The first 200 lines.
HOKKAIDO 1994
Ya, sudah 3 menit. Sekarang tiup kan!
Baik.
- Air. - Baik.
- Koran. - Baik.
- Punggungku gatal. - Baik.
- Lebih kebawah lagi. / - Baik. - Ya, disitu! / - Baik.
Shikano punya harem hari ini ya?
- Ya, cukup. - Baik.
Ini bantalnya.
Ini dia...
- Ramen! - Baik.
Hei, mata Anda melihat kemana sih?
Soalnya oppaimu indah sekali.
Hentikan!
- Hebat betul! - Tidak!
Mari bersihkan dia.
- Tetap berhati-hati! - Baik.
Punggungnya itu gampang sakit soalnya.
- Yang lembut ya! - Baik.
Jangan sampai membuatku merasa sakit.
Sedikit lagi!
Apa kamu sukarelawan yang baru?
Eh?
Kami sudah mulai pelatihannya. Kemarilah juga!
Tapi, aku...
Dan sekarang, gimana kabar si John kecil hari ini?
Hei, sepertinya ruamnya sudah membaik.
Tidak mungkin! Padahal aku ingin meminta gadis baru itu yang olesi salep diatasnya.
Aku kembali.
Selamat datang kembali.
Tanaka-kun, kenapa kau lama sekali?
Ini hamburger yang Anda minta.
Bukan yang itu! Hari ini aku maunya Mos Burger!
Oh...
Dengerin yang bener dong, Tanaka-kun!
Maaf.
Eh?
Misaki-chan?
Kalian saling kenal?
- Ah... - Gitu ya.
Jadi, Tanaka-kun yang merekrutmu?
Senangnya ada gadis manis disini.
Aduh, duh duh... Jangan kencang- kencang mendorong tulangnya.
Aku?
Ya, kamu!
Kenapa kamu ada disini?
Memeriksamu.
Soalnya aku udah jarang kamu temuin aku lagi.
Sudah kubilang aku jadi sukarelawan untuk dapat pengalaman.
Syukurlah kalo kamu gak selingkuh.
Tapi, kenapa lebih mentingin jadi sukarelawan daripada janji kita?
Aku selesai malam ini. Nanti kita makan malam setelahnya.
Kalo gitu, kita ke tempat makan yang enak.
Apa maksudnya dibatalkan!?
Aku perlu seseorang untuk menginap disini.
Aku tak bisa membalikkan sendiri tubuhku loh...
Ya sudah lah!
- Takako. - Ya.
Seto-kun katanya tak bisa datang malam ini.
Eh?
Yang benar saja!
Gimana dong aku nya?
Kita akan cari orang lain.
Padahal aku menderita Distrofi otot, hadeuh...
Oh.
Tanaka-kun, kamu dengar yang barusan, kan?
Ya.
Kalo gitu, kamu bisa tinggal malam ini, kan?
Itu...
Seorang calon dokter tak boleh mengabaikan pasien, kan?
- Aku mengerti. - Tidak mungkin...
Terima kasih. Syukurlah...
Ada apa?
Nama kamu Misaki-chan, kan? Gimana kalo kamu sekalian menginap disini juga?
Tanaka-kun bisa saja mengacau.
Aku juga ingin tanya motivasi kamu jadi sukarelawan.
Tapi, aku...
Shikano sepertinya tertarik padamu. Jadi, mohon bantuannya!
Malam ini pasti menyenangkan sekali.
Tidak tidak tidak tidak...
Misaki-chan kuliah di jurusan pendidikan?
Kamu nantinya mau jadi guru, kan?
Tanaka-kun, wine nya!
Mau datang ke simposium ku?
Tanaka-kun, perlihatkan dia selebaran itu!
Nih...
"Hidup mandiri bagi para penyandang cacat"
Daripada bergantung pada keluarga dan fasilitas,
aku ingin membuat masyarakat tau kalo ada penyandang disabilitas di sekitar mereka.
Jika penyandang disabilitas bilang gaya hidupku memberi mereka harapan,
aku tak bisa menyangkalnya.
- Misaki-chan! - Ya?
Kamu suka film?
Tidak terlalu.
Kalo gitu musik, ya? Lain kali, gimana kalo kita pergi ke konser jazz?
Tapi, kurasa Misaki-chan agak sibuk..
Aku gak tanya kamu, Tanaka-kun. Aku bicara sama Misaki-chan...
Tapi, ini sudah lewat jam 2.
Aku baik-baik saja.
