The first 200 lines.
- Tanya dari Wahan! - Tanya dari Wahan!
Menemukan lonceng bintang Kepala Suku Asa Sin!
Tanya, keturunan Wahan, juga keturunan langsung Asa Sin.
Aku mau bertanya kapan Aramun akan kembali.
SEBELUMNYA
Tagon, kau adalah kedatangan kedua
Aramun Haesulla.
Eunseom. Kini aku bisa datang untuk menyelamatkanmu.
Ada beberapa dibawa ke sana.
Tolong kembalikan mereka ke Arthdal.
Teman-teman, lari!
Di mana Dalsae?
Dalsae...
Menyerahlah.
Aku tak akan meninggalkan siapa pun lagi.
Jumlah orang yang menuruti perintahmu...
Itulah artinya
kekuasaan.
"Jadi milikku"?
Aku, Tanya,
akhirnya kembali ke rumahnya, mari lakukan gohamsani.
Peta penaklukan kita, Tagon.
Aku akan berdiri di barisan depan denganmu.
Kita akan menjadi lagu.
Nunbyeol masih bertumbuh.
Silsilahnya juga bertumbuh.
Blokadenya terbuka karena dia sangat cemas.
Dia bahkan menguasai seni bela diri Saram.
Jika tersambung lagi...
Sateunik!
Kau bilang Sateunik?
Kami, suku Momo, selalu memastikan membalas utang budi.
Tidak!
Setelah aku pergi ke arah sana, aku mau kau pergi ke arah sana dan lari.
Dia punya bibir ungu dan punggungnya tampak seperti ini.
Dia tak akan jauh. Cari seluruh Gunung Hasi!
- Ya, Xabara! - Ya, Xabara!
Lari!
Eunseom!
Kau tak apa? Berdiri. Ayo.
Sekarang, gohamsani jadi rintangan terakhir untuk diatasi.
Dia pasti ke makamnya Sanung. Hari yang tepat untuk mengenangnya.
Berikan restu Ayah.
Gohamsani akan dilakukan di sini.
Hanya ini peluang kita.
- Apa yang terjadi? - Kau maju, dia mati!
Apa kau bebal? Kenapa kembali untuk menyelamatkanku?
Aku butuh kau.
- Kau mau melawan siapa? - Arthdal itu sendiri.
Cepat mengayuh!
- Hei. - Apa?
Di sana.
Suku Ago.
Di mana kampung halamanmu?
Jauh di dalam...
Gunung Puncak Putih.
Kau mau menemui Pendeta Tinggi?
Tak mungkin pria yang membunuh ayahnya
jadi pemimpin Serikat dan dipuja sebagai Aramun Haesulla!
Tagon adalah Igutu.
Benarkah?
- Itu mustahil! - Tagon adalah Igutu?
- Astaga! - Apa ini?
Kau harus bunuh semua orang yang melihat darahmu!
Ada 25, 26, 27...
Asa Ron Niruha, selamatkan dirimu.
Baiklah.
Jika ini mau kalian.
Akan kubunuh kalian semua.
Dua mati. Sisa 25 lagi.
Kalian tunggu apa?
- Bunuh monster itu! - Ya, Niruha!
Sayangnya...
aku tak bisa.
Apa?
Apa katamu?
Kau menentangku?
Ini akan cepat.
Tolong.
Tolong.
Ada orang di luar?
Ada orang di sana?
Kau pikir
ada yang memihakmu di Kuil Agung?
Rencanaku gagal. Aku tak percaya Tagon adalah Igutu!
Tak akan ada sidang.
Jasadnya akan jadi bukti.
Cepat bunuh Tagon.
Tidak, kumohon...
- Asa Ron... - Kumohon...
- Kau kabur? - Tolong jangan bunuh aku!
Dua puluh enam.
Kini, tersisa satu lagi.
Hae Tuak.
Hae Tuak!
Hentikan.
Saya.
Saya.
Kau pikir
ada yang memihakmu di Kuil Agung?
Rencananya gagal.
Di sini!
Apa katamu?
Kenapa Anak-anak Shahati bisa mati?
Mana Laba-laba Biru?
Dia temani Asa Mot ke Istana Serikat untuk menyelidiki.
