. Kamu berdarah.

Astaga. Aromanya enak sekali.

Kamu sudah pulang.

Ada apa? Kamu terluka?

Saat membuat makan malam,

jariku teriris.

Kamu menangis?

Itu...

Sakit sekali.

Aku akan ke kamar.

Apakah jarinya yang sakit?

Atau hatinya?

Kurasa keduanya.

Aku datang.

- Hai. Selamat datang. - Hai, Seon Gyu.

Ada apa kamu kemari saat malam begini?

Ini sup ayam. Berikan ini kepada Seung Joo.

Dia pasti merasa sangat hampa. Dia sebaiknya menjaga kesehatannya.

Baik sekali. Man Seok, lihat betapa perhatiannya kamu.

Aroma apa ini?

Kakak membuat doenjang jjigae?

Seung Joo membuatnya untuk kami sebelum kami pulang.

Aku belum makan seharian.

Man Seok, boleh aku ikut makan malam?

Aku berbohong akan melihat gigi yang longgar, lalu mencabutnya.

Lalu dia menjadi sangat marah.

Dia bahkan tidak bicara kepadaku selama tiga hari.

Benarkah?

Jin Ah sangat keras kepala.

Kamu tidak tahu saja.

Itu sakit sekali.

Ibu seharusnya memberitahuku jika akan mencabutnya.

Dia bahkan mencabutnya tanpa memberi tahu.

Begitulah seharusnya mencabut gigi.

Ada apa kamu kemari?

Lama tidak berjumpa.

Aku mengundangnya.

Begitu rupanya. Kamu seharusnya memberi tahu ibu.

Di mana Bu Yang dan Bu Heo?

Saat Nam Jin pulang...

Maksudku, mereka akan makan bersama Pak Ahn saat dia pulang.

Ibu sebaiknya makan malam.

Tidak, aku tidak berselera.

Nikmatilah makanannya.

Jin Ah, apa yang kamu makan?

Kamu tidak lihat? Itu bubur kacang merah.

Jin Ah mendambakannya selama berhari-hari,

jadi, aku membawanya.

Kenapa kamu begitu ceroboh?

Apa?

Kamu tidak tahu kacang merah buruk untuk kehamilan?

Kamu tidak tahu makanan yang harus dihindari selama kehamilan?

Kacang merah buruk untuk kehamilan?

Kenapa?

Karena bisa menyebabkan kontraksi uterus.

Itu juga meningkatkan hormon yang dalam beberapa kasus

bisa menyebabkan cacat pada anak.

Jin Ah dan aku sudah mencari tahu. Dia bisa makan sebanyak ini.

Masalah bisa terjadi jika aku makan sekarung tiap hari.

Aku hanya makan semangkuk bubur.

Jangan memakannya sama sekali jika tidak baik untuk bayi.

Saat aku mengandung Si Woo,

aku hanya makan kue beras yang dipotong.

Maksudmu, saat kamu mengandung Nam Jin.

Kudengar kamu bahkan bukan ibu kandung Si Woo.

Tapi kamu memperlakukan putriku, Jin Ah, dengan buruk?

Astaga. Kamu memarahinya tepat di hadapanku, ibunya.

Kamu pasti lebih kejam kepadanya saat aku tidak di sini.

- Astaga. Yang benar saja. - Hentikan, Ibu.

Apa maksudmu?

Si Woo adalah putraku yang kulahirkan.

Bagaimana dengan Nam Jin? Lalu siapa yang melahirkan Nam Jin?

Tentu saja aku melahirkan dia. Dia putraku.

Kamulah yang bicara omong kosong.

Kamu melahirkan mereka berdua?

Tolong hentikan. Akan kuantar Ibu ke kamar.

- Apa yang kamu katakan? - Astaga.

Ada apa denganmu?

Jin Ah, Bu Choi tidak tahu?

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left