Lagian, aku sekarang lagi gak bisa tidur.
Aku agak lapar...
Anda sudah harus tidur...
Aku pengen pisang.
Tapi, gak ada pisang disini.
Pergi beliin!
Aku gak bisa tidur sebelum makan pisang.
Pisang!
Baik, akan kucarikan!
Makasih. Bawa dompetku juga!
Maaf.
Aku juga akan pergi.
Misaki-chan juga?
Tinggallah satu orang!
Ini sudah larut.
Jangan tinggalin aku berdua saja sama dia!
Shikano-san, aku akan pergi beliin pisang dulu, ya!
Sial!
"Pisang 100 yen"
"Tutup"
51.
Hei, apa mungkin dia menyukai, ya?
Hm... mungkin.
Kok cuma "mungkin"? Yang lebih meriah lagi dong....
Maaf.
31.
Aku dapat pisang nya!
Dia datang!
Aku barusan merasakan sesuatu yang hebat!
~ A BANANA? AT THIS TIME OF NIGHT? ~ Sub Indo oleh ch4nk-san
Jadi, apa yang terjadi sama Mahasiswa Kedokteran itu?
Curang! Misaki langsung membawanya pergi saat kencan buta.
Kamu sudah tidur dengannya?
Hm... Yah, kami sudah lakukan semuanya.
Ayahnya yang menjalankan Rumah Sakit Tanaka itu, kan?
Ya.
Dia anak orang kaya loh...Apa mungkin dia cuma main-main sama kamu?
Dia tak seperti itu. Lain waktu, aku akan pergi ke rumahnya.
Tidak mungkin! Apa dia mau kenalin kamu ke orang tuanya? Untuk menikah?!
Tapi, Tanaka-kun masih kuliah.
Curang! Kenalin aku juga dong ke salah satu temannya...
Akan kuusahakan.
Biar aku yang angkat.
Dengan Miyataya Coffee.
Permisi, boleh bicara dengan Misaki Ando?
Waduh, Tanaka-kun ya?
Apa kamu bisa jadi sukarelawan lagi disini?
Kenapa aku?
Shikano-san menentukan waktu shiftmu untuk merawatnya tanpa izin.
Eh kok gitu? Emang Tanaka-kun gak bisa tolak aja gitu?
Tidak, soalnya kamu membuatnya sedikit terlalu senang...
Tapi, aku akan kesana di hari yang sama. Nanti kita bisa kencan setelahnya.
Tunggu, kenapa aku harus lakukan itu untuk dia?
Dia tak mau hidupnya berakhir di rumah sakit.
Mereka berpikir kalo dia akan mati di usia 20.
Tapi, dia putuskan tinggal di rumah dan sekarang sudah usia 34.
Hmm...
Dia benar-benar pria yang luar biasa.
Maaf, aku harus pergi. Aku tutup ya, kita ketemu disana.
Tolong ya! - Ah, tunggu...
Salmon.
Rasanya lebih enak kalo kamu yang suapi aku!
Rasanya sama saja.
Yotsumoto bisa menginap hari Selama malam.
Kalo gitu aku permisi dulu. Sampai ketemu lagi.
- Terima kasih! - Terima kasih!
Nasi.
Shikano, apa Takako bisa pindah di Hari Minggu?
Ya.
Kalo gitu, Sabtu malam...
- Disini saja? - Aku tau kamu sibuk, tapi...
Kami tak bisa temukan seseorang...
- untuk akhir pekan. - Sampai nanti!
- Terima kasih. - Dah.
Benarkah?
Ah, syukurlah...
Syukurlah ada yang isi.
Tanaka-kun?
Jam dindingnya kayaknya berhenti. Apa baterainya abis?
Mungkin.
Tolong air!
Kita sepertinya kehabisan baterai.
Kalo gitu, biar aku pergi beli dulu!
- Bawa dompetnya juga. - Baik.
- Bawa juga tanda terimanya ya! - Baik.
Ah, dan juga...
Kopi bubuk, 200 gram.
Dom Dom burger, es krim vanila.
Majalah Town, dan...
Kau tau...
Ah! Majalah dewasa.
Ya kan?
Tidak usah keras-keras, Tanaka-kun!
Sukarelawan selalu minta dibelikan itu sih...
Taka, bokongku sakit.
Oh.
Ini dia!
Dia menderita Ulkus dekubitus karena duduk terlalu lama.
Oh.
Ya, cukup!
No comments yet. Be the first to leave one.