- Kami akan temukan Tanya. - Bagaimana caranya?
Kalian dari Gunung Puncak Putih. Memang tahu wajahnya?
Geledah Kuil Agung bersama para pendeta.
Jika melihat Tanya,
langsung bunuh dia.
- Ya! - Ya!
Saya, kuatkan dirimu.
Kau harus pergi.
Jangan cemaskan aku.
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Benar, gaun ini.
- Cari Tanya! - Ya!
Apa ini?
Apa yang terjadi di sini?
Shahati.
Apa? "Shahati"?
Apa yang mereka lakukan di Arthdal?
Ini kudeta. Beri tahu Pasukan Daekan dan pengawal.
Ada kudeta terjadi.
Kudeta? Dipimpin siapa?
Mungkinkah Yeobi?
Kau bodoh? Kau sudah gila?
Anak-anak Shahati di sini, sudah jelas Asa Ron!
Nona mau ke mana?
Tagon dalam bahaya. Dia ke makam Sanung sendirian.
Astaga.
Kini, Tagon Niruha hanya perlu pergi ke Gunung Puncak Putih
- dan melakukan gohamsani! - Ya!
Lalu dia secara resmi diakui sebagai kedatangan kedua Aramun Haesulla!
Tagon!
- Bakryangpung. - Ya.
Kau dahulu pendeta, benar?
- Sungguh? - Tidak.
Dia dikeluarkan saat pelatihan.
Gitoha, tolonglah. Jangan dengarkan dia.
- Bagaimana gohamsani dilakukan? - Tidak.
- Ayolah, ceritakan. - Itu tak benar. Abaikan dia.
Apa ini? Kami tak pesan ini.
Ini? Ini untuk para pemimpin Pasukan Daekan. Gratis dari bos.
Kami layani kalian karena akan jaga Tagon Niruha
selama gohamsani besok.
Sungguh? Pekerjaan kita imbalannya besar, ya?
Kini Tagon Niruha hanya perlu datang ke Gunung Puncak Putih
dan melakukan gohamsani...
Tunggu dahulu.
- Kau dari Suku Gunung Putih? - Bukan.
Aku anggota Suku Garamal.
Kau bukan dari Suku Gunung Putih.
Katamu Tagon harus "datang" ke gunung?
Ini Arthdal, bicara yang benar.
Dia harus "pergi" ke sana.
- Cukup! Hentikan. - Namun...
- Kenapa cari ribut? - Tagon Niruha harus "pergi" ke sana.
- Jangan bertengkar! - Baik, kuturuti.
- Berdamai dengannya. - Baik.
Dengar. Berhenti bicara tentang Gunung Puncak Putih.
Itu membuatku sedih karena aku suku minoritas.
- Kini, berjabat tangan. - Bagus.
- Saling beri hormat. - Bagus!
Di mana kau kerja sebelumnya?
Astaga, apa masalahnya sekarang?
Di mana kau kerja sebelumnya?
- Di penyulingan... - Hei.
Lalu kenapa kelingkingmu?
Sepertinya kau telah lama berlatih pakai Belati Sabit.
Apa maksudmu, Pak?
Sial.
Sial.
- Gitoha! - Gitoha!
Mereka...
Mereka coba bunuh kita, Daekan.
- Berarti... - Sesuatu terjadi.
- Bawa dia ke ahli obat! - Ya.
Aku akan ke divisi militer!
Gitoha!
Mereka yang dipaksa ke Doldambul akan kembali juga.
Lihat, kau berlatih selarut ini
padahal harus ke Gunung Puncak Putih besok.
Aku ingin jadi kuat
agar tak bisa disakiti orang lain.
Kau sudah kuat, sedikit berlatih pun cukup.
Kau berbakat.
Namun, di Arthdal, kau hanya bisa lebih kuat
jika memihak yang berkuasa.
Kau baru tak bisa disakiti.
Aku mau ke Kuil Agung.
Pak, ada yang mau kukatakan.
Apa lagi?
Kudeta?
Taealha nyaris mati.
Terjadi dekat Kuil Agung, dekat makam Sanung Niruha.
Kalian mengerti maksudku?
Tanya Niruha kini dalam bahaya! Cepat pergi!
Tanya?
No comments yet. Be the first to leave one.