The first 200 lines.
KOTA NEW YORK 1955
- Frankie, kini apa yang akan terjadi? - Diam.
Mereka sedang mengawasi kita.
Banyak polisi bodoh yang akan mengatakan banyak kebohongan.
Apa maksudmu, Frankie?
Mereka akan menakuti kita agar kita bicara.
Jangan katakan apa pun, ya?
Apa pun.
Namun, aku tak tahu.
Kau tak melakukan apa-apa.
Terus saja pikirkan itu, Winston.
Aku pelakunya. Paham?
Aku pelakunya.
Aku pelakunya.
Aku pelakunya.
BERTAHUN-TAHUN KEMUDIAN
Kau tak seharusnya di sini, Frankie.
Aku tahu.
Aku tak seharusnya meniduri istri orang juga.
Beri tahu aku.
Di mana tempat terbaik untuk membawa wanita yang bukan untukmu?
Tempat yang bukan untukmu.
Tepat sekali.
Nah,
kau tak akan mengadukanku, bukan, Lawrence?
Lagi pula,
bukan hanya aku yang tersandung
ke wilayah orang, bukan?
Katakan...
Penampilanku?
Keluar dari sini sebelum kutembak.
Baiklah.
Selamat Tahun Baru, Lawrence.
Tahun yang baik.
Hai.
Frankie. Sayang.
- Frankie! - Frankie!
- Kau tampan, Frankie. - Hei, Frankie!
Selamat Tahun Baru, Frankie!
Cormac memintamu datang ke mejanya.
Hei, Frankie, Nak. Kemarilah.
Hei, Semuanya.
Dia kupungut di jalan saat setinggi ini.
Kulatih sendiri, kini lihat bajingan ini.
Ini.
Teaghlach.
Keluarga.
- Keluarga. - Keluarga.
Corine, kau dari mana?
SELAMAT TAHUN BARU!
TAMAN RESTORAN
Dasar hippie.
JANAPADA
Baik, Kota New York!
Mulai hitung mundur.
Sepuluh, sembilan...
delapan, tujuh, enam...
Selamat Tahun Baru!
Cepatlah, ayo.
Nak,
- lihat semua emas ini. - Bukan itu targetku.
Berikan bagian itu.
Kau mau melakukan ini?
Karena tak mudah lolos dari ini.
Anak baik.
Tak setangguh itu, ya?
Kukira kau pria yang masuk akal.
Bagian itu.
Buka pintunya!
Frankie.
Lawrence.
Lampu merah aktif.
Semua, pergi!
Inimicus di wilayah Continental.
- Lampu merah sudah aktif. - Cepat!
Mundur!
Inimicus di wilayah Continental.
Lampu merah sudah aktif.
Terima kasih.
Butuh bantuan di sini.
Sial, Frankie!
Frankie, hentikan!
Frankie!
MENJEMPUT TAK BERTUGAS
MASUK
Jalan!
Tugasku meramal masa depan.
Kita semua tahu,
dengan diangkatnya larangan ketinggian,
ledakan pembangunan berlangsung.
Jika kalian mau ikut dalam persaingan
siapa yang bisa bangun gedung tertinggi,
aku mengerti,
akan kubelikan penggaris.
Namun, selagi semua berlomba-lomba mendekati awan,
semua melewatkan hal jelas.
Apa itu?
Di mana mereka akan parkir?
Lahan parkir mobil?
Ada 4.700 tempat parkir terisi setiap hari dalam seminggu.
Penting bagi semua gedung tinggi
yang amat ingin dibuat.
Tanah, aspal, dan izin sudah kudapatkan.
Dua juta paun memang banyak, Tn. Davenport...
Aku tak takut angka, Nak.
Namun, menyerahkan uangku ke firma kecil tanpa nama
yang berbisnis dengan orang tak kukenal,
tak membuatku tenang.
Siapa yang mau tambah kue?
Pesan martini zaitun lagi?
Selera alkoholmu mewah, Tn. Scott.
Kukagumi yang membelanjakan uang untuk dapat uang.
Namun, sayangnya...
aku tak teryakinkan.
Namun, kau akan melewatkan...
Di sana aku bosan, maka aku ke sini,
rupanya lebih bosan.
Yang baik, Sayang.
Jangan panggil itu. Kau panggil ibumu "sayang".
Apa yang kau jual kepada suamiku, Tn...
Scott. Winston Scott.
Apa yang mau kau jual ke suamiku, Winston Scott?
Sebagian London.
Bagian besar. Lahan parkir mobil.
Lahan parkir mobil? Astaga.
Itu penawaran menarik.
Sungguh, Sayang?
Lahan parkir?
Winston.
Kau tahu bisnis suamiku?
- Ya. - Benar.
Jadi, kau tahu bahwa si tua bodoh ini,
di luar setelan mahal dan kebotakannya, punya merek.
Merek itu adalah keseruan...
Seks.
David Bowie ada di disko kami tempo malam.
Apa kau tahu
suamiku punya barang dari turnya saat ini?
Tidak. Aku tak tahu.
Dia punya.
Bukan karena bisnis lahan parkir mobil.
Tunggu. Kau pasti kenal Tony Defries. Manajer bisnis David.
Dia mengurus David, The Who...
Lou Reed. Ya, Tony. Tentu kami kenal.
Maka, kau perlu tahu
Tony salah satu investor terbesarku.
Jika dipikir lagi...
aku yakin dia tak keberatan
diberi tahu investor seru lain
yang mau bergabung.
Tony, ini Winston Scott.
Ya, maaf mengganggu.
Dengar, aku ingin tahu,
apa kau bersedia menyapa Ny. Davenport?
Ya. Davenport yang itu.
Tidak, dia dan suaminya sedang mempertimbangkan bisnis kami,
dan mungkin kau...
Baik, Tony.
Tony? Rosalind Daven...
Benar. Ya.
Sudah... Dia bilang...
Baik. Terima kasih atas waktumu,
sampai jumpa nanti, Sayang. Ya.
Ya, kau juga. Dah.
Aku datang agar bosan. Ini dia.
Tak perlu kasar.
"Kasar"? Kuberi tahu apa itu kasar.
Aku memanggilmu bodoh.
Dia baru menghinamu. Selamat.
- Kau, panggilkan mobil. - Ya, Bu.
Kuhargai waktu kalian
dan menimbang...
Kirim uangnya.
Astaga.
Sudah kubilang dia akan melakukan sebaliknya.
Baru kulihat sisimu itu.
Kau luar biasa.
Aku? Kau yang membuatku yakin.
Belum pernah belajar akting.
Bisa kau percaya?
Kau harus pindah ke Hollywood.
Kau berbakat alami.
Tampan,
bisa menipu orang untuk uang hasil kerja keras mereka.
Kau akan langsung cocok.
Untung bagiku,
semua itu bisa dilakukan di sini, di industri keuangan London.
Bersulang. Ambil punyamu sendiri.
Apa yang kau lihat
saat mengawasiku?
Target kecilmu?
Ya, jujurlah.
"Jujur"?
Kulihat wanita yang agak sedih
dan kesepian.
Wanita yang layak lebih baik,
yang butuh mendengar itu dari orang lain.
Kau hanya mau meniduriku.
Tentu saja.
Bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.